“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


SHALAT SUNAT TAHYATUL MASJID
ketika jumatan dan lainnya
(contoh hadits musalsal)

Oleh: Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Seorang muslim sejati semestinya membuktikan iman dan cintanya kepada Allah dengan mengikuti Rasul-Nya baik perkataan, amalan, ketetapannya bahkan prikehidupannya secara istiqamah dan tulus ikhlash karena Allah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ. (قرآن سورة آل عمران/٣: ٣١)

"Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS.Āli ‘Imrān/3: 31)

قُلْ اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ ۚ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْكٰفِرِيْنَ. (قرآن سورة آل عمران/٣: ٣٢)

"Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir.”" (QS.Āli ‘Imrān/3: 31)

Salah satu contoh dan tauladan yang diinformasikan sampai kepada kita hari ini adalah tentang amalan shalat dua raka'at ketika telah masuk masjid dan dilakukan sebelum duduk. Ini dikenal dengan shalat tahyatul masjid. Adapun menyangkut konteks hadits terkait adalah bersifat musalsal.

Menurut bahasa musalsal berasal dari kata يُسَلْسِلُ,سَلْسَلَةٌ ,سَلْسَلَ yang berarti berantai dan bertali menali. Dinamakan musalsal karena ada kesamaan dengan rantai (silsilah) dalam segi pertemuan pada masing-masing perawi atau ada kesamaan dalam bagian-bagiannya. Nah, dalam hal ini penulis mengambil contoh pada hadits tentang shalat tahyatul masjid. Sebagaimana penulis paparkan berikut ini.

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ عَمْرٍو وَهُوَ ابْنُ دِينَارٍ عَنْ جَابِرٍ
أَنَّ رَجُلًا جَاءَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَقَالَ أَصَلَّيْتَ يَا فُلَانُ قَالَ لَا قَالَ قُمْ فَارْكَعْ. (رواه أبوداود: ٩٤١)

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami Hammad dari 'Amru yaitu Ibnu Dinar dari Jabir bahwa seorang laki-laki datang pada hari jum'at, sementara Nabi ﷺ sedang berkhutbah, lalu beliau bersabda: "Apakah kamu sudah shalat (sunnah) wahai fulan?" jawabnya; "Belum." Beliau bersabda: "Berdiri dan kerjakanlah shalat (sunnah)." (HR. Abu Daud: 941 - shahih dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H)

Begitu juga hadits riwayat imam Muslim berikut,

و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا وَقَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُا
دَخَلَ رَجُلٌ الْمَسْجِدَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقَالَ أَصَلَّيْتَ قَالَ لَا قَالَ قُمْ فَصَلِّ الرَّكْعَتَيْنِ
وَفِي رِوَايَةِ قُتَيْبَةَ قَالَ صَلِّ رَكْعَتَيْنِ. (رواه مسلم: ١٤٤٥)

Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan Ishaq bin Ibrahim -Qutaibah berkata- telah menceritakan kepada kami -dan Ishaq berkata- telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Amru ia mendengar Jabir bin Abdullah berkata; Seorang laki-laki masuk Masjid sementara Rasulullah ﷺ sedang menyampaikan khutbah Jum'at, maka beliau pun bertanya: "Apakah kamu telah shalat?" Laki-laki itu menjawab, "belum." Maka beliau bersabda: "Bangun dan shalatlah dua raka'at." dan dalam riwayat Qutaibah, "Shalatlah dua raka'at." (HR. Muslim: 1445 - shahih dari Jabir bin 'Abdullah)

Lihat juga: al Bukhari: 879 dan Ahmad: 13789 - shahih dari Jabir bin 'Abdullah. Ibnu Majah: 1103 dan Ahmad: 11242 - hasan dari Sa'ad bin Malik.

Pada kondisi lain,

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَحْبُوبٍ وَإِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ وَعَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَا
جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَقَالَ لَهُ أَصَلَّيْتَ شَيْئًا قَالَ لَا قَالَ صَلِّ رَكْعَتَيْنِ تَجَوَّزْ فِيهِمَا
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ سَعِيدٍ عَنْ الْوَلِيدِ أَبِي بِشْرٍ عَنْ طَلْحَةَ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يُحَدِّثُ أَنَّ سُلَيْكًا جَاءَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ زَادَ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ قَالَ إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَلْيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَتَجَوَّزْ فِيهِمَا. (رواه أبوداود: ٩٤٢)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mahbub dan Isma'il bin Ibrahim sedangkan maksud haditsnya sama, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Ghiyats dari Al A'masy dari Abu Sufyan dari Jabir dan Abu Shalih dari Abu Hurairah katanya; "Sulaik Al Ghathafani datang, sedangkan Rasulullah ﷺ tengah berkhutbah, maka beliau bersabda kepadanya; "Apakah kamu sudah shalat (sunnah)?" jawabnya; "Belum." Beliau bersabda: "Shalatlah dua raka'at yang ringan." Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hanbal telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far dari Sa'id dari Al Walid Abu Bisyr dari Thalhah bahwa dia mendengar Jabir bin Abdullah bercerita bahwa Sulaik datang…" kemudian dia menyebutkan hadits semisalnya, ia menambahkan; "Kemudian beliau menghadap kepada orang-orang sambil bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian datang, sedangkan imam tengah berkhutbah, hendaknya ia shalat dua raka'at yang ringan." (HR. Abu Daud: 942 - shahih dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Lihat juga: at Tirmidzi: 469 - hasan dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H. An Nasa'i: 1383 dan Ahmad: 13910 - shahih dari Jabir bin 'Abdullah bin 'Amru bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdullah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 78 H. An Nasa'i: 1391 - hasan dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H.

Lafazh lain,

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَجْلَانَ عَنْ عِيَاضٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ
أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ الْمَسْجِدَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَقَالَ صَلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ جَاءَ الْجُمُعَةَ الثَّانِيَةَ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَقَالَ صَلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ جَاءَ الْجُمُعَةَ الثَّالِثَةَ فَقَالَ صَلِّ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ قَالَ تَصَدَّقُوا فَتَصَدَّقُوا فَأَعْطَاهُ ثَوْبَيْنِ ثُمَّ قَالَ تَصَدَّقُوا فَطَرَحَ أَحَدَ ثَوْبَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَمْ تَرَوْا إِلَى هَذَا أَنَّهُ دَخَلَ الْمَسْجِدَ بِهَيْئَةٍ بَذَّةٍ فَرَجَوْتُ أَنْ تَفْطِنُوا لَهُ فَتَتَصَدَّقُوا عَلَيْهِ فَلَمْ تَفْعَلُوا فَقُلْتُ تَصَدَّقُوا فَتَصَدَّقْتُمْ فَأَعْطَيْتُهُ ثَوْبَيْنِ ثُمَّ قُلْتُ تَصَدَّقُوا فَطَرَحَ أَحَدَ ثَوْبَيْهِ خُذْ ثَوْبَكَ وَانْتَهَرَهُ. (رواه النسائي: ٢٤٨٩)

Telah mengabarkan kepada kami 'Amru bin 'Ali dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Yahya dia berkata; Telah menceritakan kepada kami Ibnu 'Ajlan dari 'Iyadh dari Abu Sa'id bahwa seseorang masuk ke masjid pada hari Jum'at dan Rasulullah ﷺ sedang berkhutbah, lalu beliau bersabda: "Shalatlah dua rakaat!" Kemudian orang itu datang pada Jum'at kedua dan Nabi ﷺ sedang berkhutbah, lalu beliau bersabda: 'Shalatlah dua rakaat! ' Kemudian orang itu datang pada Jum'at ketiga dan Nabi ﷺ sedang berkhutbah, lalu beliau bersabda: 'Shalatlah dua rakaat! ' Kemudian bersabda: 'Bersedekahlah kalian! ' Lalu mereka bersedekah dan beliau memberikannya dua pakaian, kemudian bersabda: 'Bersedekahlah kalian! ' Lalu ia melemparkan salah satu pakaiannya, maka Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tidakkah kalian melihat orang ini bahwa ia masuk ke masjid dengan kondisi yang kusut, aku berharap kalian memahaminya lalu kalian mau bersedekah kepadanya, tetapi kalian tidak melakukannya'. Lalu kukatakan, 'Bersedekahlah kalian! ' Lalu kalian bersedekah dan kuberikan dia dua pakaian. Kemudian kukatakan, 'Bersedekahlah kalian! ' Lalu ia melemparkan salah satu pakaiannya. 'Ambillah pakaianmu'. Dan beliau membentaknya. (HR. An Nasa'i: 2489 - hasan dari Sa'ad bin Malik)

Kondisi serupa juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad tentang seseorang masuk Masjid waktu jum'at:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ حَدَّثَنَا عِيَاضٌ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ دَخَلَ رَجُلٌ الْمَسْجِدَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَدَعَاهُ فَأَمَرَهُ أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ دَخَلَ الْجُمُعَةَ الثَّانِيَةَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَدَعَاهُ فَأَمَرَهُ ثُمَّ دَخَلَ الْجُمُعَةَ الثَّالِثَةَ فَأَمَرَهُ أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ قَالَ تَصَدَّقُوا فَفَعَلُوا فَأَعْطَاهُ ثَوْبَيْنِ مِمَّا تَصَدَّقُوا ثُمَّ قَالَ تَصَدَّقُوا فَأَلْقَى أَحَدَ ثَوْبَيْهِ فَانْتَهَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَرِهَ مَا صَنَعَ ثُمَّ قَالَ انْظُرُوا إِلَى هَذَا فَإِنَّهُ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فِي هَيْئَةٍ بَذَّةٍ فَدَعَوْتُهُ فَرَجَوْتُ أَنْ تُعْطُوا لَهُ فَتَصَدَّقُوا عَلَيْهِ وَتَكْسُوهُ فَلَمْ تَفْعَلُوا فَقُلْتُ تَصَدَّقُوا فَتَصَدَّقُوا فَأَعْطَيْتُهُ ثَوْبَيْنِ مِمَّا تَصَدَّقُوا ثُمَّ قُلْتُ تَصَدَّقُوا فَأَلْقَى أَحَدَ ثَوْبَيْهِ خُذْ ثَوْبَكَ وَانْتَهَرَهُ. (رواه أحمد: ١٠٧٦٨)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Ibnu 'Ajlan berkata; telah menceritakan kepada kami Iyadh dari Abu Sa'id ia berkata, "Pada hari Jumat seorang lelaki masuk ke dalam masjid sedang Rasulullah ﷺ di atas mimbar, lalu beliau memanggil dan menyuruhnya shalat dua rakaat. Kemudian ketika ia masuk ke dalam masjid pada Jumat kedua dan Rasulullah ﷺ ada di atas mimbar, beliau memanggil dan menyuruhnya shalat dua rakaat. Kemudian ketika ia masuk ke dalam masjid pada Jumat ketiga dan Rasulullah ﷺ ada di atas mimbar, beliau memanggil dan menyuruhnya shalat dua rakaat. Setelah itu beliau bersabda, "Bersedekahlah kalian, " lalu mereka pun melakukannya, beliau kemudian memberikan kepada orang tersebut dua lembar kain dari apa yang para sahabat sedekahkan. Setelah itu beliau bersabda lagi, "Bersedekahlah kalian, " lalu orang tersebut melemparkan salah satu kain miliknya sehingga Rasulullah ﷺ menghardiknya karena tidak suka dengan apa yang ia perbuat. Beliau lalu bersabda, "Lihatlah kepada laki-laki ini, sesungguhnya ia masuk ke dalam masjid dalam keadaan kotor, lalu aku panggil dia dan aku berharap agar kalian bisa memberikan kepadanya lalu kalian pun bersedekah kepadanya, dan agar kalian memberikan pakaian kepadanya tetapi kalian tidak melakukannya, lalu aku katakan kepada kalian, "Bersedekahlah kalian, " lalu kalian pun bersedekah. Lalu aku berikan kepadanya dua lembar kain dari yang kalian sedekahkan, setelah itu aku berkata, "Bersedekahlah kalian, " lalu ia melemparkan salah satu kain miliknya, ambillah kain milikmu, " dan beliau pun menghardiknya. (HR. Ahmad: 10768 - isnadnya qawi menurut Syu'aib bin al Arna'uth dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)

MALAIKAT MENUTUP CATATANNYA JIKA IMAM SUDAH MASUK MASJID

حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا الْخَزْرَجُ عَنْ أَبِي أَيُّوبَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ دَخَلْتُ مَعَهُ الْمَسْجِدَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَرَأَى غُلَامًا فَقَالَ لَهُ يَا غُلَامُ اذْهَبْ الْعَبْ قَالَ إِنَّمَا جِئْتُ إِلَى الْمَسْجِدِ قَالَ يَا غُلَامُ اذْهَبْ الْعَبْ قَالَ إِنَّمَا جِئْتُ إِلَى الْمَسْجِدِ قَالَ فَتَقْعُدُ حَتَّى يَخْرُجَ الْإِمَامُ قَالَ نَعَمْ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَجِيءُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَتَقْعُدُ عَلَى أَبْوَابِ الْمَسْجِدِ فَيَكْتُبُونَ السَّابِقَ وَالثَّانِيَ وَالثَّالِثَ وَالنَّاسَ عَلَى مَنَازِلِهِمْ حَتَّى يَخْرُجَ الْإِمَامُ فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ طُوِيَتْ الصُّحُفُ. (رواه أحمد: ٩٨٨٢)

Telah menceritakan kepada kami Yunus telah menceritakan kepada kami Al Khazraj dari Abu Ayub dari Abu Hurairah. Abu Ayub berkata, "Aku pernah masuk masjid bersama Abu Hurairah di hari Jumat, lalu ia melihat seorang anak kecil seraya berkata, "Wahai anak kecil, pergi dan mainlah, " ia menjawab, "Aku datang hanya untuk ke masjid." Abu Hurairah berkata, "Wahai anak kecil, pergi dan mainlah, " ia menjawab, " aku datang hanya untuk ke masjid." Abu Hurairah berkata, "Kalau begitu hendaklah kamu duduk sehingga imam keluar, " ia menjawab, "Ya." Abu Hurairah berkata; Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya di setiap hari Jumat malaikat datang, lalu mereka duduk di depan pintu-pintu masjid, mereka mencatat orang yang pertama kali datang, kemudian kedua dan ketiga, dan seterusnya sesuai dengan tingkatan mereka sehingga imam datang, maka jika imam telah datang buku catatan akan ditutup." (HR. Ahmad: 9882 - shahih dan isnadnya hasan menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H)

Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 7439 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H. Namun tidak menyebut tentang anak kecil masuk Masjid.

SUNNAH SHALAT TAHYATUL MASJID SETIAP MASUK MASJID

Imam Bukhari meriwayatkan,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ عَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَمْرِو بْنِ سُلَيْمٍ الزُّرَقِيِّ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ السَّلَمِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ. (رواه البخاري: ٤٢٥)

Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari 'Amir bin 'Abdullah bin Az Zubair dari 'Amru bin Sulaim Az Zaraqi dari Abu Qatadah As Salami, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah ia shalat dua rakaat sebelum ia duduk." (HR. Al Bukhari: 425 - shahih dari al Harits bin Rib'iy, ia shahabat kuniyahnya Abu Qatadah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 54 H)

Demikian juga hadits riwayat al Bukhari: 1097 dan Muslim: 1166, Abu Daud: 395 [hadits ahlul Madinah] dan Ahmad: 21485 [isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth] - shahih dari al Harits bin Rib'iy, ia shahabat kuniyahnya Abu Qatadah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 54 H. Bukan hanya sabda beliau namun beliau mencontohkan sebagaimana informasi hadits berikut,

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ عَنْ أَبِيهِ وَعَمِّهِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ عَنْ كَعْبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ ضُحًى دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ. (رواه البخاري: ٢٨٥٨)

Telah bercerita kepada kami Abu 'Ashim dari Ibnu Juraij dari Ibnu Syihab dari 'Abdur Rahman bin 'Abdullah bin Ka'ab dari bapaknya dari pamannya, 'Ubaidullah bin Ka'ab dari Ka'ab radhiallahu'anhu bahwa Nabi ﷺ apabila tiba kembali dari bepergian di waktu Duha, beliau memasuki masjid lalu shalat dua rakaat sebelum duduk". (HR. Al Bukhari: 2858 - shahih dari Ka'ab bin Malik bin Abi Ka'ab 'Amru, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 51 H)

Lebih lanjut, bahkan ketika pulang dari perang (perang tabuk) sebagaimana diriwayatkan oleh imam Ahmad,

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدِمَ مِنْ غَزْوَةِ تَبُوكَ ضُحًى فَصَلَّى فِي الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ وَكَانَ إِذَا جَاءَ مِنْ سَفَرٍ فَعَلَ ذَلِكَ. (رواه أحمد: ١٥٢١٣)

Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq berkata; telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik dari Bapaknya Nabi ﷺ datang dari Perang Tabuk pada waktu Duha lalu beliau shalat di masjid dua rakaat, dan beliau jika datang dari perjalanan melakukan seperti itu (Shalat dua rakaat di masjid sebelum ke rumah). (HR. Ahmad: 15213 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Ka'ab bin Malik bin Abi Ka'ab 'Amru, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 51 H. Hadits ahlul Madinah)

Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 15214 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Ka'ab bin Malik bin Abi Ka'ab 'Amru, ia shahabat kuniyahnya Abu 'Abdur Rahman negeri hidup Madinah dan wafat tahun 51 H.

Dimasa tabi'in pernah terjadi peristiwa berikut:

و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ أَبِي النَّضْرِ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ قَالَ لَهُ أَلَمْ أَرَ صَاحِبَكَ إِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ يَجْلِسُ قَبْلَ أَنْ يَرْكَعَ قَالَ أَبُو النَّضْرِ يَعْنِي بِذَلِكَ عُمَرَ بْنَ عُبَيْدِ اللَّهِ وَيَعِيبُ ذَلِكَ عَلَيْهِ أَنْ يَجْلِسَ إِذَا دَخَلَ الْمَسْجِدَ قَبْلَ أَنْ يَرْكَعَ قَالَ يَحْيَى قَالَ مَالِك وَذَلِكَ حَسَنٌ وَلَيْسَ بِوَاجِبٍ. (رواه مالك: ٣٥٠)

Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari Abu Nadlar mantan budak Umar bin Ubaidullah, dari Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa dia bertanya; "Bukankah aku telah melihat, bahwa sahabatmu jika masuk ke dalam masjid, ia duduk sebelum shalat dua rakaat. " Abu Nadlar menjawab; "Yang dimaksud Umar bin Ubaidullah. " Abu Salamah mencela dia karena hal tersebut, yaitu langsung duduk ketika masuk masjid sebelum mengerjakan dua rekaat. " Yahya berkata, Malik berkata; "Yang demikian itu hukumnya sunnah bukan kewajiban." (HR. Malik: 350 - maqthu' shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari 'Abdullah bin 'Abdur Rahman bin 'Auf, ia tabi'in kalangan pertengahan kuniyahnya Abu Salamah negeri hidup Madinah dan wafat tahun 94 H)

Wallaahu a'lam bish shawaab.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]