HUKUM MEMBUNUH ULAR MENURUT HADITS
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
LARANGAN MEMBUNUH ULAR RUMAH/KECIL
(tidak berbisa)
حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا كَانَ يَقْتُلُ الْحَيَّاتِ كُلَّهَا حَتَّى حَدَّثَهُ أَبُو لُبَابَةَ الْبَدْرِيُّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ قَتْلِ جِنَّانِ الْبُيُوتِ فَأَمْسَكَ عَنْهَا. (رواه البخاري: ٣٧١٣)
Telah menceritakan kepada kami Abu An Nu'man telah menceritakan kepada kami Jarir bin Hazim dari Nafi' bahwa Ibnu Umar radhiallahu'anhuma sering membunuh semua jenis ular, hingga Abu Lubabah Al Badri menceritakan kepadanya, bahwa Nabi ﷺ melarang membunuh jenis ular rumah, lantas Ibnu Umar mengurungkan niatnya (membunuh ular rumah)." (HR. Al Bukhari: 3713 - shahih dari Basyir bin 'Abdul Mundzir bin Zubair bin Zaid bin Umayyah, ia shahabat kuniyahnya Abu Lubabah dan negeri hidup Madinah)
Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 3066, Muslim: 4142, 4143, 4144 dan 4145 - shahih dari Basyir bin 'Abdul Mundzir bin Zubair bin Zaid bin Umayyah, ia shahabat kuniyahnya Abu Lubabah dan negeri hidup Madinah. Selnajutnya, ular tersebut tidak dibunuh tetapi diusir keluar rumah atau ke tempat yang jauh dari pemukiman. Sebagaimana dijelaskan dalan hadits riwayat Abu Daud: 4573 berikut:
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ أَبِي لُبَابَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ قَتْلِ الْجِنَّانِ الَّتِي تَكُونُ فِي الْبُيُوتِ إِلَّا أَنْ يَكُونَ ذَا الطُّفْيَتَيْنِ وَالْأَبْتَرَ فَإِنَّهُمَا يَخْطِفَانِ الْبَصَرَ وَيَطْرَحَانِ مَا فِي بُطُونِ النِّسَاءِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ وَجَدَ بَعْدَ ذَلِكَ يَعْنِي بَعْد مَا حَدَّثَهُ أَبُو لُبَابَةَ حَيَّةً فِي دَارِهِ فَأَمَرَ بِهَا فَأُخْرِجَتْ يَعْنِي إِلَى الْبَقِيعِ حَدَّثَنَا ابْنُ السَّرْحِ وَأَحْمَدُ بْنُ سَعِيدٍ الْهَمْدَانِيُّ قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَسُامَةُ عَنْ نَافِعٍ فِي هَذَا الْحَدِيثِ قَالَ نَافِعٌ ثُمَّ رَأَيْتُهَا بَعْدُ فِي بَيْتِهِ. (رواهأبوداود: ٤٥٧٣)
Telah menceritakan kepada kami Al Qa 'nabi dari Malik dari Nafi ' dari Abu Lubabah sesungguhnya Rasulullah ﷺ melarang membunuh ular kecil yang ada dalam rumah, kecuali ular yang berbisa dan ular berekor pendek. Karena keduanya dapat menghilangkan penglihatan dan menggugurkan apa yang ada dalam perut wanita." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Nafi ' berkata, " Ibnu Umar pernah mendapati ular di dalam rumahnya setelah ia mendengar hadits dari Abu Lubabah. Lalu ia memerintahkan ular tersebut untuk diusir keluar, maka ular itu pun dibuang ke Baqi '." Telah menceritakan kepada kami Ibnu As Sarh dan Ahmad bin Sa 'id Al Hamdani keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb ia berkata; telah mengabarkan kepadaku Usamah dari Nafi ' tentang hadits ini. Nafi ' berkata, "Setelah itu aku melihat (ular) di dalam rumah miliknya." (HR. Abu Daud: 4573 - shahih dari Basyir bin 'Abdul Mundzir bin Zubair bin Zaid bin Umayyah, ia shahabat kuniyahnya Abu Lubabah dan negeri hidup Madinah)
Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 3054, Muslim: 4146 dan Ahmad: 15191 - shahih dari Basyir bin 'Abdul Mundzir bin Zubair bin Zaid bin Umayyah, ia shahabat kuniyahnya Abu Lubabah dan negeri hidup Madinah. Muslim: 4140 dan 4141, Abu Daud:4572 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H.
ULAR YANG DIANJURKAN MEMBUNUHNYA (ULAR BERBISA)
و حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَهْضَمٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ وَهُوَ عِنْدَنَا ابْنُ جَعْفَرٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ نَافِعٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ يَوْمًا عِنْدَ هَدْمٍ لَهُ فَرَأَى وَبِيصَ جَانٍّ فَقَالَ اتَّبِعُوا هَذَا الْجَانَّ فَاقْتُلُوهُ قَالَ أَبُو لُبَابَةَ الْأَنْصَارِيُّ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ قَتْلِ الْجِنَّانِ الَّتِي تَكُونُ فِي الْبُيُوتِ إِلَّا الْأَبْتَرَ وَذَا الطُّفْيَتَيْنِ فَإِنَّهُمَا اللَّذَانِ يَخْطِفَانِ الْبَصَرَ وَيَتَتَبَّعَانِ مَا فِي بُطُونِ النِّسَاءِ و حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي أُسَامَةُ أَنَّ نَافِعًا حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا لُبَابَةَ مَرَّ بِابْنِ عُمَرَ وَهُوَ عِنْدَ الْأُطُمِ الَّذِي عِنْدَ دَارِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ يَرْصُدُ حَيَّةً بِنَحْوِ حَدِيثِ اللَّيْثِ بْنِ سَعْدٍ. (رواه مسلم: ٤١٤٧)
Dan telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur; Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Jahdlam; Telah menceritakan kepada kami Isma'il yaitu Ibnu Ja'far dari 'Umar bin Nafi' dari Bapaknya dia berkata; 'Suatu hari Ibnu Umar berada di samping pakaiannya yang basah, tiba-tiba dia melihat seekor ular kecil. Lalu dia berkata; 'Ikutilah ular ini dan bunuhlah oleh kalian.' Abu Lubabah berkata; 'Aku mendengar Rasulullah ﷺ melarang membunuh ular-ular kecil yang berada di rumah, kecuali ular yang buntung ekornya dan ular yang mempunyai dua garis putih di punggungnya karena kedua ular tersebut bisa membutakan mata dan suka menyerang janin wanita yang hamil.' Dan telah menceritakan kepada kami Harun bin Sa'id Al Aili; Telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb; Telah menceritakan kepadaku Usamah bahwa Nafi'; Telah menceritakan kepadanya bahwa Abu Lubabah suatu hari lewat di depan Ibnu 'Umar yang sedang berada di sebuah rumah besar, di samping rumah 'Umar bin Khaththab dia sedang mengejar seekor ular -dan seterusnya seperti Hadits Al Laits bin Sa'd.- (HR. Muslim: 4147 - shahih dari Basyir bin 'Abdul Mundzir bin Zubair bin Zaid bin Umayyah, ia shahabat kuniyahnya Abu Lubabah dan negeri hidup Madinah)
Lebih lanjut dijelaskan bahwa,
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْتُلُوا الْحَيَّاتِ وَاقْتُلُوا ذَا الطُّفْيَتَيْنِ وَالْأَبْتَرَ فَإِنَّهُمَا يَلْتَمِسَانِ الْبَصَرَ وَيُسْقِطَانِ الْحُبْلَى قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ وَعَائِشَةَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَسَهْلِ بْنِ سَعْدٍ.
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِي لُبَابَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى بَعْدَ ذَلِكَ عَنْ قَتْلِ جِنَّانِ الْبُيُوتِ وَهِيَ الْعَوَامِرُ وَيُرْوَى عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ زَيْدِ بْنِ الْخَطَّابِ أَيْضًا و قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ إِنَّمَا يُكْرَهُ مِنْ قَتْلِ الْحَيَّاتِ قَتْلُ الْحَيَّةِ الَّتِي تَكُونُ دَقِيقَةً كَأَنَّهَا فِضَّةٌ وَلَا تَلْتَوِي فِي مِشْيَتِهَا. (رواه الترمذي: ١٤٠٣)
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah dari Bapaknya ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Bunuhlah semua ular; yang berbisa dan yang berekor pendek. Karena keduanya dapat membutakan mata dan menggugurkan kandungan." Dalam bab ini ada hadits serupa dari Ibnu Mas'ud, 'Aisyah, Abu Hurairah dan Sahal bin Sa'ad.
Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan shahih. telah diriwayatkan pula oleh Ibnu Umar dari Abu Lubabah, bahwa Nabi ﷺ setelah itu, melarang dari membunuh ular rumah yang berada dalam rumah." Hadits juga diriwayatkan dari Ibnu Umar, dari Zaid Ibnul Khaththab." Abdullah Ibnul Mubarak berkata; Dilarangnya membunuh ular itu adalah ular yang mempunyai garis tipis seperti perak dan tidak berkelok saat berjalan. (HR. At Tirmidzi: 1403 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏