SEMUANYA BUKANLAH SEGALA-GALANYA
(memahami hadits bermakna konotatif)
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Memahami hadits dalam perspektif konotatif dibutuhkan, karena gaya bahasa konotatif tersebut bermaksud menggugah hati dan perasaan manusia. Sebagaimana halnya dalam hal kalimat "jami'ul kalim" kalimat singkat tetapi mempunyai makna yang dalam. Begitu juga dalam hadits nabi.
Berikut penulis mencoba memaparkan beberapa hadits terkait dengan pemahaman konotatif, insya Allah memberi pencerahan kepada kita semua.
Imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ مُنْذِرٍ حَدَّثَنَا أَشْيَاخٌ مِنْ التَّيْمِ قَالُوا قَالَ أَبُو ذَرٍّ لَقَدْ تَرَكَنَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا يُحَرِّكُ طَائِرٌ جَنَاحَيْهِ فِي السَّمَاءِ إِلَّا أَذْكَرَنَا مِنْهُ عِلْمًا. (رواه أحمد: ٢٠٣٩٩)
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Mundzir ia berkata, telah menceritakan kepada kami Beberapa syaikh dari Bani Tamim, mereka berkata, Abu Dzar berkata, "Sungguh, Muhammad ﷺ telah meninggalkan kami, dan tidaklah seekor burung yang mengepakkan sayapnya di udara kecuali beliau telah menyebutkan kepada kami akan ilmunya." (HR. Ahmad: 20399 - hasan menurut Syu'aib bin Arna'uth dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H)
Atau jalur riwayat berikut:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ الْمُنْذِرِ الثَّوْرِيِّ عَنْ أَشْيَاخٍ لَهُمْ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ لَقَدْ تَرَكَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا يَتَقَلَّبُ فِي السَّمَاءِ طَائِرٌ إِلَّا ذَكَّرَنَا مِنْهُ عِلْمًا حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا فِطْرٌ عَنِ الْمُنْذِرِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ الْمَعْنَى. (رواه أحمد: ٢٠٤٦٧)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Sulaiman dari Mundzir Ats Tasuri dari para guru mereka dari Abu Dzar berkata, "Rasulullah ﷺ meninggalkan kami dan tiada burung yang terbang kecuali Rasulullah ﷺ telah memberitahukan tentang ilmunya." Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepada kami Fithr dari Mundzir dari Abu Dzar secara makna." (HR. Ahmad: 20467 - hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H)
Selaras dengan hadits di atas, imam Ahmad berkata:
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنَ جَابِرٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زِيَادٍ عَنِ ابْنَيْ بُسْرٍ السَّلْمَيَيْنِ قَالَ دَخَلْتُ عَلَيْهِمَا فَقُلْتُ يَرْحَمُكُمَا اللَّهُ الرَّجُلُ مِنَّا يَرْكَبُ دَابَّتَهُ فَيَضْرِبُهَا بِالسَّوْطِ وَيَكْفَحُهَا بِاللِّجَامِ هَلْ سَمِعْتُمَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذَلِكَ شَيْئًا قَالَا لَا مَا سَمِعْنَا مِنْهُ فِي ذَلِكَ شَيْئًا فَإِذَا امْرَأَةٌ قَدْ نَادَتْ مِنْ جَوْفِ الْبَيْتِ أَيُّهَا السَّائِلُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ { وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ } فَقَالَا هَذِهِ أُخْتُنَا وَهِيَ أَكْبَرُ مِنَّا وَقَدْ أَدْرَكَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه أحمد: ١٧٠٢٥)
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Bahr ia berkata, Telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus ia berkata, Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Yazid -yakni Ibnu Jabir- dari Ubaidullah bin Ziyad dari kedua anak Busr As Salmayaini, Ubaidullah berkata, "Saya masuk menemui keduanya dan berkata, "Semoga Allah merahmati kalian berdua. Seorang laki-laki dari kami menaiki kendaraannya lalu ia memukulnya dengan cemeti dan menarik tali kekangnya. Apakah kalian berdua pernah mendengar dari Rasulullah ﷺ, bahwa dalam hal itu terdapat dosa?" keduanya menjawab, "Tidak, kami tidak pernah mendengar dari beliau bahwa hal yang demikian itu termasuk dosa." Tiba-tiba seorang wanita menyahut dari dalam rumah, "Wahai orang yang bertanya! Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah berfirman: '(Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu, tiadalah kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab.' (QS. Al-An'am/6: 32) Kedua laki-laki itu pun berkata, "Ini adalah saudara perempuan kami, ia lebih tua dari kami, dan ia juga telah mendapati Rasulullah ﷺ." (HR. Ahmad: 17025 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari shahabat, tidak disebutkan namanya)
Dari hadits-hadits di atas dapat dipahami dari ungkapan umum mesti dipahami secara umum. Seperti ungkapan Abu Dzar, "Abu Dzar berkata, "Sungguh, Muhammad ﷺ telah meninggalkan kami, dan tidaklah seekor burung yang mengepakkan sayapnya di udara kecuali beliau telah menyebutkan kepada kami akan ilmunya." kalimat Ini adalah jelas perkataan Abu Dzar sendiri. Bukan perkatan Rasulullah ﷺ. Kemudian maksud hadits riwayat Ahmad: 17025, "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah berfirman: '(Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu, tiadalah kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab.' (QS. Al-An'am: 32). Semua yang diungkapkan dalam al Qur'an tentang prinsip-prinsip agama. Dalam prinsip itu menyinggung semuanya. Selanjutnya firman Allah, "tiadalah kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab", dicatat semuanya dalam kitab lauhul mahfuzh. Namun, semuanya tersebut dapat dikaji melalui apa yang telah termaktub dalam al Qur'an. Nah, untuk merinci semuanya sangat membutuhkan waktu yang panjang. Karena nikmat Allah tidak akan putus-putus. Oleh sebab itu, semuanya Allah anugerahkan kepada makhluknya sesuai kadar dan qadha'-Nya.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏