MELIHAT ALLAH DAN MALAIKAT DI DUNIA
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Allah adalah zat yang Mahasuci dan Mahaagung, tidak dapat dilihat dan diraba dengan panca indra, sehingga absolusitas-Nya terpelihara. Sedangkan Malaikat adalah Makhkluk Allah yang selalu taat dan patuh terhadap apa yang diperintahkan-Nya. Sehingga sifat kemakhlukannya dapat bertemu dengan orang yang istimewa seperti Nabi dan Rasul Allah dengan izin-Nya. Malaikat bukanlah Rasul Allah, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
قُلْ لَّوْ كَانَ فِى الْاَرْضِ مَلٰۤىِٕكَةٌ يَّمْشُوْنَ مُطْمَىِٕنِّيْنَ لَنَزَّلْنَا عَلَيْهِمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ مَلَكًا رَّسُوْلًا. (قرآن سورة تلإسراء/١٧: ٩٥)
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sekiranya di bumi ada para malaikat yang berjalan (menetap) dengan tenang, niscaya Kami turunkan kepada mereka malaikat dari langit untuk menjadi rasul.” (QS. Al-Isrā'/17: 95)
Allah membantah sikap orang-orang musyrik Mekah itu dengan menyatakan bahwa sekiranya di bumi ini terdapat malaikat-malaikat yang berjalan, berpikir, bertempat tinggal, hidup bermasyarakat, mempunyai hawa nafsu, berkebudayaan, berorganisasi, dan sebagainya, tentulah Allah swt akan mengutus malaikat sebagai rasul-Nya, bukan manusia.
Ayat ini seakan-akan memperingatkan orang-orang kafir bahwa rasul yang diutus Allah adalah seorang manusia biasa tetapi sanggup menyampaikan ajaran agama-Nya kepada mereka, mengerti apa yang mereka inginkan, apa yang mereka rasakan, apa yang baik bagi mereka, dan sebagainya. Bukan seperti malaikat yang tidak mempunyai ambisi dalam hidup seperti manusia dan hanya melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka.
Oleh karena itu keyakinan seperti ini mesti diyakini dan dipahami oleh manusia sebagai makhluk Allah yang cerdas dan memiliki sifat ketuhanan sekaligus makhluk berjisim. Ia bisa saja ingkar dan bisa saja taat.
Selanjutnya, riwayat yang membicarakan ini terdapat dalam kitab shahih al Bukhari, Muslim, sunan at Tirmidzi dan musnad Ahmad bin Hanbal. Hadits-hadits tersebut diriwayatkan dari Jalur 'Aisyah, Ibnu Mas'ud dan Abu Hurairah. Sebagaimana penulis paparkan di bawah ini.
Terkait dengan melihat Allah di dunia maka dapat dijelaskan dengan hadits riwayat Imam Ahmad, beliau berkata,
حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَامِرٌ قَالَ أَتَى مَسْرُوقٌ عَائِشَةَ فَقَالَ
يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ هَلْ رَأَى مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَبَّهُ قَالَتْ سُبْحَانَ اللَّهِ لَقَدْ قَفَّ شَعْرِي لِمَا قُلْتَ أَيْنَ أَنْتَ مِنْ ثَلَاثٍ مَنْ حَدَّثَكَهُنَّ فَقَدْ كَذَبَ مَنْ حَدَّثَكَ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَبَّهُ فَقَدْ كَذَبَ ثُمَّ قَرَأَتْ
{ لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ }
{ وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ }
وَمَنْ أَخْبَرَكَ بِمَا فِي غَدٍ فَقَدْ كَذَبَ ثُمَّ قَرَأَتْ
{ إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ }
هَذِهِ الْآيَةَ وَمَنْ أَخْبَرَكَ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَتَمَ فَقَدْ كَذَبَ ثُمَّ قَرَأَتْ
{ يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ }
وَلَكِنَّهُ رَأَى جِبْرِيلَ فِي صُورَتِهِ مَرَّتَيْنِ. (رواه أحمد: ٢٣٠٩٤)
Telah menceritakan kepada kami Yahya dari Isma'il Telah menceritakan kepada kami Amir, dia berkata; Masruq pernah mendatangi Aisyah seraya berkata, "Wahai Ummul Mukminin, apakah Muhammad ﷺ melihat Tuhannya? Dia (Aisyah) menjawab; 'Subhaanallah, sungguh merinding bulu kudukku karena apa yang kamu katakan. Bagaimana sikapmu terhadap ketiga hal itu? barangsiapa yang memberitahumu ketiga hal itu, maka sungguh dia telah berdusta. (Pertama), barangsiapa yang berkata kepadamu bahwa Muhammad ﷺ melihat Tuhannya maka sungguh ia telah berbohong. Kemudian ia membaca, "Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan.", "Tidak mungkin bagi seorang manusia pun bahwa Allah berbicara dengan dia kecuali dengan perantara wahyu atau di belakang tabir". (kedua) Barangsiapa yang mengabarkan kepadamu tentang sesuatu yang terjadi esok maka sungguh ia telah berdusta. Kemudian Aisyah mambaca, "Sesungguhnya Allah, Hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim." (ketiga) dan barangsiapa yang mengabarkan kepadamu bahwa Muhammad telah menyembunyikan wahyu maka sungguh ia telah berdusta. Kemudian ia membaca, "Wahai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu." Tapi, beliau pernah melihat Jibril dalam wujud aslinya dua kali." (HR. Ahmad: 23094 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Aisyah binti Abu Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Imam al Bukhari juga meriwayatkan, beliau berkata:
حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ مَسْرُوقٍ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا
يَا أُمَّتَاهْ هَلْ رَأَى مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَبَّهُ فَقَالَتْ لَقَدْ قَفَّ شَعَرِي مِمَّا قُلْتَ أَيْنَ أَنْتَ مِنْ ثَلَاثٍ مَنْ حَدَّثَكَهُنَّ فَقَدْ كَذَبَ مَنْ حَدَّثَكَ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَبَّهُ فَقَدْ كَذَبَ ثُمَّ قَرَأَتْ
{ لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ }
{ وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ }
وَمَنْ حَدَّثَكَ أَنَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي غَدٍ فَقَدْ كَذَبَ ثُمَّ قَرَأَتْ
{ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا }
وَمَنْ حَدَّثَكَ أَنَّهُ كَتَمَ فَقَدْ كَذَبَ ثُمَّ قَرَأَتْ
{ يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ }
الْآيَةَ وَلَكِنَّهُ رَأَى جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام فِي صُورَتِهِ مَرَّتَيْنِ. (رواه تلبخاري: ٤٤٧٧)
Telah menceritakan kepada kami Yahya Telah menceritakan kepada kami Waki' dari Ismail bin Abu Khalid dari 'Amir dari Masruq dia berkata; Aku bertanya kepada 'Aisyah radhiallahu'anha wahai Ibu, Apakah benar Nabi ﷺ pernah melihat Rabb-nya? Aisyah menjawab; Sungguh rambutku berdiri (karena kaget) atas apa yang kamu katakan. Tiga perkara yang barangsiapa mengatakannya kepadamu, maka sungguh ia telah berdusta. Barangsiapa mengatakan kepadamu bahwa Muhammad ﷺ pernah melihat Rabb-nya, maka ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Mahahalus lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-An'am/6: 103). Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir. (QS. As Syura/42: 51). Dan barangsiapa yang mengatakan kepadamu bahwa beliau mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok maka ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. (QS. Luqman/31: 34). Dan barangsiapa yang mengatakan kepadamu bahwa beliau menyembunyikan sesuatu, maka ia telah berdusta. Lalu Aisyah membaca ayat; Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. (QS. Al-Ma`idah/5: 67). Hanya saja beliau pernah melihat bentuk Jibril dua kali. (HR. Al Bukhari: 4477 - shahih dari 'Aisyah binti Abu Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Imam Mulim meriwayatkan,
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ الشَّيْبَانِيِّ سَمِعَ زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ
قَالَ
{ لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى }
قَالَ رَأَى جِبْرِيلَ فِي صُورَتِهِ لَهُ سِتُّ مِائَةِ جَنَاحٍ. (رواه مسلم: ٢٥٥)
Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Mu'adz al-Anbari telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sulaiman asy-Syaibani dia mendengar Zirr bin Hubaisy dari Abdullah dia berkata tentang firman-Nya: '(Sungguh dia telah melihat ayat-ayat Rabb-nya yang agung) ' (QS. An-Najmi: 13). Ibnu Mas'ud berkata, "Nabi ﷺ telah melihat Jibril dalam bentuk (asli) nya, dia mempunyai enam ratus sayap." (HR. Muslim: 255 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)
Jarak beliau dengan Malaikat Jibril,
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ الشَّيْبَانِيُّ قَالَ سَأَلْتُ زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍ
عَنْ قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى
{ فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى }
قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ مَسْعُودٍ أَنَّهُ رَأَى جِبْرِيلَ لَهُ سِتُّ مِائَةِ جَنَاحٍ. (رواه البخاري: ٢٩٩٣)
Telah bercerita kepada kami Qutaibah telah bercerita kepada kami Abu 'Awanah telah bercerita kepada kami Abu Ishaq asy-Syaibaniy berkata; Aku bertanya kepada Zirra bin Hubaisy tentang firman Allah Ta'ala QS. An-Najm ayat 9-10, "Fa kaana qaaba qausaini aw adnaa. Fa awhaa ilaa 'abdihii maa awhaa" ("Maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) sedekat dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan"). Dia berkata, telah bercerita kepada kami Ibnu Mas'ud bahwa beliau ﷺ telah melihat Jibril yang memiliki enam ratus sayap". (HR. Al Bukhari: 2993 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)
Demikian juga hadits riwayat imam al Bukhari: 4478 dan 4479, Muslim: 253, 254, 255, at Tirmidzi: 3199 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H. Muslim: 256 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Sementara itu imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ الشَّيْبَانِيُّ قَالَ أَتَيْتُ زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍ وَعَلَيَّ دَرْبَانِ فَأُلْقِيَتْ عَلَيَّ مَحَبَّةٌ مِنْهُ وَعِنْدَهُ شَبَابٌ فَقَالُوا لِي سَلْهُ
{ فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى }
فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام وَلَهُ سِتُّ مِائَةِ جَنَاحٍ. (رواه أحمد: ٣٥٩٢)
Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Musa telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq Asy Syaibani berkata; Aku mendatangi Zirr bin Hubaisy dan aku mendapati seorang penjaga pintu yang aku mencintainya dan bersamanya seorang pemuda, orang-orang berkata kepadaku, 'Mintalah kepadanya! ' ia sedekat dua ujung panah atau lebih dekat lagi, aku pun bertanya kepadanya, lalu ia berkata; Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Mas'ud bahwa Rasulullah ﷺ melihat Jibril 'alaihissalam dan ia memiliki enam ratus sayap. (HR. Ahmad: 3592 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)
Kali kedua Nabi Muhammad melihat Jibril di Sidratul Muntaha, sebagaimana hadits riwayat imam Ahmad, beliau berkata:
حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ حَدَّثَنِي حُسَيْنٌ حَدَّثَنِي عَاصِمُ بْنُ بَهْدَلَةَ قَالَ سَمِعْتُ شَقِيقَ بْنَ سَلَمَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَيْتُ جِبْرِيلَ عَلَى سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى وَلَهُ سِتُّ مِائَةِ جَنَاحٍ
قَالَ سَأَلْتُ عَاصِمًا عَنْ الْأَجْنِحَةِ فَأَبَى أَنْ يُخْبِرَنِي قَالَ فَأَخْبَرَنِي بَعْضُ أَصْحَابِهِ أَنَّ الْجَنَاحَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ. (رواه أحمد: ٣٦٦٨)
Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Hubab telah menceritakan kepadaku Husain telah menceritakan kepadaku 'Ashim bin Bahdalah ia berkata; Aku mendengar Syaqiq bin Salamah berkata; Aku mendengar Ibnu Mas'ud berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku melihat Jibril berada di Sidratul Muntaha, ia memiliki enam ratus sayap." Ia berkata; Aku bertanya kepada 'Ashim tentang sayap, namun ia enggan untuk mengabarkan kepadaku. Ia berkata; Lalu sebagian sahabatnya mengabarkan kepadaku bahwa sayapnya memenuhi ujung timur dan barat. (HR. Ahmad: 3668 - isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)
Selanjutnya imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ عَنْ زِرٍّ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ
أَنَّهُ قَالَ فِي هَذِهِ الْآيَةِ
{ وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى }
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَيْتُ جِبْرِيلَ عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى عَلَيْهِ سِتُّ مِائَةِ جَنَاحٍ يُنْثَرُ مِنْ رِيشِهِ التَّهَاوِيلُ الدُّرُّ وَالْيَاقُوتُ. (رواه أحمد: ٣٧٢٠)
Telah menceritakan kepada kami 'Affan telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari 'Ashim bin Bahdalah dari Zirr dari Ibnu Mas'ud bahwa ia mengatakan mengenai ayat ini: (walaqad ra'ahu nazlatan ukhra), Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku melihat Jibril di samping Sidratul Muntaha, ia memiliki tujuh ratus sayap yang bertaburan dari bulunya berwarna warni mutiara dan yaqut." (HR. Ahmad: 3720 - isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 4164 - isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H. Beliau berkata,
حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ بَهْدَلَةَ عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ
فِي هَذِهِ الْآيَةِ
{ وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى }
قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَيْتُ جِبْرِيلَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَهُ سِتُّ مِائَةِ جَنَاحٍ يَنْتَثِرُ مِنْ رِيشِهِ التَّهَاوِيلُ الدُّرُّ وَالْيَاقُوتُ. (رواه أحمد: ٤١٦٤)
Telah menceritakan kepada kami Hasan bin Musa telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari 'Ashim bin Bahdalah dari Zirr bin Hubaisy dari Ibnu Mas'ud mengenai ayat ini: "Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha" (QS. An-Najmi: 13-14). Ibnu Mas'ud berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku melihat Jibril ﷺ memiliki enam ratus sayap yang bertaburan dari bulunya berwarna warni Mutiara dan Yaqut." (HR. Ahmad: 4164 - isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)
Hanya saja imam Ahmad meriwayatkan hadits dha'if tentang masalah ini, dengan sisipan kalimat, " ... setiap sayap dapat menutupi antara langit dan bumi ...", beliau berkata:
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ
رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِبْرِيلَ فِي صُورَتِهِ وَلَهُ سِتُّ مِائَةِ جَنَاحٍ كُلُّ جَنَاحٍ مِنْهَا قَدْ سَدَّ الْأُفُقَ يَسْقُطُ مِنْ جَنَاحِهِ مِنْ التَّهَاوِيلِ وَالدُّرِّ وَالْيَاقُوتِ مَا اللَّهُ بِهِ عَلِيمٌ. (رواه أحمد: ٣٥٦١)
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepada kami Syarik dari 'Ashim dari Abu Wa`il dari Abdullah ia berkata; Rasulullah ﷺ melihat Jibril dalam bentuk aslinya, ia memiliki enam ratus sayap, setiap sayap dapat menutupi antara langit dan bumi, dari sayapnya berjatuhan aneka warna warni, Mutiara dan Yaqut. Allah Maha Mengetahui itu semua. (HR. Ahmad: 3561 - isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)
Demikianlah penjelasan tentang apakah Allah dan Malaikat dapat dilihat di dunia?, telah dijelaskan oleh istri beliau yaitu 'Aisyah bahwa hal tersebut tidak mungkin dengan dalil-dalilnya. Hanya saja beliau menerima wahyu dengan perantaraan Jibril dan dibalik tabir. Dan Rasulullah ﷺ pernah melihat Jibril dalam bentuk aslinya dua kali, pertama ketika menerima wahyu dan kedua di Sidratul Muntaha waktu peristiwa Isra' dan Mi'raj. Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏