“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]

LURUSKAN NIATMU AGAR ALLAH MEMENUHI JIWAMU DENGAN KEIKHLASAN

Niat itu otaknya ibadah, maka setiap kegiatan yang baik dinilai ibadah oleh Allah karena niat yang hanya karena Allah. Berobahnya niat saat melakukan sesuatu tidak menjadi patokan batalnya ibadah. Hanya saja nilai pahalanya berkurang ketika terjadinya perobahan niat tersebut. 

Oleh sebab itu, Allah memberikan pahala yang berlipatganda kepada orang yang benar niatnya dan sabar dengan niatnya itu. Begitu juga, seseorang yang berniat jahat, sementara belum ia lakukan maka Allah justru memberi pahala karena tidak menunaikan niat jahatnya. Artinya, ia telah mengganti niatnya dengan kebaikan untuk tidak melakukan niat jahatnya. Inilah keadilan Allah, memberikan pahala dan peluang yang besar untuk kebaikan manusia. 

Selanjutnya, Allah mengukur amal seseorang dengan niatnya. Pada hakekatnya, Allah sedang menyediakan pahala sebesar-besarnya bagi orang-orang beriman, ikhlas dan beramal shaleh. Urutan kalimat tersebut memberikan pemahaman bahwa, tidak satu pun perbuatan manusia itu luput dari perhatian Allah. Oleh sebab itu juga Rasulullah diberi tugas untuk memberi pengajaran dan mengingatkan bukan untuk tujuan memaksa, karena sifat memaksa memunculkan keraguan atas kebenaran yang diajarkannya. 

Istiqamah, sabar dan ikhlas adalah ladang atau peluang memperbaiki segala kekurangan manusia dalam menghadapi permainan di dunia. Di akhirat semuanya menjadi urusan Allah secara mutlak. Oleh karenanya sebagai orang beriman agar senantiasa mawasdiri atau bertakwa kepada Allah atas segala yang dilakukannya selama di dunia ini. Hal-hal yang dianggap tabu, seperti kematian, kekayaan, kemiskinan dan lain sebagainya. Bahkan perpisahan dengan orang-orang yang dicintai. Hal tersebut permainan dan warna dunia yang harus diterima dengan ikhlas dan mengharap balasan terbaik disisi Allah. Wallahu a'lam bish shawaab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]