LURUSKAN NIATMU AGAR ALLAH MEMENUHI JIWAMU DENGAN KEIKHLASAN
Niat itu otaknya ibadah, maka setiap kegiatan yang baik dinilai ibadah oleh Allah karena niat yang hanya karena Allah. Berobahnya niat saat melakukan sesuatu tidak menjadi patokan batalnya ibadah. Hanya saja nilai pahalanya berkurang ketika terjadinya perobahan niat tersebut.
Oleh sebab itu, Allah memberikan pahala yang berlipatganda kepada orang yang benar niatnya dan sabar dengan niatnya itu. Begitu juga, seseorang yang berniat jahat, sementara belum ia lakukan maka Allah justru memberi pahala karena tidak menunaikan niat jahatnya. Artinya, ia telah mengganti niatnya dengan kebaikan untuk tidak melakukan niat jahatnya. Inilah keadilan Allah, memberikan pahala dan peluang yang besar untuk kebaikan manusia.
Selanjutnya, Allah mengukur amal seseorang dengan niatnya. Pada hakekatnya, Allah sedang menyediakan pahala sebesar-besarnya bagi orang-orang beriman, ikhlas dan beramal shaleh. Urutan kalimat tersebut memberikan pemahaman bahwa, tidak satu pun perbuatan manusia itu luput dari perhatian Allah. Oleh sebab itu juga Rasulullah diberi tugas untuk memberi pengajaran dan mengingatkan bukan untuk tujuan memaksa, karena sifat memaksa memunculkan keraguan atas kebenaran yang diajarkannya.
Istiqamah, sabar dan ikhlas adalah ladang atau peluang memperbaiki segala kekurangan manusia dalam menghadapi permainan di dunia. Di akhirat semuanya menjadi urusan Allah secara mutlak. Oleh karenanya sebagai orang beriman agar senantiasa mawasdiri atau bertakwa kepada Allah atas segala yang dilakukannya selama di dunia ini. Hal-hal yang dianggap tabu, seperti kematian, kekayaan, kemiskinan dan lain sebagainya. Bahkan perpisahan dengan orang-orang yang dicintai. Hal tersebut permainan dan warna dunia yang harus diterima dengan ikhlas dan mengharap balasan terbaik disisi Allah. Wallahu a'lam bish shawaab.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏