MENYIKAPI WABAH VIRUS
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanirrahiim,
Assalamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
SEBAGAIMANA DIJELASKAN DALAM AL QUR'AN DAN BANYAK RIWAYAT YANG DITEMUKAN DALAM KITAB HADITS, SEPERTI DALAM SHAHIH AL BUKHARI, MUSLIM, SUNAN AT TIRMIDZI, ABU DAUD, IBNU MAJAH, MUSNAD AHMAD DAN MUWATHAK IMAM MALIK, SERTA SHAHIH IBNU HIBBAN. SEMUANYA BERSUMBER dari 'Aisyah, Abdullah bin Mas'ud, Umar bin al Khathtab, Abdullah bin Umar, 'Abdullah bin 'Amru, Sa'ad bin Abi Waqash, Usamah bin Zaid, Usamah bin Syarik, Abu Hurairah dan Anas bin Malik serta 'Abdur Rahman bin 'Auf.
Ada beberapa hal perlu disampaikan bahwa:
1. Wabah (virus) menular telah ada sejak zaman sebelum Islam, dan merupakan adzab bagi kaum yang dilaknat oleh Allah seperti kaum Bani Israi'il. Atau pun bagi orang-orang selain mereka yang kemaksiatannya atau kezhalimannya telah melampaui batas kemanusian.
2. Wabah tersebut satu nikmat bagi seorang mukmin yang menjadi takdir baginya mendapat kesempatan memperoleh pahala mati syahid.
3. Bagi yang mengetahui ada wilayah yang terjangkit wabah virus tersebut, maka bagi yang berada diluarnya dilarang memasuki wilayah tersebut.
4. Bagi yang berada dalam wilayah terjangkit, tidak boleh keluar dari wilayah tersebut kecuali mengisolasi diri.
5. Berdoa agar wabah tersebut dipindahkan oleh Allah kewilayah lain yang memang pantas terjangkit. Namun, Allah lebih mengetahui hal tersebut.
6. Berlindung dari geganasan wabah tersebut.
7. Tetap berdoa dan tawakkal kepada Allah.
8. Bagi yang sudah terjangkit, ikhlash menerima dan merupakan takdirnya dan Allah mengganti dengan pahala syahid.
9. Wabah tersebut bisa menimpa dimana saja, dimasa Rasul wilayah yang pernah terjangkit wabah virus seperti Syam, Kufah dan Madinah. Bahkan Abu Bakar, Amir bin Fuhairah dan Bilal pernah terjangkit akan tetapi bisa sembuh. Tentunya dengan tetap minum obat seperti yang dianjurkan oleh Rasul dan 'Aisyah berperan disana sebab dalam sejarah islam disebutkan bahwa beliau memang ahli mengobatan herbal. Karena perintah untuk berobat dianjurkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sabda Rasul bahwa, "Allah yang menurunkan penyakit dan Allah juga menurunkan obat atau penawarnya (dawaa' atau syifaa').
Wallaahu a'lam bish Shawaab,
Wassalamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏