“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]

MEREKA BERDUA MAKA ALLAH YANG KETIGA


Oleh: Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanir rahiem, 
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Imam Ahmad berkata:

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ قَالَ أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ حَدَّثَهُ قَالَ قُلْتُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْغَارِ وَقَالَ مَرَّةً وَنَحْنُ فِي الْغَارِ لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ نَظَرَ إِلَى قَدَمَيْهِ لَأَبْصَرَنَا تَحْتَ قَدَمَيْهِ قَالَ فَقَالَ يَا أَبَا بَكْرٍ مَا ظَنُّكَ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا. (رواه أحمد: ١١) 

Telah menceritakan kepada kami 'Affan dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Hammam, dia berkata; telah mengabarkan kepada kami Tsabit dari Anas bahwasanya Abu Bakar telah bercerita kepadanya, dia (Abu Bakar) berkata; aku berkata kepada Nabi ﷺ ketika berada di dalam gua, -dalam riwayat lain ia berkata, "Dan kami berada di dalam gua, - dan seandainya salah seorang dari mereka melihat kedua kaki beliau, pasti mereka akan melihat kami dari bawah kedua kakinya", maka beliau berkata, "Wahai Abu Bakar, apa persangkaanmu terhadap dua orang, bukankah Allah adalah yang ketiga dari keduanya." (HR. Ahmad: 11 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Utsman bin 'Amir bin 'Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taymi bin Murrah, ia shahabat kuniyahnya Abu Bakar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 13 H) 

Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 3380, 3629 dan 4295, Muslim: 4389  at Tirmidzi: 3021 - shahih dari 'Abdullah bin 'Utsman bin 'Amir bin 'Amru bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taymi bin Murrah, ia shahabat kuniyahnya Abu Bakar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 13 H.

Gua yang dimaksud adalah Qua Hira'. Imam Ahmad meriwayatkan, 

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ قَالَ وَأَخْبَرَنِي عُثْمَانُ الْجَزَرِيُّ أَنَّ مِقْسَمًا مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ فِي قَوْلِهِ { وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ } قَالَ تَشَاوَرَتْ قُرَيْشٌ لَيْلَةً بِمَكَّةَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ إِذَا أَصْبَحَ فَأَثْبِتُوهُ بِالْوَثَاقِ يُرِيدُونَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ اقْتُلُوهُ وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ أَخْرِجُوهُ فَأَطْلَعَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ نَبِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى ذَلِكَ فَبَاتَ عَلِيٌّ عَلَى فِرَاشِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ وَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى لَحِقَ بِالْغَارِ وَبَاتَ الْمُشْرِكُونَ يَحْرُسُونَ عَلِيًّا يَحْسَبُونَهُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَصْبَحُوا ثَارُوا إِلَيْهِ فَلَمَّا رَأَوْا عَلِيًّا رَدَّ اللَّهُ مَكْرَهُمْ فَقَالُوا أَيْنَ صَاحِبُكَ هَذَا قَالَ لَا أَدْرِي فَاقْتَصُّوا أَثَرَهُ فَلَمَّا بَلَغُوا الْجَبَلَ خُلِّطَ عَلَيْهِمْ فَصَعِدُوا فِي الْجَبَلِ فَمَرُّوا بِالْغَارِ فَرَأَوْا عَلَى بَابِهِ نَسْجَ الْعَنْكَبُوتِ فَقَالُوا لَوْ دَخَلَ هَاهُنَا لَمْ يَكُنْ نَسْجُ الْعَنْكَبُوتِ عَلَى بَابِهِ فَمَكَثَ فِيهِ ثَلَاثَ لَيَالٍ. (رواه أحمد: ٣٠٨١) 

Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah menceritakan kepada kami Ma'mar ia berkata; Dan telah mengabarkan kepadaku Utsman Al Jazari bahwa Miqsam budak Ibnu Abbas telah mengabarkan kepadanya dari Ibnu Abbas mengenai firman-Nya: (Dan (ingatlah) ketika orang-orang kafir Quraisy memikirkan daya upaya terhadapmu untuk memenjarakanmu), ia berkata; Pada suatu malam di Makkah Orang-orang Quraisy bermusyawarah, di antara mereka berkata; Bila pagi tiba, ikatlah ia dengan tali yang sangat kuat, yang dimaskud oleh mereka adalah Nabi ﷺ, sebagian mereka berkata; Tidak, tapi bunuh saja dia. Sebagian lagi mengatakan; Kita usir saja dia. Maka Allah 'Azza wa Jalla mengabarkan kepada Nabi-Nya ﷺ tentang musyarawarah itu, lalu pada malam itu Ali pun tidur di pembaringan Nabi ﷺ, sedangkan Nabi ﷺ keluar hingga bertemu dengan gua. Kaum musyrikin terus mengintai Ali yang mereka sangka Nabi ﷺ, ketika pagi tiba mereka merangsek ke dalam rumahnya, ketika mereka melihat Ali, Allah membalas tipu daya mereka, lalu mereka bertanya; Dimanakah temanmu itu? ia menjawab; Aku tidak tahu. Mereka pun menelusuri jejak beliau. Ketika mereka sampai di gunung, mereka mengelilinginya, lalu naik ke atas melewati gua, mereka melihat di mulut gua ada sarang laba-laba, kemudian mereka berkata; Sekiranya ia masuk ke sini, tidak ada sarang laba-laba di mulut gua. Lalu beliau menetap di dalam gua selama tiga hari. (HR. Ahmad: 3081 - isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H) 

Dalam sanad terdapat periwayat yang dinilai jarah (buruk) oleh ulama hadits yaitu; pertama, Miqsam bin Bajarah, maula 'Abdullah bin al Harits, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu al Qasim negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 101 H. Penilaian ulama: al 'Ajli, ad Daruquthni dan Ya'qub bin Sufyan menilainya tsiqah. Ibnu Hajar menilainya shaduq, sementara Ibnu Sa'ad menilainya dha'if, al Bukhari mengatakan, "disebutkan dalam adh dhu'afa'". Sedangkan Ibnu Hazam menilainya laisa bi qawi. Abu Hatim menilainya shalihul hadits. Kedua, 'Utsman bin Zufar, ia tabi'in [tidak jumpa shahabat] dan negeri hidup Syam. Penilaian ulama: Ibnu Hajar menilainya majhul dan adz Dzahabi menilainya watsiq, sementara Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat".

Demikianlah diceritakan dalam hadits tentang kalimat, "jika mereka berdua maka yang ketiga adalah Allah" yang ditemukan dalam kitab-kitab hadits. Informasi dari hadits-hadits di atas adalah menceritakan kondisi Nabi Muhammad dan Abu Bakar di gua Hira' dikejar oleh kaum Kafir Qurais untuk dihabisi. Sementara beliau bersembunyi di dalam gua tersebut, sementara Kafir Quraisy mencari tepat berada di atas kaki kafir Quraisy. Namun mereka tidak melihat mereka berdua karena dilindungi oleh Allah sehingga tidak melihat mereka berdua. 

Wallaahu a'lam bish Shawaab, 

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]