MEMENUHI PANGGILAN ADZAN DAN SHAFF PERTAMA
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Keutamaan pada tiap-tiap amalan syari'at mempunyai tempat masing-masing dan pada kondisi tertentu. Hal yang menjadi prinsip dalam ibadah atau pun amalan adalah niat. Ia menjadi sangat penting jika diluar dari tujuan amal yang dilakukan karena selain Allah maka tertolak atau di akhirat dipertanggungjawabkan sesuai tujuannya tersebut. Oleh karena itu, berniatlah dengan benar dan lakukan sesuai tujuan syari'at.
Selanjutnya, perlu dipelajari panduannya yaitu bagi umat muslim tentu panduannya al Qur'an dan al Hadits, karena yang pertama mutlak kebenarannya dan kedua bersifat dugaan "zhann", maka yang pertama menjadi wajib diketahui. Dan yang kedua, mesti jelas dari sumber yang mana dan kualitas pesannya harus benar.
Mari simak riwayat berikut:
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَنَّ النَّاسَ يَعْلَمُونَ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا عَلَيْهِ قَالَ حَدَّثَنَا بِذَلِكَ إِسْحَقُ بْنُ مُوسَى الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنَا مَعْنٌ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ نَحْوَهُ. (رواه الترمذي: ٢٠٩)
ah menceritakan kepada kami Qutaibah berkata; telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Suhail bin Abu Shalih dari Ayahnya dari Abu Hurairah ia berkata, Nabi ﷺ bersabda, "Sekiranya orang-orang mengetahui pahala memenuhi panggilan azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak akan mendapatkannya kecuali harus berundi, sungguh mereka akan berundi untuk mendapatkannya." Ia berkata," Ishaq bin Musa menceritakan hal itu kepada kami dari Ma'n berkata; telah menceritakan kepada kami Malik dari Sumai dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ sebagaimana dalam hadits. Dan Qutaibah juga telah menceritakan kepada kami dari Malik sebagaimana dalam hadits tersebut." (HR. At Tirmidzi: 209 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Begitu juga hadits riwayat imam al Bukhari,
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا. (رواه البخاري: ٥٨٠)
Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Sumayya mantan budak Abu Bakar, dari Shalih dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Seandainya manusia mengetahui apa (kebaikan) yang terdapat pada azan dan shaf awal, lalu mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan cara mengundi, niscaya mereka akan melakukannya. Dan seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat dalam bersegera (menuju shalat), niscaya mereka akan berlomba-lomba. Dan seandainya mereka mengetahui kebaikan yang terdapat pada shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus dengan merangkak." (HR. Al Bukhari: 580 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Juga diriwayatkan imam al Bukhari: 2492, Muslim: 661, an Nasa'i: 537 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏