“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


SHALAT SUNAT LEBIH UTAMA DI RUMAH
Oleh: Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanir rahiem,

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Shalat sunah atau salat nawafil adalah shalat yang dianjurkan untuk dilaksanakan namun tidak diwajibkan sehingga tidak berdosa bila ditinggalkan dengan kata lain apabila dilakukan dengan baik dan benar serta penuh ke ikhlasan akan tampak hikmah dan rahmat dari Allah SWT yang begitu indah.

Memperbanyak shalat sunat akan memberikan manfaat yang luar biasa, sehingga pelakunya menikmati hikmah dan kenikmatan selalu berkekatan dengan Allah.

Terkait dengan pelaksanaan shalat sunat Rasulullah menganjurkan untuk melakukanmya di rumah, kecuali shalat sunat tahyatul masjid, shalat dua rakaat sebelum khuthbah 'Ied.

Agar lebih jelasnya mari simak hadits-hadits yang berhubungan dengan hal tersebut. Berikut penulis paparkan.

Imam Abu Daud berkata,

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي النَّضْرِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاتِهِ فِي مَسْجِدِي هَذَا إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ. (رواه أبوداود: ٨٨٠)

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Shalih telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb telah mengabarkan kepadaku Sulaiman bin Bilal dari Ibrahim bin Abu An Nadlr dari ayahnya dari Busr bin Sa'id dari Zaid bin Tsabit bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Shalat seseorang di rumahnya itu lebih utama daripada shalatnya dia di masjidku ini, kecuali shalat fardhu." (HR. Abu Daud: 880 - shahih dari Zaid bin Tsabit bin adh Dhahak, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 45 H)

Disuatu waktu Rasulullah membuat tempat khusus di Masjid dan shalat sunat sendirian, beliau khawatir shalat yang awalnya sunat menjadi wajib bagi mereka. Hal ini terekam dalam riwayat imam Abu Daud, beliau berkata:

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْبَزَّازُ حَدَّثَنَا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ أَبِي النَّضْرِ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ أَنَّهُ قَالَ
احْتَجَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ حُجْرَةً فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ مِنْ اللَّيْلِ فَيُصَلِّي فِيهَا قَالَ فَصَلَّوْا مَعَهُ لِصَلَاتِهِ يَعْنِي رِجَالًا وَكَانُوا يَأْتُونَهُ كُلَّ لَيْلَةٍ حَتَّى إِذَا كَانَ لَيْلَةٌ مِنْ اللَّيَالِي لَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَنَحْنَحُوا وَرَفَعُوا أَصْوَاتَهُمْ وَحَصَبُوا بَابَهُ قَالَ فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُغْضَبًا فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ مَا زَالَ بِكُمْ صَنِيعُكُمْ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنْ سَتُكْتَبَ عَلَيْكُمْ فَعَلَيْكُمْ بِالصَّلَاةِ فِي بُيُوتِكُمْ فَإِنَّ خَيْرَ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ. (رواه أيوداود: ١٢٣٥)

Telah menceritakan kepada Kami Harun bin Abdullah Al Bazzar telah menceritakan kepada Kami Makki bin Ibrahim telah menceritakan kepada Kami Abdullah yaitu Ibnu Sirin bin Abu Hindun dari Abu An Nadhar dari Busri bin Sa'id dari Zaid bin Tsabit bahwa ia berkata; Rasulullah ﷺ membuat sebuah ruangan di masjid, beliau keluar pada malam hari dan melakukan shalat padanya. Zaid berkata; kemudian orang-orang melakukan shalat bersama beliau dengan shalat beliau. Mereka datang setiap malam hingga ketika suatu malam Rasulullah ﷺ tidak keluar kepada mereka, kemudian mereka berdehem dan mengeraskan suara mereka, dan melempar pintu beliau menggunakan kerikil. Zaid berkata; kemudian beliau keluar menemui mereka dalam keadaan marah seraya berkata, "Wahai manusia, masih saja apa yang kalian lakukan hingga aku mengira shalat tersebut diwajibkan atas kalian, hendaknya kalian melakukan shalat di rumah kalian, sesungguhnya sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat wajib." (HR. Abu Daud: 1235 - shahih dari Zaid bin Tsabit bin adh Dhahak, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 45 H)

Kekhawatiran Rasulullah tersebut juga diriwayat oleh imam an Nasa'i:

أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ سَمِعْتُ مُوسَى بْنَ عُقْبَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا النَّضْرِ يُحَدِّثُ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّخَذَ حُجْرَةً فِي الْمَسْجِدِ مِنْ حَصِيرٍ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهَا لَيَالِيَ حَتَّى اجْتَمَعَ إِلَيْهِ النَّاسُ ثُمَّ فَقَدُوا صَوْتَهُ لَيْلَةً فَظَنُّوا أَنَّهُ نَائِمٌ فَجَعَلَ بَعْضُهُمْ يَتَنَحْنَحُ لِيَخْرُجَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ مَا زَالَ بِكُمْ الَّذِي رَأَيْتُ مِنْ صُنْعِكُمْ حَتَّى خَشِيتُ أَنْ يُكْتَبَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ كُتِبَ عَلَيْكُمْ مَا قُمْتُمْ بِهِ فَصَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ فَإِنَّ أَفْضَلَ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الصَّلَاةَ الْمَكْتُوبَةَ. (رواه النسائي: ١٥٨١)

Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Sulaiman dia berkata; telah menceritakan kepada kami 'Affan bin Muslim dia berkata; telah menceritakan kepada kami Wuhaib dia berkata; Aku mendengar Musa bin 'Uqbah berkata; aku mendengar Abu An Nadhr menceritakan dari Busr bin Sa'id dari Zaid bin Tsabit bahwa Nabi ﷺ membuat ruangan khusus dari tikar di dalam masjid. Beliau shalat malam di dalamnya hingga orang-orang berkumpul kepadanya, kemudian suaranya tak terdengar selama semalam, maka orang-orang pun mengira bahwa beliau tertidur, maka sebagian mereka berdehem-dehem supaya beliau keluar. Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku senantiasa melihat perbuatan kalian hingga aku khawatir hal itu akan diwajibkan kepada kalian. Kalau sampai diwajibkan kepada kalian, maka kalian tidak mampu melakukannya. Wahai manusia, shalatlah di rumah-rumah kalian. Sesungguhnva shalat seseorang yang paling utama adalah di rumahnya, kecuali shalat wajib." (HR. An Nasa'i: 1581 - shahih dari Zaid bin Tsabit bin adh Dhahak, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 45 H)

Dalam lafazh lain imam Ahmad meriwayatkan,

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِنْدٍ عَنْ سَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ صَلَاةِ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ. (رواه أحمد: ٢٠٦٣٧)

Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Sa'id bin Abu Hind dari Salim Abu Nadhar dari Busri bin Sa'id dari Zaid bin Tsabit ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Sebaik-baik shalat seorang laki-laki adalah di rumahnya, kecuali shalat wajib." (HR. Ahmad: 20637 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Zaid bin Tsabit bin adh Dhahak, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 45 H)

Demikian juga hadits riwayat oleh imam Malik: 267 - mauquf shahih menurut Salim bin 'Ied al Hilaliy dari Zaid bin Tsabit bin adh Dhahak, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 45 H. Begitu juga imam ad Darimi: 1331 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Zaid bin Tsabit bin adh Dhahak, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 45 H. Dengan menggunakan kata "fa inna khaira shalaatil mar'i fii baitihi.

Ditegaskan lagi oleh imam Muslim, beliau berkata:

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى بْنُ حَمَّادٍ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ سَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّخَذَ حُجْرَةً قَالَ حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ مِنْ حَصِيرٍ فِي رَمَضَانَ فَصَلَّى فِيهَا لَيَالِيَ فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ مِنْ أَصْحَابِهِ فَلَمَّا عَلِمَ بِهِمْ جَعَلَ يَقْعُدُ فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ فَقَالَ قَدْ عَرَفْتُ الَّذِي رَأَيْتُ مِنْ صَنِيعِكُمْ فَصَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ
قَالَ عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا مُوسَى سَمِعْتُ أَبَا النَّضْرِ عَنْ بُسْرٍ عَنْ زَيْدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه البخاري: ٦٨٩)

Telah menceritakan kepada kami 'Abdul A'la bin Hammad berkata, telah menceritakan kepada kami Wuhaib berkata, telah menceritakan kepada kami Musa bin 'Uqbah dari Salim Abu An Nadlr dari Busr bin Sa'id dari Zaid bin Tsabit, bahwa Rasulullah ﷺ membuat satu ruangan." Busr berkata, "Aku menduga Zaid bin Tsabit berkata, 'Ruangan atau kamar tersebut terbuat dari tikar pada bulan Ramadan, lalu beliau melaksakan shalat malam di (kamar atau tikar) tersebut dalam beberapa malam. Kemudian para sahabat mengikuti shalat beliau. Ketika mengetahui apa yang mereka lakukan beliau pun berdiam di rumah, setelah itu beliau keluar seraya berkata kepada mereka, "Sungguh aku telah mengetahui sebagaimana aku lihat apa yang kalian lakukan. Wahai manusia, shalatlah kalian di rumah-rumah kalian, sesungguhnya shalat yang paling utama adalah shalatnya seseorang yang dilakukannya di rumahnya, kecuali shalat fardhu." 'Affan berkata, telah menceritakan kepada kami Wuhaib telah menceritakan kepada kami Musa aku mendengar Abu An Nadhar dari Busri dari Zaid dari Nabi ﷺ." (HR. Al Bukhari: 689 - shahih dari Zaid bin Tsabit bin adh Dhahak, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 45 H)

Catatan: Hadits ini 'aziz, karena imam al Bukhari meriwayatkan dari dua orang gurunya yang tsiqah yaitu: 1. 'Abdul A'laa bin Hammad bin Nashar, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu Yahya negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 237 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan Ibnu Hajar menilainya la ba'sa bih, Abu Hatim menilainya tsiqah. Ibnu Kharasy menilainya shaduq, an Nasa'i menilainya laisa bihi ba'sa. Adz Dzahabi menilainya muhaddits tsabat. Ibnu Hibban berkata, "disebutkan dalam ats tsiqat". 2. Affan bin Muslim bin 'Abdullah, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu 'Utsman negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 219 H. Penilaian ulama: Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat, adz Dzahabi menilainya hafizh dan Ibnu Sa'ad menilainya tsiqah.

Maka dari itu, lakukanlah shalat sunatmu di rumah masing,

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْعَلُوا مِنْ صَلَاتِكُمْ فِي بُيُوتِكُمْ. (رواه مالك: ٣٦٤)

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Hisyam bin Urwah dari Bapaknya, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Lakukanlah sebagian shalat kalian di rumah." (HR. Malik: 364 - shahih lighairi menurut Salim bin 'Ied al Hilaliy dari 'Urwah bin az Zubair bin al 'Awwan bin al Khuwailid bin Asad bin 'Abdul 'Izzi bin Qu, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 93 H. Penilaian ulama: al 'Ajli dan Ibnu Hajar menilainya tsiqah. Sedangkan Ibnu Hibban berkata, "disebutkan dalam ats tsiqat". Hadits ahlul Madinah)

Semakna dengan hadits di atas juga diriwayatkan oleh imam al Bukhari: 114, 689, 1114, Muslim: 1296, Abu Daud: 879 dan 1236, at Tirmidzi: 412, Ahmad: 4424 dan 23230.

Tujuan diperintahkan shalat sunat di rumah adalah agar rumah-rumah mereka menjadi bercahaya tidak seperti kuburan. Hal ini disindir oleh Rasulullah, sebagaimana hadits riwayat al Bukhari, beliau berkata:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلَاتِكُمْ وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا. (رواه البخاري: ٤١٤)

Telah menceritakan kepada kami Musadad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya dari 'Ubaidullah bin 'Umar berkata, telah mengabarkan kepadaku Nafi' dari Ibnu 'Umar dari Nabi ﷺ bersabda, "Jadikanlah (sebagian dari) shalat kalian ada di rumah kalian, dan jangan kalian jadikan ia sebagai kuburan." (HR. Al Bukhari: 414 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)

Demikian juga hadits semakna diriwayatkan oleh imam al Bukhari: 1114, Muslim: 1296 dan 1297, Abu Daud: 879 dan 1236, at Tirmidzi: 413, an Nasa'i: 1580, Ahmad: 4282 dan 5772 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H. Kemudian imam Ahmad: 20688 dan 23230 - shahih ligahirihi isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Zaid bin Khalid, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 68 H.

Abdullah bin Sa'id pernah bertanya kepada Rasulullah tentang lebih baik shalat di rumah atau di Masjid? Percakapan ini terekam dalam hadits riwayat Ibnu Majah, beliau berkata:

حَدَّثَنَا أَبُو بِشْرٍ بَكْرُ بْنُ خَلَفٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ الْحَارِثِ عَنْ حَرَامِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَنْ عَمِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا أَفْضَلُ الصَّلَاةُ فِي بَيْتِي أَوْ الصَّلَاةُ فِي الْمَسْجِدِ قَالَ أَلَا تَرَى إِلَى بَيْتِي مَا أَقْرَبَهُ مِنْ الْمَسْجِدِ فَلَأَنْ أُصَلِّيَ فِي بَيْتِي أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أُصَلِّيَ فِي الْمَسْجِدِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَلَاةً مَكْتُوبَةً. (رواه إبن ماجه: ١٣٦٨)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr Bakr bin Khalaf berkata, telah menceritakan kepada kami 'Abdurrahman bin Mahdi dari Mu'awiyah bin Shalih dari Al 'Ala Ibnul Harits dari Haram bin Mu'awiyah dari pamannya Abdullah bin Sa'd ia berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ; lebih utama mana shalat di rumahku atau shalat di masjid?" beliau bersabda, "Tidakkah engkau lihat betapa dekatnya rumahku dengan masjid? Sungguh, sekiranya aku shalat di rumahku, maka itu lebih aku sukai daripada shalat di masjid, kecuali shalat wajib." (HR. Ibnu Majah: 1368 - shahih dari 'Abdullah bin Sa'id, ia shahabat dan negeri hidup Syam)

Penjelasan lain diriwayatkan oleh imam at Tirmidzi, beliau berkata:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي الْوَزِيرِ الْبَصْرِيُّ ثِقَة حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى عَنْ سَعْدِ بْنِ إِسْحَقَ بْنِ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ
صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَسْجِدِ بَنِي عَبْدِ الْأَشْهَلِ الْمَغْرِبَ فَقَامَ نَاسٌ يَتَنَفَّلُونَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِهَذِهِ الصَّلَاةِ فِي الْبُيُوتِ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَالصَّحِيحُ مَا رُوِيَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رُوِيَ عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الْمَغْرِبَ فَمَا زَالَ يُصَلِّي فِي الْمَسْجِدِ حَتَّى صَلَّى الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ فَفِي الْحَدِيثِ دِلَالَةٌ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي الْمَسْجِدِ. (رواه الترمذي: ٥٤٩)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Abu Wazir Al Bashri dia adalah seorang yang tsiqah, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Musa dari Sa'ad bin Ishaq bin Ka'ab bin 'Ujrah dari ayahnya dari kakeknya dia berkata, suatu ketika Nabi ﷺ shalat Magrib di masjid Bani Asyhal, setelah selesai orang-orang berdiri untuk melaksanakan shalat nafilah, maka Nabi ﷺ bersabda, "Hendaknya kalian mengerjakan shalat nafilah ini di rumah kalian." Abu 'Isa berkata, ini adalah hadits gharib karena tidak diriwayatkan kecuali dari sanad ini. Yang lebih shahih ialah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, beliau berkata, Rasulullah ﷺ senantiasa shalat dua rakaat setelah Magrib di rumahnya. Abu 'Isa berkata, telah diriwayatkan dari Hudzaifah, sesungguhnya Nabi ﷺ shalat Magrib dan masih terus melakukan shalat sampai selesai melakukan shalat Isya'. Hadits di atas dengan jelas menunjukan bahwa Nabi ﷺ mengerjakan shalat dua rakaat setelah Magrib di masjid. (HR. At Trimidzi: 549 - hasan dari Ka'ab bin 'Ujrah, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 51 H)

Dan riwayat yang shahih diriwayatkan oleh imam an Nasa'i, beliau berkata:

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ أَنْبَأَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي الْوَزِيرِ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى الْفِطْرِيُّ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِسْحَقَ بْنِ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ
صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْمَغْرِبِ فِي مَسْجِدِ بَنِي عَبْدِ الْأَشْهَلِ فَلَمَّا صَلَّى قَامَ نَاسٌ يَتَنَفَّلُونَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِهَذِهِ الصَّلَاةِ فِي الْبُيُوتِ. (رواه النسائي: ١٥٨٢)

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Basysyar dia berkata; telah memberitakan kepada kami Ibrahim bin Abul Wazir dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Musa Al Fitri dari Sa'd bin Ishaq bin Ka'b bin 'Ujrah dari bapaknya dari kakeknya, dia berkata; Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat Magrib di masjid Bani Abdul Asyhal, ketika beliau selesai shalat, para sahabat mulai shalat sunnah, kemudian Nabi ﷺ bersabda, "Hendaknya kalian melaksanakan shalat ini di rumah." (HR. An Nasa'i: 1582 - shahih dari Ka'ab bin 'Ujrah, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 51 H)

Hal ini dicontohkan oleh Rasulullah, sebagaimana diceritakan oleh 'Aisyah bagaimana shalat rawatib beliau. Sebagaimana hadits riwayat Abu Daud, beliau berkata:

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا خَالِدٌ ح و حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْمَعْنَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ قَالَ
سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ صَلَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ التَّطَوُّعِ فَقَالَتْ كَانَ يُصَلِّي قَبْلَ الظُّهْرِ أَرْبَعًا فِي بَيْتِي ثُمَّ يَخْرُجُ فَيُصَلِّي بِالنَّاسِ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى بَيْتِي فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَكَانَ يُصَلِّي بِالنَّاسِ الْمَغْرِبَ ثُمَّ يَرْجِعُ إِلَى بَيْتِي فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَكَانَ يُصَلِّي بِهِمْ الْعِشَاءَ ثُمَّ يَدْخُلُ بَيْتِي فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَكَانَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ تِسْعَ رَكَعَاتٍ فِيهِنَّ الْوِتْرُ وَكَانَ يُصَلِّي لَيْلًا طَوِيلًا قَائِمًا وَلَيْلًا طَوِيلًا جَالِسًا فَإِذَا قَرَأَ وَهُوَ قَائِمٌ رَكَعَ وَسَجَدَ وَهُوَ قَائِمٌ وَإِذَا قَرَأَ وَهُوَ قَاعِدٌ رَكَعَ وَسَجَدَ وَهُوَ قَاعِدٌ وَكَانَ إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَخْرُجُ فَيُصَلِّي بِالنَّاسِ صَلَاةَ الْفَجْرِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه أبوداود: ١٠٦٠)

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hanbal telah menceritakan kepada kami Husyaim telah mengabarkan kepada kami Khalid. Dan telah diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah menceritakan kepada kami Khalid sedangkan maknanya dari Abdullah bin Syaqiq dia berkata; saya bertanya kepada Aisyah mengenai shalat sunnahnya Rasulullah ﷺ." Jawabnya, "Beliau biasa mengerjakan shalat (sunnah) sebelum Zuhur empat rakaat di rumahku, kemudian beliau keluar dan shalat bersama orang-orang. Setelah shalat, beliau kembali ke rumahku lalu beliau mengerjakan shalat dua rakaat. Setelah shalat Magrib (berjamaah) bersama orang-orang, beliau pulang ke rumahku, kemudian beliau shalat (sunnah) dua rakaat. Setelah shalat Isya bersama orag-orang, beliau masuk ke rumahku lalu shalat dua rakaat. Beliau juga biasa mengerjakan shalat malam sembilan rakaat bersamaan dengan witirnya. Beliau mengerjakan shalat malam dengan berdiri hingga jangka waktu yang lama, terkadang juga shalat malam sambil duduk hingga jangka waktu yang lama. Apabila membaca (Surat) sambil berdiri, maka beliau rukuk dan sujud sebagaimana (rukuk dan sujud) ketika mengerjakan shalat dengan berdiri, dan apabila beliau duduk, maka beliau rukuk dan sujud dengan posisi duduk. apabila waktu fajar telah terbit, beliau shalat dua rakaat, lalu beliau ﷺ keluar mengerjakan shalat Subuh (berjamaah) bersama orang-orang." (HR. Abu Daud: 1060 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)

Demikian juga hadits riwayat Muslim: 1201, Ahmad: 22892 dan 24635 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Bahkan beliau shalat sebelum khuthbah, sebagaimana hadits riwayat Ahmad:5137,

حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ الْحَضْرَمِيِّ قَالَ
رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ فِي الْمُصَلَّى فِي الْفِطْرِ وَإِلَى جَنْبِهِ ابْنٌ لَهُ فَقَالَ لِابْنِهِ هَلْ تَدْرِي كَيْفَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ فِي هَذَا الْيَوْمِ قَالَ لَا أَدْرِي قَالَ ابْنُ عُمَرَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي قَبْلَ الْخُطْبَةِ. (رواه أحمد: ٥١٣٧)

Telah menceritakan kepada kami Hasan telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Rabi'ah dari Abdirrahman bin Rafi' Al-Hadlramiy dia berkata, saya telah melihat Ibnu Umar di tempat shalat 'Idil Fithr sedang disampingnya adalah anaknya, lalu dia berkata kepada anaknya, "Apakah kamu tahu bagaimanakah Rasulullah ﷺ berbuat pada hari ini?" (Anaknya) berkata, "Saya tidak tahu." Ibnu Umar berkata, "Adalah Rasulullah ﷺ shalat sebelum khutbah." (HR. Ahmad: 5137 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)

Hadits senada dan semakna dengan hadits di atas diriwayatkan oleh imam al Bukhari: 905, 909, 910, 1357, dan 5430, Muslim: 1465, 1466, dan 1471, Abu Daud: 964, 1060, dan 1061, at Tirmidzi: 488, an Nasa'i: 1544, 1546, dan 1551, Ibnu Majah: 1263, 1266, dan 1283, Ahmad: 10637, 10794, 10928, 11114, 14553, 14569, dan 15526, Malik: 385, ad Darimi:1553 dan 1554.

Alasan Rasulullah memerintahkan untuk shalat sunat di rumah masing-masing adalah agar shalat sunat (tahajud) yang biasa beliau lakukan tidak dianggap wajib. Karena kalaulah mereka melakukan, khawatir para shahabat tidak mampu melakukannya. Ini disebabkan karena sering dan waktu yang lama. Kemudian hal tersebut akan menghidupkan rumah-rumah kaum muslimin agar jangan seperti kuburan yang sepi dan menakutkan.

Dengan pertimbangan inilah kenapa shalat sunat dianjurkan di rumah masing-masing. Beliau mengecualikan bahwa shalat wajib lebih utama dilakukan di masjid, karena keutamaan pahalanya. Sebagaimana diketahui bahwa shalat jama'ah yang dilakukan di masjid pahalanya 20, 25 dan 27 derajat dibanding shalat wajib sendirian. Hadits terkait dengan hal ini terdapat dalam hadits riwayat imam al Bukhari: 611, Muslim: 1039, Abu Daud: 472, at Tiemidzi: 200, Ibnu Majah: 778 dan 780, Ahmad: 3383 dan 7121.

Wallaahu a'lam bish shawaab,

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]