JANGAN BIARKAN SYETAN KENYANG
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Imam Ibnu Majah berkata:
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ عَنْ يُونُسَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ بَيْنَمَا هُوَ يَتَغَدَّى إِذْ سَقَطَتْ مِنْهُ لُقْمَةٌ فَتَنَاوَلَهَا فَأَمَاطَ مَا كَانَ فِيهَا مِنْ أَذًى فَأَكَلَهَا فَتَغَامَزَ بِهِ الدَّهَاقِينُ فَقِيلَ أَصْلَحَ اللَّهُ الْأَمِيرَ إِنَّ هَؤُلَاءِ الدَّهَاقِينَ يَتَغَامَزُونَ مِنْ أَخْذِكَ اللُّقْمَةَ وَبَيْنَ يَدَيْكَ هَذَا الطَّعَامُ قَالَ إِنِّي لَمْ أَكُنْ لِأَدَعَ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِهَذِهِ الْأَعَاجِمِ إِنَّا كُنَّا نَأْمُرُ أَحَدُنَا إِذَا سَقَطَتْ لُقْمَتُهُ أَنْ يَأْخُذَهَا فَيُمِيطَ مَا كَانَ فِيهَا مِنْ أَذًى وَيَأْكُلَهَا وَلَا يَدَعَهَا لِلشَّيْطَانِ. (رواه إبن ماجه: ٤٦٩)
Telah menceritakan kepada kami Suwaid bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' dari Yunus dari Al Hasan dari Ma'qil bin Yasar dia berkata, "Tatkala dia sedang sarapan pagi sesuap makanan jatuh dari (tangannya), dia lalu mengambilnya seraya membersihkan kotoran yang menempel pada makanan tersebut. Maka para pemimpin kabilah saling berisyarat dengan matanya, lalu dikatakan kepada Ma'qil, "Semoga Allah memberi kebaikan kepada Amir (pemimpin), para pemimpin kabilah saling berisyarat mata karena kamu mengambil sesuap makanan yang jatuh, padahal di depanmu banyak makanan." Ma'qil menjawab, "Sesungguhnya aku tidak ingin meninggalkan apa yang aku dengar dari Rasulullah ﷺ karena orang-orang asing ini. Sungguh, jika ada sesuap makanan terjatuh, maka kami akan memerintahkan untuk mengambilnya kemudian membersihkan kotoran yang menempel pada makanan tersebut lalu memakannya, dan janganlah meninggalkannya untuk setan." (HR. Ibnu Majah: 3269 - dha'iful isnad menurut al Albani dari Ma'qil bin Yasar bin 'Abdullah, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Ali dan negeri hidup Bashrah)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ibnu Majah: 3269 terdapat periwayat bernama al Hasan bin Abu Hasan Yasar, ia tabi'in kalangan pertengan kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 110 H. Penilaian ulama: al 'Ajli menilainya tsiqah, Muhammad bin Sa'ad menilainya tsiqah ma'mun. Sementara Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat, namun yudallis". Selebihnya adalah periwayat maqbul.
SARAPAN DENGAN TUJUH KORMA 'AJWAH
حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ يَعْنِي ابْنَ مَعْمَرٍ قَالَ حَدَّثَ عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَهُوَ أَمِيرٌ عَلَى الْمَدِينَةِ أَنَّ سَعْدًا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَكَلَ سَبْعَ تَمَرَاتِ عَجْوَةٍ مِنْ بَيْنَ لَابَتَيْ الْمَدِينَةِ عَلَى الرِّيقِ لَمْ يَضُرَّهُ يَوْمَهُ ذَلِكَ شَيْءٌ حَتَّى يُمْسِيَ قَالَ فُلَيْحٌ وَأَظُنُّهُ قَالَ وَإِنْ أَكَلَهَا حِينَ يُمْسِي لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يُصْبِحَ فَقَالَ عُمَرُ انْظُرْ يَا عَامِرُ مَا تُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَشْهَدُ مَا كَذَبْتُ عَلَى سَعْدٍ وَمَا كَذَبَ سَعْدٌ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه أحمد: ١٣٦٥)
Telah menceritakan kepada kami Abu 'Amir telah menceritakan kepada kami Fulaih dari Abdullah bin Abdurrahman yaitu Ibnu Ma'mar, dia berkata; bahwa Amir bin Sa'd menceritakan kepada Umar bin Abdul Aziz ketika dia sedang menjabat Gubernur kota Madinah, bahwa Sa'd berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa makan tujuh biji kurma 'Ajwah dari antara dua sisi Madinah sebelum sarapan pagi maka tidak akan ada sesuatu yang membahayakannya pada hari itu sampai sore harinya." Fulaih berkata; Aku mengiranya beliau bersabda, "Dan jika memakannya pada waktu sore hari maka tidak ada sesuatu yang membahayakannya sampai pagi hari." Maka Umar berkata, "Perhatikanlah Wahai 'Amir apa yang kamu ceritakan dari Rasulullah ﷺ?" maka 'Amir menjawab, "Aku bersaksi, dan aku tidak berbohong atas nama Sa'd dan Sa'd tidak berbohong atas nama Rasulullah ﷺ." (HR. Ahmad: 1365 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Sa'ad bin Abi Waqash Malik bin Uhaib bin 'Abdi Manaf bin Zuhra, ia shahabat kuniyahnya Abu Ishaq negeri hidup Kufah dan wafat tahun 55 H)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 1365 terdapat periwayat bernama Fulaih bin Sulaiman bin Abi al Mughirah, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu Yahya negeri hidup Madinah dan wafat tahun 168 H. Penilaian ulama: Abu Hatim, Yahya bin Ma'in dan an Nasa'i menilainya laisa bi qawi. Ad Daruquthni menilainya diperselisihkan, sementara Ibnu Hajar menilainya shaduq, banyak salah. Sedangkan Abu Daud menilainya laisa syai'. Selanjutnya Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat". Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 1446 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Sa'ad bin Abi Waqash Malik bin Uhaib bin 'Abdi Manaf bin Zuhra, ia shahabat kuniyahnya Abu Ishaq negeri hidup Kufah dan wafat tahun 55 H.
Selanjutnya Rasulullah menunjukkan tempat tumbuhnya sebagaimana disampaikan imam Muslim dalam riwayatnya:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ يَعْنِي ابْنَ بِلَالٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَكَلَ سَبْعَ تَمَرَاتٍ مِمَّا بَيْنَ لَابَتَيْهَا حِينَ يُصْبِحُ لَمْ يَضُرَّهُ سُمٌّ حَتَّى يُمْسِيَ. (رواه مسلم: ٣٨١٣)
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah bin Qa'nabi Telah menceritakan kepada kami Sulaiman yaitu Ibnu Bilal dari Abdullah bin Abdurrahman dari Amir bin Sa'd bin Abu Waqqash dari Bapaknya bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang memakan tujuh butir kurma yang tumbuh diantara bebatuan hitam (di Madinah) pada pagi-pagi, dia tidak akan celaka oleh racun sampai petang." (HR. Muslim: 3813 - shahih dari Sa'ad bin Abi Waqash Malik bin Uhaib bin 'Abdi Manaf bin Zuhra, ia shahabat kuniyahnya Abu Ishaq negeri hidup Kufah dan wafat tahun 55 H)
Kemudian imam al Bukhari meriwayatkan,
حَدَّثَنَا جُمْعَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ أَخْبَرَنَا هَاشِمُ بْنُ هَاشِمٍ أَخْبَرَنَا عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلَا سِحْرٌ. (رواه البخاري: ٥٠٢٥)
Telah menceritakan kepada kami Jum'ah bin Abdullah berkata, telah menceritakan kepada kami Marwan berkata, telah mengabarkan kepada kami Hasyim bin Hasyim berkata, telah mengabarkan kepada kami Amir bin Sa'd dari Bapaknya ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa setiap pagi mengkonsumsi tujuh butir kurma 'Ajwah, maka pada hari itu ia akan terhindar dari racun dan sihir." (HR. Al Bukhari: 5025 - shahih dari Sa'ad bin Abi Waqash Malik bin Uhaib bin 'Abdi Manaf bin Zuhra, ia shahabat kuniyahnya Abu Ishaq negeri hidup Kufah dan wafat tahun 55 H)
Demikian juga diriwayatkan oleh Imam al Bukhari: 5326, 5327 dan 5334, Muslim: 3814, Abu Daud: 3378, dan Ahmad: 1488 - shahih dari Sa'ad bin Abi Waqash Malik bin Uhaib bin 'Abdi Manaf bin Zuhra, ia shahabat kuniyahnya Abu Ishaq negeri hidup Kufah dan wafat tahun 55 H.
ANJURAN MEMBERI MAKAN ORANG LAPAR
حَدَّثَنَا ابْنُ كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَطْعِمُوا الْجَائِعَ وَعُودُوا الْمَرِيضَ وَفُكُّوا الْعَانِيَ قَالَ سُفْيَانُ وَالْعَانِي الْأَسِيرُ. (رواه أبوداود: ٢٦٩٩)
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Katsir ia berkata; Sufyan dari Manshur?, dari Abu Wail dari Abu Musa Al Asy'ari, ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Berilah makan orang yang lapar dan jenguklah orang yang sakit serta bebaskanlah budak!" (HR. Abu Daud: 2699 - shahih dari 'Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhdhar, ia shahabat kuniyahnya Abu Musa negeri hidup Kufah dan wafat tahun 50 H)
Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 2819, 4954 dan 5217, Ahmad: 18696 dan 18812 - shahih dari 'Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhdhar, ia shahabat kuniyahnya Abu Musa negeri hidup Kufah dan wafat tahun 50 H. Sementara imam ad Darimi berkata,
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فُكُّوا الْعَانِيَ وَأَطْعِمُوا الْجَائِعَ. (رواه الدارمي: ٢٣٥٦)
Telah `mengabarkan kepada kami Muhammad bin Yusuf dari Sufyan dari Manshur dari Abu Wa`il dari Abu Musa dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Bebaskanlah para tawanan, dan berilah makan orang yang lapar." (HR. Ad Darimi: 2356 - isnadnya shahih dengan syarat al Bukhari menurut Husain Salim Asad ad Darani dari 'Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhdhar, ia shahabat kuniyahnya Abu Musa negeri hidup Kufah dan wafat tahun 50 H)
Allah memberi tawaran kepada Rasulullah, sebagaimana imam Ahmad berkata:
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زَحْرٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَزِيدَ عَنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَحُدِّثْنَا بِهَذَا الْإِسْنَادِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَرَضَ عَلَيَّ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ لِيَجْعَلَ لِي بَطْحَاءَ مَكَّةَ ذَهَبًا فَقُلْتُ لَا يَا رَبِّ وَلَكِنْ أَشْبَعُ يَوْمًا وَأَجُوعُ يَوْمًا أَوْ نَحْوَ ذَلِكَ فَإِذَا جُعْتُ تَضَرَّعْتُ إِلَيْكَ وَذَكَرْتُكَ وَإِذَا شَبِعْتُ حَمِدْتُكَ وَشَكَرْتُكَ. (رواه أحمد: ٢١١٦٦)
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Ishaq telah menceritakan kepada kami 'Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Ayyub telah menceritakan kepada kami 'Ubaidillah bin Zahr dari 'Ali bin Yazid dari Al Qosim dari Abu Umamah dari Nabi ﷺ bersabda. Kami diberitahu sanad ini dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Rabb-ku 'Azza wa Jalla menawariku untuk menjadikan padang Makkah menjadi emas. Aku bersabda; Tidak wahai Rabb tapi aku kenyang sehari dan lapar sehari atau sepertinya. Bila lapar, aku merendah pada-Mu dan mengingat-Mu dan bila kenyang aku memuji-Mu dan bersyukur pada-Mu." (HR. Ahmad: 21166 - isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Shady bin 'Ajlan, ia shahabat kuniyahnya Abu Umamah negeri hidup Syam dan wafat tahun 86 H)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 21166 terdapat periwayat yang dinilai jarah oleh ulama hadits yaitu 'Ali bin Yazid bin Abi Hilal, ia tabi'in [tidak jumpa shahabat] kuniyahnya Abu 'Abdul Malik dan negeri hidup Syam. Penilaian ulama: al Azdi dan ad Daruquthni menilainya matruk. Abu Zur'ah menilainya laisa bi qawi, al Bukhari menilainya mungkarul hadits. Abu Hatim menilainya dha'iful hadits, sementara Ibnu Hajar menilainya dha'if. An Nasa'i menilainya laisa bi tsiqah. Abu Hatim menilainya dzahibul hadits. Selanjutnya, Ubaidullah bin Zahar, ia ia tabi'in [tidak jumpa shahabat] dan negeri hidup Afriqiyah. Penilaian ulama: Abu Zur'ah menilainya la ba'sa bih dan an Nasa'i menilainya laisa bihi ba'sa. Abu Hatim menilainya layyinul hadits, sementara ad Daruquthni menilainya dha'if. Adz Dzahabi mengatakan, "diperselisihkan". Sedangkan Ibnu Hajar menilainya shaduq, terdapat kesalahan. Selebihnya adalah periwayat maqbul.
Begitu pentingnya memberi makan orang yang kelaparan, menjenguk orang sakit dan membebaskan tawanan atau budak. Sehingga Rasul menekankan tiga hal tersebut. Hal ini sejalan dengan firman Allah,
وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ اٰمِنَةً مُّطْمَىِٕنَّةً يَّأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِاَنْعُمِ اللّٰهِ فَاَذَاقَهَا اللّٰهُ لِبَاسَ الْجُوْعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ. (قرآن سورة النحل/١٦: ١١٢)
"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (pen-duduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat." (QS.An-Naḥl/16: 112)
Tujuan sikap dan ajaran Islam seperti ini adalah untuk menjaga rahmat dan nikmat Allah agar tidak berganti dengan azab. Senantiasa menyukuri apa yang diberi dan dianugerahkan oleh Allah sebagai rizki yang berkah dan itu pun dibagikan secara adil dan bijak kepada yang membutuhkan. Wallahu a'lam bish shawab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏