“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


YUSUF QARDHÂWÎ

Oleh: SYAMSU RIZAL


I.         Pendahuluan
Puji syukur hanya untuk Allah dan shalawat beserta salam kita doakan semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shall Allahu `alaihi wa sallam, keluarga, shahabat, dan orang-orang yang mengikuti ajaran beliau sampai akhir zaman. Semoga syafa`at beliau juga tercurah pada umat Islam. Amien.
Tokoh-tokoh Islam sangat banyak dan beragam corak pemikirannya. Setiap kurun waktu muncul para ulama Islam yang secara sungguh mempelajari Islam. Dari jerih payah mereka itulah umat Islam memperoleh ilmu yang original dan berkesinambunga. Pada kesempatan ini penulis mencoba memaparkan sekelumit tentang hal-ihwal Yusuf Qardhawi.
II.      Pembahasan
A.    Riwayat Hidup Yusuf Qardhawi
Yusuf Qardhawi dilahirkan di desa Saft Turab di Tengah Delta Sungai Nil, daearah Mahalla al-Kubra, Republik Arab Mesir, pada tanggal 9 September 1926 M. Ayahnya bernama Abdullah, beliau bersama ayahnya hanya dua tahun, karena ayahnya meninggal.
B.     Latar Belakang Pendidikan Yusuf Qardhawi
Pelajaran pertama kali ditekuninya adalah al-Qur’an. Pada usia sepuluh tahun, ia sudah hafal al-Qur’an dan dengan bacaan yang sangat baik. Dengan keahliannya itu, ia dijadikan imam shalat lima waktu di desanya pada usia yang sangat muda.
Pendidikan formalnya ditempuh di Al-Azhar Mesir, kecuali tingkat Aliyah, ia tempuh di Ma`had al-Buhûs wa la-Dirâsah al-Arbiyat al-`Âliyah, sehingga mendapat ijazah diploma tinggi dalam bidang bahasa dan sastra Arab. Namun, keahliannya yang menonjol adalah dalam bidang keushuluddinan (aqidah, tafsir, dan hadits). Hal itu didukung oleh pelajarannya di Fakultas Ushuluddin, yang diselesaikan pada tahun 1960 M.
C.     Keshahihan Hadits Menurut Yusuf Qardhawi
1. Memahami al-Sunnah Sesuai dengan Petunjuk al-Qur’an
Jika terdapat perbedaan paham diantara fuqaha dalam menyimpulkan makna hadits-hadits, yang paling utama dan paling dekat dengan kebenaran adalah yang didukung oleh al-Qur’an. Menurut Bustamin pendapat ini sudah lumrah, namun Yusuf Qardhawi sampai pada tataran Praktis. Berbeda dengan muhadditsin yang memakai dua cara, pertama, mencari pendukung dari hadits yang semakna atau hadits yang lain, kedua, menerapkan ilmu mukhtalif al-hadits atau takwil al-hadits. Seperti hadits:
...إِنَّ الْمَيِّتَ لَيُعَذَّبُ بِبُكَاءِ الْحَيِّ.
Yusuf Qardhawi langsung menolak hadits ini, karena bertentangan dengan al-Qur’an yaitu sebagai berikut:
... وَلاَ تَزِرُ وَازِرَةٌوِزْرَأُخْرَى ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ. سوؤة الأنعام/6: 164)

2. Menghimpun Hadits-hadits yang terjalin dalam Tema yang Sama
Agar sukses memahami hadits dengan benar, maka kita harus menghimpun hadits shahih yang berkaitan dengan suatu tema tertentu. Kemudian mengembalikan kandungan yang mutasyabihat kepada yang muhkam, mengaitkan yang mutlak dengan muqaiyad, dan menafsirkan yang `am dengan khas. Dengan cara itu, suatu hadits dapatlah dimengerti maksudnya dengan lebih jelas dan tidak dipertentangkan antara hadits satu dengan yang lain. Seperti hadits berikut:
لاَيَدْخُلُ هَذَا بَيْتَ قَوْمٍ إِلاَّ أَدْخُلَهُ اللهُ الذُّلَّ.
“Tidaklah masuk (alat) ini ke rumah suatu kaum, kecuali Allah pasti memasukkan kehinaan ke dalamnya”. (HR. Bukhari)1

Menurut Yusuf Qardhawi, pengertian lahiriah hadits ini mengisyaratkan bahwa nabi tidak menyukai pekerjaan bertani sebab akan mengakibatkan kehinaan bagi para pekerjanya. Namun, secara lahiriah hadits tersebut bertentangan dengan hadits shahih lainnya, yang sangat jelas, karena Sunnah yang kemudian dirinci dalam fiqih telah banyak menjelaskan tentang hokum-hukum pertanian, pengairan dan penggarapan tanah kosong, serta segala sesuatu yang berkaitan dengan hak dan kewajiban masing-masing.2
Menompang dengan pendapat Ibnu Hajar bahwa kecaman tersebut berlaku bagi orang yang berada dekat daerah musuh, sebab apabila ia menyibukkan dirinya dengan pertanian, ia akan melupakan tugas kewiraan, sehingga musuh menjadi berani. Semestinya orang yang demikian lebih menyibukkan dirinya keterampilan ketentaraan.3
3. Penggabungan antara Hadits-hadits yang Bertentang
Menggabungkan antara hadits-hadits yang bertentangan kemudian men-tarjih mana yang lebih kuat atau mengabaikan salah satu dari keduanya. Cara ini sama dengan al-Syafi`iy. Karena nash-nash syari`at tidak mungkin bertentangan, baik dalil-dalil hadits maupun al-Qur’an. Seperti hadits tentang wanita menziarahi kubur: dari Abu Hurairah bahwa Rasul melaknat wanita-wanita yang menzirahi kubur, hadits ini bertentangan dengan hadits yang menyatakan bahwa:
عن ابن بريدة عن أبيه قال رسول الله ص.م. نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِفَزُورُهَا.
Hadits dipahami oleh Yusuf Qardhawi dengan cara al-jam`u. khusus hadits ini haruslah memperhatikan sebab munculnya kedua hadits tersebut. Hadits ini di berhubungan dengan situasi tertentu.
4. Memahami Hadits dengan Mepertimbangkan Latar Belakangnya, Situasi Kondisinya ketika diucapkan serta tujuannya. Pemahaman seperti ini dipakai lebih mengarah pada sosio-historis munculnya hadits tersebut
5. Membedakan antara Sarana yang Berubah-ubah dan Sasaran yang Tetap
6. Membedakan antara ungkapan yang Bermakna Sebenarnya dan Bersifat Majaz dalam Memahami Hadits
D.    Pemahaman Yusuf Qardhawi tentang Hadits Ghaibiyat
Hal-hal yang ghaib seperti al-`arsy, kursiy, al-lauh mahfuzh. Dan sebagian lagi berkaitan dengan alam barzakh sesudah mati sebelum terjadi hari kiamat seperti pertanyaan dalam kubur senang atau diazab. Selanjutnya berkenaan dengan alam akhirat seperti hari berbangkit, hal-ihwal hari kiamat, syafa`at, perhitungan amal baik dan amal buruk, al-Shirath, sorga dengan segala kenikmatannya, dan neraka dengan segala bentuk azabnya.4
Hadits-hadits tentang Ghaibiyat Yusuf Qaradhawi lebih cendrung tidak memahaminya dengan takwil, namun menerima apa adanya. Asalkan hadits tersebut shahih dan maqbul. Beliau lebih sependapat dengan Ibn Abbas tentang sebagian hal yang ghaib:
ليس فى الجنة من الدنيا إلا الأسماء.5
Pada akhir bahasannya beliau mengkritik pendapat ahli rakyu yang mengqiaskan hadits yang berkenaan dengan orang mukmin melihat Allah di akhirat, mereka memberi qiyas bahwa, “orang mukmin itu akan melihat Allah seperti melihat bulan purnama.”6 ini merupakan qiayas-an yang bathil, karena menyamakan dengan melihat secara zhahir, sedangkan Allah itu ghaib.
E.     Pentakwilan Hadits Oleh Yusuf Qardhawi
Beliau mentakwilkan hadits yang tidak berkaitan dengan aqidah, tetapi hadits yang diperlukan penjelasan seperti hadits tentang khalifah:
اَلأَئِمَّةُ مِنْ قُرَيْشٍ.
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad melalui Anas, semua perawinya berprediket tsiqat menurut al-Haitsami dalam kitab Majmu` al-Zawa’id-nya, al-Mindziri dalam Targhib wa Tarhib-nya bahwa sanad hadits ini berprediket jayyid. Dalam al-Muntaqa, hadits no. 1299, imam Ahmad telah meriwayatkannya pula dari jalur lain dengan teks:
اَلأُمَرَاءُ مِنْ قُرَيْشٍ.
Al-Haitsami Mengatakan bahwa selain Sakir Ibnu Abdul Aziz, semua perawinya terdiri dari para perawi hadits shahih. Walaupun demikian, Sakir termasuk tsiqat. Al-Mundziri mengatakan semua perawinya berprediket tsiqat.
Makna hadits ini menurut Ibnu Khaldun bahwa Rasul mengatakan demikian karena Beliau menyaksikan adanya rasa `ashabiyah atau kesetiakawanan yang kuat pada diri mereka sebagai ia menilai sebagai syarat utama untuk menegakkan kekhalifahan atau kerajaan.7

III.   Penutup
Yusuf Qardhawi adalah salah seorang ulama muhadditsin abat 21 ini, beliau banya sekali mengeluarkan fatwa. Dalam bidang hadits beliau mempunyai cara tersendiri untuk menilai hadits shahih atau tidak atau maqbul atau tidaknya. Disamping itu beliau mempunyai aqidah yang kuat, pendirian yang teguh sepertinya Ibnu Qayyim, Ibnu Jauziy, Rasyid Ridha, Muhammad Abduh. Beliau banyak mengikuti pendapat mereka ini.
Beliau tidak mau mentakwil atau mengqiyaskan hadits yang berkaitan dengan masalah ghaibiyat, selain itu beliau lebih menguasai ilmu fiqh dan ushul fiqh. Sebagai kritikus hadits beliau tentu memiliki pertimbangan dan pemikiran yang luas.
Demikianlah yang dapat penulis paparkan sekelumit tentang hal-ihwal Yusuf Qardhawi. Atas kekurangan, penulis mohon masukan demi sempurnanya bahasan ini. Akhirnya penulis sudahi dengan billahi taufiq wa al-hidayah.

Daftar Rujukan

Bustamin, M. Isa, Metodologi Kritik Hadits, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004), Cet. I
4 Yusuf Qardhawi, Kaifa Nata`amal ma`a Sunnah al-Nabawiyah, (al-Qahira: Dar al-Syuruq, 2002), Cet II


1 Bustamin, M. Isa, Metodologi Kritik Hadits, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004), Cet. I, h. 89-93
2 Ibid, h. 93
3 Ibid, h. 94
4 Yusuf Qardhawi, Kaifa Nata`amal ma`a Sunnah al-Nabawiyah, (al-Qahira: Dar al-Syuruq, 2002), Cet II, h. 191
5 Ibid, h. 194
6 Ibid, h. 195
7 Ibid, h.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]