“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]

PUASA ORANG JUNUB

Imam Ahmad meriwayatkan,

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ قَالَ
سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَدْرَكَهُ الصُّبْحُ جُنُبًا فَلَا صَوْمَ لَهُ قَالَ فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَأَبِي فَدَخَلْنَا عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ وَعَائِشَةَ فَسَأَلْنَاهُمَا عَنْ ذَلِكَ فَأَخْبَرَتَانَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ حُلُمٍ ثُمَّ يَصُومُ فَلَقِينَا أَبَا هُرَيْرَةَ فَحَدَّثَهُ أَبِي فَتَلَوَّنَ وَجْهُ أَبِي هُرَيْرَةَ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا حَدَّثَنِي الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ وَهُنَّ أَعْلَمُ. (رواه أحمد: ٢٥٤١٢)

Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Azzuhri dari Abu Bakr bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam dia berkata; "Saya telah mendengar Abu Hurairah berkata; 'Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Barangsiapa yang mendapati waktu Subuh dalam keadaan junub, maka tidak sah puasanya'." Ia berkata; "Saya dan ayahku pun pergi dan kami menemui Ummu Salamah dan Aisyah. Kami menanyakan hal itu kepada mereka berdua. Mereka berdua mengabarkan kepada kami bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam pernah junub di pagi hari yang bukan karena bermimpi kemudian beliau berpuasa. Kamipun lantas menemui Abu Hurairah dan ayahku menceritakan kepadanya, warna wajahnya pun berubah, lantas ia berkata; "Demikian inilah Al Fadhal bin Abbas menceritakan kepadaku, tapi mereka lebih mengetahui." (HR. Ahmad: 25412 - shahih dari 'Ummu Salamah dan 'Aisyah)

Lafazh lain yang masih klarifikasi masalah ini:

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ عَنْ عِكْرِمَةَ بْنِ خَالِدٍ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ قَالَ إِنِّي لَأَعْلَمُ النَّاسِ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ
بَلَغَ مَرْوَانُ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ مَنْ أَدْرَكَهُ الصُّبْحُ وَهُوَ جُنُبٌ فَلَا يَصُومَنَّ يَوْمَئِذٍ فَأَرْسَلَ إِلَى عَائِشَةَ يَسْأَلُهَا عَنْ ذَاكَ فَانْطَلَقَتْ مَعَهُ فَسَأَلَهَا فَقَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ غَيْرِ احْتِلَامٍ ثُمَّ يَصُومُ
فَرَجَعَ إِلَى مَرْوَانَ فَحَدَّثَهُ فَقَالَ الْقَ أَبَا هُرَيْرَةَ فَحَدِّثْهُ فَقَالَ إِنَّهُ لَجَارِي وَإِنِّي لَأَكْرَهُ أَنْ أَسْتَقْبِلَهُ بِمَا يَكْرَهُ فَقَالَ أَعْزِمُ عَلَيْكَ لَتَلْقَيَنَّهُ قَالَ فَلَقِيَهُ فَقَالَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ وَاللَّهِ إِنْ كُنْتُ لَأَكْرَهُ أَنْ أَسْتَقْبِلَكَ بِمَا تَكْرَهُ وَلَكِنَّ الْأَمِيرَ عَزَمَ عَلَيَّ قَالَ فَحَدَّثْتُهُ فَقَالَ حَدَّثَنِيهِ الْفَضْلُ. (رواه أحمد: ٢٤٦٢٧)

Telah menceritakan kepada kami Ismail berkata; telah mengabarkan kepada kami Ayyub dari Ikrimah bin Khalid dari Abu Bakar bin Abdur Rahman bin Al Harits berkata; "Sesungguhnya aku adalah orang yang paling tahu terhadap hadits ini." Ia berkata; "Telah sampai berita kepada Marwan, bahwa Abu Hurairah menceritakan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa siapa saja yang mendapati waktu Subuh sementara ia masih dalam keadaan junub, maka janganlah berpuasa pada hari tersebut." lalu Marwan mengirim utusan kepada Aisyah untuk menanyakan akan hal itu. Aisyah pun menemui utusan tersebut dan ia pun bertanya kepadanya. Aisyah menjawab; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah junub di pagi hari yang bukan dikarenakan bermimpi, tetapi beliau berpuasa." Lalu utusan tersebut kembali kepada Marwan dan menceritakan kejadian tersebut kepadanya. Marwan berkata; "Temuilah Abu Hurairah dan ceritakan kepadanya." ia berkata; "Sesungguhnya dia adalah bekas budakku, aku tidak senang bertemu dengannya dengan membawa apa yang tidak ia sukai." Marwan berkata; "Engkau harus menemuinya." Ia berkata; "Ia pun menemuinya dan berkata; 'Wahai Abu Hurairah, sebenarnya aku tidak senang bertemu denganmu dengan membawa apa yang tidak engkau senangi, akan tetapi sang amir mendesakku'." Ia berkata; "Lalu aku menceritakan kepadanya." Abu Hurairah berkata; "Alfadhal telah menceritakan hal itu kepadaku." (HR. Ahmad: 24627 - shahih dari 'Aisyah)

Hadits di atas mengonfirmasi bahwa junub bukanlah menjadi penghalang puasa seseorang. Sekaligus hadis terakhir, menegaskan atas kekeliruan Abu Hurairah tentang hadis, "Barangsiapa yang mendapati waktu Subuh dalam keadaan junub, maka tidak sah puasanya'." 

Wallaahu muwaafiq, wallaahu a'lam bish-shawaab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]