MENDAHULUKAN BUANG AIR DARIPADA SHALAT
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Imam Ibnu Majah berkata,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ الْغَائِطَ وَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَلْيَبْدَأْ بِهِ. (رواه إبن ماجه: ٦٠٨)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ash Shabbah berkata, telah memberitakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari Abdullah bin Arqam ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika salah seorang dari kalian ingin buang hajat dan iqamah telah dikumandangkan, maka hendaklah ia mendahulukan buang hajatnya." (HR. Ibnu Majah: 608 - shahih dari 'Abdullah bin al Arqam bin al 'Abdu Yaghuts, ia shahabat dan negeri hidup Madinah)
Asbabul wurud hadits di atas dijelaskan oleh imam Abu Daud dan imam at Tirmidzi berikut:
Imam Abu Daud berkata,
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَرْقَمِ أَنَّهُ خَرَجَ حَاجًّا أَوْ مُعْتَمِرًا وَمَعَهُ النَّاسُ وَهُوَ يَؤُمُّهُمْ فَلَمَّا كَانَ ذَاتَ يَوْمٍ أَقَامَ الصَّلَاةَ صَلَاةَ الصُّبْحِ ثُمَّ قَالَ لِيَتَقَدَّمْ أَحَدُكُمْ وَذَهَبَ إِلَى الْخَلَاءِ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يَذْهَبَ الْخَلَاءَ وَقَامَتْ الصَّلَاةُ فَلْيَبْدَأْ بِالْخَلَاءِ.
قَالَ أَبُو دَاوُد رَوَى وُهَيْبُ بْنُ خَالِدٍ وَشُعَيْبُ بْنُ إِسْحَقَ وَأَبُو ضَمْرَةَ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَجُلٍ حَدَّثَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَرْقَمَ وَالْأَكْثَرُ الَّذِينَ رَوَوْهُ عَنْ هِشَامٍ قَالُوا كَمَا قَالَ زُهَيْرٌ. (رواه أيوداود: ٨١)
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Urwah dari Ayahnya dari Abdullah bin Al Arqam, bahwasanya dia keluar untuk menunaikan haji atau umrah bersama sekelompok orang dan dia mengimami shalat mereka. Tatkala suatu hari dia mendirikan Shalat Subuh, dia berkata, "Majulah salah seorang dari kalian, " lalu dia pergi ke WC, (dia berkata); sesungguhnya saya telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila salah seorang dari kalian ingin pergi ke WC sedangkan shalat telah didirikan, hendaklah dia memulai dengan pergi ke WC terlebih dahulu."
Abu Daud berkata; Wuhaib bin Khalid dan Syu'aib bin Ishaq dan Abu Dlamrah meriwayatkan hadits ini dari Hisyam bin Urwah dari Ayahnya dari Seorang laki-laki yang telah menceritakan kepadanya, dari Abdullah bin Arqam, dan mayoritas perawi yang meriwayatkan hadits ini dari Hisyam mengatakan; Sebagaimana yang dikatakan oleh Zuhair. (HR. Abu Daud: 81 - shahih dari 'Abdullah bin al Arqam bin al 'Abdu Yaghuts, ia shahabat dan negeri hidup Madinah)
Imam at Tiemidzi meriwayatkan,
حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَرْقَمِ قَالَ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَأَخَذَ بِيَدِ رَجُلٍ فَقَدَّمَهُ وَكَانَ إِمَامَ قَوْمِهِ وَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ وَوَجَدَ أَحَدُكُمْ الْخَلَاءَ فَلْيَبْدَأْ بِالْخَلَاءِ قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ عَائِشَةَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَثَوْبَانَ وَأَبِي أُمَامَةَ.
قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَرْقَمِ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ هَكَذَا رَوَى مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ وَيَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ الْحُفَّاظِ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَرْقَمِ.
وَرَوَى وُهَيْبٌ وَغَيْرُهُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَجُلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَرْقَمِ وَهُوَ قَوْلُ غَيْرِ وَاحِدٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالتَّابِعِينَ وَبِهِ يَقُولُ أَحْمَدُ وَإِسْحَقُ قَالَا لَا يَقُومُ إِلَى الصَّلَاةِ وَهُوَ يَجِدُ شَيْئًا مِنْ الْغَائِطِ وَالْبَوْلِ وَقَالَا إِنْ دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ فَوَجَدَ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَلَا يَنْصَرِفْ مَا لَمْ يَشْغَلْهُ و قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ لَا بَأْسَ أَنْ يُصَلِّيَ وَبِهِ غَائِطٌ أَوْ بَوْلٌ مَا لَمْ يَشْغَلْهُ ذَلِكَ عَنْ الصَّلَاةِ. (رواه الترمذي: ١٣٢)
Telah menceritakan kepada kami Hannad bin As Sari berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Hisyam bin Urwah dari Ayahnya dari Abdullah bin Al Arqam ia berkata, "Iqamah telah dikumandangkan, lalu ia mengambil tangan seorang laki-laki seraya menyuruhnya ke depan, padahal ia adalah imam bagi kaumnya. Lalu ia berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika shalat telah dikumandangkan, dan salah seorang dari kalian ingin ke WC, maka hendaklah ia ke WC terlebih dahulu." Ia berkata, "Dalam bab ini juga ada riwayat dari 'Aisyah, Abu Hurairah, Tsauban dan Abu Umamah."
Abu Isa berkata, "Hadits Abdullah bin Al Arqam adalah hadits hasan shahih. Seperti inilah Malik bin Anas dan Yahya bin Sa'id Al Qaththan dan tidak sedikit pula dari kalangan penghafal (ahli hadits) meriwayatkan dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Abdullah bin Al Arqam."
Wuhaib dan selainnya juga meriwayatkan dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari seorang laki-laki dari Abdullah bin Al Arqam. Ini adalah pendapat tidak seorang saja dari kalangan sahabat Nabi ﷺ dan tabi'in. Pendapat ini juga dipegang oleh Ahmad dan Ishaq, mereka mengatakan, "Janganlah seseorang melakukan shalat jika ia merasakan (ingin) buang air besar atau air kecil." Mereka berkata lagi, "Jika ia telah berdiri shalat, ia tidak harus membatalkan shalatnya selama hal itu tidak mengganggu." Sebagian ahli ilmu berpendapat, "Seseorang tidak apa-apa melaksanakan shalat dalam keadaan ingin buang air besar atau air kecil, selama hal itu tidak mengganggunya dalam shalat." (HR. At Tirmidzi: 132 - shahih dari 'Abdullah bin al Arqam bin al 'Abdu Yaghuts, ia shahabat dan negeri hidup Madinah)
Abdullah adzan dan iqamah dan meminta seseorang untuk melanjutkan shalat berjama'ah sementara dia pergi ke WC karena mau buang hajat. Hal tersebut siinformasikan oleh imam Ahmad dalam riwayatnya,
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَرْقَمَ أَنَّهُ حَجَّ فَكَانَ يُصَلِّي بِأَصْحَابِهِ يُؤَذِّنُ وَيُقِيمُ فَأَقَامَ يَوْمًا الصَّلَاةَ وَقَالَ لِيُصَلِّ أَحَدُكُمْ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يَذْهَبَ إِلَى الْخَلَاءِ وَأُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَلْيَذْهَبْ إِلَى الْخَلَاءِ. (رواه أحمد: ١٥٣٩٣)
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Hisyam bin 'Urwah berkata; telah mengabarkan kepadaku bapakku dari Abdullah bin Arqam sesungguhnya dia berhaji, dia shalat bersama para sahabatnya. Dia melantunkan azan dan iqamah, lalu didirikan shalat pada suatu hari, lalu dia berkata; Shalatlah salah seorang dari kalian, saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian hendak pergi ke WC, dan shalat sedang didirikan, pergilah ke WC dulu". (HR. Ahmad: 15393 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin al Arqam bin al 'Abdu Yaghuts, ia shahabat dan negeri hidup Madinah)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 15805 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin al Arqam bin al 'Abdu Yaghuts, ia shahabat dan negeri hidup Madinah.
Berdasarkan penjelasan hadits riwayat Ibnu Majah, Abu Daud dan at Tirmidzi serta Ahmad di atas bahwa, 'Abdullah bin al Arqam mendahulukan buang hajat daripada shalat berjama'ah padahal dia adzan dan iqamah. Karena terdesak mau buang hajat maka beliau meminta seseorang meneruskan dan mengimami shalat. Begitu yang diajarkan Rasulullah ﷺ dan begitulah yang dilakukan oleh 'Abdullah bin Arqam.
Wallaahu a'lam bish shawab,
Wassalaamu 'alaikum warahamatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏