MAYIT DISHALATKAN 40 ORANG
(YANG TIDAK MEMPERSEKUTUKAN ALLAH)
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ وَهَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ وَالْوَلِيدُ بْنُ شُجَاعٍ السَّكُونِيُّ قَالَ الْوَلِيدُ حَدَّثَنِي و قَالَ الْآخَرَانِ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي أَبُو صَخْرٍ عَنْ شَرِيكِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّهُ مَاتَ ابْنٌ لَهُ بِقُدَيْدٍ أَوْ بِعُسْفَانَ فَقَالَ يَا كُرَيْبُ انْظُرْ مَا اجْتَمَعَ لَهُ مِنْ النَّاسِ قَالَ فَخَرَجْتُ فَإِذَا نَاسٌ قَدْ اجْتَمَعُوا لَهُ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ تَقُولُ هُمْ أَرْبَعُونَ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَخْرِجُوهُ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا شَفَّعَهُمْ اللَّهُ فِيهِ
وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ مَعْرُوفٍ عَنْ شَرِيكِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ عَنْ كُرَيْبٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ. (رواه مسلم: ١٥٧٧)
Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf dan Harun bin Sa'id Al Aili dan Al Walid bin Syuja' As Sakuni -Al Walid berkata- telah menceritakan kepadaku -sementara dua orang yang lain berkata- telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab telah mengabarkan kepadaku Abu Shakhr dari Syarik bin Abdullah bin Abu Namir dari Kuraib Maula Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbas bahwa anaknya telah meninggal di kawasan Qudaid atau 'Usfan, maka ia pun berkata, "Wahai Kuraib, lihatlah berapa orang yang berkumpul untuk menshalatkannya." Kuraib berkata; Maka aku pun keluar, ternyata orang-orang telah berkumpul untuk (menshalatkan) -nya. Lalu aku memberitahukannya kepada Ibnu Abbas, dan ia bertanya, "Apakah jumlah mereka mencapai empat puluh orang?" Kuraib menjawab, "Ya." Kemudian Ibnu Abbas berkata, "Keluarkanlah mayit itu, karena aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, dan dishalatkan oleh lebih dari empat puluh orang, yang mana mereka tidak menyekutukan Allah, niscaya Allah akan mengabulkan do'a mereka untuknya.'" Sementara di dalam riwayat Ibnu Ma'ruf adalah dari Syarik bin Abu Namir dari Kuraib dari Ibnu Abbas. (HR. Muslim: 1577 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)
Lihat jiga: Abu Daud: 2756 dan Ahmad: 2379 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas.
Lafazh lain,
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي بَكَّارٍ قَالَ صَلَّيْتُ خَلْفَ أَبِي الْمَلِيحِ عَلَى جَنَازَةٍ فَقَالَ أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ وَلْتَحْسُنْ شَفَاعَتُكُمْ وَلَوْ اخْتَرْتُ رَجُلًا اخْتَرْتُهُ ثُمَّ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلِيطٍ قَالَ أَبِي و حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ الْحَدَّادُ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلِيطٍ عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَيْمُونَةَ وَكَانَ أَخَاهَا مِنْ الرَّضَاعَةِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ
و قَالَ أَبُو الْمَلِيحِ الْأُمَّةُ أَرْبَعُونَ إِلَى مِائَةٍ فَصَاعِدًا
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Abu Bakkar berkata, aku shalat jenazah di belakang Abu Al Malih kemudian dia berkata, "Luruskanlah barisan kalian dan baguskanlah syafa'at kalian, sekiranya aku disuruh memilih seorang laki-laki niscaya aku memilihnya. Kemudian dia berkata, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Salith. Bapakku berkata; dan telah menceritakan kepada kami Abu 'Ubaidah Al Haddad berkata, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Salith dari sebagian isteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam Maimunah -ia adalah saudara laki-laki sepersusuannya-, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang muslim yang dishalatkan oleh umat kecuali ia akan diberi syafaat karenanya." Abu Al Malih berkata, "Umat itu sebanyak empat puluh sampai seratus orang lebih." (HR. Ahmad: 25584 - Maimunah binti al Harits, ia shahabiyah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 51 H)
Lafazh satu lagi,
حَدَّثَنَا أَبُو عُبَيْدَةَ عَبْدُ الْوَاحِدِ الْحَدَّادُ قَالَ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ فَرُّوخٍ أَبُو بَكَّارٍ أَنَّ أَبَا الْمَلِيحِ خَرَجَ عَلَى جَنَازَةٍ فَلَمَّا اسْتَوَى ظَنُّوا أَنَّهُ يُكَبِّرُ فَالْتَفَتَ فَقَالَ اسْتَوُوا لِتَحْسُنَ شَفَاعَتُكُمْ فَإِنِّي لَوْ اخْتَرْتُ رَجُلًا لَاخْتَرْتُ هَذَا إِلَّا أَنَّهُ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ سَلِيطٍ عَنْ إِحْدَى أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ وَهِيَ مَيْمُونَةُ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ النَّاسِ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ
قَالَ فَسَأَلْتُ أَبَا الْمَلِيحِ عَنْ الْأُمَّةِ فَقَالَ أَرْبَعُونَ. (رواه أحمد: ٢٥٦٠٧)
Telah menceritakan kepada kami Abu 'Ubaidah 'Abdul Wahid Al Haddad berkata, telah menceritakan kepada kami Al Hakam bin Faruh Abu Bakkar bahwa Abu Al Malih keluar menengok jenazah, maka ketika dia berada di tengah dan orang-orang mengira bahwa ia akan bertakbir, maka ia pun menoleh lalu berkata, "Luruskanlah barisan kalian agar syafa'at kalian terkabul (untuknya). Sungguh, jika saya disuruh untuk memilih seorang laki-laki, maka saya akan memilih ini, hanya saja Abdullah bin Salith telah menceritakan kepadaku dari salah seorang Ummul Mukminin, Maimunah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang muslim yang dishalatkan oleh umat manusia, kecuali dia akan diberi syafaat." Al Hakam berkata, "Saya bertanya kepada Abu Al Malih tentang maksud dari ummat, maka dia menjawab, "Yaitu empat puluh (orang)." (HR. Ahmad: 25607 - shahih dari Maimunah)
Catatan:
Dalam sanad terdapat periwayat bernama: 'Abdullah bin Salith, ia tabi'in kalangan tua negeri hidup Madinah. Ibnu Hajar menilai maqbul.
Wallahu a'lam bish Shawab.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏