DOA ADALAH IBADAH BERDOALAH DIWAKTU SEMPIT MAUPUN LAPANG
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Doa adalah salah satu cara ibadah yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah. Disamping cara-cara lain yang disyari'atkan dalam al Qur'an dan al Hadits. Demikian juga pernyataan bahwa doa merupakan cara yang ampuh untuk merobah takdir Allah, walau pun tidak serta merta dapat sesuai keinginan seseorang. Hal tersebut tergantung juga pada ridha dan qadha' Allah.
Selanjutnya, doa merupakan suatu ibadah, karena termasuk perbuatan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Rasulullah ﷺ bersabda,
" ... الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ ... ". (رواه الترمذي، أبوداود، إبن ماجه و أحمد)
"Doa adalah ibadah". (HR. At Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)
Riwayat lengkapnya dapat dilihat dibawah ini:
Imam at Tirmidzi berkata,
حَدَّثَنَا هَنَّادٌ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ ذَرٍّ عَنْ يُسَيِّعٍ الْكِنْدِيِّ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِهِ { وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ } قَالَ الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ وَقَرَأَ { وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِلَى قَوْلِهِ دَاخِرِينَ } قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. (رواه الترمذي: ٢٨٩٥)
Telah menceritakan kepada kami Hannad telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Dzar dari Yusayyi' Al Kindi dari Nu'man bin Basyir dari Nabi ﷺ tentang firman Allah, "Dan Rabb-mu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu." QS. Ghafir/40: 60). Beliau bersabda, "Doa adalah ibadah" beliau lalu membaca, "WA QAALA RABBUKUM UD 'UUNII ASTAJIB LAKUM (Dan Rabb-mu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu) sampai ayat DAAKHIRIIN." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih. (HR. At Tirmidzi: 2595 - shahih dari An Nu'man bin Basyir bin Sa'ad, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 65 H)
Demikian juga hadits riwayat Abu Daud: 1264, at Tirmidzi: 3170 dan 3294, Ibnu Majah: 3818, Ahmad: 17629, 17660 dan 17665 - shahih dari An Nu'man bin Basyir bin Sa'ad, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Kufah dan wafat tahun 65 H.
Firman Allah dimaksud adalah QS. Ghafir/40 ayat 60,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ. (قرآن سورة غافر/٤٠: ٦٠)
Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Gāfir/40: 60)
Berdoa sebaiknya dilakukan setiap kondisi dan keadaan, baik lapang maupun sempit atau senang atau pun susah. Sehingga, lantunan doa tersebut terpatri dalam setiap nafas. Inilah jalan menghadirkan Allah dekat dengan jiwa dan roh kita.
Imam al Bukhari menceritakan, tentang seorang wanita bernama Ummu Zufar yang berpawakan tinggi, berkulit hitam sedang berada di tirai Ka'bah.
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عِمْرَانَ أَبِي بَكْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَطَاءُ بْنُ أَبِي رَبَاحٍ قَالَ قَالَ لِي ابْنُ عَبَّاسٍ أَلَا أُرِيكَ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ قُلْتُ بَلَى قَالَ هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنِّي أُصْرَعُ وَإِنِّي أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ لِي قَالَ إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ فَقَالَتْ أَصْبِرُ فَقَالَتْ إِنِّي أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ لِي أَنْ لَا أَتَكَشَّفَ فَدَعَا لَهَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ أَخْبَرَنَا مَخْلَدٌ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ أَنَّهُ رَأَى أُمَّ زُفَرَ تِلْكَ امْرَأَةً طَوِيلَةً سَوْدَاءَ عَلَى سِتْرِ الْكَعْبَةِ. (رواه البخاري: ٥٢٢٠)
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yahya dari Imran bin Abu Bakar dia berkata; telah menceritakan kepadaku 'Atha` bin Abu Rabah dia berkata; Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku, "Maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita dari penduduk surga?" jawabku, "Tentu." Dia berkata, "Wanita berkulit hitam ini, dia pernah menemui Nabi ﷺ sambil berkata, "Sesungguhnya aku menderita epilepsi dan auratku sering tersingkap (ketika sedang kambuh), maka berdoalah kepada Allah untukku." Beliau bersabda, "Jika kamu berkenan, bersabarlah maka bagimu surga, dan jika kamu berkenan, maka aku akan berdoa kepada Allah agar Allah menyembuhkanmu." Ia berkata, "Baiklah aku akan bersabar." Wanita itu berkata lagi, "Namun berdoalah kepada Allah agar (auratku) tidak tersingkap." Maka beliau mendoakan untuknya." Telah menceritakan kepada kami Muhammad telah mengabarkan kepada kami Makhlad dari Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku 'Atha' bahwa dia pernah melihat Ummu Zufar adalah wanita tersebut, ia adalah wanita berpawakan tinggi, berkulit hitam sedang berada di tirai Ka'bah." (HR. Al Bukhari: 5220 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)
Demikian juga diriwayatkan oleh imam Ahmad: 3070, Muslim: 4673 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H. Hadits riwayat Muslim: 4673 adalah hadits 'azis, karena 'Ubaidullah bin 'Umar bin Maysarah (w. 235) guru imam Muslim. Ia menerima dari dua periwayat yaitu: 1. Yahya bin Sa'id bin Faruq, ia tabi'ut tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 198 H. 2. Bisyiir bin al Mufadhdhal Laahiq, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Isma'il negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 187 H).
Selanjutnya ditegaskan bahwa, "Berdoalah, maka kamu akan dikabulkan (doanya) dan mintalah, kamu akan diberi." Sebagaimana hadits riwayat imam an Nasa'i: 1267 berikut:
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ أَبِي هَانِئٍ أَنَّ أَبَا عَلِيٍّ الْجَنْبِيَّ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ فَضَالَةَ بْنَ عُبَيْدٍ يَقُولُ سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَدْعُو فِي صَلَاتِهِ لَمْ يُمَجِّدْ اللَّهَ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَجِلْتَ أَيُّهَا الْمُصَلِّي ثُمَّ عَلَّمَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يُصَلِّي فَمَجَّدَ اللَّهَ وَحَمِدَهُ وَصَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ادْعُ تُجَبْ وَسَلْ تُعْطَ. (رواه النسائي: ١٢٦٧)
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Salamah dia berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb dari Abu Hani' bahwasanya Abu 'Ali Al Janbi menceritakan kepadanya bahwasanya dia mendengar Fadhalah bin 'Ubaid berkata; bahwa Rasulullah ﷺ mendengar seorang laki-laki berdoa usai shalat tanpa mengagungkan Allah tanpa bershalawat kepada Nabi ﷺ, maka Rasulullah ﷺ berkata kepadanya: wahai orang yang shalat 'kamu telah tergesa-gesa! kemudian mengajarkan mereka. Rasulullah ﷺ juga mendengar seseorang dalam doanya mengagungkan dan memuji Allah, serta bershalawat kepada Nabi ﷺ, maka Nabi ﷺ lalu berkata, "Berdoalah, maka kamu akan dikabulkan (doanya) dan mintalah, kamu akan diberi." (HR. An Nasa'i: 1267 - shahih dari Fadhalah bin 'Ubaid bin Nafidz, ia shahabat negeri hidup Syam dan wafat tahun 58 H)
Selanjutnya Rasulullah ﷺ bersabda, sebagaimana hadits diriwayatkan oleh imam at Tirmidzi: 3304,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَرْزُوقٍ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ بْنُ وَاقِدٍ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَطِيَّةَ اللَّيْثِيُّ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَسْتَجِيبَ اللَّهُ لَهُ عِنْدَ الشَّدَائِدِ وَالْكَرْبِ فَلْيُكْثِرْ الدُّعَاءَ فِي الرَّخَاءِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ. (رواه الترمذي: ٣٣٠٤)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Marzuq telah menceritakan kepada kami 'Ubaid bin Waqid telah menceritakan kepada kami Sa'id bin 'Athiyyah Al Laitsi dari Syahr bin Hausyab dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang senang Allah mengabulkan doanya ketika dalam keadaan sempit serta berduka maka hendaknya ia banyak berdoa ketika dalam keadaan lapang." Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits gharib. (HR. At Tirmidzi: 3304 - hasan dari 'Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Dilain waktu, imam at Tirmidzi menceritakan,
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ حُنَيْفٍ أَنَّ رَجُلًا ضَرِيرَ الْبَصَرِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَنِي قَالَ إِنْ شِئْتَ دَعَوْتُ وَإِنْ شِئْتَ صَبَرْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قَالَ فَادْعُهْ قَالَ فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَيُحْسِنَ وُضُوءَهُ وَيَدْعُوَ بِهَذَا الدُّعَاءِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ إِنِّي تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ لِتُقْضَى لِيَ اللَّهُمَّ فَشَفِّعْهُ فِيَّ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ أَبِي جَعْفَرٍ وَهُوَ الْخَطْمِيُّ وَعُثْمَانُ بْنُ حُنَيْفٍ هُوَ أَخُو سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ. (رواه الترمذي: ٣٥٠٢)
Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan telah menceritakan kepada kami Utsman bin Umar telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Abu Ja'far dari 'Umarah bin Khuzaimah bin Tsabit dari Utsman bin Hunaif bahwa seorang laki-laki yang buta matanya datang kepada Nabi ﷺ seraya berkata, "Berdoalah kepada Allah agar menyembuhkanku." beliau bersabda, "Jika kamu berkehendak maka saya akan mendoakanmu, dan jika kamu berkehendak maka bersabarlah, karena hal itu lebih baik bagimu." laki-laki tersebut berkata, "Berdoalah (kepada Allah untukku)." Utsman bin Hunaif berkata, "Lalu beliau ia memerintahkannya untuk berwudhu, kemudian ia pun membaguskan wudhunya dan berdoa dengan doa berikut ini, "Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu, menghadap kepada-Mu dengan (syafaat) nabi-Mu Muhammad, nabi yang diutus dengan membawa rahmat." (laki-laki itu berkata); "Aku telah memohon syafaatmu kepada Rabb-ku untuk memenuhi kebutuhanku." (Sabda beliau): "Ya Allah! Terimalah syafaatnya untukku." Abu Isa berkata, "Hadits ini derajatnya hadits hasan shahih gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari jalur ini, yaitu dari hadits Abu Ja'far Al Khathmi, sedangkan Utsman bin Hunaif adalah saudara laki-lakinya Sahl bin Hunaif." (HR. At Tirmidzi: 3502 - shahih dari 'Utsman bin Hanif bin Wahab, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Amru dan negeri hidup Madinah)
Simaklah hadits berikut,
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ لَا يَكْتَوُونَ وَلَا يَسْتَرْقُونَ وَلَا يَتَطَيَّرُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ قَالَ فَقَامَ عُكَّاشَةُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ فَقَالَ أَنْتَ مِنْهُمْ قَالَ فَقَامَ رَجُلٌ آخَرُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ قَدْ سَبَقَكَ بِهَا عُكَّاشَةُ. (رواه أحمد: ١٩٠٦٦)
Telah menceritakan kepada kami Yazid, telah mengabarkan kepada kami Hisyam dari Al Hasan dari 'Imran bin Hushain bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Ada tujuh puluh ribu orang dari Umatku yang masuk surga tanpa hisab, mereka adalah orang yang tidak menggunakan pengobatan dengan kay, tidak meminta diruqyah, tidak tathayyur dan mereka selalu bertawakkal hanya kepada Tuhan mereka." 'Ukasyah berkata, "Ya Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar aku temasuk di antara mereka!." Beliau menjawab, "Ya, kamu temasuk di antara mereka." Lalu seseorang bediri dan mengatakan, "Ya Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar aku temasuk di antara mereka!." Beliau menjawab, "Kamu telah didahului oleh 'Ukasyah." (HR. Ahmad: 19066 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Imran bin Husain bin 'Ubaid bin Khalaf, ia shahabat kuniyahnya Abu Najid negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 52 H)
Demikianlah sedikit paparan tentang hadits terkait dengan doa. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa berdoa merupakan perbuatan yang penting dalam kehidupan.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏