“Contextualizing the Qur’an and Hadith in Human Life” explores how sacred texts can be meaningfully understood and applied in today’s world. It invites readers to see the Qur’an and Hadith not as distant traditions, but as living sources of guidance for personal growth, social harmony, and spiritual depth.

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Indonesia
Samsurizal is a lecturer and writer specializing in socio-cultural, religious, and spiritual studies. Since 2007, he has been serving as a faculty member at the Islamic College of Balaiselasa YPPTI Pesisir Selatan, Indonesia. Alongside his academic role, he is an active researcher and prolific author, with numerous books and scholarly articles published in reputable journals. His works often explore the intersections of tradition, culture, and religion, highlighting both historical and contemporary perspectives. Through his academic contributions, he seeks to advance critical discourse on Islamic studies, spirituality, and broader socio-cultural issues. Samsurizal is also engaged in intellectual and educational activities that promote cross-cultural understanding and the dissemination of knowledge. His research and writings are intended not only for academic audiences but also for the wider public, aiming to build bridges between scholarly inquiry and societal needs.

Post Page Advertisement [Top]


PUASA 9 DAN 10 PADA BULAN MUHARAM
(Hadits Hammiyah, Cta-cita nabi)
Oleh: Samsurizal, MA

Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

BULAN MUHARAM

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ ابْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنْ أَبِي بَكْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الزَّمَانُ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ. (رواه البخاري: ٢٩٥٨)

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Al Mutsannaa telah bercerita kepada kami 'Abdul Wahhab telah bercerita kepada kami Ayyub dari Muhammad bin Sirin dari Ibnu Abi Bakrah dari Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu dari Nabi ﷺ bersabda: "Zaman (masa) terus berjalan dari sejak awal penciptaan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan, yaitu Dzul Qa'dah, Dzul Hijjah dan al-Muharam serta Rajab yang berada antara Jumadil (akhir) dan Sya'ban". (HR. Al Bukhari: 2958 - shahih dari Nufai' bin al Harits bin Kildah, ia shahabat kuniyahnya Abu Bakhrah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 52 H)

Lihat juga: al Bukhari: 4294, Muslim: 3179 dan Abu Daud: 1663 - shahih dari Nufai' bin al Harits.

PUASA MUHARAM

حَدَّثَنِي قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ أَبِي بِشْرٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم: ١٩٨٢)

Telah menceritakan kepadaku Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Abu Bisyr dari Humaid bin Abdurrahman Al Himyari dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda: "Seutama-utama puasa setelah Ramadhan ialah puasa di bulan Muharam, dan seutama-utama shalat sesudah shalat Fardlu, ialah shalat malam." (HR. Muslim: 1982 - shahih dari Abu Hurairah)

Lihat juga: Abu Daud: 2074, at Tirmidzi: 402, 671 dan 672, an Nasa'i: 1595 - Abu Hurairah, ia shahabat nama aslinya 'Abdur Rahman bin Shakhar negeri hidup Madinah dan wafat tahun 57 H.

PUASA TANGGAL 9 MUHARAM

و حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنِي إِسْمَعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا غَطَفَانَ بْنَ طَرِيفٍ الْمُرِّيَّ يَقُولُ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُا حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه مسلم: ١٩١٦)

Dan telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali Al Hulwani telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub telah menceritakan kepadaku Isma'il bin Umayyah bahwa ia mendengar Abu Ghathafan bin Tharif Al Murri berkata, saya mendengar Abdullah bin 'Abbas radhiallahu 'anhuma berkata saat Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari 'Asyura`dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa; Para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Pada tahun depan insya Allah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharam)." Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, hingga Rasulullah ﷺ wafat. (HR. Muslim: 1916 - shahih dari 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muthallib bin Hasyim, ia shahabat kuniyahnya Abu al 'Abbas negeri hidup Marur Rawdz dan wafat tahun 68 H)

Kemudian imam Ahmad juga meriwayatkan,

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَاصِمٍ قَالَ أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ ذَكْوَانَ قَالَ سَأَلْتُ الرُّبَيِّعَ بِنْتَ مُعَوِّذِ ابْنِ عَفْرَاءَ عَنْ صَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ صَائِمًا قَالَ قَالُوا مِنَّا الصَّائِمُ وَمِنَّا الْمُفْطِرُ قَالَ فَأَتِمُّوا بَقِيَّةَ يَوْمِكُمْ وَأَرْسِلُوا إِلَى مَنْ حَوْلَ الْمَدِينَةِ فَلْيُتِمُّوا بَقِيَّةَ يَوْمِهِمْ. (رواه أحمد: ٢٥٧٨٤)

Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin Ashim dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Khalid bin Dzakwan dia berkata, aku bertanya kepada Ar Rubai' binti Mu'awidz bin Afra' mengenai puasa hari Asyura', dia lalu menjawab, "Rasulullah ﷺ bersabda pada hari As Syura': "Siapakah di antara kalian yang di pagi harinya berpuasa?" Lalu para sahabat sahabat menjawab, "Di antara kami ada yang berpuasa dan ada yang berbuka." Beliau bersabda, "Maka sempurnakanlah dari sisa hari kalian, dan sebarkanlah keseluruh pelosok Madinah agar mereka menyempurnakan dari sisa hari mereka." (HR. Ahmad: 25784 - isnadnya dha'if menurut Syu'aib al Arna'uth dari Ar Rabi' binti Mu'awwidz bin 'Afra', ia shahabiyah dan negeri hidup Madinah)

Catatan: dalam sanad HR. Ahmad: 25784 terdapat periwayat bernama 'Ali bin 'Ashim bin Suhaib, ia tabi'ut tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu al Hasan negeri hidup Haity dan wafat tahun 201 H. Penilaian ulama: adz Dzahabi mengatakan, "mereka mendha'ifkannya". Al 'Ajli menilainya tsiqah, sedangkan al Bukhari menilainya laisa bi qawi. Sementara Ibnu Hajar menilainya shaduq, terdapat kesalahan.

Selanjutnya, dalam hadits yang sanadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth yang diriwayatkan oleh imam Ahmad berikut:

قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ الْأَكْوَعِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِرَجُلٍ مِنْ أَسْلَمَ أَذِّنْ فِي قَوْمِكَ أَوْ فِي النَّاسِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مَنْ أَكَلَ فَلْيَصُمْ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ وَمَنْ لَمْ يَكُنْ أَكَلَ فَلْيَصُمْ. (رواه أحمد: ١٥٩٢٩)

(Ahmad bin Hanbal radhiallahu'anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa'id dari Yazid bin Abu 'Ubaid berkata; telah menceritakan kepada kami Salamah bin Al Akwa' sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda kepada seorang laki-laki dari Aslam, 'Umumkanlah kepada kaummu atau pada orang-orang pada Hari Asy-Syura`, Barangsiapa yang telah makan maka teruskanlah puasa pada sisa harinya, siapa yang belum makan maka berpuasalah.' (HR. Ahmad: 15929 - isnadnya shahahi menurut Syu'aib al Arna'uth dari Salamah bin 'Amru bin al Akwa', ia shahabat kuniyahnya Abu Muslim negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74)

Begitu juga hadits berikut,

حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو مَعْشَرٍ الْبَرَاءُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ حَرْمَلَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ هِنْدِ بْنِ حَارِثَةَ عَنْ أَبِيهِ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْحُدَيْبِيَةِ وَأَخُوهُ الَّذِي بَعَثَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ قَوْمَهُ بِصِيَامِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ وَهُوَ أَسْمَاءُ بْنُ حَارِثَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَهُ فَقَالَ مُرْ قَوْمَكَ فَلْيَصُومُوا هَذَا الْيَوْمَ قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ وَجَدْتُهُمْ قَدْ طَعِمُوا قَالَ فَلْيُتِمُّوا بَقِيَّةَ يَوْمِهِمْ. (رواه أحمد: ١٦١١٧)

Telah menceritakan kepada kami Abdullah berkata; telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Ma'syar Al Bara` berkata; telah menceritakan kepada kami Ibnu Harmalah dari Yahya bin Hind bin Haritsah dari Bapaknya salah seorang yang ikut Peristiwa Hudaibiyah, saudaranya adalah termasuk yang diutus Rasulullah ﷺ agar menyuruh kaumnya agar berpuasa hari Asy Syura` yaitu Asma` bin Haritsah sesungguhnya Rasulullah ﷺ mengutusnya dan bersabda, "Perintahkan kaummu agar berpuasa pada hari ini." (Asma` bin Haritsah radhiallahu'anhu) berkata, "Bagaimana pendapat Anda jika saya dapatkan mereka telah makan?". Beliau bersabda, "Sempurnakanlah sisa harinya". (HR. Ahmad: 16117 - shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Hindi bin Asma' bin Haritsah, ia shahabat)

Wallaahu a'lam bish shawaab.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏

Bottom Ad [Post Page]