KALIAN DIBERI REZEKI DAN DITOLONG OLEH ORANG LEMAH
Imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَاشِدٍ عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ سَعْدِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ الرَّجُلُ يَكُونُ حَامِيَةَ الْقَوْمِ أَيَكُونُ سَهْمُهُ وَسَهْمُ غَيْرِهِ سَوَاءً قَالَ ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا ابْنَ أُمِّ سَعْدٍ وَهَلْ تُرْزَقُونَ وَتُنْصَرُونَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ. (رواه أحمد: ١٤١١)
Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rasyid dari Makhul dari Sa'd bin Malik berkata; Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, seorang laki-laki yang menjadi pelindung bagi suatu kaum, apakah bagiannya sama dengan bagian yang lainnya?" Nabi menjawab, "Celaka kamu ini wahai Ibnu Ummi Sa'd, tidaklah kalian diberi rezeki dan dimenangkan kecuali karena adanya orang-orang lemah dari kalian." (HR. Ahmad: 1411 - hasan lighairihi, namun sanadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Sa'ad bin Abi Waqash Malik bin Uhaib bin 'Abdu Manaf bin Zuhrah, ia shahabat kuniyahnya Abu Ishaq negeri hidup Kufah dan wafat tahun 55 H)
Catatan: hadits riwayat Ahmad: 1411 sanadnya terputus pada tingkat tab'in yaitu periwayat yang menerima langsung dari Sa'ad bin Abi Waqash. Selebihnya maqbul.
Sementara itu imam Abu Daud meriwayatkan dengan redaksi berbeda,
حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ الْفَضْلِ الْحَرَّانِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ حَدَّثَنَا ابْنُ جَابِرٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْطَاةَ الْفَزَارِيِّ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ الْحَضْرَمِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا الدَّرْدَاءِ يَقُولُ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ابْغُونِي الضُّعَفَاءَ فَإِنَّمَا تُرْزَقُونَ وَتُنْصَرُونَ بِضُعَفَائِكُمْ
قَالَ أَبُو دَاوُد زَيْدُ بْنُ أَرْطَاةَ أَخُو عَدِيِّ بْنِ أَرْطَاةَ. (رواه أبوداود: ٢٢٢٧)
Telah menceritakan kepada kami Muammal bin Al Fadhl Al Harrani, telah menceritakan kepada kami Al Walid, telah menceritakan kepada kami Ibnu Jabir, dari Zaid bin Artha`ah Al Fazari, dari Jubair bin Nufair Al Hadhrami, bahwa ia mendengar Abu Ad Darda` berkata; saya mendengar Rasulullah ﷺ berkata, "Carikan orang-orang lemah untukku, sesungguhnya kalian diberi rezeki dan diberi kemenangan karena orang-orang lemah kalian." Abu Daud berkata; Zaid bin Artha`ah adalah saudara 'Adi bin Artha`ah. (HR. Abu Daud: 2227 - shahih dari Uwaimir bin Malik bin Qais bin Umayyah bin 'Amir, ia shahabat kuniyahnya Abu Darda' negeri hidup Syam dan wafat tahun 32 H)
Demikian juga hadits riwayat imam at Tirmidzi: 1634, Ahmad: 20738 dan an Nasa'i: 3128 - shahih dari Uwaimir bin Malik bin Qais bin Umayyah bin 'Amir, ia shahabat kuniyahnya Abu Darda' negeri hidup Syam dan wafat tahun 32 H. Imam at Tirmidzi dan Ahmad dengan kalimat "adh dhu'afa'ikum" sementara imam an Nasa'i dengan kalimat "adh Dha'iif". Namun maknanya sama. Dengan kata lain, Rasulullah ﷺ bersabda, "Aku berharap kalian memperhatikan orang-orang lemah diantara kalian, karena kalian diberi rezeki dan kemenangan disebabkan oleh orang-orang lemah kalian."



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏