SALAH SATU BENTUK TOBAT
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Sebagaimana diketahui bahwa ada beberapa syarat taubat, yaitu niat sungguh-sungguh bertobat, tidak mengulangi dosa dikemudian hari, mengganti perbuatan buruk dengan berbuat baik dan menyesal atas dosa yang telah dilakukan. Nah, tulisan kali ini penulis paparkan salah satu dari syarat tersebut yaitu menyesal dari perbuatan dosa yang telah diperbuat. Allah berfirman,
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ. (قرآن سورة آل عمران/٣: ١٣٣)
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (QS. 'Ali 'Imraan/3: 133)
Selanjutnya, berikut penulis paparkan hadits terkait dengan hal tersebut.
Imam Ahmad berkata:
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ قَالَ أَخْبَرَنِي زِيَادُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْقِلِ بْنِ مُقَرِّنٍ قَالَ دَخَلْتُ مَعَ أَبِي عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ فَقَالَ أَنْتَ سَمِعْتَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ النَّدَمُ تَوْبَةٌ قَالَ نَعَمْ وَقَالَ مَرَّةً سَمِعْتُهُ يَقُولُ النَّدَمُ تَوْبَةٌ. (رواه أحمد: ٣٣٨٧)
Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdul Karim ia berkata; Telah mengabarkan kepadaku Ziyad bin Abu Maryam dari Abdullah bin Ma'qil bin Muqarrin ia berkata; Aku bersama ayahku masuk ke tempatnya Abdullah bin Mas'ud lalu ia berkata; Engkau telah mendengar Nabi ﷺ bersabda, "Penyesalan itu adalah tobat." Ia berkata; Ya. Dan ia berkata sekali lagi; Aku mendengar beliau bersabda, "Penyesalan itu adalah tobat." (HR. Ahmad: 3387 - shahih (isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth) dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)
Begitu juga hadits riwayat Ahmad: 3809, 38011 dan 3914 - hasan dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H.
Imam Ibnu Majah berkata dalam hadits 'aziz berikut:
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيِّ عَنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ عَنْ ابْنِ مَعْقِلٍ قَالَ دَخَلْتُ مَعَ أَبِي عَلَى عَبْدِ اللَّهِ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّدَمُ تَوْبَةٌ فَقَالَ لَهُ أَبِي أَنْتَ سَمِعْتَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ النَّدَمُ تَوْبَةٌ قَالَ نَعَمْ. (رواه إبن ماجه: ٤٢٤٢)
Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Ammar telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdul Karim Al Jazari dari Ziyad bin Abu Maryam dari Ibnu Ma'qil dia berkata; saya bersama ayahku menemui Abdullah, maka saya mendengar dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Penyesalan adalah bentuk tobat." Maka ayahku bertanya kepadanya, "Apakah kamu mendengarnya dari Rasulullah ﷺ bahwa penyesalan adalah tobat?" dia menjawab, "Ya." (HR. Ibnu Majah: 4242 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)
Ibnu Ma'qil adalah 'Abdullah bin Ma'qil bin Muqarrin, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu al Walid negeri hidup Kufah dan wafat tahun 88 H. Beliau menemui 'Abdullah bin Mas'ud bersama ayahnya yaitu Ma'qil bin Muqarrin. Oleh sebab itu hadits ini dihukumi 'aziz, karena salah satu tabaqatnya diriwayatkan oleh dua periwayat. Hal ini dapat diketahui dari perkataan periwayat sendiri yaitu 'Abdullah bin Ma'qil.
Hadits dha'if tentang masalah ini, sebagaimana Ibnu Majah berkata:
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ بَشَّارِ بْنِ كِدَامٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا الْحَلِفُ حِنْثٌ أَوْ نَدَمٌ. (رواه إبن ماجه: ٢٠٩٤)
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Basysyar bin Kidam dari Muhammad bin Zaid dari Ibnu Umar ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya sumpah itu adalah dosa atau penyesalan." (HR. Ibnu Majah: 2094 - dha'if menurut al Albani dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
Catatan: dalam sanad terdapat periwayat bernama Basysyar bin Kidam, ia tabi'i [tidak jumpa shahabat] dan negeri hidup Kufah. Penilaian ulama: ia dinilai dha'if oleh Abu Zur'ah, adz Dzahabi dan Ibnu Hajar. Ia meriwayatkan satu hadits riwayar Ibnu Majah yaitu hadits Ibnu Majah: 2094. Selebihnya adalah periwayat maqbul. Namun hadits ini tidak mempunyai syawahid (hadits pendukung).
Demikianlah hadits tentang "penyesalan adalah bentuk tobat". Semoga dapat dipahami dan dapat pengokohkan keyakinan kita, bahwa menyesal dari segala dosa adalah bentuk salah satu bentuk tobat. Disamping memperbanyak mohon ampun kepada Allah. Sebagaimana dilakukan oleh Rasul bahwa beliau meminta ampun kepada Allah sehari semalam sebanyak tujuh puluh atau bahkan seratus kali. Apalagi kita umatnya, tentu mesti lebih banyak lagi. Artinya, senantiasa ingat bertobat kepada Allah walau hanya sekedar istighfar "أستغفر الله العظيم" (saya mohon ampun kepada Allah yang mahamulia).
Wallaahu a'lam bish shawab,
Wassalaamu 'alaikum warahamatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏