TAQRIR RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM
(tentang kebolehan makan daging dhabb [sejenis biawak])
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الضَّبُّ لَسْتُ آكُلُهُ وَلَا أُحَرِّمُهُ. (رواه البخاري: ٥١١٠)
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muslim telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Dinar dia berkata; saya mendengar Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Mengenai daging biawak, maka saya tidak memakannya dan tidak pula mengharamkannya." (HR. Al Bukhari: 5110 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73)
Lihat juga: Muslim: 3599 dan 3600, an Nasa'i: 4240, Ahmad: 4334 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar.
Hadits riwayat Ahmad: 4334 adalah hadits tsulatsiyat yaitu jumlah sanadnya tiga tabagath,
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ
سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الضَّبِّ فَقَالَ لَا آكُلُهُ وَلَا أُحَرِّمُهُ. (رواه أحمد: ٤٣٣٤)
Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya tentang dlab (sejenis biawak), beliau pun menjawab: "Aku tidak memakannya namun aku tidak mengharamkannya." (HR. Ahmad: 4334 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar)
و حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ وَحَرْمَلَةُ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ وَهْبٍ قَالَ حَرْمَلَةُ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ الْأَنْصَارِيِّ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ الَّذِي يُقَالُ لَهُ سَيْفُ اللَّهِ أَخْبَرَهُ
أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ خَالَتُهُ وَخَالَةُ ابْنِ عَبَّاسٍ فَوَجَدَ عِنْدَهَا ضَبًّا مَحْنُوذًا قَدِمَتْ بِهِ أُخْتُهَا حُفَيْدَةُ بِنْتُ الْحَارِثِ مِنْ نَجْدٍ فَقَدَّمَتْ الضَّبَّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ قَلَّمَا يُقَدَّمُ إِلَيْهِ طَعَامٌ حَتَّى يُحَدَّثَ بِهِ وَيُسَمَّى لَهُ فَأَهْوَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ إِلَى الضَّبِّ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ مِنْ النِّسْوَةِ الْحُضُورِ أَخْبِرْنَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا قَدَّمْتُنَّ لَهُ قُلْنَ هُوَ الضَّبُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ فَقَالَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ أَحَرَامٌ الضَّبُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا وَلَكِنَّهُ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِي فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ قَالَ خَالِدٌ فَاجْتَرَرْتُهُ فَأَكَلْتُهُ وَرَسُولُ اللَّهِ يَنْظُرُ فَلَمْ يَنْهَنِي
و حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ النَّضْرِ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ عَبْدٌ أَخْبَرَنِي و قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَيْمُونَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ وَهِيَ خَالَتُهُ فَقُدِّمَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَحْمُ ضَبٍّ جَاءَتْ بِهِ أُمُّ حُفَيْدٍ بِنْتُ الْحَارِثِ مِنْ نَجْدٍ وَكَانَتْ تَحْتَ رَجُلٍ مِنْ بَنِي جَعْفَرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَأْكُلُ شَيْئًا حَتَّى يَعْلَمَ مَا هُوَ ثُمَّ ذَكَرَ بِمِثْلِ حَدِيثِ يُونُسَ وَزَادَ فِي آخِرِ الْحَدِيثِ وَحَدَّثَهُ ابْنُ الْأَصَمِّ عَنْ مَيْمُونَةَ وَكَانَ فِي حَجْرِهَا و حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِي بَيْتِ مَيْمُونَةَ بِضَبَّيْنِ مَشْوِيَّيْنِ بِمِثْلِ حَدِيثِهِمْ وَلَمْ يَذْكُرْ يَزِيدَ بْنَ الْأَصَمِّ عَنْ مَيْمُونَةَ و حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ اللَّيْثِ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ جَدِّي حَدَّثَنِي خَالِدُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي هِلَالٍ عَنْ ابْنِ الْمُنْكَدِرِ أَنَّ أَبَا أُمَامَةَ بْنَ سَهْلٍ أَخْبَرَهُ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ أُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي بَيْتِ مَيْمُونَةَ وَعِنْدَهُ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ بِلَحْمِ ضَبٍّ فَذَكَرَ بِمَعْنَى حَدِيثِ الزُّهْرِيِّ. (رواه مسلم: ٣٦٠٣)
Dan telah menceritakan kepadaku Abu At Thahir dan Harmalah semuanya dari Ibnu Wahb. Harmalah mengatakan; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu bin Syihab dari Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif Al Anshari bahwa Abdullah bin Abbas pernah mengabarkan kepadanya bahwa Khalid bin Walid yang di juluki dengan pedang Allah telah mengabarkan kepadanya; bahwa dia bersama dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menemui Maimunah isteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam -dia adalah bibinya Khalid dan juga bibinya Ibnu Abbas- lantas dia mendapati daging biawak yang telah dibakar, kiriman dari saudara perempuanya yaitu Hufaidah binti Al Harits dari Najed, lantas daging biawak tersebut disuguhkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Sangat jarang beliau disuguhi makanan hingga beliau diberitahu nama makanan yang disuguhkan, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hendak mengambil daging biawak tersebut, seorang wanita dari beberapa wanita yang ikut hadir berkata, "Beritahukanlah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai daging yang kalian suguhkan!" Kami lalu mengatakan, "Itu adalah daging biawak, wahai Rasulullah!" Seketika itu juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengangkat tangannya, Khalid bin Walid pun berkata, "Wahai Rasulullah, apakah daging biawak itu haram?" Beliau menjawab: "Tidak, namun di negeri kaumku tidak pernah aku jumpai daging tersebut, maka aku enggan (memakannya)." Khalid berkata, "Lantas aku mendekatkan daging tersebut dan memakannya, sementara Rasulullah melihatku dan tidak melarangnya." Telah menceritakan kepadaku Abu Bakr bin An Nadlr dan Abdurrahman bin Humaid, Abd berkata; telah mengabarkan kepadaku, dan Abu Bakr berkata; telah menceritakan kepada kami Ya'qub bin Ibrahim bin Sa'd telah menceritakan kepada kami Ayahku dari Shalih bin Kaisan dari Ibnu Syihab dari Abu Umamah bin Sahl dari Ibnu Abbas dia mengabarkan kepadanya, bahwa Khalid bin Walid mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk ke rumah Maimunah binti Al Harits -Maimunah adalah bibinya Khalid-, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam disuguhi daging biawak, hasil pemberian Ummu Hufaidh dari Najed, sementara Ummu Hufaidh adalah isteri seorang laki-laki bani Ja'far. Sudah menjadi kebiasaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau tidak mau menyantap hidangan hingga beliau mengetahui hidangan tersebut …kemudian perawi menyebutkan sebagaimana haditsnya Yunus. Dan ia menambahkan di akhir hadits. Dan telah menceritakan kepadanya Ibnu Al Asham dari Maimunah, sedangkan ia (Ibnu Al Asham) termasuk dari anak asuhnya." Dan telah menceritakan kepada kami Abd bin Humaid telah mengabarkan kepada kami Abdurrazaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif dari Ibnu Abbas dia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah disuguhi dua daging biawak panggang, ketika itu kami berada di rumah Maimunah …sebagaimana hadits mereka, namun ia tidak menyebutkan nama Yazid bin Al Asham dari Maimunah." Dan telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Syu'aib bin Al Laits telah menceritakan kepada kami Ayahku dari Kakekku telah menceritakan kepadaku Khalid bin Yazid telah menceritakan kepadaku Sa'id bin Abu Hilal dari Ibnu Al Munkadir bahwa Abu Umamah bin Sahl telah mengabarkan kepadanya dari Ibnu Abbas dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah disuguhi daging biawak, ketika itu beliau tengah berada di rumah Maimunah, sedangkan di samping beliau ada Khalid bin Walid …lalu perawi menyebutkan hadits yang semakna dengan hadits Zuhri." (HR. Muslim: 3603 - shahih dari Khalid bin al Walid bin al Mughirah, ia shahabat kuniyahnya Abu Sulaiman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 21 H)
Lihat juga: al Bukhari: 4972, 4981 dan 5111, an Nasa'i: 4242 - shahih dari Khalid bin Walid. Muslim: 3602 dan 3605 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas.
حَدَّثَنَا أَسْبَاطٌ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ يَعْنِي الشَّيْبَانِيَّ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْأَصَمِّ قَالَ
أَتَيْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقُلْتُ تَزَوَّجَ فُلَانٌ فَقَرَّبَ إِلَيْنَا طَعَامًا فَأَكَلْنَا ثُمَّ قَرَّبَ إِلَيْنَا ثَلَاثَةَ عَشَرَ ضَبًّا فَبَيْنَ آكِلٍ وَتَارِكٍ فَقَالَ بَعْضُ مَنْ عِنْدَ ابْنِ عَبَّاسٍ لَا آكُلُهُ وَلَا أُحَرِّمُهُ وَلَا آمُرُ بِهِ وَلَا أَنْهَى عَنْهُ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ بِئْسَ مَا تَقُولُونَ مَا بُعِثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا مُحِلًّا وَمُحَرِّمًا قُرِّبَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَدَّ يَدَهُ لِيَأْكُلَ مِنْهُ فَقَالَتْ مَيْمُونَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَحْمُ ضَبٍّ فَكَفَّ يَدَهُ وَقَالَ هَذَا لَحْمٌ لَمْ آكُلْهُ قَطُّ فَكُلُوا فَأَكَلَ الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ وَخَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ وَامْرَأَةٌ كَانَتْ مَعَهُمْ
وَقَالَتْ مَيْمُونَةُ لَا آكُلُ مِمَّا لَمْ يَأْكُلْ مِنْهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه أحمد: ٢٨٥٢)
Telah menceritakan kepada kami Asbath telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq yakni Asy Syaibani dari Yazid bin Al Asham berkata; aku menemui Ibnu Abbas lalu aku katakan; seorang laki-laki menikah lalu ia menghidangkan makanan kepada kami dan kami memakannya, kemudian ia menghidangkan kepada kami tiga belas (daging) dhabb (sejenis biawak). Diantara kami ada yang memakannya dan ada yang tidak. Lalu sebagian orang yang ada di dekat Ibnu Abbas berkata; Aku tidak memakannya namun aku tidak mengharamkannya, aku juga tidak menyuruhnya dan tidak pula melarangnya. Maka Ibnu Abbas berkata; Buruk sekali yang kalian katakan. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak diutus kecuali untuk menghalalkan dan mengharamkan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah dihidangkan (makanan) lalu beliau mengulurkan tangannya untuk memakannya, maka Maimunah berkata kepada beliau, "Wahai Rasulullah, itu adalah daging dhabb (sejenis biawak)." Maka beliau menahan tangannya dan bersabda: "Aku belum pernah makan daging ini sama sekali, tapi makanlah." Lalu Al Fadhal bin Abbas, Khalid bin Walid dan seorang wanita yang bersama mereka juga menyantapnya."Hanya Maimunah berkata; Aku tidak akan makan sesuatu yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mau memakannya. (HR. Ahmad: 2852 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H). Catatan: hadits riwayat Ahmad: 2852 adalah ahlul Kufah.
Lihat juga: Ahmad: 2552 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas.
Lafazh lain,
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ بُرْقَانَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْأَصَمِّ سَمِعْتُ مِنْهُ قَالَ
ذُكِرَ عِنْدَ ابْنِ عَبَّاسٍ الضَّبُّ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ أُتِيَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُحِلَّهُ وَلَمْ يُحَرِّمْهُ فَقَالَ بِئْسَ مَا تَقُولُونَ إِنَّمَا بُعِثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُحِلًّا وَمُحَرِّمًا جَاءَتْ أُمُّ حُفَيْدٍ بِنْتُ الْحَارِثِ تَزُورُ أُخْتَهَا مَيْمُونَةَ بِنْتَ الْحَارِثِ وَمَعَهَا طَعَامٌ فِيهِ لَحْمُ ضَبٍّ فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَمَا اغْتَبَقَ فَقُرِّبَ إِلَيْهِ فَقِيلَ لَهُ إِنَّ فِيهِ لَحْمَ ضَبٍّ فَكَفَّ يَدَهُ فَأَكَلَهُ مَنْ عِنْدَهُ وَلَوْ كَانَ حَرَامًا نَهَاهُمْ عَنْهُ وَقَالَ لَيْسَ بِأَرْضِنَا وَنَحْنُ نَعَافُهُ. (رواه أحمد: ٣٠٥٢)
Telah menceritakan kepada kami Waki' telah menceritakan kepada kami Ja'far bin Burqan dari Yazid bin Al Ashamm, Aku mendengar darinya, ia berkata; disebutkan dari Ibnu Abbas mengenai dhabb (sejenis kadal), maka seseorang yang berada di majlisnya mengatakan; Pernah dihidangkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam namun beliau tidak menghalalkan dan tidak pula mengharamkan. Maka ia (Ibnu Abbas) berkata; Buruk sekali apa yang kalian katakan, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diutus untuk menhalalkan dan mengharamkan. Ummu Hufaid binti Al Harits datang mengunjungi saudarinya, Maimunah binti Al Harits, saat itu ia membawa makanan, di antaranya terdapat daging dhabb, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang setelah diletakkan di wadah dan dihidangkan kepada beliau, kemudian dikatakan kepada beliau bahwa di dalamnya terdapat daging dhabb, maka beliau menahan tangannya. Lalu dimakan oleh orang yang bersama beliau, seandainya (daging) itu haram, tentu beliau melarang mereka memakannya. Beliau mengatakan: "Itu tidak terdapat di tanah kami dan kami merasa jijik." (HR. Ahmad: 3052 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas)
Hadits dha'if tentang hal ini, diriwayatkan oleh ad Darimi: 1932 - isnadnya dha'if menurut Husain Salim Asad ad Darani:
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ حَدَّثَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّهُ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو أُمَامَةَ بْنُ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ الْأَنْصَارِيُّ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ الَّذِي يُقَالُ لَهُ سَيْفُ اللَّهِ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ خَالَتُهُ وَخَالَةُ ابْنِ عَبَّاسٍ فَوَجَدَ عِنْدَهَا ضَبًّا مَحْنُوذًا قَدِمَتْ بِهِ أُخْتُهَا حُفَيْدَةُ بِنْتُ الْحَارِثِ مِنْ نَجْدٍ فَقَدَّمَتْ الضَّبَّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ قَلَّ مَا يُقَدِّمُ يَدَهُ لِطَعَامٍ حَتَّى يُحَدَّثَ بِهِ وَيُسَمَّى لَهُ فَأَهْوَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ إِلَى الضَّبِّ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ مِنْ نِسْوَةِ الْحُضُورِ أَخْبِرْنَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قَدَّمْتُنَّ لَهُ قُلْنَ هَذَا الضَّبُّ فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ فَقَالَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ أَتُحَرِّمُ الضَّبَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أُرَاهُ لَا وَلَكِنَّهُ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِي فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ قَالَ خَالِدٌ فَاجْتَرَرْتُهُ فَأَكَلْتُهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ فَلَمْ يَنْهَنِي. (رواه الدارمي: ١٩٣٢)
Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Shalih telah menceritakan kepadaku Al Laits telah menceritakan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab bahwa ia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Umamah bin Sahal bin Hunaif Al Anshari bahwa Abdullah bin Abbas telah mengabarkan kepadanya, bahwa Khalid bin Al Walid yang dijuluki pedang Allah telah mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah menemui Maimunah istri Nabi bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam -Maimunah adalah bibinya dan juga bibi Ibnu Abbas- Kemudian dia mendapatkan biawak panggang, daging biawak itu hasil pemberian dari saudara perempuannya yang bernama Hufaidah binti Al Harits dari Najed. Kemudian Maimunah menghidangkan daging biawak tersebut kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan jarang sekali beliau mengulurkan tangan untuk mengambil makanan kecuali nama makanan tersebut diberitahukan terlebih dahulu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu mengulurkan tangannya untuk mengambil daging biawak tersebut, maka seorang wanita yang ikut hadir berkata; "Beritahukanlah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai sesuatu yang telah kalian hidangkan kepada beliau." Mereka lalu mengatakan; "Ini adalah daging biawak." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun mengangkat tangannya, lalu Khalid bin Al Walid berkata; "Apakah anda mengharamkan daging biawak wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Tidak, akan tetapi ia tidak ada di negeri kaumku, hingga diriku merasa jijik." Khalid berkata; "Kemudian aku menarik daging biawak itu dan memakannya, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hanya melihatku dan tidak melarang." (HR. Ad Darimi: 1932 - dha'if dari Khalid bin al Walid bin al Mughirah, ia shahabat kuniyahnya Abu Sulaiman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 21 H)
Catatan: dalam sanad terdapat 'Abdullah bin Shalih bin Muhammad bin Muslim, ia tabi'iul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu Shalih negeri hidup Maru dan wafat tahun 222 H. Penilaian ulama: an Nasa'i menilainya laisa bi tsiqah, Yahya bin Ma'in menilainya tsiqah, ibnul Qaththan menilainya shaduq, Maslamah bin Qasim menilainya la ba'sa bihi. Sedangkan Ibnu Hajar menilainya shaduq, katsirul ghalath dan adz Dzahabi menilainya layyin. Ia periwayat terakhir. Sementara itu para periwayat sebelumnya adalah periwayat maqbul. Hadits ini diriwayatkan berturut-turut dari shahabat ke shahabat. Yaitu Khalid bin al Walid [w. 21 H] kepada 'Abdullah bin 'Abbas [w. 68 H] kemudian kepada As'ad bin Sahal bin Hunaif [w. 100 H].
Lebih lanjut juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah: 3232 - shahih dari Khalid bin al Walid:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُصَفَّى الْحِمْصِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ الزُّبَيْدِيُّ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنْ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِضَبٍّ مَشْوِيٍّ فَقُرِّبَ إِلَيْهِ فَأَهْوَى بِيَدِهِ لِيَأْكُلَ مِنْهُ فَقَالَ لَهُ مَنْ حَضَرَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ لَحْمُ ضَبٍّ فَرَفَعَ يَدَهُ عَنْهُ فَقَالَ لَهُ خَالِدٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَحَرَامٌ الضَّبُّ قَالَ لَا وَلَكِنَّهُ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِي فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ قَالَ فَأَهْوَى خَالِدٌ إِلَى الضَّبِّ فَأَكَلَ مِنْهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ. (رواه إبن ماجه: ٣٢٣٢)
Telah memberitakan kepada kami Muhammad bin Al Mushaffa Al Himshi telah memberitakan kepada kami Muhammad bin Harb telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Walid Az Zubaidi dari Az Zuhri dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif dari Abdullah bin 'Abbas dari Khalid bin Walid, bahwa telah di hidangkan untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam daging biawak yang dipanggang, kemudian beliau mendekatinya dan merentangkan tangan untuk memakannya, lalu salah seorang yang ikut serta berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya itu adalah daging biawak.' Maka beliau menarik kembali tangannya. Khalid lalu berkata kepada beliau, "Wahai Rasulullah, apakah daging biawak itu haram?" beliau menjawab: "Tidak, akan tetapi di negeriku tidak ada biawak sehingga aku enggan memakannya." Abdullah bin Abbas berkata, "Kemudian Khalid mendekati daging biawak tersebut dan memakannya, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat kepadanya." (HR. Ibnu Majah: 3232 - shahih dari Khalid bin al Walid)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏