DILARANG MENCELA ORANG TUA
(melirik kisah Nabi Yahya 'alaihi salam)
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Berbakti dan berbuat baik kepada kedua irang tua adalah suatu kewajiban setelah berbakti dan menghambakan diri kepada Allah. Bagaimana pun keadaan keduanya, tetap diperintahkan berbuat baik. Ini banyak dikisahkan dalam al Qur'an dan al Hadits. Seperti kisah Nabi Ibrahim, dalam al hadits diceritakan tentang bakti Juraij kepada ibunya yang sudah rentah (Lihat juga: Bukhari: 3181, Muslim: 4626 dan Ahmad: 7726. Keduanya shahih dari Abu Hurairah. Dalam riwayat al Bukhari, dijelaskan bahwa Juraij adalah seorang laki-laki Bani Isra'il. Dan tempat ibadahnya adalah biara. Kemudian, kisah Nabi Yahya 'alaihi salam dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, sikap atau perbuatan mencela kedua orang tua merupakan dosa besar.
Nabi Yahya 'alaihi salam adalah sosok seorang yang paling berbakti kepada orang tuanya sehingga Allah abadikan kisahnya dalam al Qur'an sebagai nabi yang disejahterakan dari lahir sampai kebangkitanya kelak diakhirat. Sehingga kisah Nabi Yahya terekam dalam firman-Nya,
وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا. وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا. (قرآن سورة مريم/١٩: ١٤ - ١٥)
dan (Yahya) sangat berbakti kepada kedua orang tuanya, dan dia bukan orang yang sombong (bukan pula) orang yang durhaka. Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali. (QS. Maryam/19: 14 -15)
Selanjutnya, imam Ahmad meriwayatkan hadits terkait dengan larangan mencela kedua orang tua, kandungannya antara lain bahwa Rasul melaknat orang seperti ini. Hadits lengkapnya sebagai berikut:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَلْعُونٌ مَنْ سَبَّ أَبَاهُ مَلْعُونٌ مَنْ سَبَّ أُمَّهُ مَلْعُونٌ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللَّهِ مَلْعُونٌ مَنْ غَيَّرَ تُخُومَ الْأَرْضِ مَلْعُونٌ مَنْ كَمَهَ أَعْمَى عَنْ طَرِيقٍ مَلْعُونٌ مَنْ وَقَعَ عَلَى بَهِيمَةٍ مَلْعُونٌ مَنْ عَمِلَ بِعَمَلِ قَوْمِ لُوطٍ. (رواه أحمد: ١٧٧٩)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah dari Muhammad bin Ishaq dari 'Amru bin Abu 'Amru dari 'Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata; Nabi ﷺ bersabda, "Terlaknatlah orang yang mencela ayahnya, terlaknatlah orang yang mencela ibunya. Terlaknatlah orang yang menyembelih bukan karena Allah, terlaknatlah orang yang mengubah batas tanah, terlaknatlah orang yang membisu (tidak mau memberi petunjuk) terhadap orang yang buta yang mencari jalan. Terlaknatlah orang yang menyetubuhi binatang dan terlaknatlah orang yang berbuat seperti perbuatan kaum Luth." (HR. Ahmad: 1779 - isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 2764 - isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H.
Demikianlah yang dapat penulis paparkan semoga bermanfaat dan dapat diamalkan.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Billaahit taufiq walhidaayah.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏