BERWUDHUK KETIKA PUASA
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ الطَّائِفِيُّ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ كَثِيرٍ عَنْ عَاصِمِ بْنِ لَقِيطِ بْنِ صَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي عَنْ الْوُضُوءِ قَالَ أَسْبِغْ الْوُضُوءَ وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا. (رواه إبن ماجه: ٤٠١)
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaim Ath Tha`ifi dari Isma'il bin Katsir dari 'Ashim bin Laqith bin Shabrah dari Bapaknya ia berkata; Aku berkata, "Wahai Rasulullah, kabarkanlah kepadaku tentang wudhuk, " beliau bersabda, "Sempurnakan wudhuk dan perdalamlah dalam memasukkan air ke dalam hidung (al Istinsyaq), kecuali jika engkau berpuasa." (HR. Ibnu Majah: 401 - shahih dari Laqith bin Shabirah bin 'Abdullah bin al Muntafiq bin 'Amir, ia shahabat kuniyahnya Abu Razin dan negeri hidup Tha'if)
Begitu juga hadits riwayat Abu Daud: 123 dan 2019, Ahmad: 15785 - shahih dari Laqith bin Shabirah bin 'Abdullah bin al Muntafiq bin 'Amir, ia shahabat kuniyahnya Abu Razin dan negeri hidup Tha'if.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏