“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


AYAT-AYAT SAJADAH HUBUNGANNYA DENGAN SUJUD TILAWAH

Oleh: Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanir rahiem,

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Al Qur'an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, melalui Malaikat Jibril dikumpulkan dalam mushhaf dimulai dengan surat al Fatihah dan diakhiri dengan surat an Nas, beribadah membacanya.

Selanjutnya, dalam al Qur'an sangat banyak mengandung pelajaran dan hikmah. Sehingga patut digali dan dipelajari agar dapat diamalkan dengan bijak dan benar menurut Allah dan Rasul-Nya. Nah, tulisan kali ini penulis paparkan terkait dengan sujud tilawah ketika membaca atau mendengar ayat-ayat yang mengandung perintah sujud. Secara umum, terdapat 15 tempat dalam al Qur'an. Disisi lain sujud sajadah dibiasakan di Masjid tertentu, terkadang jamaah yang belum mengetahui hal tersebut terpaku. Sehingga mempengaruhi shalatnya. Oleh karena itu, perlu diketahui dan dipahami bagaimana hubungan ayat-ayat sajadah dengan sujud tilawah. Ini bertujuan agar tidak terjadi kesalapahaman dan toleransi terhadap apa yang telah dilakukan.

Berikut penulis paparkan riwayat-riwayat terkait dengan hal tersebut dalam uraian riwayat yang ditemukan dalam kitab hadits al Bukhari, Muslim, at Tirmidzi, an Nasa'i, Abu Daud, Ibnu Majah, Ahmad dan imam ad Darimi. Berbagai variasi dan konteks ditemukan. Diharapkan dengan memehami uraian berikut terbuka hati dan pikiran untuk menilai dan melakukannya dengan bijak dan benar.

Imam an Nasa'i berkata,

أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ النَّجْمَ فَسَجَدَ فِيهَا. (رواه النسائي: ٩٥٠)

Telah mengabarkan kepada kami Isma'il bin Mas'ud dia berkata; telah menceritakan kepada kami Khalid dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Ishaq dari Al Aswad dari Abdullah bahwa Rasulullah ﷺ pernah membaca surat An Najm, lantas beliau sujud. (HR. An Nasa'i: 950 - shahih shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)

Sementara itu imam al Bukhari menceritakan dalam riwayatnya bahwa,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ قَالَ سَمِعْتُ الْأَسْوَدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَرَأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّجْمَ بِمَكَّةَ فَسَجَدَ فِيهَا وَسَجَدَ مَنْ مَعَهُ غَيْرَ شَيْخٍ أَخَذَ كَفًّا مِنْ حَصًى أَوْ تُرَابٍ فَرَفَعَهُ إِلَى جَبْهَتِهِ وَقَالَ يَكْفِينِي هَذَا فَرَأَيْتُهُ بَعْدَ ذَلِكَ قُتِلَ كَافِرًا. (رواه البخاري: ١٠٠٥)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami Ghundar berkata, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Ishaq berkata; aku mendengar Al Aswad dari 'Abdullah radhiallahu'anhu berkata, "Nabi ﷺ membaca surah An-Najm ketika berada di Makkah. Maka beliau sujud tilawah begitu juga orang-orang yang bersama beliau. Kecuali ada seorang yang tua, dia hanya mengambil segenggam kerikil atau tanah lalu menempelkannya pada mukanya seraya berkata, "Bagiku cukup begini". Di kemudian hari aku melihat orang itu terbunuh dalam kekafiran". (HR. Al Bukhari: 1005 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)

Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 1008, 3564 dan 3676, Muslim: 902, Abu Daud: 1197, Ahmad: 3951, 4014 dan 4173 - shahih dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H. Selanjutnya dalam redaksi semakna, imam Ahmad berkata:

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا رَبَاحٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ الْمُطَّلِبِ بْنِ أَبِي وَدَاعَةَ السَّهْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَكَّةَ سُورَةَ النَّجْمِ فَسَجَدَ فِيهَا وَسَجَدَ مَنْ عِنْدَهُ فَرَفَعْتُ رَأْسِي وَأَبَيْتُ أَنْ أَسْجُدَ
وَلَمْ يَكُنْ أَسْلَمَ يَوْمَئِذٍ الْمُطَّلِبُ وَكَانَ بَعْدُ لَا يَسْمَعُ أَحَدًا قَرَأَهَا إِلَّا سَجَدَ. (رواه أحمد: ٢٥٩٨٥)

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Khalid berkata, telah menceritakan kepada kami Rabah dari Ma'mar dari Ibnu Thawus dari 'Ikrimah bin Khlaid dari Ja'far bin Al Mutthalib bin Abu Wada'ah As Sahmi dari ayahnya dia berkata, "Rasulullah ﷺ membaca surah An Najm di Makkah lantas beliau sujud, kemudian orang-orang yang bersama beliau juga ikut sujud, namun aku mengangkat kepalaku dan enggan untuk sujud. Dan Mutthalib pada saat itu belum masuk Islam, akan tetapi setelah itu, tidaklah salah seorang membacanya (surah An Najm) melainkan dia sujud." (HR. Ahmad: 25985 - shahih lighairihi, sanadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Al Muthallib bin Abi Wada'ah, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah dan negeri hidup Madinah)

Imam An Nasa'i meriwayatkan dalam redaksi berbeda bahwa,

أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ حَنْبَلٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا رَبَاحٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ الْمُطَّلِبِ بْنِ أَبِي وَدَاعَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَكَّةَ سُورَةَ النَّجْمِ فَسَجَدَ وَسَجَدَ مَنْ عِنْدَهُ فَرَفَعْتُ رَأْسِي وَأَبَيْتُ أَنْ أَسْجُدَ وَلَمْ يَكُنْ يَوْمَئِذٍ أَسْلَمَ الْمُطَّلِبُ. (رواه النسائي: ٩٤٩)

Telah mengabarkan kepada kami Abdul Malik Abdul Hamid bin Maimun bin Mihran dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Hambali dia berkata; Telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Khalid dia berkata; telah menceritakan kepada kami Rabah dari Ma'mar dari Ibnu Thawus dari Ikrimah bin Khalid dari Ja'far bin Al Muthallib bin Abu Wada'ah dari Bapaknya dia berkata, "Rasulullah ﷺ pernah membaca surah An-Najm di Makkah, dan beliau ﷺ sujud dengan diikuti oleh orang di sekitarnya. Namun aku mengangkat kepalaku dan enggan untuk sujud waktu itu Al Muthallib belum masuk Islam. (HR. An Nasa'i: 949 - hasanul isnad menurut al Albani dari Al Muthallib bin Abi Wada'ah, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah dan negeri hidup Madinah)

Penjelasan lain diriwayatkan oleh imam ad Darimi, beliau berkata:

أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ النَّجْمَ فَسَجَدَ فِيهَا وَلَمْ يَبْقَ أَحَدٌ إِلَّا سَجَدَ إِلَّا شَيْخٌ أَخَذَ كَفًّا مِنْ حَصًى فَرَفَعَهُ إِلَى جَبْهَتِهِ وَقَالَ يَكْفِينِي هَذَا. (رواه الدارمي: ١٤٢٩)

Telah mengabarkan kepada kami Abu Al Walid Ath Thayalisi telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Ishaq dari Al Aswad dari Abdullah bin Mas'ud, bahwa Rasulullah ﷺ saat membaca surah An Najm beliau sujud, dan tidak ada seorangpun melainkan ia ikut sujud kecuali seorang laki-laki tua, ia mengambil satu genggam pasir kemudian menempelkannya pada kening seraya berkata, 'Ini cukup bagiku'." (HR. Ad Darimi: 1429 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)

Pada QS. An Najmi, dianjurkan sujud jika sampai pada ayat yang terakhir yaitu ayat ke-62. Ayat dimaksud adalah sebagai berikut:

فَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ وَاعْبُدُوْا ۩. (قرآن سورة النجم/٥٣: ٦٢)

Bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).(QS. An-Najmi/53: 62)

Ayat ini memerintahkan manusia agar tunduk dan beribadah kepada Allah dengan ikhlas, karena Allah menurunkan Al-Qur'an kepada manusia melalui rasul-Nya, tugasnya memberi petunjuk dan membawa berita gembira. Hendaklah manusia menyambut Al-Qur'an itu dengan meninggalkan penyembahan terhadap berhala yang tidak membawa manfaat. Maka, demi keselamatanmu bersujudlah kepada Allah, patuhi ajaran-Nya, dan sembahlah Dia secara tulus, baik dengan ibadah yang diwajibkan maupun yang dianjurkan.

Allah mengingatkan, berdoalah dan beribadahlah kepada-Ku. Niscaya Aku kabulkan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ. (قرآن سورة غافر/٤٠: ٦٠)

Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghāfir/40: 60)

Kemudian, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَمِنْ اٰيٰتِهِ الَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُۗ  لَا تَسْجُدُوْا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَهُنَّ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ. (قرآن سورة فصلت/٤١: ٣٧)

Sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan. Bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya jika kamu hanya menyembah kepada-Nya. (QS. Fuṣṣilat/41: 37)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَمِنَ الَّيْلِ فَاسْجُدْ لَهٗ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيْلًا. (قرآن سورة الإنسان/٧٦: ٢٦)

Pada sebagian malam bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam yang panjang. (QS. Al-Insān/76: 26)

Disisi lain Rasululullah ﷺ tidak sujud ketika dibacakan surat an Najmi/53. Oleh sebab itu perlu penjelasan lebih lanjut. Berikut penulis paparkan.

Imam al Bukhari berkata,

حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قُسَيْطٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ
قَرَأْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّجْمِ فَلَمْ يَسْجُدْ فِيهَا. (رواه البخاري: ١٠١١)

Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dza'bi berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid bin 'Abdullah bin Qusaith dari 'Atha' bin Basar dari Zaid bin Tsabit radhiallahu'anhu berkata, "Aku pernah membaca surah An-Najm untuk Nabi ﷺ dan beliau tidak melakukan sujud tilawah padanya". (HR. Al Bukhari: 1011 - shahih dari Zaid bin Tsabit bin adh Dhahak, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 45 H)

Demikian juga hadits riwayat Muslim: 903, an Nasa'i: 951, Ahmad: 20609, 20636 (hadits 'aziz) dan ad Darimi: 1436 - shahih dari Zaid bin Tsabit bin adh Dhahak, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 45 H. Sementara itu imam Abu Daud meriwayatkan, beliau berkata:

حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قُسَيْطٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ
قَرَأْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّجْمَ فَلَمْ يَسْجُدْ فِيهَا
حَدَّثَنَا ابْنُ السَّرْحِ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو صَخْرٍ عَنْ ابْنِ قُسَيْطٍ عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ.

قَالَ أَبُو دَاوُد كَانَ زَيْدٌ الْإِمَامَ فَلَمْ يَسْجُدْ فِيهَا. (رواه ابوداود: ١١٩٦)

Telah menceritakan kepada kami Hannad bin As Sarri telah menceritakan kepada kami Waki' dari Abu Ad Dzi`b dari Yazid bin Abdullah bin Qusaith dari 'Atha` bin Yasar dari Zaid bin Tsabit dia berkata, "Aku pernah membaca surah An Najm di hadapan Rasulullah ﷺ, namun beliau tidak sujud." Telah menceritakan kepada kami Ibnu As Sarh telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah menceritakan kepada kami Abu Shakhar dari Ibnu Qusaith dari Kharijah bin Zaid bin Tsabit dari ayahnya dari Nabi ﷺ semakna dengan hadits di atas.

Abu Daud berkata, "Zaid adalah seorang Imam, namun dia tidak sujud ketika membaca surat tersebut." (HR. Abu Daud: 1196 - shahih dari Zaid bin Tsabit bin adh Dhahak, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 45 H dan Karijah bin Zaid bin Tsabit, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Zaid negeri hidup Madinah dan wafat tahun 100 H. Hadits 'aziz)

Selanjutnya imam at Tirmidzi juga meriwayatkan dalam redaksi semakna dengan penjelasan para ulama, beliau berkata:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قُسَيْطٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ
قَرَأْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّجْمَ فَلَمْ يَسْجُدْ فِيهَا.

قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَتَأَوَّلَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ هَذَا الْحَدِيثَ فَقَالَ إِنَّمَا تَرَكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السُّجُودَ لِأَنَّ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ حِينَ قَرَأَ فَلَمْ يَسْجُدْ لَمْ يَسْجُدْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالُوا السَّجْدَةُ وَاجِبَةٌ عَلَى مَنْ سَمِعَهَا فَلَمْ يُرَخِّصُوا فِي تَرْكِهَا وَقَالُوا إِنْ سَمِعَ الرَّجُلُ وَهُوَ عَلَى غَيْرِ وُضُوءٍ فَإِذَا تَوَضَّأَ سَجَدَ وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَأَهْلِ الْكُوفَةِ وَبِهِ يَقُولُ إِسْحَقُ و قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِنَّمَا السَّجْدَةُ عَلَى مَنْ أَرَادَ أَنْ يَسْجُدَ فِيهَا وَالْتَمَسَ فَضْلَهَا وَرَخَّصُوا فِي تَرْكِهَا إِنْ أَرَادَ ذَلِكَ وَاحْتَجُّوا بِالْحَدِيثِ الْمَرْفُوعِ حَدِيثِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ حَيْثُ قَالَ قَرَأْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّجْمَ فَلَمْ يَسْجُدْ فِيهَا فَقَالُوا لَوْ كَانَتْ السَّجْدَةُ وَاجِبَةً لَمْ يَتْرُكْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَيْدًا حَتَّى كَانَ يَسْجُدَ وَيَسْجُدَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاحْتَجُّوا بِحَدِيثِ عُمَرَ أَنَّهُ قَرَأَ سَجْدَةً عَلَى الْمِنْبَرِ فَنَزَلَ فَسَجَدَ ثُمَّ قَرَأَهَا فِي الْجُمُعَةِ الثَّانِيَةَ فَتَهَيَّأَ النَّاسُ لِلسُّجُودِ فَقَالَ إِنَّهَا لَمْ تُكْتَبْ عَلَيْنَا إِلَّا أَنْ نَشَاءَ فَلَمْ يَسْجُدْ وَلَمْ يَسْجُدُوا فَذَهَبَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِلَى هَذَا وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ. (رواه الترمذي: ٥٢٥)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Musa telah menceritakan kepada kami Waki' dari Ibnu Abu Dzi'b dari Yazid bin Abdullah bin Qusaith dari 'Atha' bin Yasar dari Zaid bin Tsabit dia berkata, saya membaca surah An najm di hadapan Rasulullah ﷺ, namun beliau tidak sujud (tilawah).

Abu 'Isa berkata, hadits Zaid bin Tsabit adalah hadits hasan shahih. sebagian ahlul ilmi memberikan penjelasan tentang hadits ini bahwa tidak sujudnya Nabi ﷺ dikarenakan Zaid bin Tsabit, selaku qari' tidak sujud, mereka juga berpendapat bahwa sujud tilawah hukumnya wajib bagi siapa saja yang mendengar tanpa memberikan rukhshah di dalamnya, bahkan mereka berkata, jika seseorang mendengarnya dalam keadaan tidak berwudhuk kemudian berwudhuk, maka wajib baginya bersujud, perkataan ini merupakan pendapat Sufyan Ats Tsauri dan Ahli Kufah serta Ishaq. Sebagian dari ahlul ilmi berpendapat sujud tilawah disyari'atkan bagi siapa yang ingin bersujud dan mengharapkan keutamaan serta boleh juga untuk tidak dikerjakan. Mereka berhujjah dengan hadits shahih yaitu hadits Zaid bin Tsabit yang berkata, saya membaca surah An najm di hadapan Rasulullah ﷺ, namun beliau tidak sujud (tilawah). Mereka juga berhujjah dengan hadits yang diriwayatkan oleh Umar, bahwasanya beliau membaca ayat As Sajdah di atas mimbar, lalu beliau turun dan langsung bersujud, kemudian membacanya lagi pada Jumat berikutnya tatkala orang-orang bersiap-siap untuk bersujud, beliau bersabda, "Sesungguhnya sujud tilawah tidak diwajibkan atas kita, hanya bagi siapa yang ingin melakukannya." Pada waktu itu beliau tidak sujud, demikian juga dengan orang-orang. Oleh karena itu sebagian ahlul ilmi berpegang pada pendapat ini, juga merupakan pendapatnya Syafi'i dan Ahmad. (HR. At Tirmidzi: 525 - shahih dari Zaid bin Tsabit bin adh Dhahak, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 45 H)

Demikian penjelasan tentang sujud tilawah ketika membaca surat yang mengandung tanda sujud (۩), namun dilain sisi terdapat kondisi bahwa sujud tiawah tidak dilakukan. Hal ini menunjukkan amalan yang sunnah dan tidak wajib bagi pembaca maupun bagi yang mendengarnya. Kecuali bagi yang menghendaki keutamaannya. Sebagaimana diketahui Ayat Sajadah yaitu ayat-ayat tertentu dalam Al Qur'an yang bila dibaca disunnahkan bagi yang membaca dan mendengarnya untuk melaksanakan sujud tilawah.

Ayat Sajdah (اٰية السجدة) adalah ayat-ayat tertentu dalam Al Qur'an yang bila dibaca disunnahkan bagi yang membaca dan mendengarnya untuk melakukan sujud tilawah. Terdapat 15 tempat dalam al Qur'an.

Empat imam madzhab sepakat bahwa ayat sajadah ada dalam 10 ayat  di antaranya: 

1. QS. Al A'raaf/7: 206
2. QS. Al Ra'du/13: 15
3. QS. An Nahal/16: 29
4. QS. Al Isra'/17: 107
5. QS. Maryam/19: 58
6. QS. Al Hajj/22: 18
7. QS. Al Furqan/25: 60
8. QS. An Namal/27: 25
9. QS. As Sajah/32: 15, dan
10. QS. Fushshilat/41: 37

Sementara itu Ibnu Ishaaq bin Rahawaih berpendapat, jumlah ayat sajadah adalah 15, yakni 10 di atas ditambah lima ayat lain. Empat ayat yang termasuk ayat sajadah namun diperselisihkan, tetapi ada dalil shahih yang menjelaskannya. Ayat tersebut di antaranya: 

1. QS. An Najmi/53: 62
2. QS. Al Insyiqaq/84: 21
3. QS. Al 'Alaq/96: 19, dan
4. QS. Shaad/38: 24

Sementara 1 ayat yang masih diperselisihan dan tidak ada hadits marfu' (hadis yang sampai pada Nabi SAW) yang menjelaskannya. Akan tetapi, banyak sahabat yang menganggap ayat ini sebagai ayat sajadah, yaitu QS. Al Hajj/22: 77.

Kemudian bacaan dalam sujud tilawah. Rasulullah biasa membaca dalam sujud tilawah sebagaimana hadits riwayat imam an Nasa'i, beliau berkata:

أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ عُثْمَانَ قَالَ أَنْبَأَنَا أَبُو حَيْوَةَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَأَنْتَ رَبِّي سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ. (رواه النسائي: ١١١٥)

Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin 'Utsman dia berkata; telah memberitakan kepada kami Abu Haiwah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'aib bin Abu Hamzah dari Muhammad bin Al Munkadir dari Jabir bin 'Abdullah dari Nabi ﷺ, beliau ﷺ dalam sujudnya mengucapkan doa: Ya Allah, kepada-Mu aku sujud, kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku pasrah. Engkau Rabb-ku, wajahku sujud kepada Dzat yang telah menciptakannya dan membentuknya, serta membuat bentuknya dengan sangat bagus, lalu la menciptakan pendengaran dan penglihatannya. Mahasuci Allah sebaik-baik pencipta." (HR. An Nasa'i: 1115 - shahih dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)

Ditempat lain, imam at Tirmidzi meriwayatkan,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ خُنَيْسٍ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ قَالَ قَالَ لِي ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي يَزِيدَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُنِي اللَّيْلَةَ وَأَنَا نَائِمٌ كَأَنِّي كُنْتُ أُصَلِّي خَلْفَ شَجَرَةٍ فَسَجَدْتُ فَسَجَدَتْ الشَّجَرَةُ لِسُجُودِي وَسَمِعْتُهَا وَهِيَ تَقُولُ اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ لِي جَدُّكَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَقَرَأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَجْدَةً ثُمَّ سَجَدَ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَسَمِعْتُهُ وَهُوَ يَقُولُ مِثْلَ مَا أَخْبَرَهُ الرَّجُلُ عَنْ قَوْلِ الشَّجَرَةِ.

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي سَعِيدٍ. (رواه الترمذي: ٣٣٤٦)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yazid bin Khunais telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Muhammad bin 'Ubaidullah bin Abu Yazid? ia berkata; telah berkata kepadaku Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku 'Ubaidullah bin Abu Yazid dari Ibnu Abbas? ia berkata; seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dan berkata; wahai? Rasulullah, aku bermimpi tadi malam ketika tidur seolah-olah aku sedang melakukan shalat di belakang sebuah pohon, kemudian aku bersujud dan pohon tersebut pun bersujud karena aku bersujud, dan aku mendengar ia berkata; "ya Allah tulislah bagiku dengan shalat tersebut pahala di sisi-Mu, dan gugurkan dosa dariku dengan shalat tersebut dan jadikan bagiku di sisi-Mu sebagai tabungan dan terimalah dariku, sebagaimana engkau menerimanya dari hamba-Mu Daud". Ibnu Juraij berkata; kakekku berkata kepadaku; Ibnu Abbas berkata; kemudian Nabi ﷺ membaca ayat sajadah kemudian beliau bersujud. Ibnu Abbas berkata; kemudian aku mendengar beliau mengucapkan seperti apa yang dikabarkan seorang laki-laki tersebut mengenai ucapan pohon tersebut.

Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari sisi ini. Dan di dalam bab ini ada yang diriwayatkan dari Abu Sa'id. (HR. At Tirmidzi: 3346 - hasan dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Demikian juga hadits riwayat at Tirmidzi: 528 - hasan dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H.

Lafazh yang semakna juga diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah, namun hanya sampai kalimat 'indaka dzukhran". Sebagaimana hadits riwayat imam Ibnu Majah, beliau berkata:

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ الْبَاهِلِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ بْنِ خُنَيْسٍ عَنْ الْحَسَنِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ قَالَ قَالَ لِي ابْنُ جُرَيْجٍ يَا حَسَنُ أَخْبَرَنِي جَدُّكَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي يَزِيدَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ الْبَارِحَةَ فِيمَا يَرَى النَّائِمُ كَأَنِّي أُصَلِّي إِلَى أَصْلِ شَجَرَةٍ فَقَرَأْتُ السَّجْدَةَ فَسَجَدْتُ فَسَجَدَتْ الشَّجَرَةُ لِسُجُودِي فَسَمِعْتُهَا تَقُولُ اللَّهُمَّ احْطُطْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا وَاكْتُبْ لِي بِهَا أَجْرًا وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ فِي سُجُودِهِ مِثْلَ الَّذِي أَخْبَرَهُ الرَّجُلُ عَنْ قَوْلِ الشَّجَرَةِ. (رواه إبن ماجه: ١٠٤٣)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Khallad Al Bahili berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yazid bin Khunais dari Al Hasan bin Muhammad bin Ubaidullah bin Abu Yazid ia berkata; Ibnu Juraij berkata kepadaku, "Wahai Hasan, kakekmu telah mengabarkan kepadaku dari Ibnu Abbas, bahwa ia pernah berkata, "Aku bersama Nabi ﷺ, tiba-tiba datang seorang laki-laki kepada beliau dan berkata, "Semalam aku bermimpi seakan-akan aku shalat di bawah pohon, aku membaca ayat sajadah lalu bersujud. Tiba-tiba pohon itu ikut sujud karena sujudku. Dan aku mendengar pohon itu mengatakan, "Ya Allah, dengan sujud ini hapuskanlah dosaku, tulislah pahala untukku, serta jadikanlah itu di sisi-Mu sebagai simpanan. " Ibnu Abbas berkata, "Lalu aku melihat Rasulullah ﷺ membaca ayat sajadah lalu sujud, dan aku mendengar beliau berdoa dalam sujudnya seperti doa yang diucapkan oleh pohon, sebagaimana yang dikabarkan oleh laki-laki itu." (HR. Ibnu Majah: 1043 - hasan dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Demikian juga hadits riwayat an Nasa'i: 1116 - shahih dari Muhammad bin Maslamah bin Salamah, shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 43 H. Beliau berkata,

أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ عُثْمَانَ قَالَ أَنْبَأَنَا ابْنُ حِمْيَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ وَذَكَرَ آخَرَ قَبْلَهُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هُرْمُزَ الْأَعْرَجِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مَسْلَمَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يُصَلِّي تَطَوُّعًا قَالَ إِذَا سَجَدَ اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ. (رواه ألنسائي: ١١١٦)

Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin 'Utsman dia berkata; telah memberitakan kepada kami Ibnu Himyar dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'aib bin Abu Hamzah dari Muhamamad bin Al Munkadir dan sebelumnya menyebutkan pula yang lainnya dari 'Abdurrahman bin Hurmuz Al A'raj dari Muhammad bin Maslamah bahwa Rasulullah ﷺ bila bangun pada malam hari untuk shalat sunnah maka beliau ﷺ dalam sujudnya mengucapkan, "Ya Allah, kepada-Mu aku sujud, kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku pasrah. Engkau Rabb-ku, wajahku sujud kepada Dzat yang telah menciptakannya dan membentuknya, serta membuat bentuknya dengan sangat bagus, lalu la menciptakan pendengaran dan penglihatannya. Mahasuci Allah sebaik-baik pencipta." (HR. An Nasa'i: 1116 - shahih dari Muhammad bin Maslamah bin Salamah, shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 43 H)

Ibnu Majah: 1044 - shahih dari 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H. Beliau berkata,

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَمْرٍو الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأُمَوِيُّ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْفَضْلِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ عَنْ عَلِيٍّ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَجَدَ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ أَنْتَ رَبِّي سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي شَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ. (رواه إبن ماجه: ١٠٤٤)

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Amru Al Anshari berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id Al Umawi dari Ibnu Juraij dari Musa bin Uqbah dari Abdullah Ibnul Fadll dari Al A'raj dari Ubaidullah bin Abu Rafi' dari Ali berkata, "Nabi ﷺ jika sujud membaca: ALLAHUMMA AAMANTU WA LAKA ASLAMTU ANTA RABBI SAJADA WAJHII LILLADZII SYAQQA SAM'AHUU WA BASHARAHUU TABAARAKA ALLAHU AHSANUL KHAALIGIIN (ya Allah, Aku beriman kepada-Mu, dan kepada-Mu aku berserah diri. Engkau Tuhanku, telah sujud wajahku kepada yang membuat pendengaran dan pengliharan. Mahasuci Allah sebaik-baik pencipta). (HR. Ibnu Majah: 1044 - shahih dari 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H)

Demikian juga hadits riwayat imam an Nasa'i,

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ هُوَ ابْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنِي عَمِّي الْمَاجِشُونُ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ عَنْ عَلِيٍّ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَجَدَ يَقُولُ اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ فَأَحْسَنَ صُورَتَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ. (رواه النسائي: ١١١٤)

Telah mengabarkan kepada kami 'Amr bin 'Ali dia berkata; telah menceritakan kepada kami 'Abdurrahman bin Mahdi dia berkata; telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin Abu Salamah dia berkata; telah menceritakan kepadaku pamanku Al Majisyun bin Abu Salamah dari 'Abdurrahman Al A'raj dari 'Ubaidullah bin Abu Rafi' dari 'Ali bahwa Rasulullah ﷺ bila sujud mengucapkan doa, Ya Allah, kepada-Mu aku sujud, kepada-Mu aku pasrah, dan kepada-Mu aku beriman. Wajahku sujud kepada Dzat yang telah menciptakannya dan membentuknya serta membuat bentuknya dengan sangat bagus, lalu la menciptakan pendengaran dan penglihatannya. Mahasuci Allah sebaik-sebaik pencipta. (HR. An Nasa'i: 1114 - shahih dari 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H)

Ketika membaca surat Shad/38 ayat 24 maka Rasulullah ﷺ sujud, sebagaimana hadits diriwayatkan oleh imam an Nasa'i: 948, beliau berkata:

أَخْبَرَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَسَنِ الْمِقْسَمِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ ذَرٍّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَجَدَ فِي ص وَقَالَ سَجَدَهَا دَاوُدُ تَوْبَةً وَنَسْجُدُهَا شُكْرًا. (رواه النسائي: ٩٤٨)

Telah mengabarkan kepada kami Ibrahim bin Hasan Al Miqsami dia berkata; telah menceritakan kepada kami Hajaj bin Muhammad dari Umar bin Dzar dari Bapaknya dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas bahwa Nabi ﷺ pernah sujud ketika membaca surat Shad, lalu beliau bersabda, "Nabi Daud bersujud dalam surah Shad untuk tobat, sedangkan kita sujud untuk bersyukur." (HR. An Nasa'i: 948 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Demikian juga hadits riwayat imam Ahmad: 2390 dan 3259 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H. Imam Ahmad juga meriwayatkan pernyataan Ibnu 'Abbas, beliau berkata:

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّهُ قَالَ فِي السُّجُودِ فِي ص لَيْسَتْ مِنْ عَزَائِمِ السُّجُودِ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْجُدُ فِيهَا. (رواه أحمد: ٣٢١٤)

Telah menceritakan kepada kami Isma'il telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Ikrimah dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata tentang sujud pada surat Shad; (Surat ini) bukanlah yang mengharuskan sujud, namun sungguh aku telah melihat Rasulullah ﷺ sujud pada surat itu. (HR. Ahmad: 3214 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Demikian juga hadits riwayat imam al Bukhari: 1007 (hadits 'aziz) dan 3169, Abu Daud: 1200 dan ad Darimi: 1431 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H. Hal ini dijelaskan oleh imam at Tirmidzi dalam riwayatnya,

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْجُدُ فِي ص قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَلَيْسَتْ مِنْ عَزَائِمِ السُّجُودِ.

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَاخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي ذَلِكَ فَرَأَى بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرِهِمْ أَنْ يَسْجُدَ فِيهَا وَهُوَ قَوْلُ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ وَابْنِ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَقَ و قَالَ بَعْضُهُمْ إِنَّهَا تَوْبَةُ نَبِيٍّ وَلَمْ يَرَوْا السُّجُودَ فِيهَا. (رواه الترمذي: ٥٢٦)

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ayyub dari Ikrimah dari Ibnu Abbas dia berkata, saya telah melihat Rasulullah ﷺ sujud tilawah pada surat Shad. Ibnu Abbas berkata, namun tidak termasuk dari ayat-ayat yang ditekankan untuk sujud.

Abu 'Isa berkata, ini adalah hadits hasan shahih. Para ahlul ilmi telah berselisih pendapat dalam surat ini. sebagian ahlil ilmi dari kalangan sahabat Nabi ﷺ berpendapat adanya sujud tilawah dalam surat Shad, ini juga merupakan pendapat Sufyan ats Tsauri, Ibnul Mubarak, Syafi'i, Ahmad dan Ishaq. Dan sebagian dari mereka berpendapat itu merupakan tobatnya seorang nabi dengan berpendapat tidak adanya sujud tilawah dalam surat tersebut. (HR. At Tirmidzi: 526 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Riwayat lain juga menunjukkan bahwa 'Utsman sujud ketika membaca surat Shad. Sebagaimana imam Ahmad berkata:

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنِي سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ أَنَّ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
سَجَدَ فِي ص. (رواه أحمد: ٥١٠)

Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku Suwaid bin Sa'id Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd dari Ibnu Syihab dari As Sa`ib bin Yazid bahwa Utsman sujud ketika membaca surah Shad. (HR. Ahmad: 510 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Utsman bin 'Affan bin Abi al 'Ash bin Umayyah, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Amru negeri hidup Madinah dan wafat tahun 35 H)

Pada kondisi lain, diriwayatkan bahwa Rasulullah juga pernah membaca surat as Sajadah dalam shalat Zuhur, sebagaimana hadits riwayat imam Abu Daud, beliau berkata:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ وَيَزِيدُ بْنُ هَارُونَ وَهُشَيْمٌ عَنْ سُلَيْمَانَ التَّيْمِيِّ عَنْ أُمَيَّةَ عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَجَدَ فِي صَلَاةِ الظُّهْرِ ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ فَرَأَيْنَا أَنَّهُ قَرَأَ تَنْزِيلَ السَّجْدَةِ
قَالَ ابْنُ عِيسَى لَمْ يَذْكُرْ أُمَيَّةَ أَحَدٌ إِلَّا مُعْتَمِرٌ. (رواه أبوداود: ٦٨٤)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isa telah menceritakan kepada kami Mu'tamir bin Sulaiman dan Yazid bin Harun serta Husyaim dari Sulaiman At Taimi dari Umayyah dari Abu Mijlas dari Ibnu Umar bahwa Nabi ﷺ sujud pada waktu shalat Zuhur, kemudian beliau berdiri (dari sujud) lalu rukuk, maka kami mengetahui bahwa beliau membaca surah As-Sajdah." Ibnu Isa mengatakan, "Umayyah tidak menyebutkan seorang pun kecuali hanya menyebutkan Mu'tamir." (HR. Abu Daud: 684 - dha'if dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)

Catatan: Umayyah dari Abu Mijlas menurut Abu Daud tidak diketahui. Sedangkan adz Dzahabi mengatakan, "tidak ketahui siapa dia".

Demikianlah perjalanan panjang kenapa berlaku sujud tilawah. Sehingga hal tersebut dapat diamalkan bagi yang ingin mendapatkan kebaikannya. Namun disisi lain ada juga pada surat tertentu yang tidak lagi dilakukan oleh Rasulullah. Seperti ketika membaca QS. Al Insyiqaq dan al 'Alaq. Sebagaimana hadits riwayat imam Abu Daud, beliau berkata:

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ مُوسَى عَنْ عَطَاءِ بْنِ مِينَاءَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
سَجَدْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ وَاقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
قَالَ أَبُو دَاوُد أَسْلَمَ أَبُو هُرَيْرَةَ سَنَةَ سِتٍّ عَامَ خَيْبَرَ وَهَذَا السُّجُودُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آخِرُ فِعْلِهِ. (رواه أبوداود: ١١٩٨)

Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ayyub bin Musa dari 'Atha` bin Mina` dari Abu Hurairah dia berkata, "Kami pernah bersujud (tilawah) bersama Rasulullah ﷺ pada surat "Idzaas samaa'un syaqqat" dan "Iqra` bismirabbikal ladzii khalaq" Abu Daud berkata, "Abu Hurairah masuk Islam pada tahun ke enam (hijriyah) yaitu ketika hari penaklukan Khaibar, sedangkan sujud ini adalah yang terakhir kali di kerjakan oleh Rasulullah ﷺ." (HR. Abu Daud: 1198 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Demikian juga diriwayatkan oleh imam Muslim: 905 dan 906, at Trimidzi: 523 (hadits 'aziz), an Nasa'i: 953, 954 dan 957, Ibnu Majah: 1048, Ahmad: 7067, 7089, 9482, 9559, 10425, ad Darimi: 1434 dan 1435 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.

Wallaahu a'lam bish shawaab,

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]