TAMTSIL DAN KEBERKAHAN HUJAN
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Hujan merupakan rahmat-Nya maka dari itu patut disyukuri dan berdoa kepada Allah agar hujan yang diturunkan-Nya bermanfaat tidak mendatangkan mudharat. Sehingga memberikan kehidupan bagi semua makhluk di bumi. Sebagai isyarat yang diberikan oleh Allah tentang kematian dan kebangkitan. Allah berfirman,
(وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ). (قرآن سوة الأعراف/٧: ٥٧)
"Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira, mendahului kedatangan rahmat-Nya (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran." (QS. Al A'raaf/7: 57)
Hujan diturunkan oleh Allah sebagai tamtsil, terhadap apa yang menjadi hasrat bagi manusia agar selalu mengingat kebesaran dan kekuasaan Allah atas segala sesuatu. Ia memberi pelajaran bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sebagai taman bermain dan bersenda gurau. Sepatutnyalah hal tersebut menjadi ladang amal dan tidak disia-siakan. Tujuannya adalah agar manusia selalu ingat. Hal ini disindir oleh Allah dalam al Qu'an surat Yunus ayat 24.
Hujan itu berkah maka berdoalah. Imam Ahmad meriwayatkan dalam kitab musnadnya,
حَدَّثَنَا هَارُونُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ أَبَا يُونُسَ مَوْلَى أَبِي هُرَيْرَةَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ السَّمَاءِ بَرَكَةً إِلَّا أَصْبَحَ كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ بِهَا كَافِرِينَ يُنَزِّلُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْغَيْثَ فَيَقُولُونَ بِكَوْكَبِ كَذَا وَكَذَا. (رواه أحمد: ٩٠٨٥)
Telah menceritakan kepada kami Harun berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab berkata; telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Al Harits bahwa Abu Yunus pelayan Abu Hurairah menceritakan kepadanya dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ beliau bersabda: "Tidaklah Allah 'azza wajalla menurunkan berkah dari langit kecuali pada pagi harinya banyak orang-orang yang mengingkari terhadap berkah-Nya, Allah 'azza wajalla menurunkan hujan, namun mereka berkata; 'Hujan ini turun karena sebab bintang ini dan ini.'" (HR. Ahmad: 9085, kitab; sisa musnad sahabat yang banyak meriwayatkan hadits, bab; Musnad Abu Hurairah radhiyallahu'anhu)
Doa ketika hujan:
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى نَاشِئًا مِنْ أُفُقٍ مِنْ آفَاقِ السَّمَاءِ تَرَكَ عَمَلَهُ وَإِنْ كَانَ فِي صَلَاتِهِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيهِ فَإِنْ كَشَفَهُ اللَّهُ حَمِدَ اللَّهَ وَإِنْ مَطَرَتْ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا. (رواه أحمد: ٢٤٣٩٤)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Sufyan dari Al Miqdam bin Syuraih dari ayahnya dari Aisyah, apabila Rasulullah ﷺ melihat mendung di ufuq langit, beliau meninggalkan pekerjaannya walaupun beliau dalam shalat, kemudian beliau mengucapkan: "ALLAHUMMA INNI A'UDZU BIKA MIN SYARRI MA FIHI (ya Allah! aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang ada padanya)." Apabila Allah menghilangkan mendung itu, beliau memuji Allah. Namun, jika terjadi hujan, beliau mengucapkan: "ALLAHUMMA SHAYYIBAN NAAFI'AN (ya Allah! Jadikanlah hujan ini bermanfaat)." (HR. Ahmad: 24394, kitab; sisa musnad sahabat anshar, bab; lanjutan musnad yang lalu)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ هُوَ ابْنُ مُقَاتِلٍ أَبُو الْحَسَنِ الْمَرْوَزِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
تَابَعَهُ الْقَاسِمُ بْنُ يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ وَرَوَاهُ الْأَوْزَاعِيُّ وَعُقَيْلٌ عَنْ نَافِعٍ. (رواه البخاري: ٩٧٤)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad -yaitu Ibnu Muqatil Abu Al Hasan Al Marwazi- berkata, telah mengabarkan kepada kami 'Abdullah berkata, telah mengabarkan kepada kami 'Ubaidullah dari Nafi' dari Al Qasim bin Muhammad dari 'Aisyah, bahwa jika Rasulullah ﷺ melihat hujan, maka beliau berdoa: "ALLAHUMMA SHAYYIBAA NAAFI'AA (Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat)." Hadits ini juga dikuatkan oleh Al Qasim bin Yahya dari 'Ubaidullah, dan diriwayatkan pula oleh Al Auza'i dan 'Uqail dari Nafi'." (HR. Bukhari: 974, shahih - kitab: Jumat, bab: Doa yang dibaca ketika turun hujan)
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مِسْعَرٍ عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ شُرَيْحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أُمْطِرَ قَالَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا. (رواه النسائي: ١٥٠٦)
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Manshur dia berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Mis'ar dari Al Miqdam bin Syuraih dari bapaknya dari 'Aisyah bahwa Rasulullah ﷺ bila turun hujan, maka beliau mengucapkan: "Ya, Allah jadikanlah hujan ini bermanfaat." (HR. An Nasa'iy: 1506, shahih - kitab: istisqa', bab: doa saat hujan)
Demikianlah paparan tentang tamtsil dan keberkahan hujan yang diturunkan Allah kepada makhluk-Nya di bumi agar menjadi pelajaran dan menjadi pelajaran bagi orang-orang berfikir. Sehingga hujan menjadi berkah dalam kehidupannya.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Billaahit taufiq walhidaayah.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏