LIMA KEISTIMEWAAN
BULAN RAMADHAN
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiim,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Allah membalas semua amal yang dilakukan hamba-Nya. Namun, terdapat keistimewaan terhadap perbuatan baik, yaitu dengan melipatgandakannya. Sementara keburukan yang dilakukan hamba-Nya dibalasi dengan hal yang setimpal dengan amal buruknya. Sehingga, tidak diperkenankan seseorang berputus asa dari nikmat dan kasih sayang Allah dalam setiap aktivitas mereka selama hidup di dunia ini.
Pernyataan tersebut telah diungkapkan dan telah disampaikan dalam nash (al Qur'an dan al Hadits). Nah, tulisan kali ini penulis paparkan nash tersebut dengan harapan dapat menampah iman dan keikhlasan dalam beramal. Diawali dengan keistimewan bulan Ramadhan. Simaklah uraian berikut:
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ أَبِي هِشَامٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْأَسْوَدِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُعْطِيَتْ أُمَّتِي خَمْسَ خِصَالٍ فِي رَمَضَانَ لَمْ تُعْطَهَا أُمَّةٌ قَبْلَهُمْ خُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ وَتَسْتَغْفِرُ لَهُمْ الْمَلَائِكَةُ حَتَّى يُفْطِرُوا وَيُزَيِّنُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلَّ يَوْمٍ جَنَّتَهُ ثُمَّ يَقُولُ يُوشِكُ عِبَادِي الصَّالِحُونَ أَنْ يُلْقُوا عَنْهُمْ الْمَئُونَةَ وَالْأَذَى وَيَصِيرُوا إِلَيْكِ وَيُصَفَّدُ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ فَلَا يَخْلُصُوا إِلَى مَا كَانُوا يَخْلُصُونَ إِلَيْهِ فِي غَيْرِهِ وَيُغْفَرُ لَهُمْ فِي آخِرِ لَيْلَةٍ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَهِيَ لَيْلَةُ الْقَدْرِ قَالَ لَا وَلَكِنَّ الْعَامِلَ إِنَّمَا يُوَفَّى أَجْرَهُ إِذَا قَضَى عَمَلَهُ. (رواه أحمد: ٧٥٧٦)
Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Hisyam bin Abi Hisyam dari Muhammad bin Al Aswad dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Umatku diberi lima hal yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya pada bulan Ramadhan; bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak misik, para malaikat memintakan ampunan untuk mereka hingga berbuka, dan pada setiap harinya Allah 'Azza wa Jalla menghiasi surga mereka, kemudian Allah berfirman: 'hampir saja para hamba-Ku yang shalih dihindarkan dari kepayahan dan gangguan dan berjalan kepadamu (surga). 'dan di dalam bulan Ramadhan para setan dibelenggu hingga mereka tidak bebas menggoda orang yang berpuasa sebagaimana mereka bebas mengganggu selainnya, dan akan diampuni dosa-dosa mereka (orang yang berpuasa) di akhir malam bulan Ramadhan." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah apakah itu Lailatul qadar?" Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak, akan tetapi seorang yang beramal akan ditepati pahalanya jika telah selesai melaksanakan amalannya." (HR. Ahmad: 7576 - dha'if dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 7576 terdapat periwayat yang lemah (dha'if) yaitu Hisyam bin Ziyad bin Abi Zaid, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu al Miqdam dan negeri hidup Madinah. Penilaian ulama: Ahmad bin Hanbal, Abu Zur'ah dan Abu Hatim menilainya dha'iful hadits. Yahya bin Ma'in dan Abu Daud menilainya laisa bi tsiqah. At Tirmidzi, an Nasa'i, ad Daruquthni, al 'Ajli dan Ya'qub bin Sufyan menilainya dha'if. Sedangkan Ibnu Hajar menilainya matruk (ditinggalkan), sementara adz Dzahabi mengatakan, "mereka mendha'ifkannya". Selebihnya adalah periwayat maqbul.
Pandangan kedha'ifan hadits riwayat Ahmad: 7576 semakin terlihat dengan bertentangan dengan hadits shahih berikut:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةٌ فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةٍ وَسَبْعِ أَمْثَالِهَا فَإِنْ لَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةٌ وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ تُكْتَبْ عَلَيْهِ. (رواه أحمد: ٨٩٥٧)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja 'far berkata; telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Muhammad dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Barangsiapa berniat melakukan suatu amal kebajikan dan belum melaksanakannya maka akan ditulis baginya satu kebaikan, jika ia mengamalkannya maka akan ditulis baginya dengan sepuluh hingga tujuh ratus tujuh kebaikan yang semisal, dan jika ia tidak mengamalkannya maka akan dituliskan baginya satu kebaikan. Dan barangsiapa berniat untuk melakukan satu kejelekan dan belum melakukannya maka tidak akan ditulis kejelekan baginya." (HR. Ahmad: 8957 - shahih Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Lihat juga hadits riwayat Muslim: 234, Ahmad: 12047 - shahih dari Anas bin Malik tentang Isra'il mi'raj. Tegasnya dalam hadits riwayat Muslim: 183, 184 dan 186, at Tirmidzi: 2999, Ahmad: 6898 dan 6995 - shahih Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Selanjutnya hadits riwayat Ahmad: 1897, 2388 dan 8957, ad Darimi: 2667 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)
Hanya saja terdapat penjelasan pahala amal kebaikan yang diamalkan maka pahalanya sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat, sebagaimana sabda beliau,
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَقَوْلُهُ الْحَقُّ إِذَا هَمَّ عَبْدِي بِحَسَنَةٍ فَاكْتُبُوهَا لَهُ حَسَنَةً فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا وَإِذَا هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَا تَكْتُبُوهَا فَإِنْ عَمِلَهَا فَاكْتُبُوهَا بِمِثْلِهَا فَإِنْ تَرَكَهَا وَرُبَّمَا قَالَ لَمْ يَعْمَلْ بِهَا فَاكْتُبُوهَا لَهُ حَسَنَةً ثُمَّ قَرَأَ { مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا } قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. (رواه الترمذي: ٢٩٩٩)
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah ia berkata; bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Allah 'Azza wa Jalla berfirman, sedangkan firman-Nya adalah haq; 'Jika hamba-Ku berniat (mengamalkan) satu kebaikan, maka tulislah satu kebaikan untuknya, akan tetapi jika ia mengamalkannya maka tulislah untuknya sepuluh kebaikan yang serupa. Dan jika ia berniat satu kejahatan, janganlah kalian tulis hingga ia mengerjakannya, jika ia mengerjakannya, maka tulislah sebagai satu kejahatan yang serupa, akan tetapi jika (kejahatan itu) ia tinggalkan atau tidak ia kerjakan, maka tulislah sebagai satu kebaikan untuknya." kemudian beliau membaca: Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya (QS. Al-An'am/6: 160). Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. (HR. At Tirmidzi: 2999 - shahih Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)
Firman Allah yang menjadi rujukan utamanya adalah:
مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَا ۚوَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ. (قرآن سورة الأنعام/٦: ١٦٠)
Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi). (QS. Al An'aam/6: 160)
Ditegaskan oleh Allah dalam QS. An Namal/27: 90,
وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِۗ هَلْ تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ. (قرآن سورة النمل/٢٧: ٩٠)
Dan barangsiapa membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang telah kamu kerjakan. (QS. An Namal/27: 90)
Begitu juga,
مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ خَيْرٌ مِّنْهَاۚ وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى الَّذِيْنَ عَمِلُوا السَّيِّاٰتِ اِلَّا مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ. (قرآن سورة القصص/٢٨: ٨٤)
Barangsiapa datang dengan (membawa) kebaikan, maka dia akan mendapat (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barang siapa datang dengan (membawa) kejahatan, maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu hanya diberi balasan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS. Al Qashash/28: 84)
Demikian kasih sayang Allah kepada hanba-Nya. Tujuannya adalah agar hamba-Nya tidak berputus asa dengan kebaikan bahkan keburukan yang telah mereka perbuat bahkan dilipatgandakan. Karena setiap kebaikan akan dibalasi lebih daripada amalnya itu, tetapi keburukan yang dilakukan disesuaikan dengan perbuatan buruknya.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏