TAMTSIL BAGI HATI DAN KELAPANGANNYA
Imam Ibnu Majah berkata,
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَسْبَاطُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ يَزِيدَ الرِّقَاشِيِّ عَنْ غُنَيْمِ بْنِ قَيْسٍ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَثَلُ الْقَلْبِ مَثَلُ الرِّيشَةِ تُقَلِّبُهَا الرِّيَاحُ بِفَلَاةٍ. (رواه إبن ماجه: ٨٥)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair berkata, telah menceritakan kepada kami Asbath bin Muhammad berkata, telah menceritakan kepada kami Al A'masy dari Yazid Ar Raqasyi dari Ghunaim bin Qais dari Abu Musa Al Asy'ari ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, " Perumpamaan hati adalah seperti selembar bulu yang diombang-ambingkan angin di tanah yang lapang." (HR. Ibnu Majah: 85 - shahih dari 'Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhdhar, ia shahabat kuniyahnya Abu Musa negeri hidup Kufah dan wafat tahun 50 H)
Oleh karena itu, menerima sesuatu nikmat mestinya dengan lapang dada agar Allah anugerahkan kecukupan dan keberkahan. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayat oleh imam Ahmad,
حَدَّثَنَا أَسْوَدُ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الدُّنْيَا خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ فَمَنْ آتَيْنَاهُ مِنْهَا شَيْئًا بِطِيبِ نَفْسٍ مِنَّا وَطِيبِ طُعْمَةٍ وَلَا إِشْرَاهٍ بُورِكَ لَهُ فِيهِ وَمَنْ آتَيْنَاهُ مِنْهَا شَيْئًا بِغَيْرِ طِيبِ نَفْسٍ مِنَّا وَغَيْرِ طِيبِ طُعْمَةٍ وَإِشْرَاهٍ مِنْهُ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ. (رواه أحمد: ٢٣٢٥٨)
Telah menceritakan kepada kami Aswad Telah menceritakan kepada kami Syarik dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Dunia ini bagaikan buah-buahan yang segar dan manis, barangsiapa yang mengambilnya dengan kerelaan kami dan ia menerimanya dengan lapang dada tanpa dibarengi kerakusan, maka ia akan mendapatkan barakah di dalamnya. Sebaliknya barangsiapa yang mengambilnya dengan tanpa kerelaan kami dan tidak dengan lapang dada serta disertai kerakusan terhadapnya, maka ia tidak akan mendapatkan barakahnya." (HR. Ahmad: 23258 - hasan dari 'Aisyah binti Abu Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah [istri nabi] kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 58 H)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏