MENGAMBIL HIKMAH SHALAT
MENUNGGU SHALAT BERIKUTNYA
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Menunggu shalat setelah shalat sebelumnya adalah suatu kebaikan dan mengandung keutamaan dan ketenangan hati, hingga mushallin berhadats atau wudhuknya batal. Artinya, selama menunggu shalat setelah shalat sebelumnya mestilah dalam keadaan suci dari najis dan hadats (baik kecil maupun besar). Sehingga Allah berkenan dan para Malaikat-Nya senantiasa mendoakan kebaikan yang tak terhingga. Hal ini dijelaskan dalam banyak hadits. Hal ini untuk mengamalkan firman Allah,
حَافِظُوْا عَلَى الصَّلَوٰتِ وَالصَّلٰوةِ الْوُسْطٰى وَقُوْمُوْا لِلّٰهِ قٰنِتِيْنَ. (قرآن سورة البقرة/٢: ٢٣٨)
Peliharalah semua shalat (fardu) dan shalat Wusṭā. 75) Berdirilah karena Allah (dalam shalat) dengan khusyuk. (QS. Al-Baqarah/2: 238)
Ayat ini mengisyaratkan agar seorang mukmin senantiasa memelihara semua shalatnya. Karena kita tidak mengetahui shalat yang mana lebih utama dari yang lain yang dirahasiakan Allah. Tetaplah dalam keadaan shalat syar'iy dan shalat ma'rifiy (mengaplikasikan) nilai-nilainya pada setiap aktivitas hidup.
Kemudian untuk menjaga hal tersebut jelas memerlukan petunjuk secara syar'iy dan kemudian dilakukan dan dirasakan efeknya. Hal tersebut diperoleh karena telah dibiasakan dan memperoleh nikmatnya shalat bersama ahwalinya (mengalami sendiri. Sehingga, Allah menganugerahkan ketenangan jiwa.
Tulisan kali ini, penulis ingin menghadirkan bimbingan Rasulullah lewat riwayat-riwayat yang dipelihara secara tulisan oleh para imam muhadditsin. Selanjunya, penulis berusaha mengurut alur fikirnya, dengan harapan dapat dipahami dengan baik berdasarkan petunjuk yang lurus. Hadits berikut, bersumber dari Rasulullah diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Abu Qatadah.
Berikut riwayat yang dimaksud:
Imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ يَعْنِي ابْنَ عُرْوَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ قَالَ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ يَقُولُ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ حِينَ يُسَلِّمُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ وَلَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ قَالَ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ. (رواه أحمد: ١٥٥٢٣)
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Numair berkata; telah menceritakan kepada kami Hisyam yaitu Ibnu 'Urwah dari Abu Az Zubair berkata; Abdullah bin Az Zubair memanjatkan doa-doa setelah melaksanakan shalat ketika salam, "LAA ILAAHA ILLA ALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA 'ALA KULLI SYAIIN QADIIR. LA HAULA WALA QUWWATA ILLAA BILLAAH LAA ILAAHA ILLALLAAHU WA LA NA'BUDU ILLA IYYAAHU WA LAHU NI'MAH WA LAHUL FADHLU WALAHU TSANA UL HASAN LAA ILAHA ILLALLAAH MUKHLISIINA LAHUDDIINA WALAU KARIHAL KAFIRUUN" (Tidak ada Tuhan selain Allah, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada kekuatan selain kekuatan Allah bagi-Nya segala kenikmatan dan keutamaan yang baik, tidak ada Tuhan selain Allah orang-orang yang ikhlas baginya agama walaupun kaum kafir membencinya). (Abdullah bin Az Zubair) berkata; Rasulullah ﷺ membaca kalimat tahlil dengan kalimat tersebut setiap selesai shalat. (HR. Ahmad: 15523 - isnadnya shahih dari 'Abdullah bin az Zubair bin al 'Awwam bin Khuwailid bin Asad, ia shahabat kuniyahnya Abu Bakar negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 73 H)
Waktu tetap dalam shalatnya,
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ الْمَقْبُرِيُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ الْعَبْدُ فِي صَلَاةٍ مَا كَانَ فِي الْمَسْجِدِ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ مَا لَمْ يُحْدِثْ فَقَالَ رَجُلٌ أَعْجَمِيٌّ مَا الْحَدَثُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ الصَّوْتُ يَعْنِي الضَّرْطَةَ. (رواه البخاري: ١٧٠)
Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi'b telah menceritakan kepada kami Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah berkata, "Nabi ﷺ bersabda, "Seorang hamba akan selalu dihitung shalat selama ia di masjid menunggu shalat dan tidak berhadats." Lalu ada seorang laki-laki non-Arab berkata, "Apa yang dimaksud dengan hadats wahai Abu Hurairah?" Abu Hurairah menjawab, "Suara." Yaitu kentut. (HR. Al Bukhari: 170 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Malaikat pun akan mendoakan para mushallin dalam penantian waktu shalat berikutnya,
و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ الْعَبْدُ فِي صَلَاةٍ مَا كَانَ فِي مُصَلَّاهُ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ وَتَقُولُ الْمَلَائِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ حَتَّى يَنْصَرِفَ أَوْ يُحْدِثَ قُلْتُ مَا يُحْدِثُ قَالَ يَفْسُو أَوْ يَضْرِطُ. (رواه مسلم: ١٠٦١)
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Bahz telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Tsabit dari Abu Rafi' dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Seorang hamba masih dihitung dalam shalat selama ia berada di tempat shalatnya untuk menunggu shalat dan malaikat akan mendoakannya, "Ya Allah, ampunilah dia, Ya Allah, rahmatilah dia, " hingga ia beranjak atau berhadats." Aku bertanya, "Apa yang dimaksud berhadats?" Jawabnya, "Kentut." (HR. Muslim: 1061 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Begitu juga hadits riwayat oleh imam al Bukhari: 2990, Abu Daud: 398 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.
Syaratnya adalah sebagaimana hadits riwayat Muslim,
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا دَامَتْ الصَّلَاةُ تَحْبِسُهُ لَا يَمْنَعُهُ أَنْ يَنْقَلِبَ إِلَى أَهْلِهِ إِلَّا الصَّلَاةُ. (رواه مسلم: ١٠٦٢)
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya katanya; aku pernah menyetorkan hafalan kepada Malik dari Abu Zanad dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Salah seorang diantara kalian masih dihitung dalam shalat selama ia tertahan oleh shalat, dan tidak ada yang menhannya untuk kembali ke keluarganya selain shalat." (HR. Muslim: 1062 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Lebih khusus disinggung dalam masalah ini diriwayatkan oleh imam Ibnu Majah,
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ كَانَ فِي صَلَاةٍ مَا كَانَتْ الصَّلَاةُ تَحْبِسُهُ وَالْمَلَائِكَةُ يُصَلُّونَ عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مَجْلِسِهِ الَّذِي صَلَّى فِيهِ يَقُولُونَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيهِ مَا لَمْ يُؤْذِ فِيهِ. (رواه إبن ماجه: ٧٩١)
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah dari Al A'masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh, jika salah seorang dari kalian masuk masjid, ia akan tetap dalam hitungan shalat selama shalatlah yang menahannya. Dan para malaikat tetap mendoakan salah seorang di antara kalian selama ia berada di dalam majelisnya, tempat ia shalat. Mereka berdoa: 'Ya Allah ampunilah ia, ya Allah rahmatilah ia, ya Allah terimalah tobatnya, ' Hal ini akan tetap berlangsung selama ia belum berhadats dan tidak menyakiti." (HR. Ibnu Majah: 791 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Imam Ahmad meriwayatkan secara umum,
وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا كَانَتْ الصَّلَاةُ هِيَ تَحْبِسُهُ لَا يَمْنَعُهُ إِلَّا انْتِظَارُهَا. (رواه أحمد: ٧٨٩٨)
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya; dari Abu Hurairah; Dan Rasulullah ﷺ bersabda, "Salah seorang dari kalian masih selalu dalam hitungan shalat selama shalat yang menahannya, tidak ada yang menghalanginya dari mengerjakan shalat kecuali waktu tunggunya." (HR. Ahmad: 7898 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Sebaiknya ketika masuk Masjid bagusnya laksanakanlah shalat tahyatul Masjid, ini dianjurkan oleh Rasulullah sebagaimana dikatakan oleh imam Ahmad,
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا مَالِكٌ يَعْنِي ابْنَ أَنَسٍ عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الزُّبَيْرِ عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ. (رواه أحمد: ٢١٤٨٥)
Telah menceritakan kepada kami 'Abdur Rahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Malik bin Anas dari 'Amir bin 'Abdullah bin Az Zubair dari 'Amr bin Sulaim dari Abu Qatadah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Bila salah seorang dari kalian masuk masjid hendaklah shalat dua rakaat sebelum duduk." (HR. Ahmad: 21485 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Al Harits bin Rib'iy, ia shahabat kuniyahnya Abu Qatadah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 54 H)
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Catatan: penejelasan selebihnya, seperti shalat wajib, shalat sunat rawatib, shalat tahyatul masjid waktu jumat, dan lain-lain lihat tulisan penulis di https://ibnusyamsir.blogspot.com/.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏