BERSIKAP ADIL DEKAT DENGAN ALLAH
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Adil merupakan sikap dan perbuatan yang wajar dan benar menurut syari'at. Baik adil dalam keluarga maupun mengerjakan tugas. Standarnya adalah kewajaran dan benar menurut syari'at. Karena perlakuan wajar sebagai sesama manusia yang mempunyai kemampuan dan kadar rizki yang diberikan Allah padanya. Kemudian benar, berarti sesuai tuntanan Allah dan Rasul-Nya diantaranya adalah tidaklah seseorang dibebankan suatu urusan melainkan sesuai kemampuannya.
Penerapan hal tersebut terkadang dikuasai oleh Nafsu, sehingga kedamaian dan kebahagiaan di dunia tidak tercapai. Karena sifat dasar manusia itu suka berkelu kesah, tidak merasa cukup dan melampaui batas. Oleh karena itu, perlu diukur dan diarahkan dengan nash (al Qur'an dan as Sunnah) yang bertujuan agar selalu terjaga sikap qana'ah dan tawadhuk terhadap apa yang diperoleh dari Allah. Sehingga mereka menemukan kebahagiaan dan ridha dari Allah, yaitu kasih sayang yang ikhlas.
Ingat firman Allah berikut:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ). (قرآن سورة المائدة/٥: ٨)
Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Maidah/5: 8)
(وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۙ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ). (قرآن سورة المائدة/٥: ٩)
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, (bahwa) mereka akan mendapat ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al Maidah/5: 9)
Lihat juga QS. Huud/11: 11, Fathir/35: 7 dan al Fath/48: 9.
Selanjutnya, seandainya sikap adil, ridha dan kasih sayang muncul pada setiap insan, maka tidak ada lagi manusia yang menuntut untuk memenuhi kehendak nafsunya. Oleh sebab itu Allah memberikan ganjaran kepada orang yang bersikap adil dengan ganjaran yang paling baik diakhirat kelak. Hal tersebut sejalan dengan sabda Rasul berikut ini.
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُقْسِطُونَ فِي الدُّنْيَا عَلَى مَنَابِرَ مِنْ لُؤْلُؤٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بَيْنَ يَدَيْ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَا أَقْسَطُوا فِي الدُّنْيَا. (رواه أحمد: ٦٦٠٣)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari ibnul Musayyab dari Abdullah bin 'Amru berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya orang yang berlaku adil waktu di dunia akan berada di menara-menara yang terbuat dari intan permata pada hari kiamat dan dekat dengan Allah 'Azza wa Jalla karena sikap adil mereka di dunia." (HR. Ahmad: 6603 - isnad shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wa'il, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H)
Atau dalam lafazh lain diriwayatkan,
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَوْسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُقْسِطُونَ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا. (رواه أحمد: ٦٦٠٤)
Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Amru bin Dinar dari Amru bin Aus dari Abdullah bin Amr bin Ash sampai kepada Rasulullah ﷺ bahwa, "Sesungguhnya orang yang berlaku adil, kelak pada hari kiamat akan berada di atas mimbar dari cahaya sebelah kanan-Nya Ar Rahman 'Azza wa Jalla, dimana kedua tangan-Nya adalah kanan. Orang-orang yang belaku adil dalam hukum dan keluarga mereka serta terhadap apa yang mereka tangani, " (HR. Ahmad: 6604 - isnad shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wa'il, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H)
Begitu juga diriwayatkan oleh imam Muslim: 3406, an Nasa'i: 5284 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wa'il, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H. Hanya saja dalam hadits riwayat an Nasa'i: 5284, dijelaskan bahwa,
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو ح وَأَنْبَأَنَا مُحَمَّدُ بْنُ آدَمَ بْنِ سُلَيْمَانَ عَنْ ابْنِ الْمُبَارَكِ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَوْسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَلَى يَمِينِ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا قَالَ مُحَمَّدٌ فِي حَدِيثِهِ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِينٌ. (رواه النسائي: ٥٢٨٣)
Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah bin Sa'id ia berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Amru. (dalam jalur lain disebutkan) Telah memberitakan kepada kami Muhammad bin Adam bin Sulaiman dari Ibnul Mubarak dari Sufyan bin Uyainah dari Amru bin Dinar dari Amru bin Aus dari Abdullah bin Amru bin Al 'Ash dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil akan ditempatkan di sisi Allah Ta'ala di atas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya, di sisi sebelah kanan 'Arrahman. Yaitu, orang-orang yang adil dalam menghukumi mereka, adil dalam keluarga mereka dan dalam mengerjakan tugas mereka." Muhammad menyebutkan dalam haditsnya, "Dan kedua tangan-Nya adalah kanan." (HR. An Nasa'i: 5282 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wa'il, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H)
Kalimat, "wakilta yadaihi yamien" (dan kedua tangan-Nya adalah kanan) berkemungkinan adalah ziyadah atau tambahan dari periwayat.
Demikianlah yang dapat penulis paparkan, semoga bermanfaat dan dapat dipahami dengan baik. Wallaahu a'lam bish shawaab.
Billaahit taufiq walhidaayah.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏