“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]

Masuk neraka karena menelantarkan kucing

حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدٌ عَنْ مُوسَى بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ وَعَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَتْ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرٍّ أَوْ هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا هِيَ أَرْسَلَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْ فِي رِبَاطِهَا هَزْلًا. (رواه أحمد: ١٠٠٩٧)

Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Muhammad dari Musa bin Yasar dari Abu Hurairah. Dan dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang wanita masuk ke dalam neraka karena anak kucing jantan, -atau beliau mengatakan; "anak kucing betina, ia tidak memberinya makan dan tidak juga melepasnya supaya makan serangga bumi, sampai akhirnya anak kucing tersebut mati kurus dalam ikatannya." (HR. Ahmad: 10097 - shahih dari Abu Hurairah)

Di neraka kucing tersebut membalasi wanita tersebut dan itu diperlihatkan kepada Rasul pada waktu shalat gerhana, sebagaimana riwayat an Nasa'i: 1465 berikut,

أَخْبَرَنَا هِلَالُ بْنُ بِشْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ الصَّمَدِ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي السَّائِبُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو حَدَّثَهُ قَالَ
انْكَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الصَّلَاةِ وَقَامَ الَّذِينَ مَعَهُ فَقَامَ قِيَامًا فَأَطَالَ الْقِيَامَ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وَسَجَدَ فَأَطَالَ السُّجُودَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وَجَلَسَ فَأَطَالَ الْجُلُوسَ ثُمَّ سَجَدَ فَأَطَالَ السُّجُودَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وَقَامَ فَصَنَعَ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ مِثْلَ مَا صَنَعَ فِي الرَّكْعَةِ الْأُولَى مِنْ الْقِيَامِ وَالرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ وَالْجُلُوسِ فَجَعَلَ يَنْفُخُ فِي آخِرِ سُجُودِهِ مِنْ الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ وَيَبْكِي وَيَقُولُ لَمْ تَعِدْنِي هَذَا وَأَنَا فِيهِمْ لَمْ تَعِدْنِي هَذَا وَنَحْنُ نَسْتَغْفِرُكَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وَانْجَلَتْ الشَّمْسُ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَإِذَا رَأَيْتُمْ كُسُوفَ أَحَدِهِمَا فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَقَدْ أُدْنِيَتْ الْجَنَّةُ مِنِّي حَتَّى لَوْ بَسَطْتُ يَدِي لَتَعَاطَيْتُ مِنْ قُطُوفِهَا وَلَقَدْ أُدْنِيَتْ النَّارُ مِنِّي حَتَّى لَقَدْ جَعَلْتُ أَتَّقِيهَا خَشْيَةَ أَنْ تَغْشَاكُمْ حَتَّى رَأَيْتُ فِيهَا امْرَأَةً مِنْ حِمْيَرَ تُعَذَّبُ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلَمْ تَدَعْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ فَلَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا هِيَ سَقَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ فَلَقَدْ رَأَيْتُهَا تَنْهَشُهَا إِذَا أَقْبَلَتْ وَإِذَا وَلَّتْ تَنْهَشُ أَلْيَتَهَا وَحَتَّى رَأَيْتُ فِيهَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ أَخَا بَنِي الدَّعْدَاعِ يُدْفَعُ بِعَصًا ذَاتِ شُعْبَتَيْنِ فِي النَّارِ وَحَتَّى رَأَيْتُ فِيهَا صَاحِبَ الْمِحْجَنِ الَّذِي كَانَ يَسْرِقُ الْحَاجَّ بِمِحْجَنِهِ مُتَّكِئًا عَلَى مِحْجَنِهِ فِي النَّارِ يَقُولُ أَنَا سَارِقُ الْمِحْجَنِ. (رواه النسائي: ١٤٦٥)

Telah mengabarkan kepada kami Hilal bin Bisyr dia berkata; Telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz bin 'Abdul Shamad dari 'Atha bin As Saib dia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abu As-Saib bahwasanya 'Abdullah bin 'Amru menceritakan kepadanya, dia berkata; "Pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terjadi gerhana matahari, maka beliau berdiri untuk shalat dan orang-orangpun shalat bersamanya. Rasulullah berdiri lama, kemudian ruku, dengan ruku' yang lama. Lalu mengangkat kepalanya dan sujud dengan sujud yang lama, kemudian mengangkat kepalanya dan duduk dengan duduk yang lama. Lalu sujud lagi dengan sujud yang lama, dan mengangkat kepalanya serta berdiri. Pada rakaat kedua beliau melakukannya seperti pada rakaat pertama dalam berdirinya, ruku'nya, sujudnya, dan duduknya. Beliau meniup pada akhir sujudnya saat rakaat kedua dan menangis. Setelah itu beliau bersabda: 'Ini tidak terjadi saat aku masih di tengah-tengah mereka! Ini tidak terjadi dan kami masih memohon ampun kepada-Mu'.Kemudian beliau mengangkat kepalanya, sedangkan matahari sudah terang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bangkit dan berkhutbah kepada manusia dengan memuji-Nya. Kemudian beliau berkata: 'Matahari dan bulan adalah dua tanda diantara tanda-tanda kebesaran Allah Azza wa Jalla. Jika kalian melihat salah satu gerhana tersebut, maka segeralah berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditangan-Nya, sungguh surga telah didekatkan kepadaku, hingga kalau aku mengulurkan tanganku maka aku pasti bisa menggapai sesuatu darinya. Sungguh, neraka telah didekatkan kepadaku hingga aku menjadikannya tameng untuk menjaga darinya karena khawatir neraka itu akan menimpa kalian hingga aku melihat seorang perempuan dari Himyar sedang disiksa karena seekor kucing yang diikatnya, tanpa membiarkannya mencari makan sendiri dari serangga-serangga bumi. Tidak memberinya makan dan minum sampai mati. Aku melihat kucing itu menggigitnya jika ia menghadap ke depan, dan jika berpaling maka kucing itu menggigit pantatnya. Aku juga melihat seseorang yang mempunyai dua sandal Sibtiyah saudara Bani Du'du'- yang didorong dengan tongkat bercabang di dalam neraka. Aku juga melihat Shahibu Mihjan (pemilik tongkat) -dulu dia mencuri tongkat dari orang yang haji- sedang bertelekan tongkatnya di dalam neraka, sambil berkata; 'Aku pencuri tongkat'." (HR. An Nasa'i: 1465 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wa'il) 

Lihat juga: Al Bukhari: 703, Ibnu Majah: 1255 dan Ahmad: 25724 dan 25725 - shahih dari Asma' binti Abu Bakar ash Shiddiq, ia shahabiyah kuniyahnya Ummu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H. Muslim: 1508 - shahih dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H.

Lafazh lain, wanita tersebut disiksa juga di hari kiamat:

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَسْمَاءَ الضُّبَعِيُّ حَدَّثَنَا جُوَيْرِيَةُ بْنُ أَسْمَاءَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عُذِّبَتْ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَسَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ
و حَدَّثَنِي نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ وَعَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ مَعْنَاهُ و حَدَّثَنَاه هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ مَعْنِ بْنِ عِيسَى عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ. (رواه مسلم: ٤١٦٠)

Telah menceritakan kepadaku 'Abdullah bin Muhammad bin Asma' Adh Dhuba'i; Telah menceritakan kepada kami Juwariyah bin Asma' dari Nafi' dari 'Abdullah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang wanita disiksa Allah pada hari kiamat lantaran dia mengurung seekor kucing sehingga kucing itu mati. Karena itu Allah Subhanahu Wa Ta'ala memasukkannya ke neraka. Kucing itu dikurungnya tanpa diberi makan dan minum dan tidak pula dilepaskannya supaya ia dapat menangkap serangga-serangga bumi." Dan telah menceritakan kepadaku Nashr bin 'Ali Al Jahdhami; Telah menceritakan kepada kami Abdul A'la dari 'Ubaidillah bin 'Umar dari Nafi' dari Ibnu 'Umar dan dari Sa'id Al Maqburi dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Hadits yang semakna. Dan telah menceritakannya kepada kami Harun bin 'Abdullah dan 'Abdullah bin Ja'far dari Ma'n bin 'Isa dari Malik dari Nafi' dari Ibnu 'Umar dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan Hadits tersebut." (HR. Muslim: 4160 - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H)

Lihat juga: al Bukhari: 2192 dan 3223, Muslim: 4749  - shahih dari 'Abdullah bin 'Umar bin al Khaththab bin Nufail, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 73 H) dan Ahmad: 7511 - shahih dari Abu Hurairah, ia adalah 'Abdur Rahman bin Sakhr, kuniyahnya Abu Hurairah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]