RASULULLAH MAKSUM TETAP MINTA PENDAPAT PARA SHAHABAT
Rasulullah ﷺ adalah seorang pemimpin yang cerdas, bijak dan berwibawa. Namun, beliau pada hal-hal terkait dengan kepentingan orang banyak dan kemashlahatan tetap memberi kesempatan kepada para shahabat beliau untuk sumbang saran agar mereka merasa dihargai. Ini juga menunjukkan wibawa beliau dalam memimpin umat. Disamping bimbingan Allah, beliau senantiasa memberi kesempatan kepada para shahabat beliau untuk memberi pendapat. Sehingga keputusan beliau sungguh-sungguh dan memperhatikan dampak negatif atau pun positif dari setiap ketetapan beliau sebagai pimpinan.
Kebijakan yang beliau ambil menjadi tauladan bagi para shahabat, hingga memberikan pembelajaran sampai sekarang. Peristiwa tersebut terekam dalam riwayat berikut:
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ لَمَّا سَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى بَدْرٍ خَرَجَ فَاسْتَشَارَ النَّاسَ فَأَشَارَ عَلَيْهِ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ثُمَّ اسْتَشَارَهُمْ فَأَشَارَ عَلَيْهِ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَسَكَتَ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ إِنَّمَا يُرِيدُكُمْ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ لَا نَكُونُ كَمَا قَالَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ لِمُوسَى عَلَيْهِ السَّلَام { اذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ } وَلَكِنْ وَاللَّهِ لَوْ ضَرَبْتَ أَكْبَادَ الْإِبِلِ حَتَّى تَبْلُغَ بَرْكَ الْغِمَادِ لَكُنَّا مَعَكَ. (رواه أحمد: ١١٥٨٤)
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Adi dari Humaid dari Anas ia berkata, "Ketika Rasulullah ﷺ melakukan perjalanan menuju peperangan Badar, beliau keluar meminta masukan pendapat kepada para sahabat, maka Abu Bakar pun memberinya saran. Setelah itu beliau meminta saran lagi kepada para sahabat, maka Umar radhiallahu 'anhu memberinya saran, akhirnya beliau diam. Lalu seorang laki-laki dari kaum Anshar berkata, "Sesungguhnya beliau menginginkan kalian, " para sahabat pun berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah kami tidak ingin seperti bani Isra`il yang berkata kepada Musa 'alaihissalam, "Karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja.." Akan tetapi, demi Allah, sekiranya engkau pukul punggung unta hingga engkau sampai Barkal Ghahimad (nama tempat) kami akan tetap bersamamu." (HR. Ahmad: 11584 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H. Hadits ahlul Bashrah)
Begitu juga hadits riwayat Ahmad: 13066 kondisi yang sama ketika beliau akan memutuskan kebijakan terhadap tawanan Badar,
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَاصِمٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ وَذَكَرَ رَجُلًا عَنِ الْحَسَنِ قَالَ اسْتَشَارَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ فِي الْأُسَارَى يَوْمَ بَدْرٍ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَمْكَنَكُمْ مِنْهُمْ قَالَ فَقَامَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اضْرِبْ أَعْنَاقَهُمْ قَالَ فَأَعْرَضَ عَنْهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثُمَّ عَادَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَمْكَنَكُمْ مِنْهُمْ وَإِنَّمَا هُمْ إِخْوَانُكُمْ بِالْأَمْسِ قَالَ فَقَامَ عُمَرُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اضْرِبْ أَعْنَاقَهُمْ فَأَعْرَضَ عَنْهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثُمَّ عَادَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِلنَّاسِ مِثْلَ ذَلِكَ فَقَامَ أَبُو بَكْرٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ تَرَى أَنْ تَعْفُوَ عَنْهُمْ وَتَقْبَلَ مِنْهُمْ الْفِدَاءَ قَالَ فَذَهَبَ عَنْ وَجْهِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا كَانَ فِيهِ مِنْ الْغَمِّ قَالَ فَعَفَا عَنْهُمْ وَقَبِلَ مِنْهُمْ الْفِدَاءَ قَالَ وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { لَوْلَا كِتَابٌ مِنْ اللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ } إِلَى آخِرِ الْآيَةَ. (رواه أحمد: ١٣٠٦٦)
Telah menceritakan kepada kami 'Ali bin 'Ashim dari Humaid dari Anas dan ada seorang laki-laki ia menyebut dari Al Hasan, ia berkata; Rasulullah ﷺ meminta saran para sahabat tentang tawanan Badar. (Beliau ﷺ) bersabda, "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah memenangkan kalian atas mereka", lalu 'Umar bin Al Khaththab berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah penggallah leher-leher mereka!" maka Nabi ﷺ menolak pendapat tersebut. (Anas bin Malik radhiallahu 'anhu) berkata; kemudian Rasulullah ﷺ kembali dan bersabda, "Wahai para sahabat! sesungguhnya Allah telah memenangkan kalian atas mereka, dan sesungguhnya mereka adalah teman kalian kemarin", lalu 'Umar berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah! penggallah leher-leher mereka!, lalu Nabi ﷺ menolak pendapat tersebut. (Anas bin Malik radhiallahu 'anhu) berkata; kemudian Nabi ﷺ kembali dan bersabda seperti sebelumnya, maka Abu Bakar berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah! bagaimana menurut Anda jika Anda memaafkan mereka dan menerima tebusan dari mereka". (Anas bin Malik radhiallahu 'anhu) berkata; hingga hilanglah kebingungan yang ada pada wajah Rasulullah ﷺ maka beliau ﷺ memaafkan mereka, serta menerima tebusan dari mereka. (Anas bin Malik radhiallahu 'anhu) berkata; lalu Allah 'Azza wa Jalla menurunkan ayat, " Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil"." sampai akhir ayat. (HR. Ahmad: 13066 - shahih dari Anas bin Malik bin an Nadhir bin Dhamdham bin Zaid bin Haram, ia shahabat kuniyahnya Abu Hamzah negeri hidup Bashrah dan wafat tahun 91 H)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏