ANCAMAN BAGI PEMIMPIN BERKHIANAT
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Imam Ahmad berkata:
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سَوَادَةُ بْنُ أَبِي الْأَسْوَدِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا رَاعٍ اسْتُرْعِيَ رَعِيَّةً فَغَشَّهَا فَهُوَ فِي النَّارِ. (رواه أحمد: ١٩٤٠٦)
Telah menceritakan kepada kami Waki', telah menceritakan kepada kami Sawadah bin Abul Aswad dari Ayahnya dari Ma'qil bin Yasar, dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Pemimpin mana saja yang dipercaya memimpin rakyat, lalu ia menipu mereka, maka ia akan masuk Neraka." (HR. Ahmad: 19406 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth, dengan sanadnya qawi dari Ma'qil bin Yasar bin 'Abdullah, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Ali dan negeri hidup Bashrah)
Demikian juga imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا هَوْذَةُ بْنُ خَلِيفَةَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنِ الْحَسَنِ قَالَ مَرِضَ مَعْقِلُ بْنُ يَسَارٍ مَرَضًا ثَقُلَ فِيهِ فَأَتَاهُ ابْنُ زِيَادٍ يَعُودُهُ فَقَالَ إِنِّي مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ اسْتُرْعِيَ رَعِيَّةً فَلَمْ يُحِطْهُمْ بِنَصِيحَةٍ لَمْ يَجِدْ رِيحَ الْجَنَّةِ وَرِيحُهَا يُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ مِائَةِ عَامٍ قَالَ ابْنُ زِيَادٍ أَلَا كُنْتَ حَدَّثْتَنِي بِهَذَا قَبْلَ الْآنَ قَالَ وَالْآنَ لَوْلَا الَّذِي أَنْتَ عَلَيْهِ لَمْ أُحَدِّثْكَ بِهِ. (رواه أحمد: ١٩٤٢٨)
Telah menceritakan kepada kami Haudzah bin Khalifah, telah menceritakan kepada kami 'Auf dari Al Hasan ia berkata; Ma'qil bin Yasar sakit keras, lalu Ibnu Ziyad datang menjenguknya seraya berkata, "Aku akan menceritakan satu hadits yang aku dengar dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda, "Barangsiapa dipercaya memimpin suatu kaum lalu ia tidak menyuruh pada kebaikan (berkhianat) terhadap kaumnya, maka ia tidak akan mencium bau surga, padahal baunya dapat tercium antara jarak seratus tahun." Ibnu Ziyad berkata, "Bukankah engkau telah menyampaikannya kepadaku sebelum ini?." Ia menjawab, "Kalaulah bukan karenamu, niscaya tidak akan aku ceritakan." (HR. Ahmad: 19428 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth, dengan sanadnya qawi dari Ma'qil bin Yasar bin 'Abdullah, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Ali dan negeri hidup Bashrah)
Ingatlah sabda Rasulullah ﷺ berikut, sebagaimana diriwayatkan oleh imam Ahmad,
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ عِيَاضَ بْنَ غَنْمٍ رَأَى نَبَطًا يُشَمَّسُونَ فِي الْجِزْيَةِ فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يُعَذِّبُ الَّذِينَ يُعَذِّبُونَ النَّاسَ فِي الدُّنْيَا. (رواه أحمد: ١٤٧٩٣)
Telah menceritakan kepada kami 'Utsman bin 'Umar berkata; telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Az-Zuhri dari 'Urwah telah sampai kepadanya dari seseorang bahwa, 'Iyadh bin Ghanim melihat rakyat jelata yang dijemur karena masalah jizyah. Lalu berkata; saya telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, " Allah Subhanahu wa Ta'ala menyiksa orang yang menyiksa manusia di dunia." (HR. Ahmad: 14793 - shahih lighairihi menurut Syu'aib al Arna'uth, dengan sanadnya dha'if dari Iyadh Ghanim dan ia shahabat)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 14793 terdapat periwayat penerima langsung dari Iyadh bin Ghanam tidak diketahui.
Wallahu a'lam bish shawab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏