“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


DOA MINTA KEKAYAAN
(kajian syadz dan mahfuzh)

Oleh: Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Amati hadits-hadits berikut:

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَبُو إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْأَحْوَصِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ التُّقَى وَالْهُدَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. (رواه أحمد: ٣٧٠٩)

Telah menceritakan kepada kami 'Affan telah mengabarkan kepada kami Syu'bah, Abu Ishaq berkata; telah mengabarkan kepada kami, ia berkata; Aku mendengar Abu Al Ahwash dari Abdullah dari Nabi ﷺ bahwa beliau selalu berdoa, " (ALLAHUMMA INNI AS`ALUKAT TUQAA WAL HUDA WAL 'AFAAFA WAL GHINAA) (Ya Allah, Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ketakwaan, petunjuk, 'Iffah (menjauhkan diri dari segala dosa) dan kekayaan)." (HR. Ahmad: 3709 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)

Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 3754 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H. Sementara hadits riwayat Muslim: 4898 mendahulukan "petunjuk daripada takwa", dengan lafazh sebagai berikut:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى و حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّ ابْنَ الْمُثَنَّى قَالَ فِي رِوَايَتِهِ وَالْعِفَّةَ. (رواه مسلم: ٤٨٩٨)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Ishaq dari Abul Ahwash dari 'Abdullah dari Nabi ﷺ bahwasanya beliau pernah berdoa, "ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKAL HUDAA WATTUQAA WAL'AFAAFA WALGHINAA "Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, terhindar dari perbuatan yang tidak baik, dan kecukupan (tidak minta-minta,)." Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Al Mutsanna dan Ibnu Basyar keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman dari Sufyan dari Abu Ishaq melalui jalur ini dengan Hadits yang serupa. Namun Ibnu Mutsanna di dalam riwayatnya mengatakan lafazh; wal 'iffah (dan harga diri). (HR. Muslim: 4898 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)

Demikian juga hadits riwayat at Tirmidzi: 3411, Ibnu Majah: 3822 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H. Selanjutnya perbedaan ditemukan seperti penjelasan Ibnu al Mutsanna di dalam riwayatnya mengatakan lafazh; wal 'iffah (dan harga diri). Sebagaimana hadits riwayat Ahmad: 3509 berikut:

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعِفَّةَ وَالْغِنَى. (رواه أحمد: ٣٥٠٩)

Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Isra`il dari Abu Ishaq dari Abu Al Ahwash dari Abdullah bahwa Nabi ﷺ pernah membaca, "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, terpeliharanya harga diri dan kecukupan." (HR. Ahmad: 3509 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)

Hadits tentang doa nabi di atas semua sanadnya shahih, namun matannya perlu dikaji dan diperbandingkan. Jika amati matan hadits di atas maka ditemukan perbedaan dan keterbalikan lafazh seperti lafazh "at tuqaa wal hudaa" pada hadits riwayat Ahmad: 3709 dan 3754. Sedangkan pada hadits riwayat Muslim, at Tirmidzi, Ibnu Majah dan jalur yang lain riwayat Ahmad: 3509. Hanya saja pada lafazh hadits Ahmad: 3509, pada selain itu menggunakan kata "al 'iffah" (terpelihara harga diri). Adapun pada hadits-hadits selainnya menggunakan kata "al 'afaafa" (terhindar dari perbuatan yang tidak baik). Oleh karena itu terdapat dua kemungkinan: pertama, hadits riwayat Ahmad: 3709 dan 3754 terjadi maqlub (keterbalikan) atau menjadi syadz (berbeda dengan riwayat orang banyak dan periwayat yang lebih tsiqah) jika dibandingkan dengan hadits riwayat Muslim: 4898, at Tirmidzi: 3411, Ibnu Majah: 3822 dan Ahmad: 3509. Dengan demikian hadits yang mahfuzh adalah hadits riwayat imam Muslim, at Tirmidzi dan Ibnu Majah.

Wallaahu a'lam bish shawaab.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]