ORANG YANG BERIMAN DITAHAN DI JEMBATAN SIRATH ANTARA SURGA DAN NERAKA
Oleh: Samsurizal, MA
Bismillaahir rahmaanir rahiem,
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Imam Ahmad berkata,
حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْمُتَوَكِّلِ النَّاجِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْلُصُ الْمُؤْمِنُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ النَّارِ فَيُحْبَسُونَ عَلَى قَنْطَرَةٍ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَيُقْتَصُّ لِبَعْضِهِمْ مِنْ بَعْضٍ مَظَالِمُ كَانَتْ بَيْنَهُمْ فِي الدُّنْيَا حَتَّى إِذَا هُذِّبُوا وَنُقُّوا أُذِنَ لَهُمْ فِي دُخُولِ الْجَنَّةِ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَأَحَدُهُمْ أَهْدَى لِمَنْزِلِهِ فِي الْجَنَّةِ مِنْهُ بِمَنْزِلِهِ كَانَ فِي الدُّنْيَا. (رواه أحمد: ١٠٦٧٣)
Telah menceritakan kepada kami Rauh berkata; telah menceritakan kepada kami Sa'id dari Qotadah dari Abu Al Mutawakkil An Naji dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang-orang yang beriman pada hari kiamat selamat dari neraka, lalu mereka ditahan di jembatan antara surga dan neraka, lalu sebagian akan diqishas atas sebagian yang lain karena kezaliman mereka waktu di dunia, sehingga setelah mereka dibersihkan dan telah suci, mereka diizinkan memasuki surga. Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, seseorang di antara mereka lebih mengetahui rumahnya di surga daripada rumahnya di dunia." (HR. Ahmad: 10673 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)
Demikian juga hadits riwayat Ahmad: 11175 dan 11281 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H. Hadits senada juga diriwayatkan oleh imam al Bukhari: 2260 - shahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H. Hadits ini tergolong hadits 'aziz, karena imam al Bukhari meriwayatkan dari dua orang gurunya yang tsiqah. Adapun mereka adalah pertama, Yunus bin Muhammad bin Muslim, ia tabi'ut tabi'in kalangan biasa kuniyahnya Abu Muhammad negeri hidup Baghdad dan wafat tahun 207 H. Kedua, Ishaq bin Ibrahim bin Makhlad, ia tabi'ul atba' kalangan tua kuniyahnya Abu Ya'qub negeri hidup Himsh dan wafat tahun 238 H. Selanjutnya masing-masing mereka meriwayatkan dari guru masing-masing. Yunus bin Muhammad meriwayatkan dari Syaiban bin 'Abdur Rahman dan Ishaq bin Ibrahim meriwayatkan dari Mu'adz bin Hisyam bin Abi 'Abdullah. Dua periwayat terakhir sama-sama meriwayatkan dari Syaiban bin 'Abdur Rahman dan Hisyam bin Abi 'Abdullah Sanbar. Kemudian mereka meriwaytkan dari Qatadah bin Da'amah bin Qatadah.
Selanjutnya lafazh yang sama juga diriwayatkan oleh imam al Bukhari: 6054 - shahih dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H. Sementara itu imam Ahmad pada jalur lain meriwayatkan,
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ حَدَّثَنَا رَبَاحٌ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ قَتَادَةَ فِي قَوْلِهِ { وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ } قَالَ ثَنَا أَبُو الْمُتَوَكِّلِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْلُصُ الْمُؤْمِنُونَ مِنْ النَّارِ فَيُحْبَسُونَ عَلَى قَنْطَرَةٍ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ فَيُقْتَصُّ لِبَعْضِهِمْ مِنْ بَعْضٍ. (رواه أحمد: ١١٢٣)
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim berkata; telah menceritakan kepada kami Robah dari Ma'mar dari Qotadah tentang firman Allah, "Dan Kami cabut segala macam dendam yang ada di dalam dada mereka.." berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Al Mutawakkil dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda, "Orang-orang yang beriman selamat dari neraka, kemudian mereka tertahan di atas jembatan antara surga dan neraka, lalu mereka diqishas sebagian atas sebagian yang lain." (HR. Ahmad: 11123 - isnadnya shahih menurut Syu'aib al Arna'uth dari Sa'ad bin Malik bin Sinan bin 'Ubaid, ia shahabat kuniyahnya Abu Sa'id negeri hidup Madinah dan wafat tahun 74 H)
Semua riwayat di atas diriwayatkan dari Qatadah bin Da'amah bin Qatadah.
Hadits-hadits sejalan dengan firman Allah,
قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ. (قرآن سورة الزمر/٣٩: ١٠)
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan. (QS. Az-Zumar/39: 10)
Ingat juga firman Allah:
مَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَلَا يُجْزٰىٓ اِلَّا مِثْلَهَاۚ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُولٰۤىِٕكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ يُرْزَقُوْنَ فِيْهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ. (قرآن سورة غافر/٤٠: ٤٠)
Siapa yang mengerjakan keburukan tidak dibalas, kecuali sebanding dengan keburukan itu. Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia dalam keadaan beriman, akan masuk surga. Mereka dianugerahi rezeki di dalamnya tanpa perhitungan. (QS. Gāfir/40: 40)
Berdasarkan hadits-hadits dan firman Allah di atas dapat dipahami bahwa Allah akan tetap menahan orang-orang yang beriman di jembatan sirath di akhirat untuk diqishash (diperiksa lagi) terhadap dosa yang masih terdapat pada dirinya. Selama hidup di dunia apakah pernah berbuat zhalim atau dosa lain, sehingga sebelum dimasukkan kedalam surga tanpa dosa dan kesalahan.
Sementara, Allah telah memberitahukan kepada mereka bahwa bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa dan beristiqamah dengan amal shalihnya maka Allah memasukkan kedalam surga dengan rizki dan kenikmatan tanpa perhitungan atau tanpa terhingga. Karena barang siapa yang diperdebatkan hisabnya maka pasti diazab. Sehingga kepada orang-orang beriman, bertakwa dan bersabar tidak dikhawatirkan lagi kebahagiaan yang mereka rasakan di akhirat. Disamping dimudahkan atau diperlihatkan amal baiknya juga dianugerahi ketenangan jiwa, begitu juga orang-orang bersama mereka.
Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa semua amalan yang dilakukan atas dasar keridhaan Allah. Sehingga amal mereka mejadi wasilah untuk masuk surga.
Bagi orang-orang beriman dan bertakwa Allah meridhai segala amalan mereka di dunia dan sebelum memasuki alam akhirat Allah memperlihatkan amalan yang mereka lakukan dengan keridhaan-Nya dan istiqamah. Hal ini diisyaratkan oleh Allah dalam Al Qur'an surat an Nahal/16 ayat 30 sampai dengan ayat 32.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَقِيْلَ لِلَّذِيْنَ اتَّقَوْا مَاذَآ اَنْزَلَ رَبُّكُمْ ۗقَالُوْا خَيْرًا ۚلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَلَدَارُ الْاٰخِرَةِ خَيْرٌ ۗوَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِيْنَۙ. (قرآن سورة النحل/١٦: ٣٠)
Kemudian, dikatakan kepada orang yang bertakwa, “Apa yang telah Tuhanmu turunkan?” Mereka menjawab, “Kebaikan.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik. Sungguh, negeri akhirat pasti lebih baik. Itulah sebaik-baik tempat (bagi) orang-orang yang bertakwa. (QS. An-Naḥal/16: 30)
جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ لَهُمْ فِيْهَا مَا يَشَاۤءُوْنَ ۗ كَذٰلِكَ يَجْزِى اللّٰهُ الْمُتَّقِيْنَۙ. (قرآن سورة النحل/١٦: ٣١)
(yaitu) surga-surga ‘Adn yang mereka masuki. Sungai-sungai mengalir di bawahnya. Di dalam (surga) itu mereka mendapat segala yang mereka inginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (QS. An-Naḥal/16: 31)
الَّذِيْنَ تَتَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ طَيِّبِيْنَ ۙيَقُوْلُوْنَ سَلٰمٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ. (قرآن سورة النحل/١٦: ٣٢)
(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat dalam keadaan baik. Mereka (para malaikat) mengatakan, “Salāmun ‘alaikum (semoga keselamatan tercurah kepadamu). Masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. An Nahal/16: 32)
Allah swt melukiskan bahwa orang-orang yang bertakwa, yang senantiasa menaati segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, ketika malaikat maut datang untuk mencabut nyawanya, mereka mati dalam keadaan husnul khatimah dan mendapat salam sejahtera dari malaikat. Hal itu dikarenakan kebersihan mereka dari noda-noda kemusyrikan dan kemaksiatan, dan jiwanya tetap di bawah bimbingan wahyu Allah swt. Segenap perjalanan mereka dihiasi dengan akhlak yang mulia dan terhindar dari sifat-sifat tercela. Orang yang seperti ini menghadap Tuhannya dengan hati lapang dan berserah diri, karena ia merasa akan meninggalkan dunia yang fana, dan pergi untuk menerima ketentuan yang telah ditetapkan oleh Tuhannya. Ketika itu, ia menghadapi maut dengan tenang dan bahagia. Allah swt berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ. (قرآن سورة فصلت/٤١: ٣٠)
Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ”Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), ”Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS. Fuṣṣilat/41: 30)
Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa para malaikat itu memberikan kabar gembira bahwa mereka akan memasuki surga yang disediakan bagi mereka, sesuai dengan amal perbuatan yang telah mereka lakukan. Berita gembira yang disampaikan oleh malaikat kepada mereka merupakan janji Allah yang akan mereka alami nanti sesudah hari kebangkitan.
عَنْ مُحَمَّدٍ بْنِ كَعْبٍ الْقُرَظِيْ قَالَ: إِذَا أَشْرَفَ الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ عَلَى الْمَوْتِ جَاءَهُ مَلَكٌ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا وَلِيَّ اللهِ، يَقْرَأُ عَلَيْكَ السَّلاَمَ وَ بَشَّرَهُ بِالْجَنَّةِ. (رواه ابن جرير الطبري والبيهقي)
Diriwayatkan dari Muhammad bin Ka‘ab Al-Quraẓi ia berkata, “Apabila seorang hamba yang mukmin telah tiba saat kematiannya datanglah malaikat seraya berkata, “Salam sejahtera untukmu hai wali Allah, Allah mengirimkan salam untukmu dan memberikan berita gembira bahwa engkau akan masuk surga.” (Riwayat Ibnu Jarīr aṭ-Ṭabarī dan al-Baihaqī)
Kabar gembira dari Malaikat kepada orang-orang yang beriman ketika hari wafatnya. Malaikat datang dengan memberi salam "assalaamu 'alaikum". Karena Allah meridhai segala amal mereka. Oleh karena itu mereka pantas masuk surga.
Wallaahu a'lam bish shawaab.
Wassalaamu 'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Mohon koreksi jika terdapat kekeliruan dalam postingan yang saya upload🙏🙏🙏