PUASA ABAD DAN SOLUSINYA
(Syari'at yang memudahkan)
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
IMAM al Bukhari menceritakan,
حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْعَبَّاسِ الْمَكِّيَّ وَكَانَ شَاعِرًا وَكَانَ لَا يُتَّهَمُ فِي حَدِيثِهِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ لَتَصُومُ الدَّهْرَ وَتَقُومُ اللَّيْلَ فَقُلْتُ نَعَمْ قَالَ إِنَّكَ إِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ هَجَمَتْ لَهُ الْعَيْنُ وَنَفِهَتْ لَهُ النَّفْسُ لَا صَامَ مَنْ صَامَ الدَّهْرَ صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ قُلْتُ فَإِنِّي أُطِيقُ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ قَالَ فَصُمْ صَوْمَ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا وَلَا يَفِرُّ إِذَا لَاقَى. (رواه البخاري: ١٨٤٣)
Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami Habib bin Abu Tsabit berkata, aku mendengar Abu Al 'Abbas Al Makkiy, seorang ahli syair yang tidak dianggap buruk dalam menyampaikan hadits, berkata, aku mendengar 'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash radhiallahu'anhuma berkata, Nabi ﷺ berkata, "Apakah benar kamu berpuasa dahr (sepanjang masa) dan shalat sepanjang malam?" Aku jawab, "Benar". Beliau berkata, "Jika kamu kerjakan itu nanti matamu akan mengantuk dan fisikmu menjadi lemah. Tidak ada nilai puasa bagi siapa yang mengerjakan puasa sepanjang masa. Puasa tiga hari (dalam sebulan) sama nilainya dengan puasa sepanjang zaman". 'Abdullah bin 'Amru berkata, "Sungguh aku mampu lebih dari itu". Beliau berkata, "Kalau begitu puasalah dengan puasanya Nabi Daud 'alaihi salam, yang dia berpuasa sehari dan berbuka sehari sehingga dia tidak akan kabur ketika berjumpa dengan musuh". (HR. Al Bukhari: 1843 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wa'il, ia shahabat kuniyahnya Abu Mihammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H)
Demikian juga hadits riwayat Muslim: 1967 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wa'il, ia shahabat kuniyahnya Abu Mihammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H. Hadits ini tergolong hadits 'azis, karena imam Muslim meriwayatkan pada dua jalur periwayatan dari Habib bin Abi Tsabit Qais bin Dinar sampai kepada beliau dalam tiga tabaqat dari dua periwayat.
Hal tersebut memperkuat kandungan hadits yang diriwayatkan oleh imam al Bukhari: 1843. Sementara dalam redaksi semakna juga diriwayatkan oleh imam an Nasa'i:
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْعَبَّاسِ هُوَ الشَّاعِرُ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو إِنَّكَ تَصُومُ الدَّهْرَ وَتَقُومُ اللَّيْلَ وَإِنَّكَ إِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ هَجَمَتْ الْعَيْنُ وَنَفِهَتْ لَهُ النَّفْسُ لَا صَامَ مَنْ صَامَ الْأَبَدَ صَوْمُ الدَّهْرِ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ مِنْ الشَّهْرِ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ قُلْتُ إِنِّي أُطِيقُ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ قَالَ صُمْ صَوْمَ دَاوُدَ كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا وَلَا يَفِرُّ إِذَا لَاقَى. (رواه أالنسائي: ٢٣٥٧)
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin 'Abdul A'la dia berkata; telah menceritakan kepada kami Khalid telah menceritakan kepada kami Syu'bah dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Habib bin Abu Tsabit dia berkata; aku mendengar Abul 'Abbas Asy Sya'ir menceritakan dari 'Abdullah bin 'Amru dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku, "Wahai Abdullah bin Amru, kamu berpuasa Dahr dan bangun di malam hari -untuk beribadah-. jika kamu melakukan hal itu, mata akan bertambah rusak dan jiwa akan lemah. Tidak -dianggap- berpuasa orang yang melakukan puasa abad (selamanya), puasa Dahr yaitu tiga hari dalam sebulan, hal itu sama dengan puasa Dahr seluruhnya." Aku berkata; ' aku mampu melakukan lebih dari itu.' Beliau bersabda, 'Berpuasalah seperti puasa Nabi Daud, ia berpuasa sehari dan berbuka sehari dan dia tidak lari jika berjumpa musuh.' (HR. An Nasa'i: 2357 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wa'il, ia shahabat kuniyahnya Abu Mihammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H)
Dialog antara Rasulullah dengan Abu Dzar yang lebih lengkap tentang ibadah puasanya diriwayatkan oleh imam al Bukhari,
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ حَدَّثَنَا خَالِدٌ ح و حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ خَالِدٍ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو الْمَلِيحِ قَالَ دَخَلْتُ مَعَ أَبِيكَ زَيْدٍ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو فَحَدَّثَنَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذُكِرَ لَهُ صَوْمِي فَدَخَلَ عَلَيَّ فَأَلْقَيْتُ لَهُ وِسَادَةً مِنْ أَدَمٍ حَشْوُهَا لِيفٌ فَجَلَسَ عَلَى الْأَرْضِ وَصَارَتْ الْوِسَادَةُ بَيْنِي وَبَيْنَهُ فَقَالَ لِي أَمَا يَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ خَمْسًا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ سَبْعًا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ تِسْعًا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِحْدَى عَشْرَةَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا صَوْمَ فَوْقَ صَوْمِ دَاوُدَ شَطْرَ الدَّهْرِ صِيَامُ يَوْمٍ وَإِفْطَارُ يَوْمٍ. (رواه البخاري: ٥٨٠٥)
Telah menceritakan kepada kami Ishaq telah menceritakan kepada kami Khalid. Dan diriwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami 'Amru bin 'Aun telah menceritakan kepada kami Khalid dari Khalid dari Abu Qilabah dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Al Malih dia berkata, "Aku bersama ayahmu Zaid pernah menemui Abdullah bin 'Amru kemudian dia menceritakan kepada kami bahwa Nabi ﷺ pernah mendengar kabar tentang puasaku, lalu beliau menemuiku, maka aku langsung menghamparkan bantal kulit yang dalamnya terbuat dari serabut, namun beliau duduk di atas tanah, hingga bantal tersebut berada antara aku dan beliau, beliau bersabda kepadaku: 'Tidakkah cukup bagimu (berpuasa) tiga hari setiap bulan? ' Jawabku; 'Wahai Rasulullah (aku mampu lebih dari itu -red).' Beliau bersabda, 'Kalau begitu lima hari (setiap bulan).' Jawabku; 'Wahai Rasulullah (aku masih mampu lebih dari itu -red).' Beliau bersabda, 'Kalau begitu tujuh hari (setiap bulan).' Jawabku; 'Wahai Rasulullah (aku mampu lebih dari itu -red).' Beliau bersabda, 'Kalau begitu sebelas hari (setiap bulan).' Aku berkata; 'Wahai Rasulullah, (aku mampu lebih dari itu).' Beliau bersabda, 'Tidak ada puasa lebih dari puasanya (nabi) Daud yaitu setengah masa, puasa sehari dan berbuka sehari).' (HR. Al Bukhari: 5805 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wa'il, ia shahabat kuniyahnya Abu Mihammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H. Hadits ini tergolong hadits 'aziz)
Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 1844, Muslim: 1971 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wa'il, ia shahabat kuniyahnya Abu Mihammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H.
Hadits-hadits di atas dapat dipahami bahwa, bagi yang tidak mampu seperti yang diizinkan Rasullullah kepada 'Abdullah bin 'Amru, maka usahakanlah puasa tiga hari setiap bulannya pada waktu yang tidak dilarang berpuasa. Seperti pada hari tasyrik atau dua hari raya ('idul fitri dan 'idul adha). Namun, 'Abdullah bin 'Amru mampu melakukan lebih dari itu, maka Rasulullah menganjurkan untuknya supaya melakukan puasa Nabi Daud.
Imam at Tirmidzi juga merirayatkan dari jalur dan redaksi berbeda dari Abu Dzar dan Abu Hurairah,
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمٍ الْأَحْوَلِ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ تَصْدِيقَ ذَلِكَ فِي كِتَابِهِ { مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا } الْيَوْمُ بِعَشْرَةِ أَيَّامٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رَوَى شُعْبَةُ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ أَبِي شِمْرٍ وَأَبِي التَّيَّاحِ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه الترمذي: ٦٩٣)
Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari 'Ashim Al Ahwal dari Abu 'Utsman An Nahdi dari Abu Dzar dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, " Barangsiapa yang berpuasa tiga hari pada setiap bulan, maka sama halnya dengan puasa sebulan penuh". Lalu Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat yang membenarkan akan perkara tersebut yaitu (firman-Nya): "Barangsiapa yang melakukan satu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sepuluh kali lipat", satu hari berpuasa sama dengan sepuluh hari." Abu 'Isa berkata, ini merupakan hadits hasan shahih. Syu'bah meriwayatkan hadits ini dari Abu Syimr dan Abu Tayyah dari Abu 'Utsman dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ. (HR. At Tirmidzi: 693 - shahih dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H dan Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar megeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Hadits ini adalah hadits 'azis, karena pada tiap tabaqat sanadnya diriwayat oleh dua periwayat. Kecuali yang meriwayatkan dari dua shahabat tersebut yaitu 'Abdur Rahman bin Mall bin 'Amru, ia tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu 'Utsman negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 95 H. Penilaian ulama: Ibnul Madini, Abu Zur'ah, an Nasa'i, Ibnu Kharasy, Ibnu Sa'ad menilainya tsiqah. Sedangkan Ibnu Hajar menilainya tsiqah tsabat ahli ibadah. Sementara Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat")
Selanjutnya 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib menyebutkan bahwa Rasulullah berpuasa tiga hari dalam sebulan. Sebagaimana hadits riwayat Abu Daud berikut:
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ يَعْنِي مِنْ غُرَّةِ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ. (رواه أبوداود: ٢٠٩٤)
Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil, telah menceritakan kepada kami Abu Daud, telah menceritakan kepada kami Syaiban, dari 'Ashim dari Zirr, dari Abdullah, ia berkata; Rasulullah ﷺ berpuasa tiga hari setiap bulan. (HR. Abu Daud: 2094 - hasan dari 'Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Kufah dan wafat tahun 32 H)
Redaksi lain diriwayatkan oleh imam an Nasa'i, hadits berikut adalah hadits dari istri Nabi Muhammad sendiri. Imam an Nasa'i meriwayatkan,
أَخْبَرَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو نَصْرٍ التَّمَّارُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ سَوَاءٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسَ مِنْ هَذِهِ الْجُمُعَةِ وَالِاثْنَيْنِ مِنْ الْمُقْبِلَةِ. (رواه النسائي: ٢٣٢٥)
Telah mengabarkan kepadaku Abu Bakr bin 'Ali dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Nashr At-Tammar dia berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari 'Ashim dari Sawa' dari Ummu Salamah ia berkata, "Rasulullah ﷺ berpuasa setiap bulan tiga hari: hari Senin dan Kamis dari Jumat ini serta hari Senin yang akan datang." (HR. An Nasa'i: 2325 - hasan dari Hind binti Abi Umayyah bin al Mughirah, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu Salamah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 62 H)
Kemudian sayyidah 'Aisyah juga mengatakan bahwa beliau puasa tiga hari setiap bulannya. Sebagaimana diceritakan oleh imam Abu Daud,
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ يَزِيدَ الرِّشْكِ عَنْ مُعَاذَةَ قَالَتْ قُلْتُ لِعَائِشَةَ أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ قَالَتْ نَعَمْ قُلْتُ مِنْ أَيِّ شَهْرٍ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ مَا كَانَ يُبَالِي مِنْ أَيِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ كَانَ يَصُومُ. (رواه أبوداود: ٢٠٩٧)
Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Abdul Warits dari Yazid Ar Risyk, dari Mu'adzah, ia berkata; aku katakan kepada Aisyah; apakah Rasulullah ﷺ melakukan puasa tiga hari setiap bulan? Ia berkata; ya. Aku katakan; pada bulan apakah beliau berpuasa? Ia berkata; beliau tidak perduli pada bulan apakah beliau berpuasa. (HR. Abu Daud: 2097 - shahih dari 'Aisyah binti Abu Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kumiyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)
Bukti pernyataan 'Aisyah tersebut juga diriwayatkan oleh imam Ahmad,
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَصَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ. (رواه أحمد: ٧٢٦١)
Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad dari Tsabit Al Bunani dari Abu Utsman An Nahdi bahwa Abu Hurairah berkata, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Puasa pada bulan Ramadan dan puasa tiga hari pada setiap bulan adalah puasa sepanjang masa." (HR. Ahmad: 7261 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Hadits semakna lihat juga hadits riwayat Ahmad: 15041 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.
Kemudian,
حَدَّثَنَا وَهْبٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ الشَّهْرِ صَوْمُ الدَّهْرِ وَإِفْطَارُهُ. (رواه أحمد: ١٩٤٧٧)
Telah menceritakan kepada kami Wahb, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Mu'awiyah bin Qurrah dari Ayahnya dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Puasa tiga hari di setiap bulan sama halnya dengan puasa dan berbuka sepanjang tahun." (HR. Ahmad: 19477 - isnadnya shahih menurut Syu'aib bin al Arna'uth dari Qurrah bin 'Iyyas bin Hilal, ia shahabat kuniyahnya Abu Mu'awwiyah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 64 H. Hadits ahlul Bashrah)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 19471 - isnadnya shahih menurut Syu'aib bin al Arna'uth dari Qurrah bin 'Iyyas bin Hilal, ia shahabat kuniyahnya Abu Mu'awwiyah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 64 H).
Dan Rasulullah juga memberi wasiat kepada Abu Hurairah, sebagaimana diceritakan oleh imam al Bikhari,
حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ حَدَّثَنَا أَبُو التَّيَّاحِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو عُثْمَانَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ. (رواه البخاري: ١٨٤٥)
Telah menceritakan kepada kami Abu Ma'mar telah menceritakan kepada kami 'Abdul Warits telah menceritakan kepada kami Abu At-Tayyah berkata, telah menceritakan kepada saya Abu 'Utsman dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu berkata, "Kekasihku Rasulullah ﷺ memberi wasiat kepadaku agar aku berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mendirikan shalat Duha dua rakaat dan shalat Witir sebelum aku tidur". (HR. Al Bukhari: 1845 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Demikian hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim: 1182, an Nasa'i: 1659 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Kedua Hadits ini tergolong hadits 'aziz, karena imam an Nasa'i meriwayatkan dari dua orang gurunya yaitu Sulaiman bin Salam bin Sabiq (w. 238 H) dan Muhammad bin 'Ali bin al Hasan bin Syaqiq (w. 250 H).
Abu Hurairah tidak pernah meninggalkan tiga wasiat Rasul tersebut hingga beliau wafat. Sebagaimana diceritakan oleh imam al Bukhari: 1107,
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ الْجُرَيْرِيُّ هُوَ ابْنُ فَرُّوخَ عَنْ أَبِي عُثْمَانَ النَّهْدِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ. (رواه البخاري: ١١٠٧)
Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Syu'bah telah menceritakan kepada kami 'Abbas Al Jurairiy dia adalah anak dari Farrukh dari Abu 'Utsman An-Nahdiy dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu berkata, "Kekasihku (Rasulullah ﷺ) telah berwasiat kepadaku dengan tiga perkara yang tidak akan pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal dunia, yaitu puasa tiga hari pada setiap bulan, shalat Duha dan tidur dengan shalat Witir terlebih dahulu". (HR. Al Bukhari: 1107 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Redaksi semakna diriwayatkan oleh imam Abu Daud: 1221,
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ نَجْدَةَ حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي إِدْرِيسَ السَّكُونِيِّ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ لِشَيْءٍ أَوْصَانِي بِصِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَلَا أَنَامُ إِلَّا عَلَى وِتْرٍ وَبِسُبْحَةِ الضُّحَى فِي الْحَضَرِ وَالسَّفَرِ. (رواه أبوداود: ١٢٢١)
Telah menceritakan kepada Kami Abdul Wahhab bin Najdah, telah menceritakan kepada Kami Abu Al Yaman dari Shafwan bin 'Amr dari Abu Idris As Sakuni dari Jubair bin Nufair dari Abu Ad Darda`, ia berkata; kekasihku ﷺ telah berwasiat kepadaku dengan tiga perkara, aku tidak meninggalkannya karena sesuatu, beliau berwasiat kepadaku agar melakukan puasa tiga hari setiap bulan, tidak tidur kecuali telah melakukan witir, dan melakukan shalat Duha disaat bermukim dan sedang bepergian. (HR. Abu Daud: 1221 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Puasa tiga hari pada setiap bulan tersebut dilakukan pada tanggal 13,14 dan 15 pada bulan hijriyah. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh imam an Nasa'i: 2377,
أَخْبَرَنَا مَخْلَدُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَبِي أُنَيْسَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صِيَامُ الدَّهْرِ وَأَيَّامُ الْبِيضِ صَبِيحَةَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ. (رواه النسائي: ٢٣٧٧)
Telah mengabarkan kepada kami Makhlad bin Al Hasan dia berkata; telah menceritakan kepada kami 'Ubaidullah dari Zaid bin Abu Unaisah dari Abu Ishaq dari Jarir bin 'Abdullah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Puasa tiga hari setiap bulan adalah puasa Dahr dan puasa hari-hari Bidh (putih cerah karena sinar rembulan), adalah waktu pagi tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas." (HR. An Nasa'i: 2377 - hasan dari Jabir bin 'Abdullah bin Jabir, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Amru negeri hidup Kufah dan wafat tahun 51 H)
Demikianlah hadits-hadits tentang puasa abad (puasa dahar) dan solusinya. Berdasarkan hadits di atas dapat dipahami bahwa puasa abad atau terus menerus adalah dilarang karena mudharatnya dapat melemahkan mata dan menghilangkan imun tubuh, sehingga mendatangkan penyakit.
Solusi yang ditawarkan Rasul adalah pertama, puasa tiga hari pada setiap bulannya yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15 pada setiap bulan Hijriyah. Bagi para shahabat atau yang ingin melakukan sebagai mana yang diizinkan Rasulullah ﷺ terhadap 'Abdullah bin 'Amru dan Abu Hurairah dan para shahabat yang lain dipersilahkan asal tidak melakukan puasa dahar.
Pahalah melakukan puasa tiga hari setiap bulanya secara terus-menerus jelas seperti puasa sepanjang masa karena dilakukan setiap bulan. Namun, jika dilaksana hanya satu bulan maka pahalanya seperti puasa satu hulan. Karena satu amalan baik dinilai sepuluh kebaikan.
Terlepas daripada semua hal di atas maka semua amalan yang berlebihan adalah termasuk perkara yang dilarang. Sehingga, apa pun amalannya mesti sesuai dengan tuntunan dan kemampuan para 'abid (pelakunya) agar tidak memaksakan diri untuk sesuatu yang tidak mampu ia lakukan.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏