JANGAN PUTUS ASA KARENA MUSIBAH
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Simak hadita berikut:
حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ هِلَالٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْعُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِالْمَوْتِ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ وَلَكِنْ لِيَقُلْ اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتْ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ يَعْنِي الطَّيَالِسِيَّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ. (رواه أبوداود: ٢٧٠٢)
Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Hilal, telah menceritakan kepada kami Abdul Warits dari Abdul Aziz bin Shuhaib dari Anas bin Malik, ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah salah seorang diantara kalian berdoa agar diberi kematian karena musibah yang menimpanya, akan tetapi hendaknya ia mengucapkan; ALLAAHUMMA AHYINIY MA KAANATIL HAYAATU KHAIRAN LIY WA TAWAFFANIY IDZA KANATIL WAFAATU KHAIRAN LIY (ya Allah hidupkanlah aku selama hidup adalah lebih baik bagiku dan wafatkanlah aku apabila kematian adalah lebih baik bagiku." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abu Daud Ath Thayalisi, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Qatadah dari Anas bin Malik bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Janganlah salah seorang diantara kalian mengharapkan kematian…!" kemudian ia menyebutkan hadits seperti itu. (HR. Abu Daud: 2702 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kumiyahnya Abu Hamzah negeri Hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Demikian juga yang diriwayatkan imam Ahmad dengan makna yang sama:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ عَلِيَّ بْنَ زَيْدٍ يَقُولُ سَمِعْتُ أَنَسًا يُحَدِّثُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَتَمَنَّى الْمُؤْمِنُ أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ فَإِنْ كَانَ لَا بُدَّ فَاعِلًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتْ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي مَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي. (رواه أحمد: ١٢٢٤٩)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah bercerita kepadaku Syu'bah berkata, saya mendengar 'Ali bin Za'id berkata, saya mendengar Anas menceritakan dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Jangan seorang mukmin" atau berkata, "Jangan kalian" mengimpikan kematian, dan jika memang harus dikatakannya maka katakanlah: Ya Allah hidupkan aku jika memang hidup ini baik bagiku dan wafatkan aku jika wafat itu baik bagiku". (HR. Ahmad: 12249 - shahih, namun isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kumiyahnya Abu Hamzah negeri Hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits ahlul Bashrah)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 12249, terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) oleh ahli hadits yaitu bernama 'Ali bin Zaid bin 'Abdullah bin Jud'an, ia tabi'in kalangan biasa negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 131 H. Penilaian ulama: Ahmad bin Hanbal, al 'Ajli dan Abu Zur'ah menilainya laisa bi qawi. Sedangkan Yahya bin Ma'in, an Nasa'i dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Selebihnya adalah periwayat maqbul.
Kemudian, bentuk kematian seseorang bermacam-macam. Diantara adalah mati secara mendadak. Hal tersebut sebagai bentuk siksaan atau mati mengenaskan yaitu bagi orang zhalim dan kafir. Sebagaimana disinggung dalam sabda Rasul yang diriwayatkan oleh imam Abu Daud: 2703 - shahih dari Ubaid bin khalid, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah dan negeri hidup Kufah. Lafazh sebagai berikut:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ تَمِيمِ بْنِ سَلَمَةَ أَوْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ خَالِدٍ السُّلَمِيِّ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَرَّةً عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ مَرَّةً عَنْ عُبَيْدٍ قَالَ مَوْتُ الْفَجْأَةِ أَخْذَةُ أَسِفٍ. (رواه أبوداود: ٢٧٠٣)
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Syu'bah dari Manshur? dari Tamim bin Salamah atau Sa'd bin 'Ubaidah dari Ubaid bin Khalid As Sulami seorang sahabat Nabi ﷺ, sesekali ia berkata dari Nabi ﷺ, dan sesekali ia berkata; dari 'Ubaid ia berkata, "Mati tiba-tiba adalah siksaan karena kemarahan." (HR. Abu Daud: 2703 - shahih dari Ubaid bin khalid, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah dan negeri hidup Kufah)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 14949, 14950 dan 17245 -
Hanya saja terdapat tambahan lafazh pada hadits riwayat Ahmad: 14949 dan 17245, dengan kalimat,
" ... وَحَدَّثَ بِهِ مَرَّةً عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه أحمد: ١٤٩٤٩ و ١٨٢٤٥)
" ... dan pernah bercerita bahwa hadits ini dari Nabi ﷺ." (HR. Ahmad: 14949 dan 17245 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Ubaid bin khalid, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah dan negeri hidup Kufah.
Khawatirlah, jika Allah mewafatkan orang-orang shalih, sehingga hanya tinggal orang-orang yang bagaikan kurma yang busuk. Bagus nama dan rupanya, tetapi rasanya tidak enak dan meracuni. Sebagaimana sindiran Rasul dalam riwayat berikut:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ قَيْسٍ عَنْ مِرْدَاسٍ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُقْبَضُ الصَّالِحُ الْأَوَّلُ فَالْأَوَّلُ وَيَبْقَى كَحُثَالَةِ التَّمْرِ. (رواه أحمد: ١٧٠٦٢)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid ia berkata, Telah menceritakan kepada kami Isma'il dari Qais dari Mirdas Al Aslami ia berkata, "Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang-orang shalih akan diwafatkan satu demi satu, hingga yang tersisa adalah orang-orang yang kuwalitasnya seperti buah kurma yang telah busuk." (HR. Ahmad: 17062 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Mirdas bin Malik, ia shahabat dan negeri hidup Kufah)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 17063 dan 17064 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Mirdas bin Malik, ia shahabat dan negeri hidup Kufah. Hanya saja terdapat tambahan lafazh "laa yubalillaahu bihim syai'an" pada dua hadits terakhir ini, sebagai berikut:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنِي قَيْسٌ قَالَ سَمِعْتُ مِرْدَاسًا الْأَسْلَمِيَّ قَالَ يُقْبَضُ الصَّالِحُونَ الْأَوَّلُ فَالْأَوَّلُ حَتَّى يَبْقَى كَحُثَالَةِ التَّمْرِ أَوْ الشَّعِيرِ لَا يُبَالِي اللَّهُ بِهِمْ شَيْئًا. (رواه أحمد: ١٧٠٦٣)
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id Telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepadaku Qais ia berkata, saya mendengar Mirdas Al Aslami berkata, "Orang-orang shalih akan diwafatkan satu persatu hingga hingga yang tersisa adalah orang-orang yang kuwalitasnya seperti buah kurma atau gandum yang telah busuk. Dan Allah tidak akan memperdulikan mereka sedikit pun." (HR. Ahamad: 17063 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Mirdas bin Malik, ia shahabat dan negeri hidup Kufah)
Ingatlah hadits berikut:
و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعِمَّا لِلْمَمْلُوكِ أَنْ يُتَوَفَّى يُحْسِنُ عِبَادَةَ اللَّهِ وَصَحَابَةَ سَيِّدِهِ نِعِمَّا لَهُ. (رواه مسلم: ٣١٤٦)
Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Hammam bin Munabih dia berkata; Ini adalah sesuatu yang pernah diceritakan oleh Abu Hurairah kepada kami, dari Rasulullah ﷺ. Kemudian dia menyebutkan beberapa hadits yang di antaranya adalah, (Abu Hurairah) berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Sebaik-baik budak adalah apabila dia wafat setelah membaguskan diri untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada tuannya." (HR. Muslim: 3146 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 7885 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.
Cermati juga hadits berikut,
أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ وَجَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ قَالَا حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ قَالَ قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ تَعَلَّمُوا قَبْلَ أَنْ يُقْبَضَ الْعِلْمُ فَإِنَّ قَبْضَ الْعِلْمِ قَبْضُ الْعُلَمَاءِ وَإِنَّ الْعَالِمَ وَالْمُتَعَلِّمَ فِي الْأَجْرِ سَوَاءٌ. (رواه الدارمي: ٣٢٩)
Telah mengabarkan kepada kami Abu Nu'aim dan telah mengabarkan kepada kami Ja'far bin 'Aun berkata, telah menceritakan kepada kami Mis'ar dari 'Amru bin Murrah dari Salim bin Abu Al Ja'd ia berkata, berkata Abu Darda` radhiallahu'anhu, "Belajarlah kalian sebelum ilmu dicabut, sesungguhnya dicabutnya ilmu dengan diwafatkan ulama. Sesungguhnya orang alim (yang mengajarkan ilmu) dan manusia terpelajar (yang berburu ilmu) memperoleh pahala sama". (HR. Ad Darimi: 329 - isnadnya dha'if menurut Husain Salim Asad ad Darani karena munqathi' [periwayat yang menerima langsung dari Abu ad Darda' terputus] dari Uwaimir bin Malik bin Qais bin Umayyah bin 'Amir, ia shahabat kuniyahnya Abu ad Darda' negeri hidup Syam dan wafat tahun 32 H)
Namun demikian, jangan pernah putus asa sehingga dapat menjerumuskan kita kepada kebinasaan atau dosa, hal ini disindir oleh Allah dalam firman-Nya,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَىِٕسُوْا مِنَ الْاٰخِرَةِ كَمَا يَىِٕسَ الْكُفَّارُ مِنْ اَصْحٰبِ الْقُبُوْرِ. (سورة الممتحنة/٦٠: ١٣)
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolongmu, sungguh, mereka telah putus asa terhadap akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur juga berputus asa. (QS. Al Mumtahanah/60: 13)
Oleh sebab itu, carilah rahmat dan karuniyah Allah yang telah Allah curahkan kepada sekalian makhuluknya. Semoga Allah senantiasa membimbing dan memberi hidayah-Nya kepada kita. Amien ya Rabbal 'aalamien.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Billaahit taufiq walhidaayah.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏