AMALAN AKHIR RAMADHAN
OLEH: SAMSURIZAL, MA
BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIEM,
ASSALAAMU 'ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ أَخْبَرَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ صُمْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَضَانَ فَلَمْ يَقُمْ بِنَا شَيْئًا مِنْ الشَّهْرِ حَتَّى بَقِيَ سَبْعٌ فَقَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ ثُلُثُ اللَّيْلِ فَلَمَّا كَانَتْ السَّادِسَةُ لَمْ يَقُمْ بِنَا فَلَمَّا كَانَتْ الْخَامِسَةُ قَامَ بِنَا حَتَّى ذَهَبَ شَطْرُ اللَّيْلِ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَوْ نَفَّلْتَنَا قِيَامَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ قَالَ فَقَالَ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ قَالَ فَلَمَّا كَانَتْ الرَّابِعَةُ لَمْ يَقُمْ فَلَمَّا كَانَتْ الثَّالِثَةُ جَمَعَ أَهْلَهُ وَنِسَاءَهُ وَالنَّاسَ فَقَامَ بِنَا حَتَّى خَشِينَا أَنْ يَفُوتَنَا الْفَلَاحُ قَالَ قُلْتُ وَمَا الْفَلَاحُ قَالَ السُّحُورُ ثُمَّ لَمْ يَقُمْ بِقِيَّةَ الشَّهْرِ. (رواه البخاري: ١١٦٧)
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai' telah mengabarkan kepada kami Daud bin Abu Hindi dari Al Walid bin Abdurrahman dari Jubair bin Nufair dari Abu Dzar dia berkata, "Kami pernah berpuasa Ramadhan bersama Rasulullah ﷺ, dan beliau tidak pernah mengerjakan shalat malam bersama kami sedikitpun dalam sebulan sampai berlalu sepertiga malam, setelah malam ke enam (dari akhir bulan) beliau juga tidak mengerjakan shalat malam bersama kami, ketika di hari ke lima (dari akhir bulan), beliau mengerjakan shalat malam bersama kami hingga tengah malam pun berlalu. Maka kataku, "Wahai Rasulullah, alangkah baiknya sekiranya Anda memperbanyak shalat sunnah (qiyamullail) pada malam hari ini untuk kami!." Abu Dzar berkata; Maka beliau bersabda, "Sesungguhnya apabila seseorang shalat (malam) bersama imam hingga selesai, maka akan di catat baginya seperti bangun (untuk mengerjakan shalat malam) semalam suntuk." Kata Abu Dzar, "Ketika malam ke empat (dari akhir bulan) beliau tidak mengerjakan shalat malam (bersama kami), setelah malam ketiga (dari akhir bulan), beliau mengumpulkan keluarganya, istri-istrinya dan orang-orang, lalu melakukan shalat malam bersama kami, sampai kami khawatir ketinggalah "Al falah." Jabir bertanya, "Apakah al falah itu?" jawabnya, "Waktu sahur, kemudian beliau tidak lagi melakukan shalat malam bersama kami di malam-malam berikutnya dari sebulan itu." (HR. Abu Daud: 1167 - shahih dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H)
Demikian juga hadits riwayat an Nasa'i: 1347, Ahmad: 20450, 20474 - shahih dari Jundub bin Junadah, ia shahabat kuniyahnya Abu Dzar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 32 H.
Dalam riwayat lain juga diinfirmasikan bahwa perlu keseimbangan dan tidak memaksakan untuk shalat malam. Sebagaimana sabda beliau:
حَدَّثَنَا بَهْزٌ وَحَجَّاجٌ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ الْمَعْنَى عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي رَمَضَانَ فَجِئْتُ فَقُمْتُ خَلْفَهُ قَالَ وَجَاءَ رَجُلٌ فَقَامَ إِلَى جَنْبِي ثُمَّ جَاءَ آخَرُ حَتَّى كُنَّا رَهْطًا فَلَمَّا أَحَسَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّا خَلْفَهُ تَجَوَّزَ فِي الصَّلَاةِ ثُمَّ قَامَ فَدَخَلَ مَنْزِلَهُ فَصَلَّى صَلَاةً لَمْ يُصَلِّهَا عِنْدَنَا قَالَ فَلَمَّا أَصْبَحْنَا قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَطِنْتَ بِنَا اللَّيْلَةَ قَالَ نَعَمْ فَذَاكَ الَّذِي حَمَلَنِي عَلَى الَّذِي صَنَعْتُ قَالَ ثُمَّ أَخَذَ يُوَاصِلُ وَذَاكَ فِي آخِرِ الشَّهْرِ قَالَ فَأَخَذَ رِجَالٌ يُوَاصِلُونَ مِنْ أَصْحَابِهِ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا بَالُ رِجَالٍ يُوَاصِلُونَ إِنَّكُمْ لَسْتُمْ مِثْلِي أَمَا وَاللَّهِ لَوْ مُدَّ لِي الشَّهْرُ لَوَاصَلْتُ وِصَالًا يَدَعُ الْمُتَعَمِّقُونَ تَعَمُّقَهُمْ. (رواه أحمد: ١٢٥٤٢)
Telah bercerita kepada kami Bahz dan Hajjaj telah bercerita kepada kami Sulaiman bin al-Mughirah maknanya dari Tsabit dari Anas berkata, Nabi ﷺ shalat pada bulan Ramadhan, lalu aku datang dan berdiri di belakangnya. (Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu) berkata, lalu datang seorang laki-laki dan berdiri di sampingku, lalu datang lainnya sampai jumlah kami hampir sepuluh. Tatkala Rasulullah ﷺ mengetahui bahwa kami di belakangnya, maka beliau meringkas shalatnya lalu pulang menuju rumahnya dan shalat panjang, yang tidak sebagaimana beliau lakukan saat shalat dengan kami. Tatkala pagi hari, (Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu) berkata, kami bertanya, wahai Rasulullah, apakah tadi malam Anda paham bahwa kami di belakangmu? Beliau menjawab ya, dan itulah yang menyebabkan saya berbuat seperti itu. (Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu) berkata, di hari-hari akhir Ramadhan beliau semalam penuh mendirikan shalat sampai akhir bulan. (Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu) berkata, lalu ada beberapa orang yang meniru shalat semalam penuh. (Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu) berkata, maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Mengapa ada sebagian kalian shalat semalaman penuh, sesungguhnya kalian tidaklah sebagaimana saya. Demi Allah, kalau saja bulan Ramadhan ini diundur sebulan lagi, aku akan shalat semalam penuh, sementara mereka yang berlebihan itu akan meninggalkan perbuatannya." (HR. Ahmad: 12542 - shahih dari Anas bin Malik bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits ahlul Bashrah)
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏