“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]

PAHALA PUASA SATU HARI
(menelusuri hadits dalam kitab asli)
Oleh: Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh.

Rasul ﷺ bersabda, "Berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan".

Hadits-hadits semakna dengan ini diriwayatkan dari Abu Sa'id al Khudri, Abu Hurairah dan Shadiy bin 'Ajlan. Tersebar dalam kitab-kitab hadits yaitu Shahih al Bukhari, Muslim, at Tirmidzi, an Nasa'i dan Ahmad. Hadits-hadits tersebut diriwayatkan secara makna. Ini terlihat dari perbedaan lafazh dalam matan yang berbeda-beda, namun mempunya makna yang sama yaitu, "Allah akan menjauhkan orang yang berpuasa satu hari di jalan Allah dari api neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan". Maksudnya adalah Allah menjauhkan orang yang berpuasa satu hari saja dengan hanya mengharap pahala dari-Nya dari ganasnya api neraka. Sehingga mereka tidak tersentuh oleh jilatan api neraka. Wallahu a'lam.

Hadits yang dha'if terdapat dalam Musnad Ahmad: 8336 dari Abu Hurairah. Karena lafazh berbeda dan terdapat periwayat lemah serta berbeda dengan periwayat yang sama yaitu Abu Hurairah. Sebagaimana penulis paparkan hadits-haditsnya dibawah ini.

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ نَصْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ وَسُهَيْلُ بْنُ أَبِي صَالِحٍ أَنَّهُمَا سَمِعَا النُّعْمَانَ بْنَ أَبِي عَيَّاشٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا. (رواه البخاري: ٢٦٢٨)

Telah bercerita kepada kami Ishaq bin Nashr telah bercerita kepada kami 'Abdur Rozzaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij berkata telah bercerita kepadaku Yahya Sa'id dan Suhail bin Abi Shalih bahwa keduanya mendengar an Nu'man bin Abi 'Ayyasy dari Abu Sa'id Al Khudriy radhiallahu'anhu berkata; Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh musim". (HR. Al Bukhari: 2628 - sahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)

Demikian juga dengan lafazh yang sama hadits riwayat Muslim: 1949 - sahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H. Sementara imam at Tirmidzi: 1547 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Meriwayatkan,

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ وَسُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ أَنَّهُمَا حَدَّثَاهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ زَحْزَحَهُ اللَّهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا أَحَدُهُمَا يَقُولُ سَبْعِينَ وَالْآخَرُ يَقُولُ أَرْبَعِينَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَأَبُو الْأَسْوَدِ اسْمُهُ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ نَوْفَلٍ الْأَسَدِيُّ الْمَدَنِيُّ وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَأَنَسٍ وَعُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ وَأَبِي أُمَامَةَ. (رواه الترمذي: ١٥٤٧)

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi'ah dari Abul Aswad dari Urwah bin Az Zubair dan Sulaiman bin Yasar bahwa keduanya telah menceritakan kepadanya (Abul Aswad) dari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka selama tujuh puluh musim." Salah seorang dari keduanya meriwayatkan dengan lafadz, 'Tujuh puluh', sementara yang lain dengan lafadz, 'empat puluh'." Abu Isa berkata, "Hadits ini derajatnya gharib melalui jalur periwayatan ini. Dan Abul Aswad nama aslinya adalah Muhammad bin 'Abdurrahman bin Naufal Al Asadi adalah orang Madinah. Dan dalam bab ini juga ada hadits dari Abu Sa'id, Anas, Uqbah bin Amir dan Abu Umamah." (HR. At Tirmidzi: 1547 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Begitu juga hadits riwayat an Nasa'i: 2212 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.

Lafazh semakna diriwayatkan oleh imam Muslim: 1948,

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحِ بْنِ الْمُهَاجِرِ أَخْبَرَنِي اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ الْهَادِ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ أَبِي عَيَّاشٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا و حَدَّثَنَاه قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي الدَّرَاوَرْدِيَّ عَنْ سُهَيْلٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ. (رواه مسلم: ١٩٤٨)

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh bin Muhajir telah mengabarkan kepadaku Laits dari Ibnul Hadi dari Suhail bin Abu Shalih dari Nu'man bin Abu Abbas dari Abu Sa'id Al Khudri radhiallahu'anhu, ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh musim." Dan telah menceritakannya kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz yakni Ad Darawardi, dari Suhail dengan isnad ini. (HR. Muslim: 1948 - sahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)

Imam at Tirmidzi juga meriwayatkan dengan makna yang sama,

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْمَخْزُومِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ الْعَدَنِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ قَالَ و حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ سُفْيَانَ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ أَبِي عَيَّاشٍ الزُّرَقِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَصُومُ عَبْدٌ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ ذَلِكَ الْيَوْمُ النَّارَ عَنْ وَجْهِهِ سَبْعِينَ خَرِيفًا قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. (رواه الترمذي: ١٥٤٨)

Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin 'Abdurrahman Al Makhzumi berkata, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Al Walid Al Adani berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan Ats Tsauri ia berkata; dan telah menceritakan kepada kami Mahmud bin Ghailan berkata, telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Musa dari Sufyan dari Suhail bin Abu Shalih dari An Nu'man bin Abu Ayyasy Az Zuraqi dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari di jalan Allah, kecuali puasa satu hari itu akan menjauhkannya dari api neraka selama tujuh puluh musim (tahun)." Abu Isa berkata, "Hadits ini derajatnya hasan shahih." (HR. At Tirmidzi: 1548 - sahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)

Atau dengan lafazh,

أَخْبَرَنَا دَاوُدُ بْنُ سُلَيْمَانَ بْنِ حَفْصٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ الضَّرِيرُ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَاعَدَ اللَّهُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ بِذَلِكَ الْيَوْمِ سَبْعِينَ خَرِيفًا. (رواه النسائي: ٢٢١٣)

Telah mengabarkan kepada kami Daud bin Sulaiman bin Hafsh dia berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah Adh Dharir dari Suhail dari Al Maqburi dari Abu Sa'id Al Khudri dia berkata; dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa berpuasa sehari di jalan Allah, Allah menjauhkan antara ia dan neraka selama tujuh puluh tahun karena hari itu." (HR. An Nasa'i: 2213 - sahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)

Lebih lanjutnya Rasul bersabda,

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ صَفْوَانَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بَاعَدَ اللَّهُ وَجْهَهُ مِنْ جَهَنَّمَ سَبْعِينَ عَامًا. (رواه النسائي: ٢٢١٥)

Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Basysyar dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Suhail dari Shafwan dari Abu Sa'id dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Barangsiapa berpuasa sehari di jalan Allah -Azza wa Jalla-, Allah menjauhkan wajahnya dari neraka Jahanam selama tujuh puluh tahun." (HR. An Nasa'i: 2215 - sahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)

Demikian juga hadits semakna,

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ مَسْرُوقٍ عَنِ سُمَيٍّ عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ أَبِي عَيَّاشٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ النَّارَ عَنْ وَجْهِهِ سَبْعِينَ خَرِيفًا. (رواه أحمد: ١١١٣٤)

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair berkata; telah mengabarkan kepada kami Sufyan bin Masruq dari Sumay dari An Nu 'man bin Abu 'Ayyasy dari Abu Sa 'id Al Khudri ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka dengannya Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh musim (tahun)." (HR. Ahmad: 11134 - sahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ صَفْوَانَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَاعَدَ اللَّهُ وَجْهَهُ مِنْ جَهَنَّمَ مَسِيرَةَ سَبْعِينَ عَامًا. (رواه أحمد: ١٠٩٧٨)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja 'far berkata; telah menceritakan kepada kami Syu 'bah dari Suhail bin Abu Shalih dari Shafwan dari Abu Sa 'id Al Khudri dari Nabi ﷺ, bahwasanya beliau bersabda, "Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka jahanam sejauh perjalanan tujuh puluh tahun." (HR. Ahmad: 10978 - shahih dari sahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)

Masih hadits riwayat Ahmad,

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ أَبِي عَيَّاشٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَاعَدَ اللَّهُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ مَسِيرَةَ سَبْعِينَ خَرِيفًا. (رواه أحمد: ١١٣٦٣)

Telah menceritakan kepada kami Yazid berkata; telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari Suhail bin Abu Shalih dari An Nu 'man bin Abu Ayyasy dari Abu Sa 'id Al Khudri dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan." (HR. Ahmad: 11363 - shahih dari sahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)

Lafazh berbeda,

حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا الْوَلِيدُ بْنُ جَمِيلٍ عَنْ الْقَاسِمِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ جَعَلَ اللَّهُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ خَنْدَقًا كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ مِنْ حَدِيثِ أَبِي أُمَامَةَ. (رواه الترمذي: ١٥٤٩)

Telah menceritakan kepada kami Ziyad bin Ayyub berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid bin harun berkata, telah mengabarkan kepada kami Al Walid bin Jamil dari Al Qasim Abu 'Abdurrahman dari Abu Umamah Al Bahili dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjadikan antara dirinya dengan neraka sebuah parit sejauh langit dan bumi." Hadits ini derajatnya hasan gharib, dari hadits Abu Umamah." (HR. At Tirmidzi: 1549 - hasan dari Shadiy bin 'Ajlan, ia shahabat kuniyahnya Abu Umamah negeri hidup Syam dan wafat tahun 84 H)

Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 7649 - shahih dari Abu Hurairah,

حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ زَحْزَحَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ بِذَلِكَ سَبْعِينَ خَرِيفًا. (رواه أحمد: ٧٦٤٩)

Telah menceritakan kepada kami Anas bin 'Iyadl dari Suhail bin Abi Shalih dari bapaknya dari Abu Hurairah berkata; bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa berpuasa sehari di jalan Allah maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun." (HR. Ahmad: 7649 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Hadits dha'if tentang masalah ini, diantaranya:

Dalam lafazh lain sebagaimana diriwayatkan imam Ahmad: 8336 dalam Musnadnya,

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَاعَدَهُ اللَّهُ مِنْ جَهَنَّمَ سَبْعِينَ خَرِيفًا. (رواه أحمد: ٨٣٣٦)

Telah menceritakan kepada kami Ishaq berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Zaid dari bapaknya dari Abu Shalih As Samman dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan dia dari jahanam selama tujuh puluh musim." (HR. Ahmad: 8336 - dha'if dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Catatan: dalam sanad hadits riwayat Ahmad: 8336 terdapat periwayat bernama 'Abdur Rahman bin Zaid bin Aslam, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan negeri hidup Madinah dan wafat tahun 182 H. Penilaian ulama: Ahmad bin Hanbal, Abu Zur'ah, Abu Daud dan Ibnu Hajar menilainya dha'if. Ibnu Sa'ad dan Ibnul Madini menilainya dha'if jiddan. As Saji menilainya mungkarul hadits. Abu Hatim menilainya laisa bi qawi dan Yahya bin Ma'in menilainya laisa bi syai'. Adz Dzahabi mengatakan, "mereka mendha'ifkannya".

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa walau pesan yang disampaikan dalam teks beragam dan dalam jalur berbeda. Tetapi mempunyai makna bahwa puasa yang dilakukan walau pun satu hari, tetapi dengan niat karena Allah pahalanya mampu menjauhkan seorang sha'im (yang berpuasa) dari kemurkaan neraka. Hal ini dapat dipahami dari teks yang digunakan dalam matan masing-masing hadits tersebut. Lafazh yang digunakan saling melengkapi serta mempunyai makna yang sama. Wallahu a'lam bish shawab.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]