LARANGAN BAGI PENUNTUT ILMU
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا أَبُو كَرِبٍ الْأَزْدِيُّ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيَصْرِفَ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ فَهُوَ فِي النَّارِ. (رواه إبن ماجه: ٢٤٩)
Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Ammar berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Abdurrahman berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Al 'Azdi dari Nafi' dari Ibnu Umar dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Barangsiapa menuntut ilmu untuk meremehkan orang-orang bodoh, atau untuk mendebat para ulama, atau untuk menarik perhatian manusia, maka ia akan masuk ke dalam neraka." (HR. Ibnu Majah: 249 - hasan bima qablahu menurut al Albani dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ibnu Majah: 249, terdapat periwayat bernama Abu Karbi, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu Karbi. Penilaian ulama: Abu Hatim dan adz Dzahabi menilainya majhul. Hammad bin 'Abdur Rahman, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman dan negeri hidup Syam. Penilaian ulama: Abu Hatim, adz Dzahabi dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Bahkan Abu Hatim menambahkan dengan menilainya munkarul hadits.
Selanjutnya,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ أَنْبَأَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ وَلَا لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ وَلَا تَخَيَّرُوا بِهِ الْمَجَالِسَ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَالنَّارُ النَّارُ. (رواه إبن ماجه: ٢٥٠)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam berkata, telah memberitakan kepada kami Yahya bin Ayyub dari Ibnu Juraij dari Abu Zubair dari Jabir bin Abdullah bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Janganlah kalian mempelajari ilmu untuk mendebat para ulama, meremehkan orang-orang bodoh dan menghiasi majelis. Barangsiapa melakukan hal itu, maka baginya neraka, baginya neraka." (HR. Ibnu Majah: 250 - shahih dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)
Lafazh lain, imam Ibnu Majah meriwayatkan melalui Hudzaifah,
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَاصِمٍ الْعَبَّادَانِيُّ حَدَّثَنَا بَشِيرُ بْنُ مَيْمُونٍ قَالَ سَمِعْتُ أَشْعَثَ بْنَ سَوَّارٍ عَنْ ابْنِ سِيرِينَ عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ لِتَصْرِفُوا وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْكُمْ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَهُوَ فِي النَّارِ. (رواه إبن ماجه: ٢٥٥)
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin 'Ashim Al 'Abbadani berkata, telah menceritakan kepada kami Basyir bin Maimun ia berkata; aku mendengar Asy'ats bin Sawwar dari Ibnu Sirin dari Hudzaifah ia berkata; Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kalian mempelajari ilmu untuk mendebat ulama, merendahkan orang-orang bodoh dan menarik perhatian manusia. Maka barangsiapa melakukannya ia akan berada di neraka." (HR. Ibnu Majah: 255 - hasan dari Hudzaifah bin al Yaman, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 36 H)
Lafazh lain,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ أَنْبَأَنَا وَهْبُ بْنُ إِسْمَعِيلَ الْأَسَدِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ عَنْ جَدِّهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ وَيُجَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ وَيَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ جَهَنَّمَ. (رواه إبن ماجه: ٢٥٦)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isma'il berkata, telah memberitakan kepada kami Wahb bin Isma'il Al Asadi berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Sa'id Al Maqburi dari Kakeknya dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa mempelajari ilmu untuk mendebat ulama, merendahkan orang-orang bodoh serta memalingkan perhatian manusia kepadanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam jahanam." (HR. Ibnu Majah: 256 - hasan dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Catatan: Dalam sanad hadits riwayat Ibnu Majah: 256, terdapat periwayat benama 'Abdullah bin Sa'id bin Abi Sa'id, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu 'Abbad dan negeri hidup Madinah. Penilaian ulama: Yahya bin Sa'id menilainya pendusta. Ahmad bin Hanbal dan 'Amru bin 'Ali menilainya matrukul hadits. Yahya bin Ma'in, as Saji, Ya'qub bin Sufyan dan Abu Daud menilainya dha'if. Abu Hatim menilainya laisa bi qawi, an Nasa'i menilainya laisa bi tsiqah. Sedangkan al Bukhari berkata, "mereka meninggalkannya". Hakim menilainya dzahibul hadits. Kemudian ad Daruquthni dan Ibnu Hajar menilainya matruk. Selanjutnya, al Bazzar dan adz Dzahabi menilainya lemah.
Demikian juga hadits riwayat ad Darimi: 375 [isnadnya shahih] dan 376 - [mursal dan perawinya tsiqah menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Makhul, ia tabi'ul atba' kalangan biasa kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Syam dan wafat tahun 113 H.
Imam ad Darimi meriwayatkan matan yang semakna ketika Lukmanul Hakim menasehati anaknya, melalui Syahar bin Hawsyab,
أَخْبَرَنَا الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ أَخْبَرَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ ابْنِ أَبِي حُسَيْنٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ قَالَ بَلَغَنِي أَنَّ لُقْمَانَ الْحَكِيمَ كَانَ يَقُولُ لِابْنِهِ يَا بُنَيَّ لَا تَعَلَّمْ الْعِلْمَ لِتُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِتُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ تُرَائِيَ بِهِ فِي الْمَجَالِسِ وَلَا تَتْرُكْ الْعِلْمَ زُهْدًا فِيهِ وَرَغْبَةً فِي الْجَهَالَةِ يَا بُنَيَّ اخْتَرْ الْمَجَالِسَ عَلَى عَيْنِكَ وَإِذَا رَأَيْتَ قَوْمًا يَذْكُرُونَ اللَّهَ فَاجْلِسْ مَعَهُمْ فَإِنَّكَ إِنْ تَكُنْ عَالِمًا يَنْفَعْكَ عِلْمُكَ وَإِنْ تَكُنْ جَاهِلًا يُعَلِّمُوكَ وَلَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِمْ بِرَحْمَتِهِ فَيُصِيبَكَ بِهَا مَعَهُمْ وَإِذَا رَأَيْتَ قَوْمًا لَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ فَلَا تَجْلِسْ مَعَهُمْ فَإِنَّكَ إِنْ تَكُنْ عَالِمًا لَا يَنْفَعْكَ عِلْمُكَ وَإِنْ تَكُنْ جَاهِلًا زَادُوكَ غَيًّا وَلَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِمْ بِعَذَابٍ فَيُصِيبَكَ مَعَهُمْ. (رواه الدارمي: ٣٧٩)
Telah mengabarkan kepada kami Al Hakam bin Nafi' telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Ibnu Abu Hasan dari Syahr bin Hausyab berkata, Telah sampai kepadaku Luqman Al Hakim berkata kepada anaknya: wahai anakku, janganlah Anda mempelajari ilmu untuk menandingi para ulama, atau untuk berbantah-bantahan dengan orang-orang bodoh atau untuk berbuat riya dalam majelis-majelis, dan janganlah kamu meninggalkan ilmu karena alasan tidak selera dan senang dalam kebodohan. Wahai anakku, pilihlah majelis-majelis yang kau pandang baik oleh matamu, jika kamu melihat suatu kaum berzikir kepada Allah, duduklah bersama mereka, sesungguhnya jika engkau menjadi seorang alim, ilmumu memberi manfaat kepadamu dan jika kamu menjadi orang bodoh, mereka akan mengajarimu, dan semoga Allah membuka rahmat-Nya untuk mereka sehingga rahmat itu akan turut diberikan kepadamu sekaligus orang-orang yang bersamamu. Dan jika kamu melihat suatu kaum yang tidak berzikir kepada Allah, janganlah duduk bersama mereka, karena jika kamu seorang alim, ilmumu tidak memberi manfaat kepadamu, dan jika kamu seorang yang bodoh, mereka tidak menambah kepadamu kecuali kebodohan. Siapa tahu Allah menimpakan azab atas mereka, dan azab itu menimpamu bersama mereka ". (HR. Ad Darimi: 379 - isnadnya hasan menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Syahar bin Hawsyab, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Syam dan wafat tahun 100 H. Penilaian ulama: Musa bin Harun, al Bayhaqi menilainya dha'if. An Nasa'i dan Hakim menilainya laisa bi qawi. Ahmad bin Hanbal menilainya laisa bihi ba'sa, Ibnu Hazam menilainya saqith. Ibnu 'Adi menilainya dha'if jiddan. Sedangkan Ibnu Hajar menilainya shaduq, tetapi punya keragu-raguan)
Catatan: Selain Syahar bin Hawsyab tidak ada ulama yang menilai jarah (buruk).
Sedangkan imam at Tirmidzi meriwayatkan,
حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْعَثِ أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ الْعِجْلِيُّ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ يَحْيَى بْنِ طَلْحَةَ حَدَّثَنِي ابْنُ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُجَارِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَإِسْحَقُ بْنُ يَحْيَى بْنِ طَلْحَةَ لَيْسَ بِذَاكَ الْقَوِيِّ عِنْدَهُمْ تُكُلِّمَ فِيهِ مِنْ قِبَلِ حِفْظِهِ. (رواه الترمذي: ٢٥٧٨)
Telah menceritakan kepada kami Abu al Asy'ats Ahmad bin al Miqdam Al 'Ijli Al Bashri telah menceritakan kepada kami Umayyah bin Khalid telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Yahya bin Thalhah telah bercerita kepada kami Ibnu Ka'b bin Malik dari bapaknya dia berkata; Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa menuntut ilmu untuk mendebat para ulama, atau untuk mengolok-olok orang bodoh atau untuk mengalihkan pandangan manusia kepadanya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam neraka". Abu Isa berkata; 'Hadits ini gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur sanad ini. Ishaq bin Yahya bin Thalhah derajatnya bukan kuat menurut mereka, dan dia dibicarakan dari segi hafalannya.' (HR. At Tirmidzi: 2578 - hasan menurut al Albani dari Ka'ab bin Malik bin Abi Ka'ab 'Amru, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 51 H)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat at Tirmidzi: 2578, terdapat periwayat bernama Ishaq bin Yahya bin Thalhah bin 'Ubaidillah, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 164 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. An Nasa'i menilainya laisa bi tsiqah, Abu Hatim menilainya dha'iful hadits. Sedangkan Abu Zur'ah menilainya wahil hadits. Adz Dzahabi mengatakan, "mereka mendha'ifkannya. Begitu juga Ibnu Hibban berkomentar, "disebutkan dalam ats tsiqat".
Hati-hati dengan riwayat berikut,
أَخْبَرَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَوْنٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عِيسَى قَالَ قَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ لَا تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِثَلَاثٍ لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ وَتُجَادِلُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ وَلِتَصْرِفُوا بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْكُمْ وَابْتَغُوا بِقَوْلِكُمْ مَا عِنْدَ اللَّهِ فَإِنَّهُ يَدُومُ وَيَبْقَى وَيَنْفَدُ مَا سِوَاهُ. (رواه الدارمي: ٢٥٧)
Telah mengabarkan kepada kammi Ya'la telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Aun dari Ibrahim bin isa ia berkata, " Ibnu Mas'ud telah berkata, 'Janganlah kalian mencari ilmu untuk tiga hal: Untuk menghina orang bodoh, mendebat para ulama`, serta untuk mencari perhatian orang-orang. Dan carilah dengan perkataan kalian apa yang ada di sisi Allah, sebab hal itu terus berlanjut dan tersisa, serta menepis selainnya' ". (HR. Ad Darimi: 257 - isnadnya matruk yaitu Muhammad bin 'Aun menurut Husain Salim Asad ad Darani dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)
Catatan: Periwayat yang menerima dari 'Abdullah bin Mas'ud terputus. Selanjutnya, Muhammad bin 'Aun, ia tabi'ul atba' kalangan pertengahan kuniyahnya Abu 'Abdullah dan negeri hidup Hims. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan Abu Daud menilainya tidak ada nilainya. Al Bukhari dan Ya'qub bin Sufyan menilainya munkarul hadits. Abu Zur'ah dan Abu Hatim menilainya dha'iful hadits. Al Azdi menilainya matrukul hadits, Ibnu Hajar menilainya matruk. Sedangkan an Nasa'i menilainya laisa bi tsiqah, kemudian Adz Dzahabi berkata, "mereka mendha'ifkannya".
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏