LARANGAN PUASA PADA DUA HARI RAYA DAN MANDI SEBELUM PERGI KE TEMPAT SHALAT 'IED
LARANGAN PUASA PADA DUA HARI RAYA
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ الْأَضْحَى وَعَنْ لِبْسَتَيْنِ الصَّمَّاءِ وَأَنْ يَحْتَبِيَ الرَّجُلُ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ وَعَنْ الصَّلَاةِ فِي سَاعَتَيْنِ بَعْدَ الصُّبْحِ وَبَعْدَ الْعَصْرِ. (رواه أبوداود: ٢٠٦٤)
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami Wuhaib, telah menceritakan kepada kami 'Amr bin Yahya dari ayahnya dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu hari 'Idul Fitri dan hari 'Idul Adha, dan melarang memakai dua pakaian shamma` (pakaian yang menutup dari atas hingga bawah dan tidak memiliki lubang keluar untuk tangan) dan duduk dengan melipat kaki tegak dan mengikat kaki tersebut dan pantatnya dengan satu kain, dan melarang melakukan shalat dalam dua waktu yaitu setelah Shalat Subuh dan setelah Shalat Ashar. (HR. Abu Daud: 2064 - shahih dari Abu Sa'id al Khudriy)
Catatan: hadits tentang larangan berpuasa pada dua hari ied atau hari raya sangat banyak. Minimal yang terkait dengan hadits di atas ada 24 buah. Riwayatnya tersebar dalam kitab hadits al Bukhari, Muslim, at Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah, an Nasa'i, ad Darimi, Ahmad dan Malik. Artinya, hadits tersebut dihukumi mutawatir.
HADITS-HADITS TENTANG MANDI HARI 'IED
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ
كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى. (رواه مالك: ٣٨٤)
Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Nafi' bahwa Abdullah bin Umar mandi pada Hari Raya Idul Fitri sebelum pergi ke tempat shalat Ied." (HR. Malik: 384 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ ابْنِ السَّبَّاقِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي جُمُعَةٍ مِنْ الْجُمَعِ يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِينَ إِنَّ هَذَا يَوْمٌ جَعَلَهُ اللَّهُ عِيدًا فَاغْتَسِلُوا وَمَنْ كَانَ عِنْدَهُ طِيبٌ فَلَا يَضُرُّهُ أَنْ يَمَسَّ مِنْهُ وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ. (رواه مالك: ١٣١)
Telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari Ibnu Syihab dari Ibnu As Sabaq bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu jum'at bersabda: "Wahai kaum muslimin! Sesungguhnya Allah telah menjadikan hari ini sebagai hari raya, maka hendaklah kalian mandi. Barangsiapa memiliki wewangian, maka tidaklah mengapa jika kalian mengenakannya. Dan hendaklah kalian bersiwak." (HR. Malik: 131 - shahih [mauquf] dari 'Ubaid bin as Sabbaq, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Sa'id dan negeri hidup Madinah)
حَدَّثَنَا جُبَارَةُ بْنُ الْمُغَلِّسِ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ تَمِيمٍ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ مِهْرَانَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى. (رواه إبن ماجه: ١٣٠٥)
Telah menceritakan kepada kami Jubarah Al Mughallis berkata, telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Tamim dari Maimun bin Mihran dari Ibnu Abbas dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mandi pada hari raya Iedul Fitri dan Iedul Adha." (HR. Ibnu Majah: 1305 - dha'if dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthalib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)
Catatan:
Dalam sanad terdapat periwayat bernama:
Pertama, Hajjaj bin Tamim, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan negeri hidup Jazirah. Penilaian ulama: an Nasa'i menilainya laisa bi tsiqah, Ibnu Hajar menilainya dha'if dan Ibnu Hibban mengatakan, "disebutkan dalam ats tsiqat.
Kedua, Juabarah bin al Mughallis, ia tabi'ut atba' kalangan tua kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Kufah. Penilaian ulama: al Bukhari menilainya haditsnya mudharib, ad Daruquthni menilainya matruk. Sedangkan Ibnu Hajar dan adz Dzahabi menilainya dha'if.
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ الْخَطْمِيُّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُقْبَةَ بْنِ الْفَاكِهِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ جَدِّهِ الْفَاكِهِ بْنِ سَعْدٍ وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ وَيَوْمَ عَرَفَةَ
وَكَانَ الْفَاكِهُ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالْغُسْلِ فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ. (إبن ماجه: ١٣٠٦)
Telah menceritakan kepada kami Nashr bin Ali Al Jahdhami berkata, telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Khalid berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Ja'far Al Khathmi dari 'Abdurrahman bin Uqbah Ibnul Fakih bin Sa'd dari kakeknya Al Fakih bin Sa'd -ia seorang sahabat Nabi- berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selalu mandi di hari Idul Fitri, Idul Adha dan hari Arafah," dan Al Fakih sendiri selalu memerintahkan keluarganya untuk mandi pada hari-hari itu." (HR. Ibnu Majah: 1306 - palsu dari al Fakih bin Sa'ad, ia shahabat)
Catatan:
Dalam sanad terdapat periwayat bernama:
Pertama, 'Abdur Rahman bin 'Uqbah bin al Fakih, ia tabi'in kalangan pertengahan dan negeri hidup Madinah. Menurut Ibnu Hajar ia periwayat Majhul.
Kedua, Yusuf bin Khalid bin 'Umair, ia tabi'ut tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Khalid negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 189 H. Penilaian ulama: Yahya bin Ma'in dan Abu Daud menilainya pendusta, Abu Zur'ah dan as Saji menilainya dha'iful hadits. Ibnu Qani menilainya dha'if, an Nasa'i menilainya laisa bi tsiqah. Ibnu Hibban menilainya memalsukan hadits, al 'Ajli menilainya matrukul hadits, sedangkan Ibnu Hajar dan adz Dzahabi mengatakan, "mereka meninggalkannya".
Selebihnya periwayat maqbul.
Lihat: Ahmad: 16121 - palsu dari al Fakih bin Sa'ad, periwayat dalam sanad ada 'Abdur Rahman bin 'Uqbah dan Yusuf bin Khalid.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏