MARHABAN YA RAMADHAN
(syetan dibelenggu dan amar ma'ruf nahi munkar digerakkan)
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
BULAN ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, keampunan dan keterbebasan para pelakunya dari siksa api neraka. Sehingga puasa dapat menghindari kesulitan, kegelisahan dan penderitaan. Karena rasa syukur yang mendalam yang tercermin dari kesungguhan dalam membuktikan solidaritas dan nilai sosial yang tinggi terhadap saudara-saudara sesama muslim khususnya dan manusia pada umumnya.
Selanjutnya, secara rohaniyah, para sha'imuun akan merasakan kehausan yang mendalam untuk memeroleh rahmat dan ridha Allah ta'aala dengan sungguh-sungguh ingin membersihkan jiwa dengan ibadah-ibadah, baik yang wajib maupun yang sunat. Sehingga, keikhlasan tercermin dalam keindahan budi dan akhlak mereka.
Bukti-bukti tersebut di atas terpancar dari pemahaman hadits-hadits Rasulullah ﷺ, yang diriwayat oleh para imam hadits yang mulia. Mereka selalu menjaga catatan-catatan kitab mereka untuk disuguhkan kepada umat Islam secara turun temurun. Berikut penulis paparkan hadits-hadits tentang persiapan dan kondisional bulan Ramadhan yang akan kita jalani tidak lama lagi.
IMAM AHMAD berkata,
حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنِي عَطَاءُ بْنُ السَّائِبِ عَنْ عَرْفَجَةَ قَالَ كُنْتُ عِنْدَ عُتْبَةَ بْنِ فَرْقَدٍ وَهُوَ يُحَدِّثُ عَنْ رَمَضَانَ قَالَ فَدَخَلَ عَلَيْنَا رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا رَآهُ عُتْبَةُ هَابَهُ فَسَكَتَ قَالَ فَحَدَّثَ عَنْ رَمَضَانَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي رَمَضَانَ تُغَلَّقُ فِيهِ أَبْوَابُ النَّارِ وَتُفَتَّحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُصَفَّدُ فِيهِ الشَّيَاطِينُ قَالَ وَيُنَادِي فِيهِ مَلَكٌ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَبْشِرْ يَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ حَتَّى يَنْقَضِيَ رَمَضَانُ. (رواه أحمد: ١٨٠٤٢)
Telah menceritakan kepada kami Ubaidah bin Humaid Abu Abdurrahman Telah menceritakan kepadaku Atha` bin As Sa`ib dari Arfajah ia berkata; saya berada di sisi Utbah bin Farqad dan ia sedang menceritakan hadits tentang Ramadan. Tiba-tiba masuklah seorang laki-laki dari kalangan sahabat Rasulullah ﷺ. Maka ketika Utbah melihatnya, ia pun mempersilakannya lalu ia diam. Kemudian laki-laki itu pun menceritakan hadits mengenai bulan Ramadan, ia berkata; Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabada, "Pada bulan Ramadan, pintu-pintu langit akan dibuka dan pintu-pintu neraka akan ditutup, serta setiap setan akan dirantai. Kemudian pada setiap malam sang penyeru akan menyerukan, 'Wahai para pencari kebaikan, mendekatlah. Dan wahai pencari keburukan, tahan dan berhentilah.' Hingga bulan Ramadan belalu." (HR. Ahmad: 18042 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari shahabat namanya tidak diketahui)
Sementara imam an Nasa'i meriwayatkan, sampai kalimat "thalibasy syirri amsik":
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ عَرْفَجَةَ قَالَ كُنْتُ فِي بَيْتٍ فِيهِ عُتْبَةُ بْنُ فَرْقَدٍ فَأَرَدْتُ أَنْ أُحَدِّثَ بِحَدِيثٍ وَكَانَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأَنَّهُ أَوْلَى بِالْحَدِيثِ مِنِّي فَحَدَّثَ الرَّجُلُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي رَمَضَانَ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ النَّارِ وَيُصَفَّدُ فِيهِ كُلُّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ وَيُنَادِي مُنَادٍ كُلَّ لَيْلَةٍ يَا طَالِبَ الْخَيْرِ هَلُمَّ وَيَا طَالِبَ الشَّرِّ أَمْسِكْ. (رواه النسائي: ٢٠٨١)
Telah mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Basyar dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Atha' bin Saib dari Arjafah, ia berkata; Aku pernah berada di rumah Utbah bin Farqad, lalu aku ingin menceritakan suatu hadits. Dan di sana ada seorang sahabat Nabi ﷺ, sepertinya ia lebih pantas untuk menceritakan hadits tersebut daripada aku. Maka orang itu menceritakan hadits dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Di -bulan- Ramadan pintu langit dibuka dan pintu neraka ditutup setiap setan yang membangkang dibelenggu dan seorang penyeru memanggil setiap malam; 'Wahai orang yang mencari kebaikan, kemarilah, wahai orang yang mencari kejahatan tahanlah (berhentilah) '." (HR. An Nasa'i: 2081 - shahihul isnad menurut Al Albani dari shahabat yang tidak diketahui namanya)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 18041 - shahih, isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari shahabat yang tidak diketahui.
Selanjutnya, hadits riwayat Ahmad: 12989 - shahih, isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H:
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ ذَكَرَ الزُّهْرِيُّ عَنْ أُوَيْسِ بْنِ أَبِي أُوَيْسِ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ هَذَا رَمَضَانُ قَدْ جَاءَ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ النَّارِ وَتُسَلْسَلُ فِيهِ الشَّيَاطِينُ. (رواه أحمد: ١٢٩٨٩)
Telah menceritakan kepada kami Ya'qub, telah menceritakan kepada kami bapakku dari Ibnu Ishaq berkata; Az Zuhri menyebutkan dari 'Uwais bin Abu 'Uwais dari Anas bin Malik Al Anshori, Rasulullah ﷺ pernah bersabda, "Sekarang tiba bulan Ramadan, karenanya pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan di rantai". (HR. Ahmad: 12989 - shahih, isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Lafazh ini dijelaskan oleh 'Abdur Rahman bahwa hadits ini salah. Sebagaimana diceritakan oleh imam an Nasa'i,
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَمِّي قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ ابْنِ إِسْحَقَ قَالَ وَذَكَرَ مُحَمَّدَ بْنَ مُسْلِمٍ عَنْ أُوَيْسِ بْنِ أَبِي أُوَيْسٍ عَدِيدِ بَنِي تَيْمٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ هَذَا رَمَضَانُ قَدْ جَاءَكُمْ تُفَتَّحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغَلَّقُ فِيهِ أَبْوَابُ النَّارِ وَتُسَلْسَلُ فِيهِ الشَّيَاطِينُ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هَذَا الْحَدِيثُ خَطَأٌ. (رواه النسائي: ٢٠٧٦)
Telah mengabarkan kepada kami 'Ubaidullah bin Sa'd dia berkata; pamanku telah menceritakan kepada kami, dia berkata; bapakku telah menceritakan kepada kami dari Ibnu Ishaq dia berkata; dan Muhammad bin Muslim menyebutkan dari Uwais bin Abu Uwais keturunan Bani Tamim dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Inilah bulan Ramadan telah datang kepada kalian, di bulan itu pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup, dan setan dirantai." Abu Abdurrahman berkata; 'Hadits ini salah.' (HR. An Nasa'i: 2076 - shahih bima qablahu menurut al Albani dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Catatan: periwayat pada tabaqat ke-4 yang menerima langsung dari Muhammad bin Muslim [w. Ia 124 H] terputus. Demikian juga hadits riwayat an Nasa'i: 2080,
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ عَرْفَجَةَ قَالَ عُدْنَا عُتْبَةَ بْنَ فَرْقَدٍ فَتَذَاكَرْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ فَقَالَ مَا تَذْكُرُونَ قُلْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ النَّارِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ وَيُنَادِي مُنَادٍ كُلَّ لَيْلَةٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ هَلُمَّ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ هَذَا خَطَأٌ. (رواه النسائي: ٢٠٨٠)
Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Manshur dia berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari 'Atha bin As Saib dari 'Arfajah dia berkata, "Kami pernah mengunjungi Uthbah bin Farqad, lalu kami saling mengingatkan bulan Ramadan, kemudian ia bertanya, "Apa yang kalian ingat? Kami menjawab, "Bulan Ramadan". Ia berkata; 'Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Di dalamnya pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup. Setan dibelenggu dan setiap malam ada seorang penyeru memanggil; wahai orang-orang yang mencari kebaikan kemarilah, wahai orang yang mencari kejahatan berhentilah.' Abu Abdurrahman berkata; 'Yang ini salah, '. (HR. An Nasa'i: 2080 - shahih bima qablahu menurut al Albani dari 'Utbah bin Farqad bin Yarbu', ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah dan negeri hidup Kufah)
Selanjutnya, imam an Nasa'i juga meriwayatkan,
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ عَرْفَجَةَ قَالَ كُنْتُ فِي بَيْتٍ فِيهِ عُتْبَةُ بْنُ فَرْقَدٍ فَأَرَدْتُ أَنْ أُحَدِّثَ بِحَدِيثٍ وَكَانَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأَنَّهُ أَوْلَى بِالْحَدِيثِ مِنِّي فَحَدَّثَ الرَّجُلُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي رَمَضَانَ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ النَّارِ وَيُصَفَّدُ فِيهِ كُلُّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ وَيُنَادِي مُنَادٍ كُلَّ لَيْلَةٍ يَا طَالِبَ الْخَيْرِ هَلُمَّ وَيَا طَالِبَ الشَّرِّ أَمْسِكْ. (رواه النسائي: ٢٠٨١)
Telah mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Basyar dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Atha' bin Saib dari Arjafah, ia berkata; Aku pernah berada di rumah Utbah bin Farqad, lalu aku ingin menceritakan suatu hadits. Dan di sana ada seorang sahabat Nabi ﷺ, sepertinya ia lebih pantas untuk menceritakan hadits tersebut daripada aku. Maka orang itu menceritakan hadits dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Di -bulan- Ramadan pintu langit dibuka dan pintu neraka ditutup setiap setan yang membangkang dibelenggu dan seorang penyeru memanggil setiap malam; 'Wahai orang yang mencari kebaikan, kemarilah, wahai orang yang mencari kejahatan tahanlah (berhentilah) '." (HR. An Nasa'i: 2081 - shahihul isnad menurut al Albani dari seorang shahabat tidak diketahui identitasnya)
Jika dilihat dari komentar dan pesan yang disuguhkan dalam hadits-hadits di atas maka dapat dipahami bahwa pada Bulan Ramadhan pintu surga atau lagit dibukan dan pintu neraka ditutup. Dan syetan-syetan pembangkang dibelenggu, akibat dari seruan orang-orang yang beriman bersegerah menunaikan kebaikan dan orang-orang yang biasa berbuat kejahatan diserukan untuk berhenti dan menahan diri tidak melakukan kejahatan atau maksiat mereka. Ini akan terus-menerus diserukan, hingga Bulan Ramadhan berlalu atau selesai pada saat matahari terbenam bertanda masuknya 1 syawal bulan berikutnya. Hal tersebut menunjukkan kemenangan bagi orang-orang yang mampu menahan diri dari keburukan dan menunaikan puasa sebulan penuh dari awal Ramadhan sampai akhirnya 29 atau 30 hari.
Syetan dibelenggu dengan adanya para sha'imuun yang sabar dan mempunyai ketahanan menahan diri mengendalikan hawa nafsu. Selanjutnya, karena hampir semua orang yang beriman yang berpuasa waktu itu menyerukan kebaikan dan meninggalkan perbuatan buruk. Sehingga peluang syetan untuk bebas menggoda untup berbuat buruk seperti memperturutkan hawa nafsu semakin kecil.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏