PUJIAN RASUL KEPADA SHAHABAT DAN EFEK PUJIAN
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Imam Ahmad berkata:
حَدَّثَنَا عَبِيدَةُ حَدَّثَنِي الْأَسْوَدُ عَنْ نُبَيْحٍ الْعَنَزِيِّ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا جَابِرُ أَلَكَ امْرَأَةٌ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ أَثَيِّبًا نَكَحْتَ أَمْ بِكْرًا قَالَ قُلْتُ لَهُ تَزَوَّجْتُهَا وَهِيَ ثَيِّبٌ قَالَ فَقَالَ لِي فَهَلَّا تَزَوَّجْتَهَا جُوَيْرِيَةً قَالَ قُلْتُ لَهُ قُتِلَ أَبِي مَعَكَ يَوْمَ كَذَا وَكَذَا وَتَرَكَ جَوَارِيَ فَكَرِهْتُ أَنْ أَضُمَّ إِلَيْهِنَّ جَارِيَةً كَإِحْدَاهُنَّ فَتَزَوَّجْتُ ثَيِّبًا تَقْصَعُ قَمْلَةَ إِحْدَاهُنَّ وَتَخِيطُ دِرْعَ إِحْدَاهُنَّ إِذَا تَخَرَّقَ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّكَ نِعْمَ مَا رَأَيْتَ. (رواه أحمد: ١٤٣٣٢)
Telah menceritakan kepada kami 'Abidah Telah menceritakan kepada ku Al Aswad dari Nubaih Al 'Anazi dari Jabir bin Abdullah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku, Wahai Jabir, apakah kamu baru saja beristri? Dia menjawab, ' Ya.' (Rasulullah ﷺ) bertanya, kamu menikahi janda atau gadis? (Jabir) menjawab 'Saya menikahi janda.' Beliau bertanya kepadaku, 'Kenapa kau tidak menikahi yang masih gadis saja? ' (Jabir) menjawab, 'Bapakku terbunuh saat bersama Anda pada hari ini dan itu dan meninggalkan banyak anak perempuan kecil maka saya tidak suka menambahi seorang gadis kepada mereka, saya nikahi seorang janda, dengan harapan bisa membunuh kutu mereka dan bisa menjahit pakaian mereka jika sobek. Rasulullah ﷺ bersabda, "Duhh,,, sungguh baik pendapatmu". (HR. Ahmad: 14332 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)
Rasulullah memerintahkan memuji jenazah yang lewat dan para shahabat memujinya.
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ مُرَّ بِجِنَازَةٍ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَثْنُوا عَلَيْهَا فَقَالُوا كَانَ مَا عَلِمْنَا يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَأَثْنَوْا عَلَيْهِ خَيْرًا فَقَالَ وَجَبَتْ ثُمَّ مُرَّ عَلَيْهِ بِجِنَازَةٍ أُخْرَى فَقَالَ أَثْنُوا عَلَيْهَا فَقَالُوا بِئْسَ الْمَرْءُ كَانَ فِي دِينِ اللَّهِ فَقَالَ وَجَبَتْ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ. (رواه ١٢٥٦٦)
Telah bercerita kepada kami 'Abdurrozzaq telah bercerita kepada kami Ma'mar dari Tsabit dari Anas berkata, ada jenazah melewati Rasulullah ﷺ, lalu Nabi berujar "Pujilah orang ini", maka para sahabat berkomentar 'setahu kami ia adalah orang yang mencintai Allah dan rasul-Nya" dan mereka memuji kebaikannya. Maka Rasulullah ﷺ bersabda, " pasti baginya surga". Kemudian ada jenazah lainnya yang lewat, lalu Nabi bersabda "Pujilah orang ini". Para sahabat bukannya memuji namun berkomentar "Alangkah buruk orang ini terhadap agamanya". Maka Nabi bersabda, baginya pasti neraka, kalian adalah saksi saksi Allah dimuka bumi". (HR. Ahmad: 12566 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)
Namun, disisi lain memuji seseorang tidak boleh berlebihan seperti orang Nashrani memuji Nabi Isa bin Maryam. Hal ini disampaikan riwayatnya oleh imam ad Darimi, bahwa:
أَخْبَرَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُطْرُونِي كَمَا تُطْرِي النَّصَارَى عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ وَلَكِنْ قُولُوا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ. (رواه الدارمي: ٢٦٦٥)
Telah mengabarkan kepada kami Utsman bin Umar telah menceritakan kepada kami Malik dari Az Zuhri dari Ubaidullah dari Ibnu Abbas dari Umar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kalian berlebihan dalam memujiku seperti orang-orang Nasrani yang berlebihan memuji Isa bin Maryam. Akan tetapi katakanlah; Hamba Allah dan rasul-Nya." (HR. Ad Darimi: 2665 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu Hafshah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 23 H)
Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 3189 dan 6328, Ahmad: 149 dan 159 - shahih dari 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu Hafshah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 23 H)
Untuk membatasi perlakuan tersebut alangkah baiknya simak hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad: 313 berikut:
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ بَعَثَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْحَقِّ وَأَنْزَلَ مَعَهُ الْكِتَابَ فَكَانَ مِمَّا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةُ الرَّجْمِ فَرَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ ثُمَّ قَالَ قَدْ كُنَّا نَقْرَأُ وَلَا تَرْغَبُوا عَنْ آبَائِكُمْ فَإِنَّهُ كُفْرٌ بِكُمْ أَوْ إِنَّ كُفْرًا بِكُمْ أَنْ تَرْغَبُوا عَنْ آبَائِكُمْ ثُمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُطْرُونِي كَمَا أُطْرِيَ ابْنُ مَرْيَمَ وَإِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ فَقُولُوا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَرُبَّمَا قَالَ مَعْمَرٌ كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ. (رواه أحمد: ٣١٣)
Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq Telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari 'Ubaidillah bin Abdullah bin 'Utbah bin Mas'ud dari Ibnu Abbas dari Umar bahwa dia berkata, "Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad ﷺ dengan membawa kebenaran, dan menurunkan Al Kitab (Al-Qur'an) kepadanya, diantara ayat yang diturunkan kepadanya adalah ayat tentang hukum rajam, kemudian Rasulullah ﷺ melaksanakan hukum rajam, dan kamipun melaksanakan hukum rajam sepeninggal beliau, " kemudian dia berkata, "Sungguh kita telah membaca, "Janganlah kalian membenci bapak bapak kalian, karena bisa menjadikan kalian kafir, " atau, "Sesungguhnya kalian bisa menjadi kafir karena membenci bapak bapak kalian, " lalu Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana Ibnu Isa telah dikultuskan, aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah; 'Hamba-Nya dan rasul-Nya'." Bisa saja Ma'mar berkata, "Sebagaimana orang-orang Nasrani mengkultuskan Ibnu Maryam." (HR. Ahmad: 313 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu Hafshah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 23 H)
Demikianlah yang dijelaskan Rasulullah dalam hadits yang shahih. Memuji dan menyanjung seseorang sewajarnya saja. Karena boleh jadi orang yang dianjung atau dipuji tersebut baik menurut kita, lalu kita memuji dengan berlebih, sehingga apa pun yang dia lakukan dibenarkan. Kemudian sebaliknya boleh jadi yang kita benci, sementara orang lain memujinya, sehingga menimbulkan kebencian yang berlebihan. Oleh karena itu, kewajaran memuji seseorang jangan sampai berlebihan atau sampai mengultuskannya.
Wallaahu a'lam bish Shawaab,
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏