TUTUPI KEJAHATAN DENGAN KEBAIKAN
(INTERAKSI SOSIAL)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ
قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ وَأَبُو نُعَيْمٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ قَالَ مَحْمُودٌ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ قَالَ مَحْمُودٌ وَالصَّحِيحُ حَدِيثُ أَبِي ذَرٍّ. (رواه الترمذي: ١٩١٠)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi, telah menceritakakan kepada kami Sufyan dari Habib bin Abu Tsabit dari Maimun bin Abu Syabib dari Abu Dzar ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda kepadaku: "Bertakwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada dan ikutilah setiap keburukan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya, serta pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik." Hadits semakna juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Abu Isa berkata; Ini adalah hadits hasan shahih. Telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan Telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad dan Abu Nu'aim dari Sufyan dari Habib dengan isnad ini semisalnya. Telah menceritakan kepada kami Waki' dari Sufyan dari Habib bin Tsabit dari Maimun bin Abu Syabib dari Mu'adz bin Jabal dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam semisalnya. Mahmud berkata; Yang shahih adalah haditsnya Abu Dzar. (HR. At Tirmidzi: 1910 - hasan dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H)
Lihat juga: Ahmad: 20392, 20435 dan 20556.
Hadits Ahmad: 20435 lebih shahih dari hadits Ahmad: 20392 dan 20556.
Karena Maimun bin Mihran, ia tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Ayyub negeri hidup Jazirah dan wafat tahun 117 H dalam sanad Ahmad: 20435 adalah periwayat maqbul. Sementara, dua riwayat terakhir dalam sanadnya terdapat Maimun bin Abi Syabib, ia tabi'ut tabi'in kalangan tua kuniyahnya Abu Nashir negeri hidup Kufah dan wafat tahun 83 H. Dinilai Abu Hatim dengan shalihul hadits, Ibnu Hibban mengatakan,"disebutkan dalam ats tsiqat". Yahya bin Ma'in menilainya dha'if, sedangkan Ibnu Hajar dan adz Dzahabi menilainya shaduq. Periwayat terakhir ini ada dalam sanad hadits Ahmad: 20392 dan 20556.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏