DOSA BESAR YANG HARUS DIJAUHI
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا شَيْبَانُ عَنْ فِرَاسٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْكَبَائِرُ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ ثُمَّ عُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْيَمِينُ الْغَمُوسُ قُلْتُ وَمَا الْيَمِينُ الْغَمُوسُ قَالَ الَّذِي يَقْتَطِعُ مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ هُوَ فِيهَا كَاذِبٌ. (رواه البخاري: ٦٤٠٩)
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Al Husain bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Ubaidullah bin Musa Telah mengabarkan kepada kami Syaiban dari Firas dari Asy Sya'bi dari Abdullah bin Amru mengatakan; Seorang Arab Badui menemui Nabi ﷺ dan bertanya; 'Waya Rasulullah, apa yang dianggap dosa-dosa besar itu? ' Beliau menjawab, "Menyekutukan Allah" 'Lantas selanjutnya apa? ' Tanyanya. Nabi menjawab, "Mendurhakai orang tua." 'selanjutnya apa? ' Tanyanya. Nabi ﷺ menjawab, "Sumpah ghamus." Kami bertanya; 'apa makna ghamus? ' Beliau jawab, "Maknanya sumpah palsu, dusta, yang karena sumpahnya ia bisa menguasai harta seorang muslim, padahal sumpahnya bohong belaka." (HR. Al Bukhari: 6409 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wail, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H)
Demikian juga hadits riwayat at At Turmidzi: 2947 - shahih dari 'Abdullah bin 'Amru bin al 'Ash bin Wail, ia shahabat kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Maru dan wafat tahun 63 H.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏