DUNIA ADALAH PENJARA
(postingan ke-400)
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Menelusuri sabda Rasul,
" ... الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ. (رواه مسلم، الترمذي، إبن ماجه و أحمد)
" ... "Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir." (HR. Muslim, at Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad semuanya shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Hadits di atas termasuk al jam'ul kalim, ungkapan yang singkat namun memiliki makna yang sangat dalam. Sehingga terkandung banyak persepsi tentang maknanya. Boleh saja memaknai penjara tersebut bagi orang beriman adalah penghalang, sehingga mereka tidak dapat meraut dunia semaunya, karena mereka menggunakan akalnya dengan baik. Surga bagi orang kafir adalah kesenangan semu, sehingga dapat melupakan mereka pada negeri akhirat yang lebih baik. Dan lain sebagainya.
Mari simak hadits lengkapnya (sanad dan matan), sekaligus menelusuri kualitas haditsnya dari sisi sanad dan matannya tersebut.
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ وَفِي الْبَاب عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. (رواه التمذي: ٢٢٤٦)
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin Muhammad dari Al 'Alla` bin Abdurrahman dari ayahnya dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir." Dalam hal ini ada hadits serupa dari 'Abdullah bin 'amru. Berkata Abu Isa: Hadits ini hasan shahih. (HR. At Tirmidzi: 2246 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Hadits senada juga diriwayatkan imam Muslim: 5256, Ibnu Majah: 4103, Ahmad: 7939 [isnasnya shahih], 8694 [isnadnya hasan] dan 9898 [isnadnya shahih] menurut Syu'aib al Arna'uth - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.
Lafazh lain diriwayatkan oleh imam Ahmad: 6560 - isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wail, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahum 63 H. Sebagaimana hadits lengkapnya di bawah ini:
و حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ جُنَادَةَ الْمَعَافِرِيُّ أَنَّ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحُبُلِيَّ حَدَّثَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو حَدَّثَهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَسَنَتُهُ فَإِذَا فَارَقَ الدُّنْيَا فَارَقَ السِّجْنَ وَالسَّنَةَ. (رواه أحمد: ٦٥٦٠)
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abu Ishaq telah menceritakan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Ayub telah mengabarkan kepadaku Abdullah bin junadah Al Ma'arifi dia berkata; bahwa Abu Abdurrahman Al Hubuli telah menceritakan kepadanya dari Abdullah bin 'Amru bahwa dia telah menceritakan kepadanya dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Dunia adalah penjara orang mukmin, maka apabila dia berpisah dengan dunia (meninggal dunia) berarti ia telah berpisah dengan penjaranya." (HR. Ahmad: 6560 - isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wail, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahum 63 H)
Catatan: Dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 6560 terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) oleh ulama hadits, yaitu Yahya bin Ayyub, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Maru dan wafat tahun 168. Penilaian ulama: Ahmad bin Hanbal menilainya buruk hafalannya, an Nasa'i menilainya laisa bi qawi. Al 'Uqaili berkata, "sisebutkan dalam adh Dhu'afa'". Yahya bin Ma'in dan Abu Daud menilainya shalih. Adz Dzahabi menilainya shalihul hadits. Ibnu 'Adi menilainya shaduq dan Ibnu Hajar berkomentar: shaduq, terdapat kesalahan. Abu Hatim berkata, "terdapat kejujuran padanya". Sedangkan al Bukhari dan Ibrahim bin Harabi menilainya tsiqah. Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat". Ibnu Sa'ad menilainya mungkarul hadits. Ya'qub bin Sufyan menilainya tsiqah hafizh.
Ingatlah bahwa dunia itu mania dan berhati-hatilah terhadapnya dan wanita. Karena sumber bencana Bani Isra'il adalah wanita. Sebagaimana lafazh hadits yang diriwayat imam al Bukhari berikut:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي مَسْلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا نَضْرَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ وَفِي حَدِيثِ ابْنِ بَشَّارٍ لِيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ. (رواه البخاري: ٤٩٢٥)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Maslamah dia berkata; aku mendengar Abu Nadhrah bercerita dari Abu Sa'id Al Khudri dari Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya dunia itu manis. Dan sesungguhnya Allah telah menguasakannya kepadamu sekalian. Kemudian Allah menunggu (memperhatikan) apa yang kamu kerjakan (di dunia itu). Karena itu takutilah dunia dan takutilah wanita, karena sesungguhnya sumber bencana Bani Israil adalah wanita." Sedangkan di dalam Hadits Ibnu Basyar menggunakan kalimat; 'liyanzhuru kaifa ta'maluun.' (Kemudian Allah (memperhatikan) apa yang kamu kerjakan (di dunia itu).' (HR. Al Bukhari: 4925 - shahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)
Demikian juga diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah: 3990 bahwa sabda tersebut beliau sampaikan dalam khuthbah, sebagaimana riwayatnya,
حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى اللَّيْثِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدِ بْنِ جُدْعَانَ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ خَطِيبًا فَكَانَ فِيمَا قَالَ إِنَّ الدُّنْيَا خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَنَاظِرٌ كَيْفَ تَعْمَلُونَ أَلَا فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ. (رواه إبن ماجه: ٣٩٩٠)
Telah menceritakan kepada kami 'Imran bin Musa Al Laitsi telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami Ali bin Zaid bin Jud'an dari Abu Nadhrah dari Abu Sa'id, bahwa Rasulullah ﷺ berkhutbah, dan di antara isi khutbahnya adalah: 'Sesungguhnya dunia adalah lahan yang hijau dan manis, dan Allah menyerahkannya kepada kalian, lalu Allah akan melihat apa yang kalian kerjakan. Ketahuilah, berhati-hatilah kalian dari (keindahan) dunia dan wanita." (HR. Ibnu Majah: 3990 - shahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)
Atau dalam redaksi lain, imam Ahmad berkata:
قَالَ سَمِعْت سُفْيَانَ قَالَ وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءً يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ اسْتِهِ بِقَدْرِ غَدْرَتِهِ وَقُرِئَ عَلَى سُفْيَانَ سَمِعْتُ عَلِيَّ بْنَ زَيْدٍ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه أحمد: ١٠٦١٣)
Ia berkata (Ahmad bin Hanbal); aku mendengar Sufyan berkata, "Sesungguhnya Allah akan menjadikan kalian khalifah di dalamnya, lalu Dia akan melihat apa yang kalian lakukan, ingatlah bahwa setiap pengkhianat akan membawa bendera pada hari kiamat di bokongnya sesuai dengan kadar pengkhianatannya" Dan dibacakan kepada Sufyan; aku mendengar Ali bin Zaid, dari Abu Nadhrah, dari Abu Sa'id Al Khudri, dari Nabi ﷺ." (HR. Ahmad: 10613 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)
Selanjutnya juga diriwayatkan oleh imam Ahmad: 10743 sebagai berikut:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي مَسْلَمَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا نَضْرَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الدُّنْيَا خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا لِيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا أُمَامَةَ بْنَ سَهْلٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ فَذَكَرَ مَعْنَى حَدِيثِ غُنْدَرٍ عَنْ شُعْبَةَ فِي حُكْمِ سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ فَإِنِّي أَحْكُمُ أَنْ تُقْتَلَ مُقَاتِلَتُهُمْ وَتُسْبَى ذُرِّيَّتُهُمْ فَقَالَ لَقَدْ حَكَمْتَ فِيهِمْ بِحُكْمِ اللَّهِ وَقَالَ مَرَّةً لَقَدْ حَكَمْتَ فِيهِمْ بِحُكْمِ الْمَلِكِ أَوْ الْمَلَكِ شَكَّ عَبْدُ الرَّحْمَنِ وَحَدَّثَنَاهُ عَفَّانُ قَالَ الْمَلِكُ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ فَذَكَرَ مِثْلَ حَدِيثِ ابْنِ جَعْفَرٍ تُقْتَلُ مُقَاتِلَتُهُمْ وَتُسْبَى ذُرِّيَّتُهُمْ وَقَالَ قَضَيْتَ بِحُكْمِ الْمَلِكِ قَالَ أَبُو أُمَامَةَ بْنُ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ. (رواه أحمد: ١٠٧٤٣)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Maslamah berkata; aku mendengar Abu Nadhr menceritakan dari Abu Sa'id Al Khudri dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, "Sesungguhnya dunia itu hijau dan manis, dan sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla menjadikan kalian sebagai khalifah di dalamnya, agar Dia bisa melihat apa yang kalian lakukan, maka takutlah kalian akan fitnah dunia dan fitnah wanita, karena fitnah pertama kali yang menimpa Bani Israil adalah fitnah wanita." Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sa'd bin Ibrahim ia berkata; aku mendengar Abu Umamah bin Sahal menceritakan dari Abu Sa'id, lalu ia menyebutkan makna hadits Ghundar dari Syu'bah tentang hukum Sa'd bin Mu'adz, hanya saja ia berkata, "Aku putuskan bahwa orang yang membunuh mereka dihukum dengan balas bunuh, dan anak dan wanita-wanita mereka akan ditawan," beliau bersabda, "Engkau telah menghukumi mereka dengan hukum Allah." Dan dalam riwayat lain beliau mengatakan, "Sungguh engkau telah menghukumi mereka dengan hukum raja atau kerajaan, " Abdurrahman (perawi) masih merasa ragu. Dan telah menceritakannya kepada kami 'Affan ia berkata; yaitu raja. Telah menceritakan kepada kami Hajjaj berkata; telah mengabarkan kepada kami Syu'bah lalu menyebutkan sebagaimana hadits Ibnu Ja'far, "Orang-orang yang membunuh mereka akan dibalas bunuh, dan anak serta istri-istrinya akan ditawan, " beliau bersabda, "Engkau telah memutuskan dengan hukum raja, " demikian perkataan Abu Umamah bin Sahal dari Hunaif. (HR. Ahmad: 10743 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)
Demikian juga dalam riwayat yang panjang imam at Tirmidzi: 2117 [dha'if] dan Ahmad: 10716 dan 11158 - isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H. Dalam sanad masing-masing hadits terdapat periwayat yang dinilai jarah oleh ulama hadits yaitu: Ali bin Zaid bin 'Abdullah bin Jud'an, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 131 H. Penilaian ulama: Ahmad bin Hanbal, al 'Ajli dan Abu Zur'ah menilainya laisa bi qawi. Sedangkan Yahya bin Ma'in, an Nasa'i dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Selebihnya adalah periwayat maqbul.
Selanjutnya, Allah berfirman dalam al Qur'an bahwasanya dunia ini adalah permainan dan tempat senda gurau maka perlakukanlah sebijak mungkin agar tidak terlena dalam permain dan senda guraunya kesenangan dunia ini (QS. Al An'aam/6: 32). Sebagaimana berbunyi,
(وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ). (قرآن شورة الأنعام/٦: ٣٢)
Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?. (QS. Al An'aam/6: 32)
Dan redaksi hampir mirip diulang dalam QS. Al Ankabuut/29: 64,
(وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ). (قرآن سورة الأنكبوت/٢٩: ٦٤)
Dan kehidupan dunia ini hanya senda-gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui. (QS. Al Ankabuut/29: 64)
Dan lebih tegas lagi dikatakan dalam firman Allah pada QS. Muhammad/47: 36,
(إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ). (قرآن سورة محمد/٤٧: ٣٦)
Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberi pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta hartamu. (QS. Muhammad/47: 36)
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Billaahit taufiq walhidaayah.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏