“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


DOA DALAM PERJALANAN
(pergi perang, haji dan perjalanan biasa)

Oleh: Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanirrahiim,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Sebagai seorang muslim, hendaknya disetiap aktivitasnya sehari-hari senantiasa didahului dengan basmalah dan akhir aktivitasnya dengan hamdalah. Begitu juga aktivitas khusus dilakukan selayaknyalah mereka mencontoh kepada Rasul agar pelaksanaannya sempurna lahir dan bathinnya. Lahirnya aktivitas badaniyah dan bathinnya dengan doa-doa yang diajarkan oleh Rasul sendiri. Insya Allah seluruh perbuatan mereka dalam pengawasan dan ridha-Nya.

Nah, sajian kali ini penulis memaparkan doa yang dibaca oleh Rasul ketika hendak safar (melakukan perjalanan) jauh atau pun dekat. Berikut paparannya. Penulis awali dengan firman Allah, tentang Nabi Nuh 'alaihi salam setelah selesai membuat kapalnya dan Allah perintahkan menaikkan masing-masing (hewan) sepasang, keluarganya kecuali selain orang yang beriman. Kemudian Allah berfirman,

وَقَالَ ارْكَبُوْا فِيْهَا بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰ۪ىهَا وَمُرْسٰىهَا ۗاِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ. (سورة هود/١١: ٤١)

Dan dia berkata,  ”Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Huud/11: 41)

Selanjutnya surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Baqis yang diawali dengan kalimat basmalah, sebagaimana firman-Nya:

اِنَّهٗ مِنْ سُلَيْمٰنَ وَاِنَّهٗ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ۙ. (سورة النمل/٢٧: ٣٠)

Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (QS. An Namal/27: 30)

اَلَّا تَعْلُوْا عَلَيَّ وَأْتُوْنِيْ مُسْلِمِيْنَ.  ࣖ(سورة النمل/٢٧: ٣١)

janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” (QS. An Namal/27: 31)

Ayat di atas mengajarkan bahwa apa pun yang akan dilakukan semestinya dimulai dengan basmalah. Sebagai contoh Rasul mengajarkan, apabila hendak makan maka bacalah basmalah.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الصَّبَّاحِ الْهَاشِمِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَهُ طَعَامٌ قَالَ ادْنُ يَا بُنَيَّ وَسَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رُوِيَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِي وَجْزَةَ السَّعْدِيِّ عَنْ رَجُلٍ مِنْ مُزَيْنَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبِي سَلَمَةَ وَقَدْ اخْتَلَفَ أَصْحَابُ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ فِي رِوَايَةِ هَذَا الْحَدِيثِ وَأَبُو وَجْزَةَ السَّعْدِيُّ اسْمُهُ يَزِيدُ بْنُ عُبَيْدٍ. (رواه الترمذي: ١٧٨٠)

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Ash Shabah Al Hasyimi, telah menceritakan kepada kami Abdul A'la dari Ma'mar dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya dari Umar bin Abu Salamah bahwa ia pernah menemui Rasulullah ﷺ dan pada saat itu, di sisi beliau terdapat makanan. Beliau pun bersabda, "Mendekatlah wahai anakku, sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu, serta mulailah menyantap makanan yang terdekat (dari kamu)." Abu Isa berkata; Dan juga telah diriwayatkan dari Hisyam bin Urwah dari Abu Wajzah As Sa'di dari seorang laki dari Muzainah, dari Umar bin Abu Salamah. Dan para sahabat Hisyam bin Urwah telah berselisih mengenai periwayatan hadits ini. Abu Wajzah As Sa'di namanya adalah Yazid bin Ubaid. (HR. At Tirmidzi: 1780 - shahih dari 'Umar bin Abi Salamah 'Abdullah bin 'Abdul Asad, ia shahabat kuniyahnya Abu Hafshah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 83 H)

Selanjutnya penulis paparkan tentang doa akan melakukan perjalanan sebagai berikut:

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّ عَلِيًّا الْأَزَدِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ عَلَّمَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اسْتَوَى عَلَى بِعِيرِهِ خَارِجًا إِلَى سَفَرٍ كَبَّرَ ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ { سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ } اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنْ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا اللَّهُمَّ اطْوِ لَنَا الْبُعْدَ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ وَالْمَالِ وَإِذَا رَجَعَ قَالَهُنَّ وَزَادَ فِيهِنَّ آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجُيُوشُهُ إِذَا عَلَوْا الثَّنَايَا كَبَّرُوا وَإِذَا هَبَطُوا سَبَّحُوا فَوُضِعَتْ الصَّلَاةُ عَلَى ذَلِكَ. (رواه أبوداود: ٢٢٣٢)

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali, Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij, telah mengabarkan kepadaku Abu Az Zubair, bahwa Ali Al Azdi telah mengabarkan kepadanya bahwa Ibnu Umar telah memberitahukan kepadanya bahwa Rasulullah ﷺ apabila telah berada di atas untanya keluar untuk melakukan safar, beliau bertakbir tiga kali, kemudian mengucapkan: SUBHAANALLADZII SAKHKHARA LANAA HAADZAA WA MAA KUNNAA LAHUU MUQRINIIN, WA INNAA ILAA RABBINAA LAMUNQALIBUUN. ALLAAHUMMA HAWWIN 'ALAINAA SAFARANAA HAADZAA, ALLAAHUMMATHWI LANAL BU 'DA. ALLAAHUMMA ANTASH SHAAHIBU FIS SAFARI WAL KHALIIATU FIL AHLI WAL MAALI (“Maha-suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS. Az Zukhruf/43: 13-14). Ya Allah, permudahlah bagi kami perjananan ini, dan dekatkanlah jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah Teman diperjalanan dan pengganti berada diantara keluarga serta harta kami). Dan apabila kembali beliau mengucapkan hal tersebut ditambah, "AAYIBUUNA, TAAIBUUNA 'AABIDUUNA LIRABBINAA HAAMIDUUN" (Kami kembali, kami bertobat, kami menyembah, dan kepada Tuhan kami, kami memuji). Dan Rasulullah ﷺ serta para pasukannya apabila menaiki tempat yang tinggi mereka bertakbir dan apabila turun mereka bertasbih, kemudian shalat ditetapkan seperti itu. (HR. Abu Daud: 2232 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)

Begitu juga hadits riwayat Muslim: 2392 (safar untuk haji), at Tirmidzi: 3369, Ahmad: 6086 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H.

Kemudian hadits riwayat ad Darimi: 2557 kata "wal maal" diganti dengan kata "bikhair"

أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ حَسَّانَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَارِقِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَافَرَ فَرَكِبَ رَاحِلَتَهُ كَبَّرَ ثَلَاثًا وَيَقُولُ { سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ } اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِي سَفَرِي هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنْ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا السَّفَرَ وَاطْوِ لَنَا بُعْدَ الْأَرْضِ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ اصْحَبْنَا فِي سَفَرِنَا وَاخْلُفْنَا فِي أَهْلِنَا بِخَيْرٍ. (رواه الدارمي: ٢٥٥٧)

Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Hassan telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Abu Az Zubair dari Ali bin Abdullah Al Bariqi dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah ﷺ jika hendak bepergian, beliau menunggang kendaraannya seraya bertakbir tiga kali dan membaca: SUBHANALLADZI SAKHKHARA LANA HADZA WA MA KUNNA LAHU MUQRININ WA INNA ILA RABBINA LAMUNQALIBUN. ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA FI SAFARI HADZAL BIRRA WAT TAQWA WA MINAL 'AMALI MA TARDLA ALLAHUMMA HAWWIN 'ALAINAS SAFARA WATHWI LANA BU'DAL ARDLI ALLAHUMMA ANTASH SHAHIBU FIS SAFARI WAL KHALIFATU FIL AHLI ALLAHUMMASH HABNA FI SAFARINA WAKHLUFNA FI AHLINA BI KHAIR ... Maha-suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS. Az Zukhruf/43: 13-14). Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dalam perjalananku ini kebajikan, ketaqwaan dan amalan yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan untuk kami dan lipatkanlah jauhnya bumi untuk kami. Ya Alah, Engkau adalah penjaga dalam perjalanan dan pengganti dalam mengurusi urusan keluarga. Ya Allah, temanilah kami dalam perjalanan kami dan jadilah pengganti kami dalam mengurusi keluarga kami dengan baik)." (HR. Ad Darimi: 2557 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)

Tanpa kata "wal maali" diriwayatkan oleh imam Ahmad: 6029,

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَارِقِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَكِبَ رَاحِلَتَهُ كَبَّرَ ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِي سَفَرِي هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنْ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا السَّفَرَ وَاطْوِ لَنَا الْبَعِيدَ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ اصْحَبْنَا فِي سَفَرِنَا وَاخْلُفْنَا فِي أَهْلِنَا وَكَانَ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ قَالَ آيِبُونَ تَائِبُونَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ. (رواه أحمد: ٦٠٢٩)

Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Hammad yakni Ibnu Salamah dari Abu Zubair dari Ali bin Abdillah Al Bariqi dari Abdullah bin Umar Nabi ﷺ, jika beliau mengendarai kendaraannya beliau bertakbir tiga kali kemudian berdoa, "SUBHANALLADZI SAKHKHARA LANA HADZA WAMA KUNNA LAHU MUQRINIIN WA INNAA ILAA RABBINAA LAMUNQALIBUUN " ... Maha-suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS. Az Zukhruf/43: 13-14). Kemudian beliau berdoa lagi, "ALLAHUMMA INNII ASALUKA FI SAFARI HAADZAA AL BIRRA WAT TAQWAA WA MIAL 'AMALI MAA TARDLO ALLAHUMMA HAWWIN 'ALAINAA AS SAFARA WATHWI LANAAL BA 'IID ALLAHUMMA ANTASH SHAAHIBU FIS SAFARI WAL KHALIIFATU FIL AHLI ALLAHUMMASH HABNAA FI SAFARINAA WAKHLUFNAA FI AHLINAA (Ya Allah, kami memohon kebaikan dan takwa dalam perjalanan ini, kami memohon perbuatan yang Engkau ridhai. Ya Allah permudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah pendampingku dalam bepergian dan Yang mengurusi keluarga (-ku). Ya Allah, dampingilah kami dalam perjalanan kami ini dan urusilah keluarga kami)." Dan apabila beliau kembali kepada keluarganya beliau membaca, "AAYIBUUN TAA`IBUUNA INSYAA`ALLAHU LIRABBINAA HAAMIDUUN (Kami kembali dengan bertobat, tetap beribadah dan memuji Rabb kami insya Allah)." (HR. Ahmad: 6029 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)

Sementara riwayat imam Ahmad: 714 - hasan lighairihi [menurut Syu'aib al Arna'uth] dari 'Ali bin Abi Thalib dengan lafazh,

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَنْبَأَنَا شَرِيكُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عَلِيًّا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أُتِيَ بِدَابَّةٍ لِيَرْكَبَهَا فَلَمَّا وَضَعَ رِجْلَهُ فِي الرِّكَابِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ فَلَمَّا اسْتَوَى عَلَيْهَا قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ ثُمَّ حَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَكَبَّرَ ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ سُبْحَانَكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ قَدْ ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ثُمَّ ضَحِكَ فَقُلْتُ مِمَّ ضَحِكْتَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ مِثْلَ مَا فَعَلْتُ ثُمَّ ضَحِكَ فَقُلْتُ مِمَّ ضَحِكْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ يَعْجَبُ الرَّبُّ مِنْ عَبْدِهِ إِذَا قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَيَقُولُ عَلِمَ عَبْدِي أَنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ غَيْرِي. (رواه أحمد: ٧١٤)

Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Syarik bin Abdullah dari Abu Ishaq dari Ali bin Rabi 'ah dia berkata; aku melihat Ali diberi seekor hewan tunggangan, maka ketika dia meletakkan kakinya di kendaraannya dia mengucapkan, "Dengan menyebut nama Allah" dan ketika sudah duduk diatasnya dia mengucapkan, "Segala puji bagi Allah, ... Maha-suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS. Az Zukhruf/43: 13-14). Kemudian bertahmid kepada Allah tiga kali, bertakbir tiga kali kemudian mengucapkan, "Mahasuci Engkau yang tidak ada Tuhan kecuali Engkau, aku telah berbuat zalim kepada diriku, maka ampunilah aku." Kemudian dia tertawa, maka aku bertanya, "Apa yang membuatmu tertawa wahai Amirul Mukminin?" Dia menjawab, "Aku melihat Rasulullah ﷺ melakukan seperti yang aku lakukan, kemudian beliau tertawa, sehingga aku bertanya kepada beliau, "Wahai Rasulullah apa yang membuat engkau tertawa?" Beliau menjawab, "Allah kagum dengan hamba-Nya yang apabila berdoa dia mengucapkan, "Ya Allah ampunilah aku, " dan Allah berfirman, "Hamba-Ku tahu bahwa tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain aku." (HR. Ahmad: 714 - hasan lighairihi [menurut Syu'aib al Arna'uth] 'Ali bin Abi Thalib bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim bin 'Abdi Manaf, ia shahabat kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Kufah dan wafat tahun 40 H)

Ayat yang dibaca oleh Rasul adalah penggalan QS. Az Zukhruf/43: 13-14, lafazh lengkapnya dwngan ayat sebelumnya berbicara tentang kendaraan laut dan darat, sebagaimana firman-Nya,

وَالَّذِيْ خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الْفُلْكِ وَالْاَنْعَامِ مَا تَرْكَبُوْنَۙ. (سورة الزخرف/٤٣: ١٢)

Dan yang menciptakan semua berpasang-pasangan dan menjadikan kapal untukmu dan hewan ternak yang kamu tunggangi. (QS. Az Zukhruf/43: 12)

Sementara penggalan ayat dalam hadits dimaksud adalah,

لِتَسْتَوٗا عَلٰى ظُهُوْرِهٖ ثُمَّ تَذْكُرُوْا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ اِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُوْلُوْا سُبْحٰنَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهٗ مُقْرِنِيْنَۙ [١٣]. وَاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ [١٤]. (سورة الزخرف/٤٣: ١٣-١٤)

Agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan, “Maha-suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS. Az Zukhruf/43: 13-14)

Amalan dia tersebut di atas tentu dengan mengharap perlindungan dan keridhaan Allah, karena apa pun yang dilakukan tidak luput dari pengawasan-Nya. Sehingga seluruh amal yang dilakukan orang mukmin sedang safar dan tetap dalam amalannya maka amalannya disamakan pahalanya dengan yang muqim (tempat domisili) nya. Sebagaimana sabda Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam berikut:

IBADAH ORANG SAKIT, SAFAR (BEPERGIAN) DAN YANG MUQIM

حَدَّثَنَا مَطَرُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا الْعَوَّامُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ أَبُو إِسْمَاعِيلَ السَّكْسَكِيُّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا بُرْدَةَ وَاصْطَحَبَ هُوَ وَيَزِيدُ بْنُ أَبِي كَبْشَةَ فِي سَفَرٍ فَكَانَ يَزِيدُ يَصُومُ فِي السَّفَرِ فَقَالَ لَهُ أَبُو بُرْدَةَ سَمِعْتُ أَبَا مُوسَى مِرَارًا يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا. (رواه البخاري: ٢٧٧٤)

Telah bercerita kepada kami Mathar bin Al Fadhl telah bercerita kepada kami Yazid bin Harun telah bercerita kepada kami 'Al 'Awwam telah bercerita kepada kami Ibrahim Abu Isma'il As-Saksakiy berkata; Aku mendengar Abu Burdah pernah bersama dengan Yazid bin Abi Kabsyah dalam suatu perjalanan dimana Yazid tetap berpuasa dalam safar, lalu Abu Burdah berkata, "Aku sering mendengar berkali-kali Abu Musa berkata; Rasulullah ﷺ telah bersabda, "Jika seorang hamba sakit atau bepergian (lalu beramal) ditulis baginya (pahala) seperti ketika dia beramal sebagai muqim dan dalam keadaan sehat". (HR. Al Bukhari: 2774 - shahih dari 'Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhdhar, ia shahabat kuniyahnya Abu Musa negeri hidup Kufah dan wafat tahun 50 H)

Begitu juga hadits riwayat Ahmat: 18848 dan 18918 - shahih dari 'Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadhdhar, ia shahabat kuniyahnya Abu Musa negeri hidup Kufah dan wafat tahun 50 H.

Menjaga hubungan kepada Allah akan tetap membuahkan pahala dan mendapat keridhaan dalam setiap nafas kehidupan tidak terhalang kondisi dimana pun hamba-Nya berada. Lebih lanjut akan memancing rahmat dan inayah Allah dalam setiap hajat kita. Wallahu a'lam bish Shawaab.

Billahit taufiq wal hidaayah,

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]