“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


WUDHUK SATU KALI SATU KALI, DUA KALI-DUA KALI DAN TIGA KALI-TIGA KALI
(hadits-hadits tanawwu'ul ibadah)

Oleh: Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanir rahiem,

Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Berwudhuk adalah syarat sahnya shalat, tidak diterima shalat seseorang Muslim jika tidak berwudhuk terlebih dahulu dengan benar. Sehingga, kewajiban shalat dapat diterima jika telah berwudhuk. Oleh karena itu Allah berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ. (قرآن سورة المائدة/٥: ٦)

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur. (QS Al-Mā'idah/5: 6)

Imam al Bukhari berkata,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ تَوَضَّأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّةً مَرَّةً. (رواه البخاري: ١٥٣)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Zaid bin Aslam dari 'Atha' bin Yasar dari Ibnu 'Abbas berkata, "Nabi ﷺ berwudhu sekali sekali." (HR. Al Bukhari: 153 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Imam at Tirmidzi menceritakan,

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ وَهَنَّادٌ وَقُتَيْبَةُ قَالُوا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ ح قَالَ و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ عُمَرَ وَجَابِرٍ وَبُرَيْدَةَ وَأبِي رَافِعٍ وَابْنِ الْفَاكِهِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَحَدِيثُ ابْنِ عَبَّاسٍ أَحْسَنُ شَيْءٍ فِي هَذَا الْبَابِ وَأَصَحُّ وَرَوَى رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ وَغَيْرُهُ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ الضَّحَّاكِ بْنِ شُرَحْبِيلَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ مَرَّةً مَرَّةً قَالَ وَلَيْسَ هَذَا بِشَيْءٍ وَالصَّحِيحُ مَا رَوَى ابْنُ عَجْلَانَ وَهِشَامُ بْنُ سَعْدٍ وَسُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَعَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه الترمذي: ٤٠)

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, Hannad dan Qutaibah mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan. Dan dari jalur yang lain disebutkan; Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Zaid bin Aslam dari 'Atho` bin Yasar dari Ibnu Abbas berkata, " Nabi ﷺ berwudhu satu kali satu kali." Abu Isa berkata, "Dalam bab ini ada juga hadits dari Umar, Jabir, Buraidah, Abu Rafi' dan Ibnul Fakihi." Abu Isa berkata lagi, "Dan hadits riwayat Ibnu Abbas adalah yang paling baik dan paling shahih dalam bab ini. Risydin bin Sa'd dan yang lainnya meriwayatkan hadits ini dari Adl Dlahak bin Syurahbil, dari Zaid bin Aslam, dari bapaknya, dari Umar bin Khaththab berkata, "Nabi ﷺ berwudhu satu kali satu kali." Kemudian Abu Isa berkata, "Namun hadits ini tidak benar, sedangkan yang shahih adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu 'Ajlan, Hisyam bin Sa'd, Sufyan Ats Tsauri dan Abdul Aziz bin Muhammad, dari Zaid bin Aslam, dari 'Atho` bin Yasar, dari Ibnu Abbas, dari Nabi ﷺ." (HR. At Tirmidzi: 40 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Sementara itu imam Ibnu Majah menceritakan bahwa hal tersebut terjadi pada waktu perang Tabuk. Sebagaimana beliau menceritakan,

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ بْنُ سَعْدٍ أَنْبَأَنَا الضَّحَّاكُ بْنُ شُرَحْبِيلَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ تَوَضَّأَ وَاحِدَةً وَاحِدَةً. (رواه آبن ماجه: ٤٠٦)

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib berkata, telah menceritakan kepada kami Risydin bin Sa'd berkata, telah memberitakan kepada kami Adl Dlahhak bin Syurahbil dari Zaid bin Aslam dari Bapaknya dari Umar ia berkata, "Pada perang Tabuk aku melihat Rasulullah ﷺ berwudhuk satu kali-satu kali." (HR. Ibnu Majah: 406 - hasan bima gablahu menurut al Albani dari 'Umar bin al Khaththab bin Nifail, ia shahabat kuniyahnya Abu Hafshah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 23 H)

Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ibnu Majah: 406, terdapat periwayat bernama Risydin bin Sa'ad bin Muflih, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu al Hajjaj negeri hidup Maru dan wafat tahun 188 H. Penilaian ulama: Ibnu Sa'ad dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Sedangkan Abu Hatim, Abu Zur'ah, an Nasa'i, Abu Daud dan ad Daruquthni menilainya dha'iful hadits. Yahya bin Ma'in mengatakan, "haditsnya tidak ditulis". Selebihnya adalah periwayat maqbul.

Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 146 - shahih lighairihi menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Umar bin al Khaththab bin Nifail, ia shahabat kuniyahnya Abu Hafshah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 23 H. Dalam sanadnya juga terdapat periwayat yang sama yaitu Risydin bin Sa'ad bin Muflih. Berbeda dengan sanad hadits riwayat Ahmad: 144  - shahih lighairihi menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Umar bin al Khaththab bin Nifail, ia shahabat kuniyahnya Abu Hafshah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 23 H. Periwayat yang dinilai jarah (buruk) adalah 'Abdullah bin Lahi'ah (w. 174 H).

Sementara Imam Ibnu Majah meriwayatkan hadits yang bertentangan dengan hadits di atas,

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ الْبَاهِلِيُّ حَدَّثَنِي مَرْحُومُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْعَطَّارُ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ زَيْدٍ الْعَمِّيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ تَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاحِدَةً وَاحِدَةً فَقَالَ هَذَا وُضُوءُ مَنْ لَا يَقْبَلُ اللَّهُ مِنْهُ صَلَاةً إِلَّا بِهِ ثُمَّ تَوَضَّأَ ثِنْتَيْنِ ثِنْتَيْنِ فَقَالَ هَذَا وُضُوءُ الْقَدْرِ مِنْ الْوُضُوءِ وَتَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا وَقَالَ هَذَا أَسْبَغُ الْوُضُوءِ وَهُوَ وُضُوئِي وَوُضُوءُ خَلِيلِ اللَّهِ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ تَوَضَّأَ هَكَذَا ثُمَّ قَالَ عِنْدَ فَرَاغِهِ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ فُتِحَ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ. (رواه إبن ماجه: ٤١٣)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Khallad Al Bahili berkata, telah menceritakan kepadaku Marhum bin Abdul Aziz Al 'Aththar berkata, telah menceritakan kepadaku Abdurrahim bin Zaid Al 'Ammi dari Bapaknya dari Mu'wiyah bin Qurrah dari Ibnu Umar ia berkata, Rasulullah ﷺ berwudhu satu kali-satu kali. Dan beliau bersabda, "Ini adalah wudhu orang yang shalatnya tidak diterima oleh Allah kecuali dengannya." Kemudian beliau berwudhu dua kali-dua kali dan bersabda, "Ini wudhu yang bagus." Dan beliau berwudhu tiga kali-tiga kali seraya bersabda, "Ini wudhu yang sempurna, inilah wudhuku dan wudhu kekasih Allah, Ibrahim. Barangsiapa berwudhu seperti ini setelah itu mengucapkan: ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHU WA RASUULUHU (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya), akan dibuka baginya delapan pintu surga, ia diperbolehka masuk lewat pintu mana saja." (HR. Ibnu Majah: 413 - dha'if jiddan menurut al Albani dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)

Catatan: dalam sanad hadits terdapat periwayat yang dinilai lemah oleh ulama kritikus hadits, disamping pertentangan matan dengan hadits yang lebih kuat (maqbul). Periwayat dha'if meriwayatkan dari periwayat dha'if. Periwayat dimaksud adalah: 1. Zaid bin al Hawariy, ia tabi'in kalangan kalangan biasa kuniyahnya Abu al Hawariy dan negeri hidup Bashrah. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan ad Daruquthni menilainya shalih. Abu Zur'ah, an Nasa'i, Ibnu Madini, adz Dzahabi dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Sedangkan Abu Hatim, Ibnu Sa'ad dan al 'Ajli menilainya dha'iful hadits. 2. 'Abdur Rahman bin Zaid bin al Hawariy, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Zaid negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 184 H. Penilaian ulama: Abu Zur'ah menilainya dha'iful hadits, Abu Hatim menilainya mungkarul hadits. Al Bukhari dan adz Dzahabi mengatakan, "mereka meninggalkannya". Abu Daud dan Ibnul Madini menilainya dha'if. Sedangkan an Nasa'i menilainya matrukul hadits, Yahya bin Ma'in menilainya pendusta. Ibnu Hajar menilainya matruk.

Sedangkan hadits yang shahih tentang berwudhuk tiga kali-tiga kali diriwayatkan oleh imam al Bukhari,

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ أَنَّهُ أَفْرَغَ مِنْ الْإِنَاءِ عَلَى يَدَيْهِ فَغَسَلَهُمَا ثُمَّ غَسَلَ أَوْ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفَّةٍ وَاحِدَةٍ فَفَعَلَ ذَلِكَ ثَلَاثًا فَغَسَلَ يَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ مَا أَقْبَلَ وَمَا أَدْبَرَ وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا وُضُوءُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه البخاري: ١٨٤)

Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami Khalid bin 'Abdullah telah menceritakan kepada kami 'Amru bin Yahya dari Bapaknya dari 'Abdullah bin Zaid, bahwa ia menuangkan air dari gayung ke telapak tangannya lalu mencucinya, Kemudian ia mencuci Kemudian ia mencuci Kemudian ia mencuci Kemudian ia mencuci atau berkumur-kumur, lalu memasukkan air ke hidung dari satu cedukan telapak tangannya. Dia lakukan ini tiga kali. Kemudian membasuh kedua tangannya sampai ke siku dua kali dua kali. Kemudian mengusap kepalanya dengan tangan dan menariknya (ke belakang kepala) lalu mengembalikannya sekali, lalu membasuh kedua kakinya hingga ke mata kaki. Setelah itu ia berkata, "Begitulah wudhuknya Rasulullah ﷺ." (HR. Al Bukhari: 184 - shahih dari 'Abdullah bin Zaid bin 'Ashim bin Ka'ab, ia shahabat kunitahnya Abu Muhammad negeri hidup Madinah dan wafat tahun 63 H)

Imam Muslim meriwayatkan hadits semakna dari Utsman bin 'Affan,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَاللَّفْظُ لِقُتَيْبَةَ وَأَبِي بَكْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي النَّضْرِ عَنْ أَبِي أَنَسٍ أَنَّ عُثْمَانَ تَوَضَّأَ بِالْمَقَاعِدِ فَقَالَ أَلَا أُرِيكُمْ وُضُوءَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا وَزَادَ قُتَيْبَةُ فِي رِوَايَتِهِ قَالَ سُفْيَانُ قَالَ أَبُو النَّضْرِ عَنْ أَبِي أَنَسٍ قَالَ وَعِنْدَهُ رِجَالٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه مسلم: ٣٣٨)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb sedangkan lafazhnya milik Qutaibah dan Abu Bakar, mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan dari Abu an-Nadlar dari Abu Anas bahwa Utsman berwudhu di tempat duduk, lalu dia berkata, 'Mahukah kamu jika aku tunjukkan bagaimana cara Rasulullah ﷺ mengambil wudhu? ' Beliau kemudian berwudhu tiga kali tiga kali.' Dan Qutaibah menambahkan dalam riwayatnya, Sufyan berkata, " Abu an-Nadlar berkata dari Abu Anas dia berkata, "Dan di sisinya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan sahabat Rasulullah ﷺ." (HR. Muslim: 337 - ahahih dari 'Utsman bin 'Affan bin Abi al 'Ash bin Umayyah, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Amru negeri hidup Madinah dan wafat tahun 35 H. Hadits ini tergolong hadits 'aziz, karena imam Muslim meriwayatkan dari dua orang guru beliau yaitu: 1. Qutaibah bin Sa'id w. 240 H, dan 2. 'Abdullah bin Muhammad w. 235 H)

Begitu juga dicontohkan oleh Ali bin Abi Thalib, aebagaimana diceritakan oleh imam Abu Daud:

حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ الطُّوسِيُّ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا فِطْرٌ عَنْ أَبِي فَرْوَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ رَأَيْتُ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تَوَضَّأَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا وَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ ثَلَاثًا وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَاحِدَةً ثُمَّ قَالَ هَكَذَا تَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه أبوراود: ١٠٠)

Telah menceritakan kepada kami Ziyad bin Ayyub Ath Thusi telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Musa telah menceritakan kepada kami Fithr dari Abu Farwah dari Abdurrahman bin Abi Laila, dia berkata; Saya pernah melihat Ali radhiallahu'anhu berwudhu, dia membasuh wajahnya tiga kali, membasuh kedua lengannya tiga kali, dan mengusap kepalanya satu kali, kemudian berkata; Beginilah Rasulullah ﷺ berwudhuk. (HR. Abu Daud: 100 - shahih dari 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdu al Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H)

Demikian juga hadits riwayat Abu Daud: 101 - shahih dari 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdu al Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H. Ia meriwayatkan dari dua orang gurunya yaitu Musaddad bin Musrihd w. 228 H dan ar Rabi' bin Nafi' w. 241 H. Oleh sebab itu, hadits ini tergolong hadits 'aziz.

Imam Ibnu Majah meriwayatkan,

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ حَيَّانَ عَنْ سَالِمٍ أَبِي الْمُهَاجِرِ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ عَنْ عَائِشَةَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا. (رواه إبن ماجه: ٤٠٩)

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib berkata, telah menceritakan kepada kami Khalid bin Hayyan dari Salim Abul Muhajir dari Maimun bin Mihran dari 'Aisyah dan Abu Hurairah berkata, "Nabi ﷺ berwudhuk tiga kali-tiga kali." (HR. Ibnu Majah: 409 - shahih dari 'Aisyah binti Abi Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H dan Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H. Hadits 'aziz diriwayatkan oleh dua orang shahabat)

Selanjunya,

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ فَائِدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا وَمَسَحَ رَأْسَهُ مَرَّةً. (رواه إبن ماجه: ٤١٠)

Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Waki' berkata, telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus dari Faid bin Abdurrahman dari Abdullah bin Abu Aufa ia berkata, "Aku melihat Rasulullah ﷺ berwudhuk tiga kali-tiga kali dan mengusap kepalanya sekali." (HR. Ibnu Majah: 410 - shahih dari 'Abdullah bin Abi 'Awfa 'Alqamah bin Khalid, ia shahabat kuniyahnya Abu Ibrahim negeri hidup Kufah dan wafat tahun 87 H. Hadits ahlul Kufah)

Selanjutnya, hadits-hadits tersebut merupakan terkait dengan variasi atau bentuk pelaksanaan ibadah (tanawwu'ul ibadah). Walau pun masih bayak hadits semakna dengan yang telah penulis paparkan, baik yang maqbul (shahih dan hasan) maupun tidak (dha'if bahkan palsu). Hal tersebut merupakan cara berwuduk yang dilakukan sesuai kondisi dan semua cara tersebut dibenarkan. Sehingga pelaksanaan wudhuk dibenarkan baik sekali-sekali, dua kali-dua kali maupun tiga kali-tiga kali.

Pada prinsipnya pelaksanaan wudhuk tersebut dilakukan mana yang mudah dan memberi kenyamanan baik kondisi maupun terkait dengan ketersediaan air untuk berwudhuk.

Wallaahu a'lam bish shawaab.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]