TETAP PELIHARA KESUCIAN LAHIR DAN BATIN UNTUK MEMELIHARA CAHAYA ALLAH
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Peliharalah kesucian lahir dan bathin dengan shalat yang sangat erat hubungannya dengan thaharah atau berwudhuk. Keduanya menjadi paket yang sempurna. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ. (قرآن سورة البقرة/٢: ٢٢٢)
Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah suatu kotoran.” Maka, jauhilah para istri (dari melakukan hubungan intim) pada waktu haid dan jangan kamu dekati mereka (untuk melakukan hubungan intim) hingga mereka suci (habis masa haid). Apabila mereka benar-benar suci (setelah mandi wajib), campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. (QS. Al-Baqarah/2: 222)
Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
لَا تَقُمْ فِيْهِ اَبَدًاۗ لَمَسْجِدٌ اُسِّسَ عَلَى التَّقْوٰى مِنْ اَوَّلِ يَوْمٍ اَحَقُّ اَنْ تَقُوْمَ فِيْهِۗ فِيْهِ رِجَالٌ يُّحِبُّوْنَ اَنْ يَّتَطَهَّرُوْاۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِيْنَ. (قرآن سورة التوبة/٩: ١٠٨)
Janganlah engkau melaksanakan salat di dalamnya (masjid itu) selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih berhak engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang gemar membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang membersihkan diri. (QS. At-Taubah/9: 108)
Rasulullah bersabda bahwa berwudhuk (al wudhuk atau ath thuhuur) adalah separuh dari iman, sebagaimana diriwayat oleh imam Muslim dengan lafazh "ath thuhuur syathrul ii
maan". Sebagai berikut:
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا حَبَّانُ بْنُ هِلَالٍ حَدَّثَنَا أَبَانُ حَدَّثَنَا يَحْيَى أَنَّ زَيْدًا حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا سَلَّامٍ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَآَنِ أَوْ تَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالصَّلَاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا. (رواه مسلم: ٣٢٨)
Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada kami Habban bin Hilal telah menceritakan kepada kami Aban telah menceritakan kepada kami Yahya bahwa Zaid telah menceritakan kepadanya, bahwa Abu Sallam telah menceritakan kepadanya dari Abu Malik al-Asy'ari dia berkata, ‘Rasulullah ﷺ bersabda, "Bersuci adalah setengah dari iman, ucapan 'alhamdulillah' memenuhi timbangan, dan ucapan 'subhanallah' dan 'alhamdulillah' keduanya memenuhi ruang antara langit dan bumi, salat adalah cahaya, sedekah adalah petunjuk, kesabaran adalah sinar, dan Al-Qur’an adalah manfaat bagimu (kelak) atau bumerang bagimu. Setiap manusia berangkat di pagi hari, maka ada yang menjual dirinya (untuk taat atau maksiat) sehingga membebaskannya (dari adzab) atau (hawa nafsunya) akan membinasakannya." (HR. Muslim: 328 - shahih dari Ka'ab bin 'Ashim, ia shahabat kuniyahnya Abu Malik dan negeri hidup Maru)
Demikian juga hadits riwayat ad Darimi: 651 - isnadnya shahih menurut Husain Salim Asad ad Darani dari Abu Malik, ia shahabat kuniyahnya Abu Malik negeri hidup Syam dan wafat tahun 18 H.
Sementara imam an Nasa'i meriwayatkan dengan lafazh "al wudhu' syathrul iimaan".
أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ مُسَاوِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ شُعَيْبِ بْنِ شَابُورَ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ سَلَّامٍ عَنْ أَخِيهِ زَيْدِ بْنِ سَلَّامٍ أَنَّهُ أَخْبَرَهُ عَنْ جَدِّهِ أَبِي سَلَّامٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ غُنْمٍ أَنَّ أَبَا مَالِكٍ الْأَشْعَرِيَّ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ شَطْرُ الْإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلَأُ الْمِيزَانَ وَالتَّسْبِيحُ وَالتَّكْبِيرُ يَمْلَأُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَالصَّلَاةُ نُورٌ وَالزَّكَاةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ. (رواه النسائي: ٢٣٩٤)
Telah mengabarkan kepada kami 'Isa bin Musawir dia berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Syu'aib bin Syabur dari Mu'awiyah bin Sallam dari saudaranya Zaid bin Sallam bahwasanya ia telah mengabarkan kepadanya, dari kakeknya Abu Sallam dari 'Abdurrahman bin Ghunam, Abu Malik Al Asy'ari menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Menyempurnakan wudhuk adalah separuh dari iman, kalimat Alhamdulillah mengisi -penuh- timbangan, tasbih dan takbir mengisi -penuh- langit dan bumi, shalat adalah cahaya, zakat adalah bukti, kesabaran adalah pancaran cahaya dan Al-Qur'an adalah hujjah yang membela atau justru hujjah yang menuntut dirimu." (HR. An Nasa'i: 2394 - shahih dari Abu Malik, ia shahabat kuniyahnya Abu Malik negeri hidup Syam dan wafat tahun 18 H)
Demikian juga yang diriwayatkan oleh imam at Tirmidzi: 3439, Ibnu Majah: 276 (hadits ahlul Syam) - shahih dari Abu Malik, ia shahabat kuniyahnya Abu Malik negeri hidup Syam dan wafat tahun 18 H.
Sedangkan pada riwayat lain imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ زَيْدٍ عَنْ أَبِي سَلَّامٍ عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الطُّهْرُ شَطْرُ الْإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ يَمْلَأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ تَمْلَأُ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَالصَّلَاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ يَحْيَى بْنُ مَيْمُونٍ يَعْنِي الْعَطَّارَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ سَلَّامٍ عَنْ أَبِي سَلَّامٍ حَدَّثَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْأَشْعَرِيُّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ فَذَكَرَ مِثْلَهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ الصَّلَاةُ بُرْهَانٌ وَالصَّدَقَةُ نُورٌ. (رواه أحمد: ٢١٨٣٤)
Telah menceritakan kepada kami 'Affan telah menceritakan kepada kami Aban telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abu Katsir dari Zaid dari Abu Sallam dari Abu Malik Al Asy'ari bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Bersuci adalah setengah iman dan Al Hamdulillah memenuhi timbangan, subhaanallaah dan Allaahu akbar dan laa ilaaha illallaah wallaahu akbar memenuhi seisi langit dan bumi, alhamdulillaah dan allaahu akbar dan laa ilaaha illallaah memenuhi seisi langit dan bumi- shalat adalah cahaya, sedekah adalah bukti, sabar adalah pancaran cahaya, Al-Qur'an adalah hujjah yang menentangmu atau membelamu dan semua orang pergi di pagi hari kemudian menjual dirinya, ia membebaskannya atau membinasakannya." Telah menceritakan kepada kami Suraij bin An Nu'man telah menceritakan kepada kami Abu Ishaq Yahya bin Maimun Al Aththar telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abu Katsir telah menceritakan kepadaku Zaid bin Sallam dari Abu Sallam telah menceritakan kepadanya 'Abdur Rahman Al Asy'ari berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, "Bersuci adalah setengah iman" ia menyebut hadits serupa, hanya saja ia berkata, Shalat adalah bukti dan sedekah adalah cahaya. (HR. Ahmad: 21834 - shahih, na
Rangkaian kalimat tersebut dalam hadits-hadits di atas menunjukkan pertalian makna kesucian baik dengan berwudhuk secara zhahir maupun menjaga kesucian secara batin. Oleh karena itu, Rasulullah senantiasa menjaga wudhuk beliau seperti ketika akan tidur, akan makan, setelah berhubungan suami istri, apa lagi shalat beliau. Sehingga bacaan-bacaan zikir membantu mempertebal kesabaran yang akan menjadikan hidup semakin bercahaya tidak sumpek dan loyo. Zikir dimaksud diantaranya seperti subhaanallaah, alhamdulillaah dan Allaahu Akbar. Shalat mampu membuat diri bercahaya, sedekah adalah buktinya, sabar adalah pancaran dari shalatmu. Al Qur'an akan membelamu dari serangan siapa pun baik baik atau pun buruk.
Pada akhirnya semua kekuatan tersebut akan keluar dengan gagah berani membentengi diri seseorang yang menjaga zikir-zikirnya, shalatnya, harta yang dimilikinya menjadi bukti nyata penjalin rasa antar manusia, kesabarannya dan keahliannya mememahami dan mengerti maksud dari firman Allah dalam kitab suci. Sehingga akan terlihat kebesaran Allah dalam dirinya dan itu, akan mengalir bagai air yang menyejukkan bukan saja dirinya tetapi apa pun yang ada disekitarnya.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏