“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


ORANG BERPUASA ALLAH SEGERAKAN KEBAIKAN PADANYA JIKA MENINGGALKANNYA TIDAK DAPAT DIGANTI WALAUPUN DIGANTI SATU TAHUN BERPUASA
Oleh : Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanir rahiem,

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Imam at Tirmidzi meriwayatkan tentang maksud firman Allah,

وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَآ اٰتَوْا وَّقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ اَنَّهُمْ اِلٰى رَبِّهِمْ رٰجِعُوْنَ ۙ. (قرآن سورة الؤمنون/٢٣: ٦٠)

dan orang-orang yang melakukan (kebaikan) yang telah mereka kerjakan dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya. (QS. Al-Mu'minūn/23: 60)

Beliau berkata:

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ وَهْبٍ الْهَمْدَانِيِّ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ هَذِهِ الْآيَةِ
{ وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ }
قَالَتْ عَائِشَةُ أَهُمْ الَّذِينَ يَشْرَبُونَ الْخَمْرَ وَيَسْرِقُونَ قَالَ لَا يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ وَلَكِنَّهُمْ الَّذِينَ يَصُومُونَ وَيُصَلُّونَ وَيَتَصَدَّقُونَ وَهُمْ يَخَافُونَ أَنْ لَا يُقْبَلَ مِنْهُمْ أُولَئِكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ
قَالَ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ هَذَا. (رواه الترمذي: ٣٠٩٩)

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Malik bin Mighwal dari Abdurrahman bin Sa'id bin Wahab Al Hamdani bahwa Aisyah, istri Nabi ﷺ, berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang ayat ini, "Dan orang-orang yang memberikan apa yang Rabb mereka berikan, dengan hati yang takut, " (Al-Mu’minun: 60) Aisyah bertanya: Apa mereka orang-orang yang meminum khamar dan mencuri? Beliau menjawab: Bukan, wahai putri Ash Shiddiq, tapi mereka adalah orang-orang yang puasa, shalat dan bersedekah, mereka takut kalau amalan mereka tidak diterima. Mereka itulah orang yang bersegera dalam kebaikan." Abu Isa berkata, Hadits ini juga diriwayatkan dari Abdurrahman bin Sa'id dari Abu Hazim dari Abu Hurairah dan Nabi ﷺ seperti ini. (HR. At Tirmidzi: 3099 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabaiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H dan Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Hadits 'aziz sempurna, karena tiap tabaqat diriwayatkan dua orang periwayat dari tingkat shahabat sampai akhir sanad)

Diceritakan oleh imam Ahmad, bahwa kelak diakhirat semua amalan dan Islam akan datang dan Allah akan berkata pada semuanya ada kebaikan. Beliau berkata:

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ رَاشِدٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ إِذْ ذَاكَ وَنَحْنُ بِالْمَدِينَةِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَجِيءُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَتَجِيءُ الصَّلَاةُ فَتَقُولُ يَا رَبِّ أَنَا الصَّلَاةُ فَيَقُولُ إِنَّكِ عَلَى خَيْرٍ فَتَجِيءُ الصَّدَقَةُ فَتَقُولُ يَا رَبِّ أَنَا الصَّدَقَةُ فَيَقُولُ إِنَّكِ عَلَى خَيْرٍ ثُمَّ يَجِيءُ الصِّيَامُ فَيَقُولُ أَيْ يَا رَبِّ أَنَا الصِّيَامُ فَيَقُولُ إِنَّكَ عَلَى خَيْرٍ ثُمَّ تَجِيءُ الْأَعْمَالُ عَلَى ذَلِكَ فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِنَّكَ عَلَى خَيْرٍ ثُمَّ يَجِيءُ الْإِسْلَامُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَنْتَ السَّلَامُ وَأَنَا الْإِسْلَامُ فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِنَّكَ عَلَى خَيْرٍ بِكَ الْيَوْمَ آخُذُ وَبِكَ أُعْطِي فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي كِتَابِهِ
{ وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنْ الْخَاسِرِينَ }
قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ عَبَّادُ بْنُ رَاشِدٍ ثِقَةٌ وَلَكِنَّ الْحَسَنَ لَمْ يَسْمَعْ مِنْ أَبِي هُرَيْرَةَ. (رواه أحمد: ٨٣٨٧)

Telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id pelayan Bani Hasyim berkata; telah menceritakan kepada kami 'Abbad bin Rasyid berkata; telah menceritakan kepada kami Al Hasan berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Akan datang seluruh amalan pada hari kiamat, maka datanglah shalat dan berkata; 'Wahai Rabb, aku adalah shalat, ' maka Allah berfirman: 'Sesungguhnya engkau dalam kebaikan, ' lalu datang sedekah (zakat) dan berkata; 'Wahai Rabb, aku adalah sedekah (zakat), ' maka Allah berfirman: 'Sesungguhnya engkau dalam kebaikan, ' kemudian puasa datang dan berkata; 'Wahai Rabb, aku adalah puasa, ' maka Allah berfirman: 'Sesungguhnya engkau dalam kebaikan, ' kemudian setelah itu datanglah amalan-amalan yang lain, lalu Allah berfirman: 'Sesungguhnya kamu dalam kebaikan.' Kemudian Islam datang dan berkata; 'Wahai Rabb, Engkau adalah As Salam (Maha penyelamat) dan aku adalah Islam, ' lalu Allah berfirman: 'Sesungguhnya engkau dalam kebaikan, karenamu Aku mengambil dan karenamu Aku memberi, ' lalu Allah berfirman dalam kitab-Nya, "Dan barangsiapa mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima darinya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi." Abu Abdurrahman 'Abbad bin Rasyid adalah seorang yang tsiqoh (dapat dipercaya), hanya saja Al Hasan tidak mendengar dari Abu Hurairah. (HR. Ahmad: 8387 - isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari  Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Catatan: hadits riwayat Ahmad: 8387, rawi yang menerima langsung dari Abu Hurairah terputus. Kemudian 'Abbad bin Rasid, ia tabi'in kalangan tua dan hidup di Bashrah. Penilaian ulama: Abu Daud menilainya dha'if, an Nas'i menilainya laisa biqawi. Ibnu Qaththan menilainya matruk. Sementara, Ibnu Hajar menilainya shaduq, namun terdapat keragu-raguan. As Saji menilainya shaduq. Ahmad bin Hanbal, Al 'Ajli dan al Bazzar menilainya tsiqah. Sedangkan Yahya bin Ma'in menilainya shalih. Selebihnya periwayat maqbul.

Selanjutnya tidak akan diterima puasa seseorang yang berbuka di siang hari walau ia menggantinya selama setahun. Sebagaimana hadits riwayat Ahmad, beliau berkata:

حَدَّثَنَا بَهْزٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ عُمَارَةَ بْنَ عُمَيْرٍ عَنْ أَبِي الْمُطَوِّسِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ رُخْصَةٍ رَخَّصَهَا اللَّهُ لَهُ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ الدَّهْرَ كُلَّهُ. (رواه أحمد: ٨٦٥٣)

Telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah mengabarkan kepadaku Habib bin Abu Tsabit berkata; aku mendengar Umarah bin 'Umair dari Abu Al Muthawwis dari bapaknya dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang berbuka satu hari (di siang) Ramadan bukan karena rukhshah yang Allah berikan kepadanya, maka tidak akan diterima puasanya meskipun Ia menggantinya selama satu tahun." (HR. Ahmad: 8653 - isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari  Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 8653 terdapat periwayat bernama Al Mutjawwis (dari Abu Hurairah) ia tabi'in kalangan biasa menurut Ibnu Hajar ia adalah majhul.

Demikian juga hadits riwayat Abu Daud: 2045, at Tirmidzi: 655, Ibnu Majah: 1662, Ahmad: 9329, 9528, 9700, 9701, ad Darimi: 1652 dan 1653 - semuanya dha'if. Karena setiap sanadnya terdapat periwayat yang sama, yaitu al Muthawwis. Konsekwensinya, karena banyak jalur periwayatan hadits-hadits tersebut dapat diterima. Dengan demikian kualitasnya naik menjadi hasan lighairi.

Padahal, bagi orang yang berpuasa doa-doanya akan diijabah oleh Allah tanpa penghalang, sebagaimana hadits riwayat imam Ahmad, beliau berkata:

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سَعْدَانُ الْجُهَنِيُّ عَنْ أَبِي مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِي مُدِلَّةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةٌ لَا يُرَدُّ دُعَاؤُهُمْ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الْغَمَامِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ بِعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ. (رواه أحمد: ٩٣٦٦)

Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Sa'dan Al Juhanni dari Abu Mujahid dari Abu Mudillah dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak; pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sehingga ia berbuka dan doa orang yang terzalimi, pada hari kiamat Allah akan mengangkatnya di awan, dan dibukakan baginya pintu langit dan Rabb 'Azza wa Jalla berfirman: 'Demi kemuliaan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meskipun selang beberapa waktu." (HR. Ahmad: 9366 - shahih, namun isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Wallaahu a'lam.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]