“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


NU'AIMAN SANG PEMABUK
(Suwaibith menjual Nu'aiman)

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ زَمْعَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ وَهْبِ بْنِ عَبْدِ بْنِ زَمْعَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ ح و حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا زَمْعَةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ وَهْبِ بْنِ زَمْعَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ خَرَجَ أَبُو بَكْرٍ فِي تِجَارَةٍ إِلَى بُصْرَى قَبْلَ مَوْتِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَامٍ وَمَعَهُ نُعَيْمَانُ وَسُوَيْبِطُ بْنُ حَرْمَلَةَ وَكَانَا شَهِدَا بَدْرًا وَكَانَ نُعَيْمَانُ عَلَى الزَّادِ وَكَانَ سُوَيْبِطُ رَجُلًا مَزَّاحًا فَقَالَ لِنُعَيْمَانَ أَطْعِمْنِي قَالَ حَتَّى يَجِيءَ أَبُو بَكْرٍ قَالَ فَلَأُغِيظَنَّكَ قَالَ فَمَرُّوا بِقَوْمٍ فَقَالَ لَهُمْ سُوَيْبِطٌ تَشْتَرُونَ مِنِّي عَبْدًا لِي قَالُوا نَعَمْ قَالَ إِنَّهُ عَبْدٌ لَهُ كَلَامٌ وَهُوَ قَائِلٌ لَكُمْ إِنِّي حُرٌّ فَإِنْ كُنْتُمْ إِذَا قَالَ لَكُمْ هَذِهِ الْمَقَالَةَ تَرَكْتُمُوهُ فَلَا تُفْسِدُوا عَلَيَّ عَبْدِي قَالُوا لَا بَلْ نَشْتَرِيهِ مِنْكَ فَاشْتَرَوْهُ مِنْهُ بِعَشْرِ قَلَائِصَ ثُمَّ أَتَوْهُ فَوَضَعُوا فِي عُنُقِهِ عِمَامَةً أَوْ حَبْلًا فَقَالَ نُعَيْمَانُ إِنَّ هَذَا يَسْتَهْزِئُ بِكُمْ وَإِنِّي حُرٌّ لَسْتُ بِعَبْدٍ فَقَالُوا قَدْ أَخْبَرَنَا خَبَرَكَ فَانْطَلَقُوا بِهِ فَجَاءَ أَبُو بَكْرٍ فَأَخْبَرُوهُ بِذَلِكَ قَالَ فَاتَّبَعَ الْقَوْمَ وَرَدَّ عَلَيْهِمْ الْقَلَائِصَ وَأَخَذَ نُعَيْمَانَ قَالَ فَلَمَّا قَدِمُوا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَخْبَرُوهُ قَالَ فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ مِنْهُ حَوْلًا. (رواه إبن ماجه: ٣٧٠٩)

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar telah menceritakan kepada kami Waki' dari Zam'ah bin Shalih dari Az Zuhri dari Wahab bin Abdu bin Zam'ah dari Ummu Salamah. Dan di riwayatkan dari jalur lain, telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Zam'ah bin Shalih dari Az Zuhri dari Abdullah bin Wahab bin Zam'ah dari Ummu Salamah dia berkata, "Setahun sebelum wafatnya Nabi ﷺ Abu Bakar pernah keluar berdagang ke negeri Bushra bersama Nu'aiman dan Suwaibith bin Harmalah, -keduanya pernah mengikuti perang Badar- ketika itu Nu'aimanlah yang membawa perbekalan, sedangkan Suwaibith adalah orang yang suka bercanda, lalu dia berkata kepada Nu'aiman, "Berilah saya makanan." Nu'aiman menjawab, "Tidak hingga Abu Bakar datang." Oleh karena itu Suwaibith berkata, "Awas, saya akan memberimu pelajaran." Abdullah berkata, "Kemudian mereka melewati perkumpulan orang banyak. Maka Suwaibith berkata, "Wahai orang-orang, belilah dariku seorang budak!." Mereka menjawab, "Ya, saya akan membelinya." Suwaibith berkata, "Dia adalah seorang pemuda yang memiliki lidah berkelit, ia akan mengatakan kepada kalian "Saya adalah orang bebas", apabila kalian meninggalkannya karena hal itu, maka biarkanlah dan janganlah kalian mencelakakan budakku." mereka menjawab, "Tidak, bahkan kami akan membelinya darimu." Kemudian mereka membelinya seharga sepuluh Qalais (yaitu; seharga unta muda betina). Setelah itu mereka mendatangi (Nu'aiman) sambil menaruh surban di lehernya atau seikat tali." Maka Nu'aiman berkata, "Sesungguhnya ia telah membohongi kalian, sesungguhnya saya adalah orang bebas, bukan seorang budak." Mereka berkata, "Dia telah memberitahu apa yang kamu katakan." lalu mereka membawanya pergi, tidak lama kemudian, datanglah Abu Bakar dan dia diberitahu akan hal itu." Abdullah berkata, "Lalu Abu Bakar segera pergi menemui mereka dan menukar Qala`is milik mereka, dan membawa kembali Nu'aiman. Abdullah berkata, "Ketika mereka tiba, mereka lalu memberitahukan hal itu kepada Nabi ﷺ." Abdullah berkata, "Maka Nabi ﷺ tertawa dan para sahabatnya atas kejadian itu selama setahun." (HR. Ibnu Majah: 3709 - dha'if dari Hindi binti 'Umayyah bin al Mughirah, ia shahabiyah kuniyahnya Ummu Salamah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 62 H)

Catatan: demikian juga yang diriwayatkan oleh imam Ahmad: 25465 dan riwayat Ibnu Majah: 3709 dalam sanad kedua hadits ini terdapat periwayat bernama Zam'ah bin Shalih, ia tabi'in (tidak jumpa shahabat) dan negeri hidup Marur Rawdz. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in, an Nasa'i, Ibnu Hajar dan Ahmad bin Hanbal menilainya dha'if. Sedangkan Abu Hatim menilainya dha'iful hadits. Selebihnya adalah periwayat maqbul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]