BERUSAHA BANGKIT DARI KEZHALIMAN
(al Qu'an berbicara tentang kezhaliman)
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
ALLAH berfirman,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ. (قرآن سورة البقرة/٢: ١٦٥)
Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zhalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal). (QS. Al Baqarah/2: 165)
Kezhaliman itu adalah kebodohon yang tidak perlu dibuktikan, karena hal itulah yang akan membinasakannya. Karena sikap zhalimnya kaum Nabi Musa akhirnya Allah kirim petir (lihat QS. An Nisa'/4: 53). Seperti itu juga kebodohan kaum Yahudi memakan harta hasil riba, penghasilan yang tidak sah, oleh sebab itu Allah siapkan bagi orang-orang kafir di antara mereka azab yang pedih (QS. An Nisa'/4: 61). Dan bagi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka, dan orang-orang yang beriman kepada al Qur'an dan kitab yang terdahulu, begitu juga bagi yang shalat dan membayar zakat di antara mereka, Allah akan memberikan kepada mereka pahala yang besar (QS. An Nisa'/4: 162).
Selanjutnya, Allah katakan, "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezhaliman, Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) akan menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus), kecuali ke jalan neraka jahanam. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan hal itu mudah bagi Allah (QS. An Nisa'/4: 168 - 169). Demikian juga firman Allah dalam QS. Al A'raaf/7: 162,
فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَظْلِمُونَ. (قرآن سورة الأعراف/٧: ١٧٢)
"Maka orang-orang yang zhalim di antara mereka mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezhaliman mereka. (QS. Al A'raaf/7: 162).
Ingatlah firman Allah berikut:
فَلَمَّا أَنْجَاهُمْ إِذَا هُمْ يَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ ۖ مَتَاعَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ فَنُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ. (قرآن سورة يونس/١٠: ٢٣)
Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka, malah mereka berbuat kezhaliman di bumi tanpa (alasan) yang benar. Wahai manusia! Sesungguhnya kezhalimanmu bahayanya akan menimpa dirimu sendiri; itu hanya kenikmatan hidup duniawi, selanjutnya kepada Kamilah kembalimu, kelak akan Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Yunus/10: 23)
Namun demikian Allah masih membolehkan membalas kezhaliman tersebut dengan yang setimpal. Sebagaimana firman-Nya,
ذَٰلِكَ وَمَنْ عَاقَبَ بِمِثْلِ مَا عُوقِبَ بِهِ ثُمَّ بُغِيَ عَلَيْهِ لَيَنْصُرَنَّهُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٌ. (قرآن سورة الحج/٢٢: ٦٠)
Demikianlah, dan barangsiapa mem-balas seimbang dengan (kezhaliman) penganiayaan yang pernah dia derita kemudian dia dizhalimi (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun. (QS. Al Hajj/22: 60)
Tetapi, wahai orang-orang yang beriman kepada hari akhirat. Bertawakkallah kepada Allah setelah 'azam-mu, dengan sungguh-sungguh. Sehingga tidak ada makhluk yang bisa menzhalimimu kecuali atas izin Allah. Ingatlah selalu firman Allah,
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ. (قرآن سورة الحديد/٥٧: ٢٠)
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu. (QS. Al Hadid/57: 20)
Yang terpenting, peliharalah apa yang telah ditanamkan Allah dengan baik agar jangan hancur menjadi tidak bermanfaat sama sekali. Selanjutnya, serahkan hasil akhirnya kepada Allah dengan ikhlas dan ridha.
Janji Allah itu pasti. Ia tidak akan menurun bencana, azab dan lain-lain, jika tidak karena kezhaliman telah merajalela. Allah berfirman,
(وَمَا كَانَ رَبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَىٰ حَتَّىٰ يَبْعَثَ فِي أُمِّهَا رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِنَا ۚ وَمَا كُنَّا مُهْلِكِي الْقُرَىٰ إِلَّا وَأَهْلُهَا ظَالِمُونَ. (قرآن سورة القصص/٢٨: ٥٩)
Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri, sebelum mengutus seorang Rasul diibukotanya yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan (penduduk) negeri; kecuali penduduknya melakukan kezhaliman. (QS. Al Qashash/28: 59)
Wallaahu a'lam bish Shawaab,
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏