“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]

KALIAN DIBERI REZEKI DAN DITOLONG OLEH ORANG LEMAH

Imam Ahmad berkata, 
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَاشِدٍ عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ الرَّجُلُ يَكُونُ حَامِيَةَ الْقَوْمِ أَيَكُونُ سَهْمُهُ وَسَهْمُ غَيْرِهِ سَوَاءً قَالَ ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا ابْنَ أُمِّ سَعْدٍ وَهَلْ تُرْزَقُونَ وَتُنْصَرُونَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ. (رواه أحمد: ١٤١١) 

Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rasyid dari Makhul dari Sa'd bin Malik berkata; Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, seorang laki-laki yang menjadi pelindung bagi suatu kaum, apakah bagiannya sama dengan bagian yang lainnya?" Nabi menjawab, "Celaka kamu ini wahai Ibnu Ummi Sa'd, tidaklah kalian diberi rezeki dan dimenangkan kecuali karena adanya orang-orang lemah dari kalian." (HR. Ahmad: 1411 - hasan lighairihi, namun sanadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Sa'ad bin Abi Waqash Malik bin Uhaib bin 'Abdu Manaf bin Zuhrah, ia shahabat kuniyahnya Abu Ishaq negeri hidup Kufah dan wafat tahun 55 H) 

Catatan: hadits riwayat Ahmad: 1411 sanadnya terputus pada tingkat tab'in yaitu periwayat yang menerima langsung dari Sa'ad bin Abi Waqash. Selebihnya maqbul. 

Sementara itu imam Abu Daud meriwayatkan dengan redaksi berbeda, 

حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ الْفَضْلِ الْحَرَّانِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ حَدَّثَنَا ابْنُ جَابِرٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْطَاةَ الْفَزَارِيِّ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ الْحَضْرَمِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا الدَّرْدَاءِ يَقُولُ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ابْغُونِي الضُّعَفَاءَ فَإِنَّمَا تُرْزَقُونَ وَتُنْصَرُونَ بِضُعَفَائِكُمْ
قَالَ أَبُو دَاوُد زَيْدُ بْنُ أَرْطَاةَ أَخُو عَدِيِّ بْنِ أَرْطَاةَ. (رواه أبوداود: ٢٢٢٧) 

Telah menceritakan kepada kami Muammal bin Al Fadhl Al Harrani, telah menceritakan kepada kami Al Walid, telah menceritakan kepada kami Ibnu Jabir, dari Zaid bin Artha`ah Al Fazari, dari Jubair bin Nufair Al Hadhrami, bahwa ia mendengar Abu Ad Darda` berkata; saya mendengar Rasulullah ﷺ berkata, "Carikan orang-orang lemah untukku, sesungguhnya kalian diberi rezeki dan diberi kemenangan karena orang-orang lemah kalian." Abu Daud berkata; Zaid bin Artha`ah adalah saudara 'Adi bin Artha`ah. (HR. Abu Daud: 2227 - shahih dari Uwaimir bin Malik bin Qais bin Umayyah bin 'Amir, ia shahabat kuniyahnya Abu Darda' negeri hidup Syam dan wafat tahun 32 H)

Demikian juga hadits riwayat imam at Tirmidzi: 1634, Ahmad: 20738 dan an Nasa'i: 3128 - shahih dari Uwaimir bin Malik bin Qais bin Umayyah bin 'Amir, ia shahabat kuniyahnya Abu Darda' negeri hidup Syam dan wafat tahun 32 H. Imam at Tirmidzi dan Ahmad dengan kalimat "adh dhu'afa'ikum" sementara imam an Nasa'i dengan kalimat "adh Dha'iif". Namun maknanya sama. Dengan kata lain, Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku berharap kalian memperhatikan orang-orang lemah diantara kalian, karena kalian diberi rezeki dan kemenangan disebabkan oleh orang-orang lemah kalian."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]