MENJENGUK ORANG SAKIT DAN MENGUNJUNGI SAUDARA SESAMA MUSLIM SERTA KEUTAMAANNYA
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
IMAM at Tirmidzi berkata,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ وَالْحُسَيْنُ بْنُ أَبِي كَبْشَةَ الْبَصْرِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ السَّدُوسِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو سِنَانٍ الْقَسْمَلِيُّ هُوَ الشَّامِيُّ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سَوْدَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ عَادَ مَرِيضًا أَوْ زَارَ أَخًا لَهُ فِي اللَّهِ نَادَاهُ مُنَادٍ أَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْزِلًا.
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَأَبُو سِنَانٍ اسْمُهُ عِيسَى بْنُ سِنَانٍ وَقَدْ رَوَى حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا مِنْ هَذَا. (رواه الترمذي: ١٩٣١)
Telah menceritakan kepada kami Muhammd bin Basysyar dan Al Husain bin Abu Kasybah Al Bashari keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Ya'qub As Sadusi Telah menceritakan kepada kami Abu Sinan Al Qasmali Asy Syami dari Utsman bin Abu Saudah dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya semata-mata karena Allah, maka seorang penyeru akan menyeru: Engkau telah berbuat baik dan berjalanmu pun baik serta engkau telah memesan sebuah tempat di surga."
Berkata Abu Isa: Ini merupakan hadits hasan gharib dan Abu Sinan bernama Isa bin Sinan. Hammad bin Salamah telah meriwayatkan dari Tsabit dari Abi Rafi' dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ sebagian dari hadits ini. (HR. At Tirmidzi: 1931 - hasan dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Imam Abu Daud meriwayatkan,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَوْفٍ الطَّائِيُّ حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ رَوْحِ بْنِ خُلَيْدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ دَلْهَمٍ الْوَاسِطِيُّ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ وَعَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مُحْتَسِبًا بُوعِدَ مِنْ جَهَنَّمَ مَسِيرَةَ سَبْعِينَ خَرِيفًا
قُلْتُ يَا أَبَا حَمْزَةَ وَمَا الْخَرِيفُ قَالَ الْعَامُ قَالَ أَبُو دَاوُد وَالَّذِي تَفَرَّدَ بِهِ الْبَصْرِيُّونَ مِنْهُ الْعِيَادَةُ وَهُوَ مُتَوَضِّئٌ. (رواه أيوداود: ٢٦٩٣)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Auf Ath Thai, telah menceritakan kepada kami Ar Rabi' bin Rauh bin Khulaid, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Khalid, telah menceritakan kepada kami Al Fadhl bin Dalham Al Wasithi, dari Tsabit Al Bunani dari Anas bin Malik ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang berwudhuk kemudian memperbaiki wudhuknya dan menjenguk saudaranya yang muslim dengan mengharapkan pahala maka ia akan dijauhkan dari jahanam sejauh perjalanan tujuh puluh kharif." Aku katakan; wahai Abu Hamzah, apakah kharif itu? Ia berkata; tahun. Abu Daud berkata; yang hanya diriwayatkan oleh orang-orang Bashrah adalah kata; menjenguk dalam keadaan berwudhuk. (HR. Abu Daud: 2693 - dha'if dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Abu Daud: 2693 terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) oleh ulama hadits. Ia adalah al Fadhal bin Dalham, ia tabi'ul atba' kalangan pertengahan dan negeri hidup Bashrah. Penilaian ulama: Abu Daud menilainya laisa bi qawi, Abu Hatim menilainya shalihul hadits. Sedangkan al Azdi menilainya dha'if jiddan. Sementara Ibnu Hajar menilainya layyin dan tertuduh seorang muktazilah.
Dalam riwayat yang shahih imam Abu Daud berkata,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نَافِعٍ عَنْ عَلِيٍّ قَالَ
مَا مِنْ رَجُلٍ يَعُودُ مَرِيضًا مُمْسِيًا إِلَّا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُصْبِحَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ وَمَنْ أَتَاهُ مُصْبِحًا خَرَجَ مَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَسْتَغْفِرُونَ لَهُ حَتَّى يُمْسِيَ وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ.
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ عَلِيٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ لَمْ يَذْكُرْ الْخَرِيفَ.
قَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ مَنْصُورٌ عَنْ الْحَكَمِ كَمَا رَوَاهُ شُعْبَةُ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نَافِعٍ قَالَ وَكَانَ نَافِعٌ غُلَامُ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ جَاءَ أَبُو مُوسَى إِلَى الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ يَعُودُهُ قَالَ أَبُو دَاوُد وَسَاقَ مَعْنَى حَدِيثِ شُعْبَةَ قَالَ أَبُو دَاوُد أُسْنِدَ هَذَا عَنْ عَلِيٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ صَحِيحٍ. (رواه أبوداود: ٢٦٩٤)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir, telah mengabarkan kepada kami Syu'bah dari Al Hakam dari Abdullah bin Nafi' dari Ali, ia berkata; tidaklah seorang laki-laki menjenguk orang yang sakit pada sore hari melainkan akan keluar tujuh puluh ribu Malaikat yang memintakan ampunan untuknya hingga pagi hari, dan baginya kebun di surga. Dan barangsiapa yang mendatanginya pada pagi hari, maka keluarga bersamanya tujuh puluh ribu Malaikat yang memohonkan ampunan baginya hingga sore hari, dan baginya kebun di surga.
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Al A'masy, dari Al Hakam dari Abdurrahman bin Abu Laila, dari Ali dari Nabi ﷺ dengan maknanya, ia tidak menyebutkan kebun.
Abu Daud berkata; hadits tersebut diriwayatkan oleh Manshur dari Al Hakam, sebagaimana diriwayatkan oleh Syu'bah.
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Manshur dari Al Hakam dari Abu Ja'far Abdullah bin Nafi', ia berkata; dan Nafi' adalah budak Al Hasan bin Ali. Ia berkata; Abu Musa telah datang kepada Al Hasan bin Ali untuk mengunjunginya.
Abu Daud berkata; dan ia menyebutkan makna hadits Syu'bah. Abu Daud berkata; hadits ini disandarkan dari Ali dari Nabi ﷺ tidak hanya dari sisi yang benar. (HR. Abu Daud: 2694 - shahih dari 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdul Mutjallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H. Hadits masyhur)
Demikian juga imam Abu Daud meriwayarkan bahwa,
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ عَلِيٍّ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَتَى أَخَاهُ الْمُسْلِمَ عَائِدًا مَشَى فِي خَرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ. (رواه أبوداود: ١٤٣٢)
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Al Hakam dari 'Abdurrahman bin Abu Laila dari Ali ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa mengunjungi saudaranya sesama muslim maka seakan ia berjalan di bawah pepohonan surga hingga ia duduk, jika telah duduk maka rahmat akan melingkupinya. Jika mengunjunginya di waktu pagi, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan jika ia mengunjunginya di waktu sore, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya hingga pagi hari." (HR. Abu Daud: 1432 - shahih dari Ali bin Abi Thalib bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H. Hadits ahlul Kufah)
Imam Ahmad menceritakan,
حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنِ الْحَكَمِ بْنِ عُتَيْبَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ
جَاءَ أَبُو مُوسَى إِلَى الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ يَعُودُهُ فَقَالَ لَهُ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَعَائِدًا جِئْتَ أَمْ شَامِتًا قَالَ لَا بَلْ عَائِدًا قَالَ فَقَالَ لَهُ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ إِنْ كُنْتَ جِئْتَ عَائِدًا فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِي خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ. (رواه أحمد: ٥٧٨)
Telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah Telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Al Hakam bin 'Utaibah dari Abdurrahman bin Abu Laila dia berkata; Abu Musa datang kepada Al Hasan bin Ali dalam rangka menjenguknya, kemudian Ali bertanya kepadanya, "Apakah kamu datang dalam rangka menjenguk atau dalam rangka bahagia?" Dia menjawab, "Tidak, akan tetapi dalam rangka menjenguk", dia berkata; kemudian Ali berkata kepadanya; jika kamu datang dalam rangka menjenguk, maka sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila seseorang menjenguk saudaranya sesama muslim, maka dia berjalan di tepi surga sampai dia duduk, apabila telah duduk maka dia diliputi oleh rahmat, apabila di waktu pagi hari, maka tujuh puluh ribu Malaikat memberikan shalawat kepadanya hingga tiba waktu sore, dan jika di waktu sore maka tujuh puluh ribu Malaikat memberikan shalawat kepadanya sampai tiba waktu pagi." (HR. Ahmad: 578 - shahih mauquf menurut Syu'aib al Arna'uth dari Ali bin Abi Thalib bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H. Hadits ahlul Kufah)
Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 4659 dengan redaksi berbeda namun mempunyai makna sama, beliau berkata:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ. (رواه مسلم: ٤٦٥٩)
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Habib Al Haritsi; Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai'; Telah menceritakan kepada kami Khalid dari Abu Qilabah dari Abu Asma' Ar Rahabi dari Tsauban dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Seorang muslim bila dia menjeguk saudaranya, maka dia senantiasa berada dalam sebuah taman surga sampai dia pulang kembali." (HR. Muslim: 4659 - shahih dari Tsauban bin Bajdad, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Syam dan wafat tahun 54 H)
Demikian juga hadits riwayat Muslim: 4658 dan 4660 ('aziz) - shahih dari Tsauban bin Bajdad, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Syam dan wafat tahun 54 H.
Sementara itu imam at Tirmidzi meriwayatkan dengan redaksi berbeda, beliau berkata:
حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ
وَفِي الْبَاب عَنْ عَلِيٍّ وَأَبِي مُوسَى وَالْبَرَاءِ وَأَبِي هُرَيْرَةَ وَأَنَسٍ وَجَابِرٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ثَوْبَانَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَرَوَى أَبُو غِفَارٍ وَعَاصِمٌ الْأَحْوَلُ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ ثَوْبَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ و سَمِعْت مُحَمَّدًا يَقُولُ مَنْ رَوَى هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ فَهُوَ أَصَحُّ قَالَ مُحَمَّدٌ وَأَحَادِيثُ أَبِي قِلَابَةَ إِنَّمَا هِيَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ إِلَّا هَذَا الْحَدِيثَ فَهُوَ عِنْدِي عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَزِيرٍ الْوَاسِطِيُّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ ثَوْبَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ وَزَادَ فِيهِ قِيلَ مَا خُرْفَةُ الْجَنَّةِ قَالَ جَنَاهَا حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ الضَّبِّيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ ثَوْبَانَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ حَدِيثِ خَالِدٍ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَرَوَاهُ بَعْضُهُمْ عَنْ حَمَّادِ بْنِ زَيْدٍ وَلَمْ يَرْفَعْهُ. (رواه الترمذي: ٨٩٠)
Telah menceritakan kepada kami Humaid bin Mas'adah, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah menceritakan kepada kami Khalid Al Hadza` dari Abu Qilabah dari Abu Asma` Ar Rahabi dari Tsauban dari Nabi ﷺ bersabda, "Seorang muslimm jika menjenguk saudaranya yang sakit, maka dia akan senantiasa memetik buah buahan surga." Hadits semakna diriwayatkan dari Ali, Abu Musa, Al Barra', Abu Hurairah, Anas dan Jabir. Abu 'Isa berkata, "Hadits Tsauban merupakan hadits hasan shohih. Abu Ghifar dan Ashim Al Ahwal meriwayatkan hadits ini dari Abu Qilabah dari Abu Al Asy'ats dari Abu Asma` dari Tsauban dari Nabi ﷺ seperti hadits di atas. Saya telah mendengar Muhammad berkata; yang meriwayatkan hadits ini dari Abu Al Asy'ats dari Abu Asma`, hal itu lebih shohih. Muhammad berkata; 'Hadits-hadits Abu Qilabah diriwayatkan dari Abu Asma` kecuali hadits ini. Menurutku diriwayatkan dari Abu Al Asy'ats dari Abu Asma`. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Wazir Al Wasithi, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun dari 'Ashim Al Ahwal dari Abu Qilabah dari Abu Al Asy'ats dari Abu Asma` dari Tsauban dari Nabi ﷺ seperti hadits atas. Dan di dalamnya ditambah "Apa itu Khurfatul jannah? Yaitu memetik hasil (buah) nya.' Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin 'Abdah Al Dlabi telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Abu Qilabah dari Abu Asma` dari Tsauban dari Nabi ﷺ seperti hadits Khalid, namun di dalamnya tidak disebutkan dari Abu Al Asy'ats'." Abu 'Isa berkata, "Sebagian lagi meriwayatkan dari Hammad bin Zaid namun tidak memarfu'kannya." (HR. At Tirmidzi: 890 - shahih dari Tsauban bin Bajdad, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Syam dan wafat tahun 54 H. Hadits 'aziz)
Imam Ahmad secara berturut-turut meriwayatkan,
حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ أَخْبَرَنَا عَاصِمٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ الرَّحَبِيِّ عَنْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ عَادَ مَرِيضًا لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ قِيلَ وَمَا خُرْفَةُ الْجَنَّةِ قَالَ جَنَاهَا. (رواه أحمد: ٢١٣٥٥)
Telah menceritakan kepada kami Yazid berkata; Telah mengabarkan kepada kami 'Ashim dari 'Abdullah bin Zaid dari Abu Al Asy'ats Ash Shon'ani dari Abu Asma` Ar Rahabi dari Tsauban, pelayan Rasulullah ﷺ dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, "Barangsiapa menjenguk orang sakit, ia senantiasa berada dalam dinding surga." Dikatakan pada beliau; Apa itu khurfah? Beliau menjawab, "Buah-buahannya." (HR. Ahmad: 21355 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Tsauban bin Bajdad, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Syam dan wafat tahun 54 H)
Demikian hadits semakna diriwayatkan oleh imam Ahmad: 21339, 21373, 21387, 21408, 21410, 21414 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Tsauban bin Bajdad, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Syam dan wafat tahun 54 H. Kecuali hadits riwayat Ahmad: 21373, shahih, namun isnadnya dha'if. Karena imam Ahmad menerima dari periwayat yang dinilai jarah (buruk) oleh ulama hadits, yaitu: 'Ali bin 'Ashim bin Shuhaib, ia tabi'ut tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Haity dan wafat tahun 201 H. Penilaian ulama: al Bukhari menilainya laisa bi qawi, adz Dzahabi berkata, "mereka mendha'ifkannya". Ibnu Hajar menilainya shuduq, terdapat kesalahan. Sementara itu, al 'Ajli menilainya tsiqah.
Demikianlah keutamaan mengunjung saudara sesama muslim dan apa lagi ia sedang sakit. Mereka membituhkan perhatian dan uluran tangan dan unjuk perasaan agar menjadi tenang dan nyaman dalam persausaraan. Hakikinya terikat dalam kasih dan sayang karena Allah.
Keutamaan keduanya, meliputi balasan kenanayaman yang Allah sediakan di dalam surga. Kelezatan yang memunculkan kebahagiaan, melebih daripada yang dirasakan oleh sauadara kita waktu di dunia.
Wallaahu a'lam bish shawaab,
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏